Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran postur kerja dan desain stasiun kerja terhadap keluhan musculoskeletal disorders (MSDS) pada pekerja konveksi di Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka tahun 2022 Alvionisa, Devina; Prapasa, Putri; Mayorasari, Elsa; Nabila, Ainun; Azis, Sehibul; Rahim, Fitri Kurnia; Diniah, Bibit Nasrokhatun
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 02 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i02.660

Abstract

Latar belakang: Implementasi ergonomi dan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada dunia industri tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan tingkat produktivitas seorang pekerja, akan tetapi juga bertujuan untuk menciptakan sistem kerja, lingkungan kerja, dan peralatan kerja yang aman serta nyaman untuk semua pekerja. Kasus MSDs merupakan PAK yang paling sering ditemukan pada pekerja diberbagai bidang pekerjaan, dimana kasus MSDs mencapai 45% dari total kasus PAK. Oleh karena itu, pentingnya penerapan desain stasiun kerja dalam upaya penanganan gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja konveksi.Metode: Penelitian dengan menggunakan deskriptif analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan kuisioner Nordic Body Map, kuesioner OWAS (Ovako Working Analysis System) dan Lembar Observasi. Hasil: penelitian menunjukkan sebesar 34 pekerja (68%) dengan keluhan Musculoskeletal Disorders rendah. Sedangkan sebanyak 16 pekerja (16%) mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders sedang dan tingkatan postur tubuh terbanyak berjumlah 40 (80%) dengan risiko tinggi.Kesimpulan: Keluhan pada pinggang terjadi karena posisi yang membungkuk khususnya pada bagian menjahit. Untuk keluhan pada kaki khususnya pada stasiun kerja cutting atau finishing.
Analisis Spasial Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Dengan Angka Container Index (CI) Pada Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Diniah, Bibit Nasrokhatun; Rahim, Fitri Kurnia; Deviana, Novita
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.674

Abstract

Latar Belakang: DBD merupakan salah satu penyakit endemis yang banyak dijumpai di Indonesia, termasuk di Kuningan. DBD ditularkan dengan perantara vektor nyamuk aedes. Faktor risiko lingkungan erat kaitannya dengan fase akuatik yang menjadi habitat nyamuk. Fase akuatik membutuhkan tempat-tempat penampungan air (container) untuk perkembangbiakan nyamuk. Salah satu indikator indeks entomologi yang berkaitan dengan peningkatan populasi nyamuk adalah container index (CI). Upaya pencegahan dan pengendalian vektor nyamuk dapat dilakukan dengan melakukan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sehingga, perlu dilakukan penelitian berkaitan ada tidaknya hubungan antara perilaku PSN dengan angka CI. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan desain case control dan menggunakan pendekatan spasial. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Sedangkan sebaran spasial dilakukan menggunakan QGIS. Hasil: Perilaku PSN berisiko lebih tinggi pada kelompok kasus (68%) dan begitu pula pada angka CI (62%). Terdapat hubungan yang signifikan antara Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan angka container index (p=0,001); perilaku PSN yang kurang baik juga akan meningkatkan nilai CI 4.4 kali lebih tinggi dibanding dengan masyarakat yang sudah melakukan PSN dengan baik. Saran: Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor entomologi lainnya dan identifikasi spesies, genus hingga keberadaan serotype virus dengue.
Analisis Spasial Kerawanan Wilayah Determinan Risiko Lingkungan Dan Kualitas Air Bersih Berdasarkan Indeks Pencemaran Air Dengan Kejadian Water Borne Diseases Diniah, Bibit Nasrokhatun; Ropii, Ahmad
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.851

