Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG DENGAN MIE KRIUK UMKM REKOSO, TUNGGULWULUNG KOTA MALANG P, Mufidatul Ma’sumah; Anggraen, Frida Dwi i
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie Kriuk Rekoso adalah produk makanan olahan tepung berupa mie kering  yang mempunyai varian rasa, mulai dari rasa original, pedas manis, pedas asin dan jeruk purut. Beberapa permasalahan prioritas  yang dihadapi mitra dalam menjalankan bisnis ini diantarnya belum dipakainya mesin peniris minyak, mengingat produk makanan ini digoreng, label produk yang kurang menarik dan tidak memenuhi standar BPOM atau Kesehatan, disamping itu juga belum dikantonginya legalitas usaha yang harusnya dimiliki usaha makanan. Adapun tujuan dari program ini adalah UMKM dan produk UMKM Rekoso  memiliki legalitas usaha dan peningkatan kualitas produk dengan penggunaan alat peniris minyak. Metode yang digunakan Tim melakukan penyuluhan dan pendampingan secara langsung pemenuhan syarat dan tata cara pengurusan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Surat Izin Usaha Mikro (IUMK), Metode Untuk Pengadaan Mesin Spinner dilakukan dengan Identifikasi kebutuhan mitra, Survey mesin spinner, Pengadaan mesin spinner, Pendampingan penggunaan dan perawatan mesin spinner dan Evaluasi. Hasil dari pengabdian tim, telah diterbitkannya NIB dan IUMK Mie Kriuk Rekoso, untuk SPP-IRT sudah dikumpulkan persyaratan, namun terkendala kondisi covid 19 sehingga penyuluhan dari Dinas Kesehatan Kota Malang belum bisa dilakukan. Jika penyuluhan Dinkes sudah dilakukan, mitra akan mendapatkan Sertifikat Penyuluhan, lalu pihak Dinkes akan melakukan visitasi ke lokasi usaha, jika layak maka pihak Dinkes akan memberikan rekomendasi Kantor PTSP untuk penerbitan SPP-IRT.  Untuk mesin Spinner peniris minyak sudah siap diaplikasikan oleh mitra dan dari mesin tersebut menjadikan proses penirisan minyak lebih cepat dan optimal, sehingga mie terasa lebih gurih, renyah dan umur simpannya lebih lama. 
PENYULUHAN HUKUM MENGENAL DAN MENCEGAH TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA/I SMA DAN SMK WIDYA GAMA MALANG Mufidatul Ma’sumah; Muhammad Ramadhana Al Faris; Zulfika Rochmah; Zeph Wisnuwardana
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kekerasan  seksual di dunia pendidikan menjadi kasus yang sangat serius dan harus segera mendapatkan penanganan. Data Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2020 menunjukkan bahwa pelaku dan korban kekerasan seksual tertinggi adalah pada usia produktif. Malang Raya khususnya Kota Malang tidak luput dari tindak pidana ini. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan penyuluhan hukum tentang kekerasan seksual untuk siswa/siswi SMA dan SMK. Pemilihan SMA dan SMK Widyagama Malang karena di institusi ini terdapat aturan pendukung tata tertib sekolah yang melarang siswa sisinya untuk melakukan tindak pidana asusila yang bisa digolongkan kekerasan seksual, selain itu SMA dan SMK ini merupakan institusi pendidikan pra pendidikan tinggi yang ada di lingkungan YPPI Widyagama Malang. Metode Pelaksanaan dilakukan melalui 3 tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Jumlah peserta sebanyak 33 siswa dari SMA dan SMK Widya Gama Malang. Adapun kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan menaati protokol kesehatan yang ketat. Penyuluhan berjalan lancar dan para peserta sangat antusias bahkan ada yang berani berbicara pengalaman pernah mengalami sebagai korban kekerasan seksual. Hasil Penyuluhan didapatkan tingkat pengetahuan dan pemahaman yang semakin meningkat dari sebelumnya dilihat dari hasil pre test dan post test yang diberikan oleh tim penyuluh. 
