Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendampingan Branding Produk Lokal Berbasis Media Sosial bagi Pelaku Usaha Mikro di Gorontalo Hamka Hamka; Asrul Asrul; Burhan Liputo; Wiwin S Makatutu
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i2.38975

Abstract

The development of digital technology has created significant opportunities for micro-enterprises to expand their market reach through social media platforms. However, many micro-business owners in Gorontalo still lack an adequate understanding of effective digital branding strategies, causing local products to struggle in competing optimally in the market. This community service activity aimed to improve the capacity of micro-enterprise owners in building brand identity, creating promotional content, and utilizing social media as a digital marketing tool. The implementation methods included observation, training, mentoring, and evaluation for micro-business actors in Gorontalo. The results showed an increase in participants’ understanding of product branding, the use of social media for promotion, and the ability to create more attractive and communicative marketing content. In addition, business owners began independently applying digital marketing strategies through social media platforms such as Instagram, Facebook, and TikTok. This activity is expected to enhance the competitiveness of local products and support sustainable community economic growth.
ANALISIS PENGARUH SUHU TERHADAP KINERJA OUTPUT PANEL FOTOVOLTAIK DI PLTS 2 MWp SUMALATA Zul Hamid Ansyor; Burhan Liputo; Jumiati Ilham; Siti Fauziah
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v4i1.77

Abstract

Kinerja sistem fotovoltaik sangat dipengaruhi oleh modul suhu permukaan yang berpengaruh terhadap daya keluaran sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu permukaan modul berdasarkan pengukuran kamera termal ( Rata-rata TIR ) terhadap daya keluaran DC sistem PLTS on-grid berkapasitas 2 MWp di PLTS Sumalata. Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan menggunakan kamera termal untuk memperoleh modul suhu rata-rata permukaan serta data daya DC dari sistem monitoring operasional PLTS selama periode pengamatan bulan November. Data yang diperoleh dijelaskan menggunakan pendekatan grafis untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul suhu permukaan berada pada rentang 45.6 °C hingga 57.3 °C dan peningkatan modul suhu cenderung menyebabkan penurunan kinerja relatif daya keluaran sistem akibat karakteristik koefisien suhu negatif modul fotovoltaik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul suhu permukaan berkontribusi terhadap kehilangan panas sehingga dapat digunakan sebagai parameter evaluasi kinerja operasional sistem PLTS skala utilitas.
PEMANFAATAN PENGERING EFEK RUMAH KACA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERUPUK KASUBI LONUO BUKIT ARANG Fuad Pontoiyo; Burhan Liputo; Yunita Djamalu
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v4i1.61

Abstract

Lonuo Village is located in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, Gorontalo. Kasubi crackers are a typical snack produced by one of the Lonuo Bukit Arang Kasubi Crackers UKMs. Kasubi crackers are made from cassava, tapioca flour, baking soda, and brown sugar, while other production requirements are cooking oil, LPG gas, gasoline, firewood, raffia rope, and plastic packaging. Meanwhile, other supporting tools in the kasubi cracker production process are plastic plates, steamer frames, steaming pans, molding tanks, sweet potato grinding machines, and para-paras as attachments for manual drying. The manual drying place used by IKM consists of 3 bamboo-based lamps measuring 7 x 13 meters for the entire cracker drying place. The drying process using bamboo sheets has many disadvantages, including drying time which takes 4 to 5 drying hours in sunny weather, unpredictable weather, less hygienic, and tends to be contaminated with bacteria because the location of the IKM is opposite the location of the Final Processing Site (TPA) for waste disposal. Bone Bolango Regency. The Kasubi Lonuo Bukit Arang cracker IKM was established in 2000 and has been continued by Santian Pillow since 2020. This IKM has more than 6 (six) permanent and non-permanent employees with daily raw material production of 1 () sack of cassava Working time from grating the coconut to drying takes 8 to 9 hours, namely from 08.00 to 15.00 WITA with the resulting cracker output being 2448 crackers per day and packaged in one hanging containing 10 crackers and priced at IDR. 11,000 per hanging. The method used in this activity is the preparation stage, implementation of activities, and program sustainability plans. The alternative drying tool that will be socialized in this activity is a greenhouse drying tool in the form of a rectangular prism with the help of energy from sunlight. While serving this community group, the service team packages activities from lecture presentations on introducing tools, questions, and answers, how to make tools, how to use tools, and how to maintain tools. From the results of this activity, it was agreed that the next activity would focus more on making cracker products using biomass stoves or stoves fueled by used oil and greenhouse effect dryers.
INTEGRASI HIDRO, ANGIN, SURYA, DAN PENYIMPANAN ENERGI DALAM SISTEM KELISTRIKAN RENDAH KARBON: TINJAUAN KOMPREHENSIF ATAS FLEKSIBILITAS, OPTIMASI OPERASI, DESAIN TEKNO-EKONOMI, DAN ARAH RISET TERKINI Aswin; Lanto Mohamad Kamil Amali; Burhan Liputo
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v4i1.69

