Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Edukasi green pedagogy berbasis prinsip 5R sebagai strategi pendidikan ramah lingkungan bagi guru SD 21 Pamboborang Eli Meivawati; Hilman Qudratuddarsi; Wulan Syari; Evi Syarah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38937

Abstract

Abstrak Isu lingkungan hidup menjadi tantangan global yang menuntut peran strategis pendidikan dalam menumbuhkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan sejak dini. Upaya ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta Asta Cita dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berwawasan lingkungan. Pendidikan lingkungan telah terintegrasi dalam pembelajaran IPAS di SD. Namun demikian, pemahaman guru mengenai konsep green pedagogy dan penerapan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Rot) masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru melalui edukasi green pedagogy berbasis prinsip 5R sebagai strategi pendidikan ramah lingkungan di sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SD 21 Pamboborang pada tanggal 29 November 2025 dengan melibatkan 15 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan berupa kampanye edukasi melalui sosialisasi interaktif, diskusi, serta evaluasi menggunakan kuis berbasis digital (Wayground). Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 80,1 menjadi 88,3. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001) dengan nilai effect size sebesar -1,00 yang mengindikasikan pengaruh yang sangat kuat. Secara kualitatif, kegiatan juga meningkatkan partisipasi, antusiasme, dan keterlibatan peserta selama proses pembelajaran berlangsung. Kata kunci: green pedagogy; 5R; pendidikan lingkungan; IPAS; kampanye edukasi Abstract Environmental issues have become a global challenge that requires the strategic role of education in fostering environmental awareness and pro-environmental behavior from an early age. This effort aligns with the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) and the national development agenda (Asta Cita) in building environmentally responsible and well-characterized human resources. Environmental education has been integrated into Science and Social Studies (IPAS) learning in primary schools. However, teachers’ understanding of green pedagogy and the implementation of the 5R principles (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, and Rot) remains suboptimal. This community service activity aims to enhance teachers’ understanding of green pedagogy through a 5R-based educational approach as a strategy for environmentally friendly education in primary schools. The activity was conducted at SD 21 Pamboborang on November 29, 2025, involving 15 teachers as participants. The method employed was an educational campaign through interactive socialization, discussions, and evaluation using a digital quiz platform (Wayground). The effectiveness of the activity was measured through pre-test and post-test, which were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results indicate an improvement in teachers’ understanding, as reflected by the increase in the mean score from 80.1 to 88.3. Statistical analysis revealed a significant difference (p < 0.001) with an effect size of -1.00, indicating a very strong effect. Qualitatively, the activity also enhanced participants’ engagement, enthusiasm, and active participation during the learning process. Keywords: green pedagogy; 5R; environmental education; IPAS; educational campaign
Teaching Anxiety, Efficacy, and Immersive Experience in VR-Based Microteaching among Elementary Pre-Service Teachers in Rural Context Eli Meivawati; Zuhra Meiliza; Husnul Khatimah; Asmirinda Resa; Hilman Qudratuddarsi; Hazlynda Bt Atta
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p177-194