IMPLEMENTASI PROGRAM KEMANUSIAAN MBKM TIM PULIH SEMERU UNTUK BANTU PEMULIHAN KONDISI PASCA ERUPSI GUNUNG SEMERU DI PRONOJIWO, LUMAJANG, JAWA TIMUR Mufidatul Ma’sumah; Purnawan Dwikora Negara; Revolver Langit Akbar; Duwi Yudhanengtyas Galularasati Maharani; Fenia Aurully Aisyah
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur pada penghujung tahun 2021 menyebabakan penderitaan yang sangat luas bagi masyarakat terdampak terutama pada anak-anak. Sebagai bentuk kepekaan sosial dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, Aliansi Pulih Semeru yang merupakan gabungan dari beberapa unsur organisasi diantaranya dari Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang, WALHI Jawa Timur, WALHI Nasional, Klub Indonesia Hijau (KIH) Regional 12, MAPALA Universitas Brawijaya, PSHT terjun langsung ke lokasi bencana sebagai relawan untuk membantu korban terdampak erupsi. Kegiatan ini merupakan wujud dari salah satu Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) dalam Program MBKM Program Kemanusiaan. Metode dalam program ini adalah dilakukan melalui 1) Tahap Persiapan; 2) Tahan Penyusunan dan Pelaksanaan Program dan 3) Tahap Evaluasi. Adapun beberapa bentuk kegiatan dalam pulih Semeru diantaranya adalah Open Donasi, Assessment, Trauma Healing, Distribusi logistik, Dapur Umum dan Rencana Relokasi. Terdapat kendala saat pelaksanaan program kemanusiaan, kendala tersebut antara lain desibabkan faktor geografis, sulitnya menghimpun data, terbatasnya sarana, minimnya Sumber Daya Manusia dan adanya miss komunikasi antar tim. Capaian yang dihasilkan dari kegiatan kemanusiaan ini pastinya sangat bermanfaat bagi penyintas dan bagi relawan khususnya mahasiswa dari berbagai segi,  kognitif, afektif dan psikomotorik terutama kepekaan terhadap sesama manusia dan lingkungan.
PERLINDUNGAN HUKUM ANAK BAWAAN NARAPIDANA PEREMPUAN YANG DIPISAHKAN DENGAN IBUNYA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Mufidatul Ma’sumah; Muhammad Ramadhana
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2020 "Peranan Strategis Teknologi Dalam Kehidupan di Era New Normal"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum memberikan batasan terhadap Narapidana perempuan yang membawa atau melahirkan anak di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) paling lama sampai anak berusia 2 tahun, jika anak sudah mencapai usia 2 tahun maka anak harus dipisahkan dengan ibunya dibawa keluar LAPAS. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana jika tidak mempunyai bapak? atau sanak keluarga tidak ada atau bahkan ada tapi menolak atau tidak mampu mengurus anak tersebut, Siapakah yang dimaksud “pihak lain” dalam PP Hak Warga Binaan? Bagaimana bentuk perlindungan hukumnya?. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk memahami dan menganalisis siapa pihak yang bertanggungjawab mengasuh anak tersebut serta untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak tersebut. Metode penelitian ini bersifat campuran yaitu yuridis Normatif didukung yuridis empiris mengambil wilayah penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Malang dan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa: 1) Dalam hal terjadi pemisahan antar anak dengan ibunya maka Pengasuhan Anak harus dilakukan oleh Lembaga Asuhan Anak. Lembaga asuhan anak dapat dilakukan di luar panti sosial  atau di dalam panti sosial. Pengasuhan Anak di luar Panti Sosial dilaksanakan oleh: a. Keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga; b. Keluarga sedarah dalam garis menyimpang; atau c. Orang Tua Asuh. Jika keluarga anak tidak dapat mejalankan fungsinya, maka pengasuhan dilakukan di dalam Panti Sosial baik Pemerintah maupun Swasta. 2) Perlindungan Hukum yang diberikan kepada anak yang tidak lagi bisa mengikuti ibunya di LAPAS yaitu berupa perlindungan di bidang Agama, Kesehatan, Pendidikan, Sosial dan hukum. Ke depan untuk lebih memenuhi Hak Pengasuhan narapidana perempuan terhadap anaknya maka beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pihak LAPAS Perempuan yaitu: a) Menambah jadwal kunjungan khusus ibu dan anak baik langsung maupun virtual; b)Program pendampingan belajar jarak jauh; c) Parenting day, satu hari bersama ibu; d) Parenting skill ibu e) Layanan kunjungan ramah anak. 
ANALISIS YURIDIS PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK YANG TELAH DALUWARSA A. Faishol Qodri; Zulkanain Zulkanain; Mufidatul M
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun terakhir ini sering terdengar baik melalui televisi, koran, sosial media tentang kejahatan terhadap anak dan perempuan semakin meningkat dan terjadi secara bervariasi seperti halnya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang baru terungkap setelah anak itu telah tumbuh dewasa sehingga kasus itu telah daluwarsa sehingga dalam penelitian ini membahas kasus tentang kekerasan seksual yang terjadi pada anak dan telah daluwarsa yakni: 1) Bagaimanakah kasus hukum pelecehan seksual terhadap anak dan penyelesaian terhadap korban yang dapat dilakukan ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Anak; 2) Bagaimanakah upaya hukum terhadap korban pelecehan seksual yang telah daluwarsa. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dan yuridis normatif, dimana bahan hukum primer menjadi data yang berisi sumber hukum yang bersifat mengikat sumber utama dengan metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Kemudian hasil penelitian ini dapat disimpulkan; 1.) Penyelesaian dari korban yang mengalami pelecehan seksual dan kekerasan seksual dapat memperoleh rehabilitasi sosial, restitusi, serta perlindungan, sehingga hak-hak korban dapat terpenuhi. 2.) Upaya hukum dapat dilakukan melalui mekanisme jalur pengadilan litigasi dan jalur luar pengadilan non-litigasi sehingga kasus yang daluwarsa dapat terselesaikan.
