Ananda Suci Rahmania
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL DAN MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN ISLAM-HINDU DI DESA LINGGOASRI PEKALONGAN Abdan Syakuro; Salma Kusuma Listiani; Afroh Rozana; Sofiatun Anisa; Siti Nur Azizah; Nisrina Luthfiya Azam; Ananda Suci Rahmania; M. Fikri Fadilah; Arditya Prayogi
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerukunan antarumat beragama di tingkat lokal sering kali tidak hanya ditentukan oleh pemahaman keagamaan, tetapi juga oleh kearifan lokal yang mengatur cara masyarakat hidup bersama. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dan moderasi beragama dalam membangun kerukunan Islam-Hindu di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan hubungan antara praktik sosial, nilai moderasi beragama, dan harmoni lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan Islam-Hindu di Linggoasri terbentuk melalui gotong royong, penghormatan terhadap hari besar keagamaan, tradisi slametan, pemakaman bersama, musyawarah, serta keteladanan tokoh agama dan masyarakat. Praktik tersebut mengaktualisasikan nilai tasamuh, i’tidal, tawazun, syura, ishlah, dan qudwah dalam kehidupan sosial. Kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kepercayaan, mengelola perbedaan, dan merawat solidaritas antarwarga. Artikel ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama akan lebih berakar ketika dihidupkan melalui tradisi lokal dan interaksi sosial yang berkelanjutan, sekaligus menawarkan model kerukunan berbasis komunitas yang relevan bagi penguatan kehidupan multireligius di Indonesia. Temuan ini juga menegaskan pentingnya pelibatan tokoh lokal dan generasi muda dalam merawat harmoni sosial keagamaan secara berkelanjutan di tingkat desa.
PERAN KETELADANAN GURU SEBAGAI STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER SOPAN SANTUN SISWA Ahmad Makhasin Ma’arif; Ananda Suci Rahmania; Wildan Khairil Anam; Nurlaila Ana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51705

Abstract

Character education through the implementation of the Pancasila Student Profile in the Merdeka Curriculum highlights the importance of courtesy as a cultural foundation in Indonesia. However, the current digital landscape and globalization have triggered the emergence of moral issues among young people, evident in the disappearance of the 5S practices (Smile, Greet, Greeting, Polite, Courteous) as well as low communication ethics. Traditional teaching methods that focus on cognition and are one-sided are considered ineffective because many students view politeness merely as an academic concept. This study aims to explore in depth the role of teachers as role models, which serves as the primary strategy in developing students’ character of politeness. By utilizing a literature review method to compile this article, it was found that the strategy of teachers serving as genuine role models includes consistency in punctuality, the use of polite language, effective emotional management, and an attitude of valuing students without discrimination.
MINAT BERWIRAUSAHA GENERASI Z DALAM BIDANG PENDIDIKAN: STUDI LITERATUR Alda Mafrikha Fauziah; Ananda Suci Rahmania; Muhammad Tsaqolain Jaros; Ferida Rahmawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56329

Abstract

Rapid advancements in digital technology have transformed the landscape of education and the business world, providing significant opportunities for Generation Z (Gen Z) to become edupreneurs thanks to their creativity, adaptability, and technological proficiency. However, their interest in entrepreneurship does not arise spontaneously but is influenced by both internal and external factors. This study, conducted using a qualitative approach and a literature review, aims to analyze the entrepreneurial characteristics of Gen Z, identify the factors influencing their interest in entrepreneurship, and design strategies to foster that interest through education. Data collection was conducted by reviewing relevant academic documents, journal articles, and books. The findings of this study confirm that Gen Z has high entrepreneurial aspirations and a good level of digital literacy, even though they face challenges in the form of consumerist habits and a tendency to prefer instant gratification. Their interest in entrepreneurship in the field of education is influenced by four key factors: intrinsic motivation, self-efficacy (belief in one’s own abilities), support from the family environment, and the quality of the entrepreneurship education they receive. In conclusion, to optimize this potential, five integrated strategies are needed in the context of education: aligning the entrepreneurship curriculum, implementing project-based learning methods, making productive use of digital technology and social media, boosting motivation and self-confidence, and fostering a positive entrepreneurial climate in schools and universities. Through these strategies, educational institutions will not only produce graduates who are ready for the workforce but also foster a generation that is independent, innovative, and capable of creating their own job opportunities.
KONSELING INDIVIDU TEKNIK SELF-CONTROL UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN MENONTON DRAMA ASIA PADA SISWA PERSPEKTIF GURU Ananda Suci Rahmania; Rahma Ihda Fatimah Azzahro; Rahmi Anekasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56976

Abstract

Fenomena meningkatnya konsumsi drama Asia di kalangan remaja memunculkan beragam dampak negatif, khususnya pada aspek akademik, seperti penurunan konsentrasi belajar, pengurangan waktu belajar, serta disrupsi pola tidur. Sebagai upaya perbaikan, layanan konseling individu dengan teknik self-control dianggap sebagai solusi yang sesuai dalam mengurangi ketergantungan menonton drama Asia pada siswa. Layanan konseling individu merupakan proses pemberian bantuan yang dilaksanakan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang menghadapi suatu masalah (klien). Teknik self-control diterapkan sebagai salah satu pendekatan dalam konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ketergantungan menonton drama Asia pada siswa serta mengkaji peran konseling individu dengan teknik selfcontrol dalam mengatasinya berdasarkan perspektif guru.
PERAN EVALUASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Ananda Suci Rahmania; Yusnita Hikmawati; Alfaina Mafazah Musallamah; Syfa Maulidiyah; Siti nur azizah; Alis Kholisoh; Sasa Refiatul Alfianti; Ridho Riyadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58504

Abstract

Evaluasi pendidikan merupakan komponen strategis dalam sistem pembelajaran modern yang berperan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Dalam paradigma pendidikan abad ke-21, evaluasi tidak lagi dipahami sebatas proses pengukuran hasil belajar, melainkan sebagai instrumen komprehensif untuk menilai efektivitas proses pembelajaran, memperbaiki strategi pengajaran, meningkatkan kompetensi pendidik, serta mengoptimalkan capaian belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat evaluasi pendidikan dalam konteks pendidikan modern, mengkaji mekanisme evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, mengidentifikasi dampak evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik, serta menguraikan tantangan dan solusi implementasi evaluasi pendidikan di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui penelaahan berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, evaluasi kualitas artikel, sintesis temuan, serta analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi pendidikan telah berkembang dari pendekatan yang berorientasi pada pengukuran menuju evaluasi autentik yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran. Implementasi evaluasi yang efektif mampu memperbaiki strategi pembelajaran melalui asesmen formatif, pemberian umpan balik, dan refleksi pembelajaran sehingga berdampak positif terhadap motivasi belajar, keterlibatan peserta didik, kompetensi guru, serta peningkatan hasil belajar. Di sisi lain, implementasi evaluasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pendidik, budaya asesmen yang berorientasi pada nilai akhir, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Tantangan tersebut dapat diatasi melalui peningkatan kompetensi profesional guru, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kebijakan evaluasi di tingkat satuan pendidikan. Dengan demikian, evaluasi pendidikan merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik apabila dirancang dan dilaksanakan secara sistematis, objektif, autentik, dan berkelanjutan.