Abstract

Latar Belakang: Kualitas lingkungan perairan dipengaruhi aktifitas antropogenik. Sebanyak 297.000 anak <5 tahun mengkonsumsi air tidak aman dan setiap tahun 2.6 juta orang meninggal. Penyebab kematian karena diare anak usia 29 hari-11 bulan sebesar 9,8%, 12-59 bulan sebesar 4,5%. Diare dan demam thypoid sebagai 10 besar penyakit rawat inap di Kuningan. Tujuan penelitian mengembangkan model spasial kerawanan wilayah determinan risiko lingkungan dan kualitas air bersih berdasarkan indeks pencemaran air dan kejadian waterborne diseases. Metode: Tingkat kerawanan wilayah berdasarkan Indeks Pencemaran air (IP). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observais, pengukuran kualitas air secara eksitu. Analisis data spasial dengan QGIS dan statistisk dengan SPSS. Pengambilan sampel pada 3 stasiun, jumlah sampel 90 dengan 30 sampel/ stasiun dengan purposive sampling. Hasil: saluran pembuangan tinja 78.9% tidak aman, 72.2% jarak sumur resapan tidak aman (<10 meter). Jarak wadah sampah terdekat 1 meter, jarak lokasi pembuangan/pembakaran sampah terdekat 6 meter. Kepemilikan SPAL 63.3% terbuka. Keberadaan sumber pencemar meliputi home industri, perdagangan, perkantoran, pertanian, peternakan. Kejadian waterborne diseases tertinggi di Awirarangan. Kesimpulan: parameter E.coli, kekeruhan dan pH pada 3 stasiun suluruhnya melampaui standar BML. Wilayah dengan kerawanan tertinggi adalah Awirarangan IP=6.06 dan kejadian diare 30%; demam thypoid 10%. Saran: : Perlu dilakukan upaya pengamanan kualitas air sumur gali
Gambaran karakteristik nyeri dismenore dan tingkat kecemasan pada santri di Pondok Pesantren Santi Asromo Wahyuniar, Lely; Febriani, Esty; Mamlukah, Mamlukah; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Setiawangsih, Siti Romlah; Nurahmi, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1296

Abstract

Latar Belakang: : Dismenore dan kecemasan merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada remaja wanita. Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64,25% dan gangguan kecemasan di Indonesia  mencapai 47,7%.  Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Gejala  dismenore  bisa  dari  nyeri ringan  hingga  berat  di  bagian  bawah perut dan gejala kecemasan dapat muncul dalam bentuk gangguan fisik atau somatic.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain dekriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah santri wanitai dengan jumlah sampel sebanyak 124 santri wanita.Hasil: Hampir seluruh dari responden berusia 12-16 tahun atau  remaja  awal (82,2%),  hampir  seluruh  responden berasal dari wilayah jawa  (97,3%), sebagian  dari  responden  tidak  memiliki  riwayat  dismenore  (73,3%),  hampir seluruh responden tidak memiliki riwayat penyakit lain (94,3%), sebagian besar responden memiliki nyeri dismenore ringan (68,4%) dan sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan berat (66,1%).Kesimpulan: Hampir seluruh dari responden berusia 12-16 tahun atau remaja awal dan berasal dari wilayah  jaw, sebagian dari responden tidak memiliki riwayat dismenore,  hampir  seluruh  responden  tidak  memiliki  riawayat penyakit lain, sebagian besar responden memiliki nyeri dismenore ringan dan sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan berat.
Pencegahan penularan transmisi infeksi covid-19 dengan peningkatan PHBS pada santri Pesantren Tsamrotul Inayah Kab. Kuningan Diniah, Bibit Nasrokhatun; Ropii, Ahmad; Abdurozak, Abdurozak
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i02.761

Abstract

Latar Belakang: Pesantren termasuk dalam salah satu institusi pendidikan yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap penularan Covid-19. Pada tahun 2020 bermunculan cluster baru penularan Covid-19 berasal dari lingkungan pendidikan pesantren, termasuk di Kab. Kuningan Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di pesantren dapat dilakukan dengan peningkatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) guna meminimalisir resiko transmisi infeksi dan kontak langsung dengan benda mati matupun dengan sesama santri.Metode: Kegiatan menerapkan teknik pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berpusat pada student center learning (SCL) serta mengkombinasikan antara teori KIE serta praktik simulasi demonstrasi PHBS khususnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar. Jumlah peserta sebanyak 40 santri yang diberikan intervensi dan evaluasi.Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan PHBS santri menjadi 80% (meningkat 50%) dan diikuti adanya peningkatan perilaku CTPS dengan benar pada santri sebesar 87,8%. Sikap sebesar 90% (meningkat 45% dari sebelumnya).Kesimpulan: Seluruh santri mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias dan terlibat aktif dalam proses diskusi serta tanya jawab. Peningkatan pengetahuan tentang pengetahuan santri mengenai PHBS dan peningkatan perilaku CTPS dikarenakan antusiasme santri dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini.
Gambaran pengelolaan dan timbulan limbah medis bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada fasilitas dan pelayanan kesehatan di Wilayah Jawa Barat tahun 2022 Rahim, Fitri Kurnia; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Akbar, Faisal Maulana; Al'Faridz, Muhammad Ikhsan; Sucipto , Muhamad Rifqi; Maulana Akbar, Faisal
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i02.648

