Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teaching Anxiety, Efficacy, and Immersive Experience in VR-Based Microteaching among Elementary Pre-Service Teachers in Rural Context Eli Meivawati; Zuhra Meiliza; Husnul Khatimah; Asmirinda Resa; Hilman Qudratuddarsi; Hazlynda Bt Atta
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p177-194

Abstract

Abstract: Teacher education in rural contexts faces challenges related to limited teaching practice opportunities, technological access, and pedagogical support, which may affect pre-service teachers’ instructional readiness. This study examines the roles of teaching anxiety, teaching efficacy, immersive learning experience, and interest in virtual reality in shaping basic teaching skills through virtual reality–based microteaching among elementary pre-service teachers in rural contexts. A quantitative explanatory design was employed involving 205 pre-service teachers from the Primary School Teacher Education program at Universitas Sulawesi Barat. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling. The findings indicate that immersive learning experience has a strong positive effect on basic teaching skills (β=0.501, p<0.001), followed by teaching efficacy (β=0.372, p<0.001). In contrast, teaching anxiety shows a negative but non-significant effect (β = −0.043, p > 0.05). Additionally, interest in virtual reality positively influences immersive learning experience (β=0.330, p<0.001) and indirectly contributes to basic teaching skills through immersion (β =0.165, p<0.01). The model explains 61.3% of the variance in basic teaching skills (R²=0.613). These results highlight the potential of virtual reality–based microteaching as an effective approach for developing pedagogical skills among elementary pre-service teachers in rural educational settings. Abstrak: Pendidikan guru di daerah rural menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kesempatan praktik mengajar, akses teknologi, dan dukungan pedagogis, yang dapat memengaruhi kesiapan mengajar calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kecemasan mengajar, efikasi mengajar, pengalaman belajar imersif, dan minat terhadap virtual reality dalam membentuk keterampilan dasar mengajar melalui microteaching berbasis virtual reality pada calon guru sekolah dasar di daerah rural Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 205 mahasiswa PGSD Universitas Sulawesi Barat. Data dikumpulkan menggunakan angket terstruktur dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar imersif berpengaruh positif kuat terhadap keterampilan dasar mengajar (β=0,501; p<0,001), diikuti oleh efikasi mengajar (β=0,372; p<0,001). Sebaliknya, kecemasan mengajar menunjukkan pengaruh negatif namun tidak signifikan (β =−0,043; p>0,05). Selain itu, minat terhadap virtual reality berpengaruh positif terhadap pengalaman belajar imersif (β=0,330; p<0,001) dan berpengaruh tidak langsung terhadap keterampilan dasar mengajar melalui pengalaman belajar imersif (β=0,165; p<0,01). Model penelitian mampu menjelaskan 61,3% variasi keterampilan dasar mengajar (R²=0,613). Temuan ini menegaskan bahwa microteaching berbasis virtual reality berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan keterampilan pedagogis calon guru sekolah dasar di konteks pendidikan rural.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS TINGGI MELALUI PROGRAM BIMBIBINGAN MEMBACA TERSTRUKTUR DI SD NEGERI 28 TAMO M. Padli; St.Rahmawati rahma; St. Nur Alisa; Dian Anggraini Noor; Nurfitri; Sarmila; Safira Putri; Asmirinda Resa
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5142

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas tinggi di SD Negeri 28 Tamo melalui penerapan Bimbingan Membaca Terstruktur. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca siswa sebagaimana terlihat dari hasil asesmen awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori Tidak Sama Sekali, Mengeja, dan Belum Lancar. Program dilaksanakan selama sepuluh minggu melalui pendampingan intensif yang mencakup tahapan pra-membaca, saat membaca, dan pasca-membaca, serta intervensi kelompok kecil yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Pengukuran kemampuan membaca dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kelancaran, akurasi, pemahaman bacaan, serta motivasi membaca. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 2,22 pada pre-test menjadi 3,56 pada post-test, dengan hasil uj Paired Samples Test yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa Bimbingan Membaca Terstruktur merupakan strategi intervensi yang relevan dan mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan literasi siswa sekolah dasar.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI PERILAKU MENYENDIRI PADA SISWA DI SDN 40 INPRES PAPPOTA Uhwah Hasanah; Nurfadillah Aulia Arman; Asmirinda Resa; Evy Segarawati Ampry; Muh. Inayah A.M.; Munawir Anas
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Vol 9, No 2 Maret 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i2.31046

Abstract

Solitary behavior in elementary school students is one of the problems in social-emotional development that can hinder children's ability to adapt both academically and socially. This condition is reflected in students’ tendencies to avoid interaction, withdraw from peers, show low participation in group activities, and display minimal social responses in the learning environment. This study aims to identify the factors causing withdrawal behavior and to describe teachers’ strategies in addressing it at SDN 40 Inpres Pappota.The research employs a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation. The literature review indicates that solitary behavior is influenced by internal factors such as low self-confidence, social anxiety, and communication barriers, as well as external factors such as parenting styles, unsupportive social environments, and limited opportunities for interaction. Various studies show that effective teacher approaches include cooperative learning, strengthening positive teacher–student relationships, light counseling, social skills training, and collaborative games.This study is expected to serve as a consideration for teachers in designing appropriate interventions to help students develop their social skills, particularly at SDN 40 Inpres Pappota.