Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT MELALUI MODEL PELATIHAN DAN PENYULUHAN PARTISIPATIF Roni Sahindra; Dermina Dalimunthe; Muannif Ridwan
Marsialapari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/marsialapari.v3i2.692

Abstract

This community service program aims to enhance legal awareness among local communities through a participatory training and counseling model. The initiative was prompted by the low level of public understanding regarding legal rights and obligations, as well as the prevalence of regulatory violations due to limited knowledge. The program was implemented using a field-based approach, beginning with needs analysis, formulation of relevant legal materials, and followed by interactive training sessions and open counseling activities. The methods employed included lectures, group discussions, case studies, and simple simulations to facilitate community understanding of common legal issues, such as land disputes, debt agreements, and family-related matters. The outcomes indicate an improvement in legal comprehension, demonstrated by active community participation in discussions and their ability to identify appropriate legal solutions in accordance with applicable regulations. Furthermore, the program strengthened relationships between the community and village authorities acting as legal facilitators. Through training and counseling, participants became more confident in addressing legal issues and committed to complying with regulations. The findings demonstrate that participatory training and counseling serve as effective instruments for fostering legal awareness and supporting the development of a law-abiding culture at the local level.
Pendampingan Literasi Tafsir Tematik Berbasis Gender dan Living Qur’an bagi Santri MA Nurul Huda Dewi Murni; Muannif Ridwan; Maimunah; Fiddian Khairudin; Amaruddin; Ali Mahfudz; Muhammad Mawardi; M. Syahrollah; Siti Raziah; Ria Andriani
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3658

Abstract

Rendahnya literasi tafsir Al-Qur’an yang kontekstual di kalangan santri menjadi tantangan dalam membangun pemahaman keislaman yang moderat dan inklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi tafsir tematik berbasis gender dan pendekatan living Qur’an pada santri MA Nurul Huda. Mitra kegiatan berjumlah 30 santri yang mengikuti pendampingan selama Januari sampai Maret 2026. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, diskusi kelompok, pendampingan interpretasi ayat secara kontekstual, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada indikator tafsir tematik dari 35% menjadi 85%, perspektif gender dari 30% menjadi 80%, dan living Qur’an dari 40% menjadi 82%. Pendampingan ini juga mendorong santri mengaitkan pesan Al-Qur’an dengan realitas sosial secara lebih kritis, adil, dan inklusif. Dengan demikian, pendampingan literasi tafsir berbasis gender dan living Qur’an efektif sebagai model penguatan pemahaman keislaman kontekstual bagi santri.
Konsep Hak Asasi Manusia Dalam Islam (Analisis Pemikiran Muhammad Abduh dan Relevansinya bagi Hukum Ketatanegaraan Modern) Taufik Hendri; Muannif Ridwan; Bambang Sasmita Adi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak asasi manusia (HAM) merupakan konsep fundamental dalam sistem hukum modern yang menekankan perlindungan terhadap martabat manusia, kebebasan individu, dan persamaan di hadapan hukum. Walaupun sering dianggap sebagai produk pemikiran Barat modern, sejumlah prinsip HAM sebenarnya memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai yang terdapat dalam ajaran Islam. Salah satu tokoh penting yang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan modernitas adalah Muhammad Abduh (1849–1905). Artikel ini bertujuan menganalisis konsep hak asasi manusia dalam pemikiran Muhammad Abduh dan mengkaji relevansinya terhadap sistem hukum ketatanegaraan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Muhammad Abduh mengenai kebebasan berpikir, persamaan manusia, dan keadilan sosial memiliki kesesuaian dengan prinsip-prinsip HAM modern. Selain itu, konsep maqaṣhid al-syari‘ah juga menunjukkan bahwa perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta merupakan dasar normatif bagi pengakuan hak-hak manusia dalam Islam. Analisis komparatif dengan teori HAM Barat seperti John Locke dan Jean‑Jacques Rousseau menunjukkan adanya kesamaan dalam aspek perlindungan kebebasan dan legitimasi pemerintahan berbasis masyarakat. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Undang‑Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin perlindungan hak asasi manusia.
Pendekatan Hak Asasi Manusia Islam Dalam Kerangka Ketatanegaraan (Analisis Pemikiran Rasyid Ridha tentang Negara dan Hak Individu) Beldi Novriansyah; Muannif Ridwan; Bambang Sasmita Adi Putra
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.324

Abstract

This study aims to analyze the Islamic Human Rights approach within the framework of constitutional governance through an examination of Rashid Rida's thought on the state and individual rights. The research employs a normative legal research method with conceptual and historical approaches, focusing on the analysis of Rashid Rida's works and relevant literature on Islamic human rights and modern constitutionalism. The findings reveal that Rashid Rida viewed the state as an institution responsible for upholding Islamic law (Sharia), justice, and public welfare through the mechanism of shura (consultation) as the foundation of political participation. In his view, individual rights encompass freedom of religion, equality before the law, the right to justice, and the right to participate in government. However, the exercise of these rights is subject to the principles of social responsibility and the public interest (maslahah). The study also finds that Rashid Rida's concept of shura is relevant to the principles of modern constitutional democracy, particularly in terms of participation, accountability, and limitations on governmental power. Therefore, Rashid Rida's thought makes a significant contribution to the development of an Islamic human rights framework that is compatible with the modern rule of law and supports efforts to integrate Islamic values with universal human rights principles.