Abstract

Abstract: Teacher education in rural contexts faces challenges related to limited teaching practice opportunities, technological access, and pedagogical support, which may affect pre-service teachers’ instructional readiness. This study examines the roles of teaching anxiety, teaching efficacy, immersive learning experience, and interest in virtual reality in shaping basic teaching skills through virtual reality–based microteaching among elementary pre-service teachers in rural contexts. A quantitative explanatory design was employed involving 205 pre-service teachers from the Primary School Teacher Education program at Universitas Sulawesi Barat. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling. The findings indicate that immersive learning experience has a strong positive effect on basic teaching skills (β=0.501, p<0.001), followed by teaching efficacy (β=0.372, p<0.001). In contrast, teaching anxiety shows a negative but non-significant effect (β = −0.043, p > 0.05). Additionally, interest in virtual reality positively influences immersive learning experience (β=0.330, p<0.001) and indirectly contributes to basic teaching skills through immersion (β =0.165, p<0.01). The model explains 61.3% of the variance in basic teaching skills (R²=0.613). These results highlight the potential of virtual reality–based microteaching as an effective approach for developing pedagogical skills among elementary pre-service teachers in rural educational settings. Abstrak: Pendidikan guru di daerah rural menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kesempatan praktik mengajar, akses teknologi, dan dukungan pedagogis, yang dapat memengaruhi kesiapan mengajar calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kecemasan mengajar, efikasi mengajar, pengalaman belajar imersif, dan minat terhadap virtual reality dalam membentuk keterampilan dasar mengajar melalui microteaching berbasis virtual reality pada calon guru sekolah dasar di daerah rural Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 205 mahasiswa PGSD Universitas Sulawesi Barat. Data dikumpulkan menggunakan angket terstruktur dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar imersif berpengaruh positif kuat terhadap keterampilan dasar mengajar (β=0,501; p<0,001), diikuti oleh efikasi mengajar (β=0,372; p<0,001). Sebaliknya, kecemasan mengajar menunjukkan pengaruh negatif namun tidak signifikan (β =−0,043; p>0,05). Selain itu, minat terhadap virtual reality berpengaruh positif terhadap pengalaman belajar imersif (β=0,330; p<0,001) dan berpengaruh tidak langsung terhadap keterampilan dasar mengajar melalui pengalaman belajar imersif (β=0,165; p<0,01). Model penelitian mampu menjelaskan 61,3% variasi keterampilan dasar mengajar (R²=0,613). Temuan ini menegaskan bahwa microteaching berbasis virtual reality berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan keterampilan pedagogis calon guru sekolah dasar di konteks pendidikan rural.
A UTAUT2-Based Model for Predicting AI Acceptance and Use among Physics Pre-service Teachers Hilman Qudratuddarsi; Jumriani; Risman Saputra
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 12 No 2 (2026): Compton: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Prodi Pendidikan Fisika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v12i2.21450

Abstract

The rapid emergence of Generative AI has created new opportunities and challenges in teacher education, particularly in STEM fields that rely on conceptual understanding and problem-solving. This cross-sectional survey investigated Generative AI acceptance and use among Indonesian Generation Z pre-service physics teachers using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Data were collected from 249 students at three universities through an adapted questionnaire and analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). The measurement model demonstrated strong reliability, convergent validity, and discriminant validity. The structural model showed that performance expectancy, social influence, hedonic motivation, facilitating conditions, and habit significantly predicted behavioral intention, whereas effort expectancy was not significant. Habit emerged as the strongest predictor of behavioral intention and a strong predictor of AI use, while behavioral intention exerted the largest direct effect on AI use. Facilitating conditions significantly predicted behavioral intention but did not directly predict AI use. The model explained 80.4% of the variance in behavioral intention and 76.8% in AI use. These findings highlight the importance of routinized digital practices, intention formation, and institutional support in preparing physics pre-service teachers to integrate Generative AI into future teaching.
Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme berbasis STEM Project sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Nor Indriyanti; Kasmiati; Jumriani; Hilman Qudratuddarsi; Nur Intan; Aco Hebriawan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10403

Abstract

yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, serta sosial-ekonomi masyarakat. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menghasilkan gas metana, menimbulkan bau, serta menjadi sumber penyakit. Salah satu solusi inovatif untuk mengurangi timbulan sampah organik adalah melalui pemanfaatan eco-enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah sayuran dan buah dengan tambahan gula dan air, yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk organik ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan eco-enzyme kepada siswa SMPN 7 Majene dengan pendekatan STEM Project-Based Learning. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan melalui ceramah interaktif dan praktik langsung, serta tahap evaluasi dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, serta sikap peduli lingkungan pada siswa. Evaluasi juga mengungkap antusiasme yang tinggi dari peserta, meskipun terdapat keterbatasan pada durasi fermentasi yang belum mencapai tahap akhir. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini dan direkomendasikan untuk dilanjutkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
Penguatan Motivasi Siswa Belajar Kosakata Bahasa Inggris melalui Pelatihan Berbantuan Wordwall Umar; Hilman Qudratuddarsi; Nor Indriyanti; Jumriani; Rahmah D. Mappata; Nur Intan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10404

