Mathematics instruction on fractional numbers in elementary schools often poses significant challenges for students due to its abstract nature and limited connection to real-life contexts. These difficulties contribute to poor conceptual understanding and low academic performance among students. This study aims to analyze the problems encountered in the teaching of fractions and to formulate alternative strategies to address them. The research adopts a qualitative descriptive design using a literature review method. The subjects of this study are elementary school students. Data were collected through an extensive review of 14 scientific journals, reference books, and relevant research reports published within the last ten years. The analysis was carried out systematically through stages of abstract screening, comprehensive reading of selected literature, and extraction of relevant information based on the study’s thematic focus. The findings reveal that students’ difficulties in learning fractions are influenced by three main factors: weak understanding of basic fractional concepts, limited instructional methods and media employed by teachers, and psychological and environmental factors that hinder the learning process. Recommended alternative strategies include the implementation of Problem-Based Learning (PBL), the Realistic Mathematics Education (RME) approach, the use of concrete materials and educational games, and the active involvement of parents in supporting the learning process. Innovative, contextual, and interactive instructional approaches have proven effective in enhancing students’ conceptual understanding of fractions in a more meaningful and applicable manner.Pembelajaran matematika pada materi bilangan pecahan di sekolah dasar seringkali menimbulkan kesulitan bagi siswa karena sifatnya yang abstrak dan minimnya keterkaitan dengan konteks nyata. Kesulitan ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dalam pembelajaran bilangan pecahan serta merumuskan alternatif strategi pemecahannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode kajian pustaka. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek kajian adalah siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui penelusuran pustaka dari 14 jurnal ilmiah, buku referensi, dan laporan penelitian yang relevan dalam rentang waktu tahun 2017-2025. Proses analisis dilakukan secara sistematis melalui tahapan telaah abstrak, pembacaan menyeluruh terhadap literatur terpilih, dan penarikan informasi berdasarkan fokus kajian, Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam pembelajaran pecahan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: lemahnya pemahaman konsep dasar pecahan, keterbatasan metode dan media pembelajaran yang digunakan guru, serta faktor psikologis dan lingkungan belajar yang kurang mendukung. Alternatif strategi yang direkomendasikan meliputi penerapan model Problem-Based Learning (PBL), pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), penggunaan media konkret dan permainan edukatif, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar. Pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan interaktif terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan secara lebih bermakna dan aplikatif bagi siswa sekolah dasar.