Abstract

The transition to a low-carbon electricity system is driving the strategic role of hydropower, both as a manageable renewable generator and as the backbone of system flexibility to accommodate the intermittency of wind and solar energy. In recent years, the evolution of studies is no longer limited to conventional reservoir operations but has expanded to hybrid hydro–wind–photovoltaic systems, pumped hydro energy storage (PHES), hydro–PV–storage, hydro–hydrogen, and multi-energy configurations integrating compressed air energy storage (CAES) and liquid air energy storage (LAES). This review article synthesizes the literature to map recent developments on four main themes: (1) the role of hydropower flexibility in the integration of variable renewable energy (VRE), (2) modeling and optimization of multi-scale operations, (3) capacity design and techno-economic evaluation of storage technologies, and (4) issues of reliability, safety, ecology, and artificial intelligence (AI) for prediction and control. Recent literature indicates that coordinating hydro with wind, solar, and storage can increase renewable energy utilization, reduce curtailment, improve operational stability, and enhance economic benefits, particularly when operating models incorporate spatio-temporal correlations, hydraulic constraints, market mechanisms, and flexibility requirements. Gaps remain in multi-scale integration, the incorporation of ecological indicators into market optimization, standardization of economic evaluations, and field validation of intelligent control strategies.
RANCANG BANGUN MESIN PERAS TEBU SISTEM MEKANIK TIGA ROLL MENGGUNAKAN MOTOR BENSIN Harun Doe; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu merupakan bahan pokok pembuatan gula pasir dan juga bisa dimanfaatkan sebagai minuman tanpa bahan pemanis buatan. Tebu adalah tanaman hasil pertanian yang banyak di temui di Gorontalo khususnya di Kabupaten Boalemo, dimana sebagian besar masyarakatnya terlibat dalam budidaya tanaman ini. Penulis merancang alat yang dapat menghasilkan sari tebu yang berguna sebagai minuman. Pengolahan tebu menggunakan mesin peras dua roll menghasilkan produksi yang kurang baik dan tingkat keselamatan kerja yang kurang terjamin. Oleh sebab kekurangan pada mesin peras tebu dua roll maka penulis mendesain ulang mesin ini menjadi mesin peras tebu sistem mekanik tiga roll menggunakan penggerak motor bensin. Tujuan penelitian yaitu membuat desain mesin peras tebu sistem mekanik tiga roll dengan penggerak motor bensin. Metode penelitian ini yaitu obseravasi, studi literatur dan merancang bangun serta memodifikasi alat. Spesifikasi desain alat adalah kapasitas mesin ±60 kg/jam, dimensi alat 70 cm x 35 cm x 80 cm, berat ± 65kg, tenaga penggerak motor bensin 5,5 pk. Pengujian mesin peras tebu dilakukan untuk mengetahui hasil rancang bangun dapat berfungsi sesuai dengan desain yang diharapkan. Hasil pengujian mesin peras tebu menghasilkan sari tebu yang lebih bersih, lebih banyak dan keselamatan operator lebih terjamin
ALAT PENEKUK SENGKANG (BEGEL) PADA STURUKTUR BETON Abd. Rahman Abdul; Burhan Liputo, ST, MT; Devitta P. Mohidin, Spd,. Mpd2
