Afroh Rozana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEBUAH INOVASI EDUPRENEURSHIP: IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BALOK HIJAIYAH di TPQ SABDA DUA PEKALONGAN Afroh Rozana; Kistanti Kistanti; Muhammad Tsaqolain Jaros; Muhammad Fajrul Falah; Wisnu Adji Yusuf Syahputra; Ferida Rahmawati
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBER)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/hx97n409

Abstract

This qualitative case study investigates the innovation of the Hijaiyah Letter Blocks as an edupreneurial product at TPQ Sabda Dua Pekalongan, aiming to address fundamental challenges in Arabic language learning—namely students’ low motivation and limited mastery of the Hijaiyah alphabet. The study implements this game-based, hands-on learning medium and analyzes its effectiveness through data triangulation involving participant observation, in-depth interviews with instructors, and document analysis. Findings show that the kinesthetic and visual approaches enabled by the blocks significantly create an enjoyable learning experience while reducing student anxiety, with the medium’s uniqueness lying in its ability to transform passive learning into active, participatory engagement. Consequently, there is a clear improvement in classroom enthusiasm, speed in recognizing letter forms, and accuracy in assembling letters into syllables. From an edupreneurship perspective, the medium is not only pedagogically effective but also demonstrates commercial potential that can support institutional sustainability, with its economic value strengthening its position as a breakthrough in pioneering a sustainable educational business model. The study recommends further development in design aesthetics, game variations, and digital integration to expand its impact and appeal.
KEARIFAN LOKAL DAN MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN ISLAM-HINDU DI DESA LINGGOASRI PEKALONGAN Abdan Syakuro; Salma Kusuma Listiani; Afroh Rozana; Sofiatun Anisa; Siti Nur Azizah; Nisrina Luthfiya Azam; Ananda Suci Rahmania; M. Fikri Fadilah; Arditya Prayogi
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerukunan antarumat beragama di tingkat lokal sering kali tidak hanya ditentukan oleh pemahaman keagamaan, tetapi juga oleh kearifan lokal yang mengatur cara masyarakat hidup bersama. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dan moderasi beragama dalam membangun kerukunan Islam-Hindu di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan hubungan antara praktik sosial, nilai moderasi beragama, dan harmoni lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan Islam-Hindu di Linggoasri terbentuk melalui gotong royong, penghormatan terhadap hari besar keagamaan, tradisi slametan, pemakaman bersama, musyawarah, serta keteladanan tokoh agama dan masyarakat. Praktik tersebut mengaktualisasikan nilai tasamuh, i’tidal, tawazun, syura, ishlah, dan qudwah dalam kehidupan sosial. Kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kepercayaan, mengelola perbedaan, dan merawat solidaritas antarwarga. Artikel ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama akan lebih berakar ketika dihidupkan melalui tradisi lokal dan interaksi sosial yang berkelanjutan, sekaligus menawarkan model kerukunan berbasis komunitas yang relevan bagi penguatan kehidupan multireligius di Indonesia. Temuan ini juga menegaskan pentingnya pelibatan tokoh lokal dan generasi muda dalam merawat harmoni sosial keagamaan secara berkelanjutan di tingkat desa.