Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGGUNAAN INDIKATOR FISIOLOGIS UNTUK MENENTUKAN TINGKAT CEKAMAN SALINITAS PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Diana Eureka Anugrah; Trio Putra Setiawan; Rizah Sasmita; Ewa Aulia; Restu Aminingsih; Venti Novita Sari; Selvia Wulan Hajijah; Yulisti Dwi Kencana; Evan Dwi Septa Nugraha; Isnin Kurnia Safitri; J.S. Antromega Pratama; Usman Kris Joko Suharjo; Fahrurrozi Fahrurrozi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v20i1.2424

Abstract

Rice is the main staple food for most of Indonesia's population and its need continues to increase along with the increase of population. Areal for rice production in Indonesia should be carried out on marginal land, including on saline land. An agricultural land is classified as saline land if it has a dissolved salt content condition in excessive amount that negatively affect plant growth. This paper aims to evaluate several physiological indicators of rice plants undersalinity stress by measuring the stability of cell membranes, proline compounds, and heat shock proteins. The use of these indicators can be used on several plants under stress conditions, including rice plants that experience salinity stress. The level of cell damage and production of proline compounds and production of heat shock protein were used as a measure of plant tolerance to salinity stresses. Salinity stress induces cell membrane injury that causes metabolic dysfunction, increases proline accumulation, and responds to plant proteins. Measurement of cell membrane stability, proline content and heat shock protein content in rice plants under salinity stress can be used as a reference for detecting adaptation of rice plants in saline land.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK NPK ORGANIK CAIR UNTUK TANAMAN PADI DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKSI PANGAN RAMAH LINGKUNGAN Herawati, Reny; Sumardi; Selvia wulan hajijah; Heryanto, Valen
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.333

Abstract

Penggunaan pupuk organik yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian yaitu pupuk organik cair. Pupuk organik ini diolah dari bahan baku berupa kotoran ternak, kompos, limbah alam, hormon tumbuhan dan bahan-bahan alami lainnya yang diproses secara alamiah. Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah dapat juga membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk tanaman, dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Pemberdayaan kelompok tani sebagai penggerak pembangunan pertanian memerlukan dukungan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, serta Kelurahan/Desa sebagai sebagai tempat bernaung Kelompok Tani yang dibina oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL). Keikutsertaan dalam Kelompok tani bisa menjadi mekanisme yang efektif untuk transfer teknologi dalam mendukung pembangunan pertanian. Oleh karena itu membekali PPL dengan teknologi tepat guna perlu ditingkatkan agar alih teknologi ini dapat diterapkan oleh kelompok tani secara cepat dan efisien.
Pemanfaatan Limbah Lengkuas sebagai Pupuk Kompos di Kelurahan Sukamulya Andre Setiyawan; Lusmaniar Lusmaniar; Oksilia Oksilia; Missdiani Missdiani; Dian Novita; Selvia Wulan Hajijah; Julisman Gulo; Tarmisi Tarmisi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1221

Abstract

Kelurahan Sukamulya, limbah lengkuas hasil panen masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menyebabkan penumpukan sampah organik di sekitar lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah lengkuas menjadi pupuk kompos yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2025 di RT 4 dan RT 10 Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang dengan melibatkan 36 peserta. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta diskusi bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat limbah pertanian dan proses pembuatan pupuk kompos. Seluruh peserta mengetahui bahwa limbah lengkuas dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk kompos, sementara 91,67% peserta telah memahami cara pembuatannya. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan serta dapat mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
TRANSFORMASI MINDSET DAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN BAGI UMKM DI DESA PERMATA BARU Muhammad Teguh; Waldi Novi Yarsah; Imelda Imelda; Muhammad Fadhli; Selvia Wulan Hajijah
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.36450

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mindset kewirausahaan, keterampilan manajerial, dan kapasitas pemanfaatan teknologi pelaku UMKM di Desa Permata Baru, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Oktober 2025 dengan melibatkan 25 pelaku UMKM melalui pendekatan partisipatif berbasis pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan terdiri atas tahapan sosialisasi, pelatihan mindset kewirausahaan dan manajemen usaha, penerapan teknologi produksi dan pemasaran digital, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Evaluasi program dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara dengan instrumen kuesioner skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84% peserta mengalami peningkatan pemahaman mindset kewirausahaan, 100% peserta mampu menerapkan pencatatan keuangan sederhana, 72% peserta mulai menyusun rencana usaha, dan 80% mengadopsi teknologi tepat guna dalam proses produksi dan pengemasan. Selain itu, terbentuk satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan 15 pelaku UMKM aktif, serta 56% peserta mengalami peningkatan penjualan sebesar 10–25% pada tahap awal pascaprogram. Program ini terbukti efektif dalam mendorong transformasi UMKM dari usaha berorientasi survival menuju usaha yang lebih terencana, inovatif, dan berdaya saing. Keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan lanjutan, penguatan kelembagaan, serta perluasan jejaring pemasaran berbasis potensi lokal.Kata kunci: Mindset Kewirausahaan; UMKM Desa; Teknologi Tepat Guna; Pendampingan Usaha; Pemberdayaan Masyarakat. ABSTRACTThis community service program aims to enhance the entrepreneurial mindset, managerial skills, and technological utilization capacity of MSME actors in Permata Baru Village, Ogan Ilir Regency. The activity was conducted on October 23, 2025, involving 25 MSME participants through a participatory approach based on training, mentoring, and the application of appropriate technology. The implementation method consisted of several stages, including socialization, training on entrepreneurial mindset and business management, application of production technology and digital marketing, as well as continuous mentoring and evaluation. Program evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments, observations, and interviews employing a Likert-scale questionnaire. The results indicate that 84% of participants experienced an improvement in entrepreneurial mindset understanding, 100% were able to implement simple financial record-keeping, 72% began developing business plans, and 80% adopted appropriate technology in production and packaging processes. In addition, one Joint Business Group (KUB) involving 15 active MSME actors was established, and 56% of participants experienced an increase in sales ranging from 10–25% in the initial post-program period. The program proved effective in transforming MSMEs from survival-oriented businesses into more planned, innovative, and competitive enterprises. Program sustainability should be supported through structured follow-up mentoring, institutional strengthening, and the expansion of marketing networks based on local potential.Keywords: Entrepreneurial Mindset; Rural MSMEs; Appropriate Technology; Business Mentoring; Community Empowerment.
Pengaruh Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans) dan Kandungan Hara NPK pada Pupuk Organik Ampas Kopi dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Widya Analisa; Febrina Nur Annisa; Dora Palupi; Selvia Wulan Hajijah
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 16 No. 2 (2026): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol16No2.pp230-240

Abstract

This study aims to determine the effect of coffee grounds compost on the growth of water spinach (Ipomoea reptans), evaluated through plant height, leaf number, fresh weight, dry weight, and changes in soil and compost pH. Four treatments were applied: no fertilizer (K0), NPK fertilizer (K1), 100% coffee grounds compost (K2), and a combination of coffee grounds compost + NPK (K3). The results showed that coffee grounds compost significantly affected plant height in the third and fourth weeks but did not significantly affect leaf number. Treatment K2 produced the highest plant height, fresh weight, and dry weight, indicating the effectiveness of coffee grounds compost in supplying nutrients. Soil pH increased from acidic to near neutral after four weeks of compost application, while compost pH rose during decomposition, indicating compost maturity. Chemical analysis revealed NPK contents of 1.20% nitrogen, 0.13% phosphorus, and 0.38% potassium. Overall, coffee grounds compost demonstrates strong potential as an environmentally friendly organic fertilizer capable of improving plant growth and soil quality.