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Penekuk sengkang (begel) pengikat besi tulangan beton adalah alat yang digunakan untuk membengkokkan besi tulangan dalam berbagai macam sudut sesuai dengan perencanaan. cara kerja alat ini adalah besi yang akan dibengkokkan dimasukkan di antara lubang tekan dan poros pembengkok kemudian diatur sudutnya sesuai dengan sudut bengkok yang diinginkan dan panjang pembengkokkannya. Umumnya proses pembengkokan atau bending ini dilakukan secara sederhana dengan menggunakan alat yang sangat terbatas serta hasil kurang maksimal. Permasalahan ini dapat diatasi dengan membuat suatu perencanaan alat untuk memperbaiki alat yang efektif dan efesien. Tenaga kerja yang mempunyai keterampilan dan keahlian dalam mendirikan sebuah bangunan beton sangat banyak, akan tetapi masih membutuhkan alat bantu untuk mengerjakan bagunan, terutama pada saat pembuatan besi tulangan sengkang (begel), yang berfungsi sebagai pengikat antara dinding kolom dan pondasi. Dari penjelasan tersebut, penulis berinisiatif untuk membuat suatu alat pembetuk begel (sengkang) pada rangka sturuktur beton untuk penekuk besi. Alat ini tidak jauh bedanya dengan alat yang suda ada, hanya perancangannya yang membedakan. Pengerjaannya cukup menjepitkan besi tulangan lalu memutarkan pedal penggerak dan efesien waktu pengerjaan alat ini lebih cepat pada saat penekuk besi tulangan. Besi beton merupakan material pembentuk beton struktur, baik pekerjaan kolom, balok, dan lantai Karena fungsinya yang sangat penting bagi kekuatan struktur, maka besi beton yang harus digunakan harus sesuai SNI yang popular disebut besi banci dengan harga yang lebih murah. Besi beton adalah besi yang biasa digunakan untuk penulangan dalam konstruksi beton atau yang biasa dikenal dengan sebutan beton bertulang. Besi beton ini telah memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah konstruksi. Beton pada prinsipnya telah mempunyai kekuatan yang terbatas untuk memikul beban. Oleh sebab itu, penulangan pada beton biasanya ditambah dengan besi beton agar konstruksinya menjadi lebih kuat dan akhirnya dapat memikul beban–beban atau gaya yang bekerja sehingga dikenal istilah beton bertulang atau begel atau sengkang.
REDESAIN MATA PISAU PENGGILING JAGUNG UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HASIL PENGGILINGAN Alpian Papeo; Burhan Liputo; Devitta P. Mohidin
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung giling merupakan bahan pokok dalam pembuatan makanan ternak yang banyak dikonsumsi oleh peternak besar dan kecil. Sebagai bahan pokok makanan ternak maka tingkat kehalusan gilingan dari jagung harus disesuaikan dengan usia binatang, apakah untuk penggemukan atau produksi berpengaruh terhadap pertumbuhan ternak (Hall, 1983) salah satu kendala dalam mendapatkan hasil gilingan jagung yang bervariasi adalah penggunaan mesin penggiling jagung yang belum sesuai dengan biaya oprasi.Adapun alat mesin penggiling jagung sebelumnya yang menunjukan operasi proses penggilingan berjalan dengan baik, tetapi perlu adanya penyempurnaan dan pembaharuan mesin penggiling jagung dan terutama mekanisme penggilingan yang memerlukan rancangan pada mata pisau penggiling agar dapat menghasilkan penggilingan yang lebih cepat lagi.Mesin penggiling jagung sebelumnya sudah berjalan dengan baik tapi belum bisa di katakan optimal karna proses kerja penggiling jagung masih dilakukan sebanyak tiga kali, dengan prinsip demikian proses kerja mesin penggiling jagung masih membutuhkan waktu lama sehingga dibadingkan dengan bahan baku yang diolah tidak efisien, karna mata pisau dan dudukan pisau merupakan inti pada proses kerja penggilingan jagung.Penelitian ini penulis bermaksud memperbaiki atau menyempurnakan mesin penggiling jagung dengan mendesain mata pisau yang lebih efisien lagi dan dapat membantu penyempurnaan pada mesin penggiling jagung untuk menghasilkan penggilingan beras jagung yang halus dengan proses penggilingan yang relatif cepat.
RANCANG BANGUN ALAT PRES TAHU Ahmad Sunge; Burhan liputo; Farid Darise
