Nisrina Luthfiya Azam
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL DAN MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN ISLAM-HINDU DI DESA LINGGOASRI PEKALONGAN Abdan Syakuro; Salma Kusuma Listiani; Afroh Rozana; Sofiatun Anisa; Siti Nur Azizah; Nisrina Luthfiya Azam; Ananda Suci Rahmania; M. Fikri Fadilah; Arditya Prayogi
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerukunan antarumat beragama di tingkat lokal sering kali tidak hanya ditentukan oleh pemahaman keagamaan, tetapi juga oleh kearifan lokal yang mengatur cara masyarakat hidup bersama. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dan moderasi beragama dalam membangun kerukunan Islam-Hindu di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan hubungan antara praktik sosial, nilai moderasi beragama, dan harmoni lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan Islam-Hindu di Linggoasri terbentuk melalui gotong royong, penghormatan terhadap hari besar keagamaan, tradisi slametan, pemakaman bersama, musyawarah, serta keteladanan tokoh agama dan masyarakat. Praktik tersebut mengaktualisasikan nilai tasamuh, i’tidal, tawazun, syura, ishlah, dan qudwah dalam kehidupan sosial. Kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kepercayaan, mengelola perbedaan, dan merawat solidaritas antarwarga. Artikel ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama akan lebih berakar ketika dihidupkan melalui tradisi lokal dan interaksi sosial yang berkelanjutan, sekaligus menawarkan model kerukunan berbasis komunitas yang relevan bagi penguatan kehidupan multireligius di Indonesia. Temuan ini juga menegaskan pentingnya pelibatan tokoh lokal dan generasi muda dalam merawat harmoni sosial keagamaan secara berkelanjutan di tingkat desa.
PERAN KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Nida Fadhila Safitri; Nur Laila Ana; Nisrina Luthfiya Azam; Muhammad Tsaqolain Jaros
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51600

Abstract

Kompetensi dari seorang pengajar merupakan salah satu elemen penting yang menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah. Pengajar yang memiliki keahlian dalam pedagogi, profesionalisme, sosial, dan karakter yang baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, interaktif, dan fokus pada kebutuhan siswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kompetensi pengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kajian pustaka dengan meneliti berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai kompetensi pengajar dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa kompetensi pengajar memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perencanaan pembelajaran, penerapan berbagai metode, pengelolaan kelas yang baik, serta kemampuan pengajar dalam menjalin komunikasi yang positif dengan siswa. Selain itu, kompetensi pengajar juga mempengaruhi peningkatan motivasi belajar, baik dari motivasi yang berasal dari dalam diri siswa maupun dari luar, melalui penghargaan, bimbingan, dan penerapan strategi pembelajaran yang kreatif. Dengan demikian, peningkatan kompetensi pengajar melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesional yang berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam mencapai kualitas pembelajaran yang lebih baik. Kompetensi pengajar yang baik tidak hanya berkontribusi terhadap hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk kepribadian, kreativitas, dan semangat belajar yang tinggi menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Kata Kunci: Kompetensi Pengajar, Kualitas Pembelajaran, Motivasi Belajar, Siswa, Profesionalisme Pengajar.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI ENTREPRENEUR DALAM MEMBANGUN SIKAP DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA PESERTA DIDIK Salma Kusuma Listiani; Nisrina Luthfiya Azam; Yusnita Hikmawati; Amrullah, Muhammad Agung; Ferida Rahmawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54172

Abstract

The high rate of educated unemployment in Indonesia, particularly among vocational high school graduates, which reached 8.90% (BPS, 2024), indicates a gap between the competencies taught in schools and the needs of the workforce. This study aims to analyze the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) as a strategy for developing entrepreneurial competencies and fostering entrepreneurial attitudes and spirit in students. The method used was library research with a descriptive qualitative approach through analysis of relevant scientific literature. The study results indicate that each stage of PjBL—from project planning and scheduling, implementation, monitoring, presentation, and evaluation—systematically stimulates the development of entrepreneurial character, encompassing creativity, discipline, responsibility, resilience, self-confidence, and communication skills. Furthermore, PjBL has been shown to encourage a shift in students' mindsets from a fixed mindset to a growth mindset, which is an essential foundation for an adaptive entrepreneurial spirit. This study recommends a six-stage PjBL entrepreneurship instructional framework that holistically integrates cognitive, affective, and conative aspects as a guide for educators in designing effective entrepreneurship learning.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DIERA MODERN Nisrina Luthfiya Azam; Reva Nur Aqila; Rahmi Anekasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54980

Abstract

The rapid development of information technology, globalization, and social changes has brought various challenges to students in personal, social, academic, and career aspects. These conditions require educational services that not only focus on academic achievement but also on the development of students' potential and psychological well-being. This study aims to examine the role of guidance and counseling in supporting student development in the modern era. The method used is a literature review with a qualitative descriptive approach. Research data were obtained from various literature sources, including books, scientific journals, and articles relevant to the research topic. Data were analyzed using content analysis techniques through the processes of identifying, categorizing, and interpreting information gathered from various references. The findings indicate that guidance and counseling play a crucial role in students' personal and social development, academic success, career planning, and in helping students face the challenges of the digital era. Furthermore, guidance and counseling services contribute to character building, enhancing adaptability, and developing life skills required in the 21st century. Therefore, guidance and counseling services need to be continuously developed in innovative and adaptive ways to effectively address the needs of students in the modern era.