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan kompetensi dasar yang penting bagi generasi muda di era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Namun, siswa di daerah masih menghadapi kendala rendahnya motivasi dan keterbatasan kosakata akibat metode pembelajaran yang monoton dan minim interaksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan penguasaan kosakata siswa melalui pelatihan berbantuan Wordwall dan Generative AI. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap, yaitu: (1) perencanaan dan persiapan berupa survei kebutuhan, koordinasi teknis, dan penyusunan materi pelatihan berbasis kosakata tematik; (2) pelaksanaan pelatihan interaktif melalui berbagai permainan edukatif Wordwall seperti Match Up, Anagram, Find the Match, dan Quiz Show; serta (3) evaluasi dan refleksi melalui posttest dan kuesioner motivasi belajar. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman yang sangat baik pada nilai post-test dan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih antusias, aktif berpartisipasi, serta menunjukkan pemahaman kosakata yang lebih baik melalui pendekatan learning by doing dan gamification. Dengan demikian, penggunaan media interaktif berbasis teknologi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi kosakata siswa, serta dapat dijadikan model pembelajaran alternatif pada sekolah menengah untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar.
Validasi Media Pembelajaran Video Animasi Materi Jenis Gerak dan Gaya untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Rahmah D Mappata; Hilman Qudratuddarsi; Ammar Ahadi Putra
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2025): Saqbe : Sains dan Pembelajarannya (Maret 2025)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif untuk membantu siswa memahami konsep abstrak dalam materi gerak dan gaya. Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama, konsep fisika dasar seperti jenis gerak dan pengaruh gaya sering dianggap sulit dipahami apabila hanya disampaikan melalui metode konvensional. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran audio-visual yang mampu memvisualisasikan konsep secara konkret dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi yang berfokus pada topik gerak dan gaya, serta mengevaluasi penilaian dari tiga orang pakar yang menilai aspek materi, bahasa, dan media. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D yang disederhanakan menjadi tiga tahap: Define, Design, dan Development. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada para ahli untuk menilai tingkat kevalidan media yang dikembangkan. Data yang diperoleh bersifat kuantitatif dalam bentuk angka, kemudian diinterpretasikan berdasarkan kriteria penilaian untuk menentukan kualitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi yang dihasilkan memenuhi kriteria valid, dengan skor rata-rata dari responden pertama 85,5%, responden kedua 99%, dan responden ketiga 84%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media video animasi yang dikembangkan sangat valid dan layak digunakan di jenjang Sekolah Menengah Pertama sebagai alat bantu pembelajaran untuk materi gerak dan gaya. Secara implikatif, media ini berpotensi mendukung proses pembelajaran fisika yang lebih efektif, meningkatkan pemahaman konseptual siswa, serta memberikan alternatif media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Selain itu, media ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengintegrasikan multimedia ke dalam pembelajaran sains serta bagi peneliti untuk mengembangkan produk serupa pada materi atau jenjang pendidikan yang berbeda.
Machine Learning Applications in Science Education: A Review Syarifa Wahidah Al Idrus; Hilman Qudratuddarsi; Muallim
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2025): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan sains. Salah satu teknologi yang semakin banyak mendapat perhatian adalah machine learning, yang mampu menganalisis data pembelajaran dalam jumlah besar untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, perkembangan, manfaat, serta tantangan penerapan machine learning dalam pendidikan sains. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber akademik yang relevan, seperti artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, prosiding konferensi, serta laporan lembaga pendidikan global. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis pada beberapa basis data ilmiah. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa machine learning memiliki kontribusi penting dalam pendidikan sains, terutama dalam mendukung personalisasi pembelajaran, analisis performa dan prediksi capaian belajar, pengembangan laboratorium virtual dan simulasi cerdas, serta asesmen otomatis dan umpan balik cepat. Teknologi ini mampu membantu peserta didik memahami konsep-konsep sains yang kompleks secara lebih mendalam, sekaligus membantu pendidik dalam mengidentifikasi kesulitan belajar dan menyusun intervensi yang lebih tepat. Selain itu, machine learning juga berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan efektivitas pembelajaran sains. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, isu privasi dan keamanan data, kesiapan guru, serta potensi bias algoritma. Oleh karena itu, integrasi machine learning dalam pendidikan sains memerlukan dukungan kebijakan, penguatan infrastruktur, pelatihan guru, dan pengawasan etis agar dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Ajar Digital Interaktif Berbasis STEM Materi Ekologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Nor Indri Yanti; Hilman Qudratuddarsi; Nur Rahmah; Jumriani Jumriani; Rina Sugiarti DwiGita
Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/nsc.v11i2.10055