PERLINDUNGAN HUKUM ANAK HASIL PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM MEMELUK AGAMA Mufidatul Ma’sumah; Sulthon Miladiyanto; Fenia Aurully Aisyah
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstitusi Republik Indonesia menjamin setiap anak untuk bebas memeluk agama dan kepercayaannya. Di Indonesia Perkawinan dianggap sah apabila dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya masing-masing, faktanya banyak dijumpai perkawinan  berasal dari agama berbeda yang selanjutnya membawa akibat hukum bagi anak yang dihasilkan. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk memahami agama siapa yang harus diikuti anak hasil perkawinan beda agama dan bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap  anak hasil perkawinan beda agama dalam memeluk agama. Metode penelitian dari penelitian ini menggunakan yuridis empirik dengan menggunakan data primer sebagai data utama yang diperoleh dengan teknik interview mendalam terhadap 4 responden anak hasil perkawinan beda agama dan didukung dengan data sekunder, analisis data memakai metode deskriptif kualitatif. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian yakni: Pada kondisi empirik  agama yang diikuti anak bervariasi tergantung polah asuh keluarga terutama kedua orang tua dan kondisi lingkungan. Ada anak yang bebas memilih agama, memilih agama salah satu orang tuanya karena dipaksa, bahkan ada yang apatis. Perlindungan Hukum terhadap anak hasil perkawinan beda agama yakni pemberian hak kebebasan untuk memilih dan mewajibkan kepada Negara, Pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah, Masyarakat, Keluarga, Orang Tua, Wali dan Lembaga sosial untuk menjamin Perlindungan Anak dalam memeluk agamanya. Implementasi tersebut dapat berupa memberikan Perlindungan Sosial,  Sosialisasi Pendampingan Konseling, Research dan Pendampingan dari organisasi masyarakat. 
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN CARA ADOPSI ANAK (STUDI KASUS DI KOTA SURABAYA) Fajar Andika Firmansyah; Ibnu Subarkah; Mufidatul Ma’sumah
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan kaum yang rentan menjadi korban tindak pidana, oleh karena itu perlindungan terhadap anak haruslah ditegakkan didalam hukum. Bentuk tindak pidana terhadap anak cukup bervariasi, yang salah satunya adopsi ilegal. Dalam beberapa kasus, adopsi ilegal dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana perdagangan orang. Untuk mengurai faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana ini, diperlukan ilmu krimonologi. Kriminologi merupakan salah satu ilmu bantu dalam lingkup hukum pidana, termasuk dalam kajiannya terhadap sebab alasan dan skema dari keberlangsungan tindak pidana. Hal tersebut seperti yang terlihat dalam upaya mengulas mengenai adopsi anak ilegal yang dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana perdagangan orang pada penelitian ini. Penelitian ini membahas tiga pokok permasalahan yakni: 1) Bagaimanakah pengaturan adopsi anak ilegal yang dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana perdagangan orang?; 2) Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya tindak pidana perdagangan orang yang bermodus adopsi anak di Kota Surabaya?; 3) Bagaimanakah upaya penanggulangan tindak pidana perdagangan orang yang bermodus adopsi anak di Kota Surabaya?. Jenis penelitian ini adalah Yuridis-Sosiologis, dimana data primer menjadi sumber utama yang disandingkan dengan data sekunder dan data tersier. Adapun metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan: Pertama, adopsi anak ilegal dapat disebut sebagai tindak pidana perdagangan orang disaat adopsi anak tersebut dilakukan dengan mengesampingkan persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Perlindungan Anak, serta bertujuan untuk mengeksploitasi anak. Kedua, Faktor penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang yang bermodus adopsi di Kota Surabaya disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor sosial dan psikologis, faktor ekologis, internal dalam keluarga dan faktor lemahnya penegakkan hukum. Ketiga, Upaya penanggulangan tindak pidana perdagangan orang yang bermodus adopsi anak di Kota Surabaya adalah melalui tindakan secara preemtif, preventif dan represif. Dengan cara koordinasi aparat penegak hukum, peran serta masyarakat dan memperkuat peranan di bidang legislasi yang berkaitan dengan penanggulangan tindak pidana perdagangan orang bermodus adopsi anak secara ilegal.