Abstract

Latar Belakang: Salah satu dampak yang dihasilkan dari beroperasinya rumah sakit adalah limbah. Pengelolaan limbah rumah Rumah Sakit di Indonesia masih dalam kategori belum baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengelolaan dan timbulan limbah medis B3 pada fasilitas pelayanan kesehatan di Wilayah Jawa Barat. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif yang bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu tenaga kesehatan lingkungan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Barat. Total sampel yang diambil adalah 30 orang. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner melalui google form serta pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil: Analisis univariat diperoleh menurut Instansi yang melakukan pengelolaan limbah B3 medis sebanyak 27 (90%), Klasifikasi instansi yang melakukan pengelolaan limbah B3 medis yang terbanyak yaitu Rumah Sakit 20 (74,1%), Instansi yang melakukan daur ulang limbah B3 medis sebanyak 4 instansi (13,3%). Berdasarkan hasil studi kasus di Rumah Sakit X wilayah Jawa Barat, jumlah timbulan limbah per Januari – Juni tahun 2021 mengalami peningkatan dan pada bulan April terdapat jumlah timbulan paling tinggi dengan jumlah timbulan limbah B3 medis sebanyak 5,076 kg. Berdasarkan hasil data timbulan limbah B3 medis di Rumah Sakit X per Juli – Desember tahun 2021, Jumlah timbulan limbah medis yang masih tinggi yaitu hanya pada bulan Agustus dengan jumlah timbulan sebesar 5,393 kg. Sedangkan, pada bulan september (3,447 kg), oktober (2,946 kg), november (2,048 kg) dan desember (122 kg).
Peningkatan keterampilan komunikasi antar pribadi (KAP) pada kader sebagai strategi menurunkan perilaku merokok Rahim, Fitri Kurnia; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Amalia, Icca Stella; Ropii, Ahmad; Zahra, Firda Ainul; Ahsan, Abdillah; Devitasari, Ai; Antika, Widia Rindi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19336

Abstract

Masalah merokok menjadi perhatian di Indonesia. Risiko yang ditimbulkan rokok perlu diminimalisir dengan regulasi. Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Kuningan memiliki Perda No 1 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Pengawasan dan Pengendalian KTR. Desa Karang Tengah di Kabupaten Kuningan memiliki inovasi penanggulangan rokok yaitu Saung Ririungan Bapak-Bapak (SARIPA). Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kapasitas kader. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan pendekatan participatory learning and action (PLA). Sasaran kegiatan ini adalah 32 orang kader. Pengabdian Masyarakat dilakukan dalam 3 kegiatan. Pertama, penyuluhan penanggulangan perilaku merokok dan sosialisasi Perda KTR. Kedua, pelatihan komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan ketiga, pengukuran kadar CO. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan kader yang baik sebanyak 17%. Kader juga memiliki keterampilan komunikasi perubahan perilaku untuk masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran kadar CO paru menunjukkan bahwa kadar CO tertinggi pada perokok aktif. Setelah pelatihan, Kader yang sudah dilatih, harus menyampaikan pengetahuan dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar lingkungan rumah mereka, terutama mengedukasi para ibu rumah tangga untuk edukasinya untuk merokok diluar rumah.
Association between serum cholinesterase levels and body composition in vegetable farmers assessed by bioelectrical impedance analysis Bibit Nasrokhatun Diniah; Sulistiyani Sulistiyani; Tri Joko; Budiyono Budiyono
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i3.2363

