Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FORMULASI SLEEPING MASK EKTRAK AIR TEH HIJAU (Camellia Sinesis L) DENGAN VARIAN CARBOPOL 940 DAN AKTIVITAS SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP propinibacterium acne Taufik Turahman; Ghani Nurfiana Fadma Sari

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.425

Abstract

Sleeping mask merupakan salah satu produk perawatan kulit yang diaplikasikan pada malam hari dengan penggunaan yang mudah dan praktis. Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan sleeping mask karena mengandung senyawa seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menilai aktivitas antibakteri ekstrak daun teh hijau terhadap Propionibacterium acnes serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi bahan pembentuk gel, yaitu Carbopol 940, terhadap kualitas fisik sediaan. Ekstrak daun teh hijau diperoleh dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan sleeping mask diformulasikan dalam tiga variasi kadar Carbopol 940 (0,5%; 1%; dan 1,5%) serta satu formula kontrol negatif dengan konsentrasi Carbopol sebesar 1%. Pengujian yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, serta aktivitas antibakteri terhadap P. acnes menggunakan metode difusi cakram. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau dapat diformulasikan menjadi sediaan sleeping mask pada berbagai konsentrasi, yang ditunjukkan oleh stabilitas sediaan yang secara umum tidak mengalami perubahan. Pada konsentrasi 5%, ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 59,25 mm. Perbedaan konsentrasi Carbopol berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, seperti viskositas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri dari sleeping mask ditunjukkan melalui diameter zona hambat pada masing-masing formula, yaitu FI sebesar 9,07 mm, FII sebesar 7,30 mm, dan FIII sebesar 6,37 mm.
Edukasi penggunaan obat analgesik secara tepat di masyarakat Desa Tuban Kidul Hanugrah Ardya Crisdian; Berliana Lutfiananda; Agnes Prawistya Sari; Rolando Rahardjoputro; Dheny Rohmatika; Taufik Turahman
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i2.32011

Abstract

The self-medication use of analgesics in the community, particularly among housewives, is still frequently carried out without adhering to the principles of rational drug use. This may lead to inappropriate medication use, adverse effects, and other health risks. This community service activity aimed to improve the knowledge and understanding of PKK women in Tuban Kidul Village regarding the proper, safe, and rational use of analgesics. The methods employed included educational counseling, interactive discussions, and the distribution of informational media in the form of leaflets. This activity involved 20 PKK women as respondents. Evaluation was conducted using pre-test and post-test methods to assess changes in participants’ knowledge before and after the intervention. The results showed a significant increase in participants’ knowledge regarding types of analgesics, proper usage, dosage, potential side effects, and the importance of reading medication labels. In addition, participants demonstrated increased awareness of the importance of consulting healthcare professionals before using medications.In conclusion, this activity was effective in improving community understanding of appropriate analgesic use and is expected to promote more rational and responsible medication practices within families and the broader community, particularly in Tuban Kidul Village. Keywords: analgesics, education, rational drug use, community service, PKK women, Tuban Kidul Village