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan makanan yang terbuat dari bahan baku kedelai dan proses pengolahannya masih sederhana. Tahu diakui sebagai makanan bergizi dan murah sehingga menjadi makanan yang digemari oleh masyarakat. Umumnya industri tahu termasuk industri kecil sehingga dalam proses pengolahannya masih sangat sederhana dan banyak menggunakan tenaga manusia. Salah satu tahapan pengolahan tahu yaitu pengepresan. Alat pres tahu yang digunakan saat ini masih tradisional yang berupa batu dengan berat 10-15 kg, batu tersebut diangkat dan diletakkan diatas papan cetak tahu. Hal ini tidak efektif karena harus dikerjakan berulang-ulang hingga akhir pengepresan. Pada penelitian ini dirancang bangun sebuah alat pres tahu yang lebih efektif dari segi penggunaannya dalam mengepres tahu. Ukuran wadah cetakan 40 x 40 x 40 cm dengan kapasitas 5 Kg. Dari hasil pengujian alat pres tahu membutuhkan waktu 20 menit untuk mengepres 5 kg bubur tahu hingga menghasilkan tahu yang berbentuk kotak.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS DAN PEMBELAH BUAH NANAS SISTEM MANUAL Rival Daud; Evi Sunarti Antu; Burhan Liputo
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal JTPG (Oktober)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengupasan dan pembelahan buah nanas ini pada umumnya dilakukan dengan cara manual. Dan cara ini mempunyai resiko yang cukup besar. Perancangan alat pengupas dan pembelah buah nanas bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam proses pengupasan dan pembelahan buah nanas sehingga proses pengupasan dan pembelahan buah nanas akan lebih efektif dan mudah dilakukan tanpa menimbulkan resiko. Prinsip kerja alat pengupas dan pembelah buah nanas sistem tekan manual. Tuas penekan mata pisau digerakkan dengan cara ditekan secara manual menuju buah nanas. Pisau pengupas buah nanas ini dirangcang untuk bisa dilepas/diganti sesuai dengan besar diameter dari buah nanas. Hasil pengupasan dan pembelahan buah nanas dengan mata pisau Ø90 mm membutuhkan waktu 15,01detik,sedangkan mata pisau Ø85 mm membutuhkan waktu 13,06 detik maka proses pengupasan dan pembelahan ke4 buah nanas membutuhkan waktu 28.07 detik.
SISTEM KONTROL PENYIRAM BUNGA PADA POT MENGGUNAKAN SMART RELLAY PADA BANGUNAN RUMAH BERTINGKAT Zulkifli Mohune; Burhan Liputo; Sjahril Botutihe
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal JTPG
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam memberikan solusi praktis dan proses yang lebih efisien dalam penyiraman bunga, maka dilakukanterobosan – terobosan yang dapat membantu proses penyiraman lebih tepat dan teratur. Salah satuterobosannya adalah merancang sebuah sistem kontrol penyiram tanaman bunga pada pot menggunakanaplikasi smart rellay pada bangunan rumah tinggal bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk membuatsistem kontrol penyiram bunga pada pot yang bekerja secara otomatis dengan menggunakan komponensmart rellay untuk skala rumah bertingkat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empirik,yaitu pengamatan di lapangan (observasi) kemudian dari sumber studi pustaka lalu diaplikasikan dalamsatu model dimensi dengan perencanaaan dalam satu bentuk sistem kontrol penyiram bunga pada potmenggunakan smartrelay pada bangunan rumah bertingkat. Smart relay yang digunakan yaitu tipe SR2B121BD. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam mencapai volume 1000 ml air dibutuhkan waktu 17 spada P1 dan P4 dan 18 s pada P2 dan P3 perbedaan ini dikarenakan untuk memberikan tekanan keatas, airharus mengisi ruang kosong yang ada dibagian bawah sehinga P1 dan P4 lebih dahulu mendapatkan airkerena P1 dan P4 berada pada bagian ujung sistem instalasi pipa sedangkan P2 dan P3 berada ditengah.