Abstract

Exposure to all pesticide classes can have a disruptive effect on metabolism and energy storage. The bioindicator that can be used to identify farmers exposed to pesticides is acetylcholinesterase (AChE). AChE can be a good indicator for changes in body composition due to its associations with various metabolic and physiological parameters. Abnormal AChE levels stimulate nicotinic and muscarinic receptors in various organs, causing a wide range of metabolic disorders, including changes in the body composition. This study aimed to examine the correlation between long-term pesticide exposure and potential alterations in body composition. This research was conducted in Sagarahiang village, one of the highest vegetable producers in Kuningan, West Java onJuly-August 2024. And it was a cross-sectional study of 46 farmers who sprayed pesticides in vegetable areas and was determined by purposive sampling. Data collected through interview using questionnaires and some tools, like indicators of pesticide exposure were measured by cholinesterase serum and history of exposure, whereas parameters of body composition were measured by bioelectrical impedance analysis (BIA) using a body fat monitor with eight electrodes. Data analysis using the Pearson correlation test. The percentage of subjects with abnormal AChE activity was four persons (8,9%). AChE levels had no correlation with all components of the exposure history, but had a significant correlation with body composition parameters (p<0,05), body weight (p=0,027), Body Mass Index (BMI) (p=0,020), total fat (p=0,038), visceral fat (p=0,030), and resting metabolism (p=0,037) with a weak correlation (R 0,31-0,34). Based on this study, AChE is not strong enough to assess changes in body composition clinically.
Analisis risiko keracunan makan bergizi gratis berdasarkan investigasi epidemiologi dan efektivitas edukasi siswa menengah atas Karina Anjani Rhamadin; Bibit Nasrokhatun Diniah; Yuli Desi Amalia
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/gj1v5308

Abstract

Latar Belakang: Keracunan makanan akibat sanitasi buruk menjadi ancaman serius, terutama seiring implementasi program makan bergizi gratis yang memerlukan mitigasi risiko keamanan pangan secara ketat. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi epidemiologi kejadian keracunan di Kabupaten Kuningan serta mengevaluasi efektivitas edukasi keamanan pangan pada siswa guna mendukung keberlanjutan program tersebut.Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed-methods). Analisis epidemiologi deskriptif dilakukan pada data sekunder laporan investigasi dan hasil laboratorium, sedangkan desain kuasi-eksperimental (one group pre-post test) digunakan untuk mengukur dampak edukasi melalui kuesioner terstruktur.Hasil: Investigasi epidemiologi mengidentifikasi faktor risiko utama keracunan makanan dengan OR=12,137 (p=0,022). Hasil laboratorium mengonfirmasi kontaminasi Bacillus cereus yang dikaitkan dengan sanitasi buruk. Terdapat perbedaan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap secara signifikan (p < 0,001).Kesimpulan: Kontaminasi bakteri pada menu protein hewani menjadi penyebab utama wabah. Edukasi keamanan pangan berkelanjutan dan pengawasan sanitasi ketat di sekolah sangat mendesak untuk diterapkan sebagai langkah preventif.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE, PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI, DAN KELUHAN PRURITUS VULVAE PADA REMAJA PUTRI Shofia Izzatun Nisa; Fitri Kurnia Rahim; Icca Stella Amalia; Bibit Nasrokhatun Diniah
JWHM : Journal of Women's Health and Midwifepreneurship Vol. 2 No. 2 (2026): JWHM
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pruritus vulvae merupakan keluhan rasa gatal pada area genital perempuan yang sering terjadi pada remaja putri, terutama saat menstruasi akibat kurang optimalnya personal hygiene dan rendahnya tingkat pengetahuan reproduksi. Berdasarkan studi pendahuluan di SMA Negeri 1 Darma terhadap 10 siswi, sebanyak 9 orang mengalami keluhan pruritus vulvae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene, pengetahuan kesehatan reproduksi, dan keluhan pruritus vulvae pada remaha putri. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 di SMA Negeri 1 Darma. Populasi penelitian berjumlah 361 siswi dengan sampel sebanyak 186 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup yang diadaptasi dari Sulaikha (2018). Data primer diperoleh melalui pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari data administrasi SMA Negeri 1 Darma. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil : Sebagian besar responden memiliki personal hygiene kategori cukup (81,7%), hampir seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan reproduksi kategori baik (95,2%), dan sebagian besar mengalami keluhan pruritus vulvae kategori berat (68,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan keluhan pruritus vulvae (p=0,017), sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan reproduksi dengan keluhan pruritus vulvae (p=0,474). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan keluhan pruritus vulvae, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan reproduksi dengan keluhan pruritus vulvae pada remaja putri di SMA Negeri 1 Darma 2026.