p-Index From 2021 - 2026
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Review Artikel: Pengaruh Komposisi Media Fermentasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Metabolit Mikroba Desti Isna Danias; Dhiva Dwi Handayani; Noviyanti Sutisna; Desti Novia Salsabilla; Saphira Aulia Effendi; Siti Nurjannah; Tiara Amanda Lestari; Intan kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24769

Abstract

Komposisi media fermentasi merupakan faktor kunci yang menentukan pertumbuhan mikroba dan produksi metabolit dalam proses fermentasi industri. Review artikel ini mengkaji berbagai penelitian terkini mengenai pengaruh komponen media seperti sumber karbon, nitrogen, mineral, dan faktor fisikokimia terhadap kinerja fermentasi mikroba. Berdasarkan analisis literatur dari 10 jurnal terindeks internasional periode 2016-2026, ditemukan bahwa optimasi komposisi media menggunakan metode statistik seperti Response Surface Methodology (RSM) dan Plackett-Burman Design dapat meningkatkan produksi metabolit hingga 200-300%. Sumber karbon kompleks seperti molase, pati, dan limbah agroindustri terbukti lebih ekonomis dibandingkan glukosa murni. Sumber nitrogen organik seperti yeast extract dan pepton memberikan hasil lebih baik untuk produksi metabolit sekunder. Konsentrasi fosfat, magnesium, dan trace elements juga mempengaruhi jalur metabolisme mikroba. Pendekatan machine learning dan metabolomics mulai digunakan untuk memprediksi formulasi media optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemilihan dan optimasi komposisi media yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi fermentasi dan menurunkan biaya produksi.
Inovasi Mie Ayam Daun Kelor (Moringa Oleifera) dengan Kombinasi Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan Tepung Terigu sebagai Pangan Fungsional Lokal Arti Hastuti; Dhiva Dwi Handayani; Galang Prasaja Pambudi; Lintang Ayu Mielza Azwharid; Tasya Apriliani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22099

Abstract

Mie ayam daun kelor merupakan inovasi pangan fungsional lokal yang memanfaatkan kombinasi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan tepung terigu dalam rasio 1:1. Penambahan daun kelor (Moringa oleifera) dilakukan untuk meningkatkan kandungan protein, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan alami, sementara penggunaan MOCAF bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum sekaligus memanfaatkan potensi bahan baku lokal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen deskriptif melalui uji organoleptik dan sensori yang melibatkan 33 panelis berusia 19–22 tahun. Parameter yang diuji meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste dengan skala penilaian 1–5. Hasil uji menunjukkan seluruh aspek berada pada kategori “suka–sangat suka”, dengan skor tertinggi pada aroma (4,39) dan warna (4,21). Warna hijau alami daun kelor serta aroma gurih dan tekstur lembut menjadi ciri khas produk yang disukai konsumen. Kombinasi MOCAF–terigu juga terbukti mempertahankan elastisitas mie tanpa menurunkan cita rasa. Inovasi ini menunjukkan potensi tinggi sebagai pangan fungsional lokal bergizi, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Potensi Tepung Ubi Jalar Ungu sebagai Alternatif Pewarna dan Pemanis Alami dalam Pembuatan Dodol Tradisional Desti Isna Danias; Dhiva Dwi Handayani; Rasya Monika Br Perangin Angin; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22229

Abstract

Dodol tradisional merupakan salah satu pangan khas Indonesia yang digemari masyarakat karena cita rasanya yang manis dan teksturnya kenyal. Namun, penggunaan pewarna dan pemanis sintetis dalam proses pembuatannya berpotensi menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai alternatif pewarna dan pemanis alami dalam pembuatan dodol tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan jurnal ilmiah sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung ubi jalar ungu mengandung pigmen antosianin yang stabil pada suhu 70–80°C dan pH 5–6,8, sehingga mampu memberikan warna alami yang menarik tanpa bahan sintetis. Selain itu, kandungan gula alaminya menghasilkan rasa manis lembut dengan indeks glikemik rendah. Substitusi tepung ubi jalar pada dodol terbukti meningkatkan kualitas warna, cita rasa, dan nilai gizi produk. Temuan ini menegaskan bahwa tepung ubi jalar ungu memiliki potensi besar sebagai bahan alami inovatif dalam pengembangan dodol tradisional yang lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi.
Pengaruh Aktivitas Air dan Kadar Air terhadap Kerenyahan Snack Ekstrudat Berbasis Tepung Jagung Selama Penyimpanan Dhiva Dwi Handayani; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22798

Abstract

Snack ekstrudat berbasis tepung jagung memiliki karakteristik utama berupa tekstur renyah yang dipengaruhi oleh kadar air dan aktivitas air, terutama selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aktivitas air dan kadar air terhadap kerenyahan snack ekstrudat berbasis tepung jagung selama penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap jurnal ilmiah sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian terdahulu terkait kadar air, aktivitas air, dan perubahan tekstur produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa snack ekstrudat dengan kadar air rendah sekitar 2,7% dan aktivitas air rendah cenderung memiliki tekstur yang lebih renyah dan stabil, sedangkan peningkatan kadar air pada kisaran 7,15–10,16% selama penyimpanan dapat menyebabkan penurunan kerenyahan dan mutu tekstur produk.
Pemanfaatan Kulit Semangka (Citrullus Lanatus) sebagai Bahan Baku Pembuatan Kimchi dan Karakteristik Organoleptiknya Selama Fermentasi Dhiva Dwi Handayani; Desti Isna Danias; Noviyanti Sutisna; Desti Novia Salsabilla; Saphira Aulia Effendi; Siti Nurjannah; Intan kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25420

Abstract

Kulit semangka (Citrullus lanatus) menyusun ±30% bobot buah dan kaya senyawa bioaktif seperti L-citrullin, arginin, flavanol, dan fenolik, namun umumnya dibuang sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kimchi berbahan dasar kulit semangka dan mengamati perubahan karakteristik organoleptiknya selama fermentasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengamatan empat parameter sensori (warna, rasa, tekstur, aroma) oleh enam (6) pengamat, pada hari ke-0 hingga ke-3 menggunakan skala deskriptif terstruktur. Warna konsisten pada skor +2 (merah) sepanjang fermentasi akibat dominasi cabai bubuk dan likopen alami kulit semangka. Rasa berkembang dari +1 (sangat tidak asam) pada hari ke-0 menjadi +4 (sangat asam) sejak hari ke-2 dan bertahan hingga hari ke-3, mencerminkan aktivitas BAL yang cepat difasilitasi oleh kadar air dan karbohidrat substrat yang tinggi. Aroma mengalami dinamika paling menonjol dengan lonjakan ke +4 (sangat beraroma khas kimchi) pada hari ke-1, lalu menstabil di +3 hingga akhir pengamatan. Tekstur tidak berubah dan konsisten di skor +2 (keras), diduga akibat struktur jaringan kulit semangka yang memperlambat laju osmosis garam. Penelitian ini terbatas tanpa analisis fisikokimia, durasi fermentasi lebih panjang, serta pengukuran pH dan total asam diperlukan. Kulit semangka terbukti dapat difermentasi secara asam laktat menghasilkan kimchi dengan perubahan organoleptik nyata, menjadikannya bahan baku alternatif yang potensial sekaligus solusi valorisasi limbah agroindustri.