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk restrukturisasi pengajaran dan praktik pembelajaran. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah pengemasan buku ajar cetak menjadi digital, sehingga dapat diakses melalui komputer, tablet, maupun smartphone tanpa batasan ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa terhadap buku ajar ekologi digital interaktif berbasis STEM. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Responden terdiri atas 17 guru SMP dan 79 siswa SMP di Kabupaten Jember, Banyuwangi, dan Situbondo yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru IPA SMP (100%) membutuhkan buku ajar digital, sedangkan 90,8% siswa menginginkan buku ajar ekologi digital yang praktis. Selain itu, 94,1% guru dan 96,1% siswa menyatakan setuju dikembangkan buku ajar digital interaktif berbasis STEM pada materi ekologi. Buku ajar yang diharapkan mencakup teks dengan bahasa yang jelas dan efektif, dilengkapi gambar menarik, video, audio, serta animasi pembelajaran. Responden juga menekankan pentingnya latihan, uji kompetensi, petunjuk penggunaan, simulasi praktikum, dan soal yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
AI ACCEPTANCE AND USE IN MATHEMATICS PRE-SERVICE TEACHERS: A THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR APPROACH Hilman Qudratuddarsi; Jumriani; Eli Meivawati; Saraswathy a/p Ramasundrum
Mathematics Education and Application Journal (META) Vol. 7 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Department of Mathematics Education Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/yn58ya38

Abstract

Artificial Intelligence (AI) is increasingly integrated into education, including mathematics learning, yet its successful implementation largely depends on teachers’ acceptance and readiness. This study aims to examine the determinants of AI acceptance and use among pre-service mathematics teachers by employing the Theory of Planned Behaviour (TPB), which comprises Attitude (AT), Social Norms (SN), Perceived Behavioral Control (PBC), Behavioral Intention (BI), and AI Use (AIU). A quantitative, cross-sectional survey design was used. Data were collected from 427 Generation Z pre-service mathematics teachers enrolled in three Indonesian universities using an online questionnaire. The instrument was adapted from a previously validated TPB-based scale, and data were analyzed using PLS-SEM with SmartPLS. The measurement model demonstrated excellent reliability and validity, and the structural model indicated very good fit (SRMR = 0.044). All hypothesized relationships were supported (p < 0.001). SN emerged as the strongest predictor of BI, followed by AT and PBC, while BI was the most powerful determinant of AIU (β = 0.849). These findings highlight the central role of social influence, positive attitudes, and technological efficacy in shaping pre-service teachers’ intentions and actual use of AI. The study implies that teacher education programs should design courses and practicum experiences that foster positive beliefs about AI, enhance digital competence, and leverage supportive social environments to promote meaningful AI integration in mathematics classrooms.   Keywords: Artificial Intelligence Acceptance, Artificial Intelligence Use, Educational technology, Mathematics Pre-service Teacher, Theory of Planned Behaviour,   Artificial Intelligence (AI) semakin banyak dimanfaatkan dalam pendidikan, termasuk pada pembelajaran matematika, namun keberhasilan integrasinya sangat bergantung pada penerimaan dan kesiapan calon guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan AI pada calon guru matematika menggunakan kerangka Theory of Planned Behaviour (TPB), yang mencakup Attitude (AT), Social Norms (SN), Perceived Behavioral Control (PBC), Behavioral Intention (BI) dan AI Use (AIU). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 427 calon guru matematika generasi Z dari tiga universitas di Indonesia berpartisipasi melalui pengisian kuesioner daring. Instrumen diadaptasi dari penelitian terdahulu berbasis TPB dan dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa model pengukuran memiliki reliabilitas dan validitas yang sangat baik, serta model struktural menunjukkan kelayakan yang tinggi (SRMR = 0,044). Semua hipotesis didukung secara signifikan (p < 0,001). SN muncul sebagai prediktor terkuat BI, diikuti AT dan PBC, sedangkan BI menjadi penentu utama AIU (β = 0,849). Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial, sikap positif, dan efikasi teknologi dalam mendorong niat dan perilaku penggunaan AI. Implikasinya, program pendidikan guru perlu merancang pelatihan dan pengalaman praktik yang menumbuhkan sikap positif, meningkatkan kompetensi digital, dan memanfaatkan pengaruh sosial yang konstruktif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran matematika.   Kata Kunci: Artificial Intelligence Acceptance, Artificial Intelligence Use, Educational technology, Mathematics Pre-service Teacher, Theory of Planned Behaviour.