Resti Yulastri
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model Pembelajaran PAI Berbasis Multikultural untuk Meningkatkan Sikap Toleransi siswa Muhammad Ikbal; Irhamullah; Musthafa Rahman; Indra Rhammadhanny; Resti Yulastri
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.873

Abstract

Penelitian ini membahas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural dalam meningkatkan sikap toleransi siswa. Keberagaman masyarakat Indonesia memerlukan pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan dampak pembelajaran PAI berbasis multikultural terhadap sikap toleransi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah buku, jurnal, dan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis multikultural menekankan nilai inklusivitas, moderasi, kerja sama, dan penghormatan terhadap keberagaman melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model ini membantu siswa mengembangkan empati, kesadaran sosial, dan hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah. Guru juga berperan penting dalam menanamkan sikap toleransi melalui pembelajaran kontekstual dan budaya sekolah yang inklusif. Kesimpulannya, pembelajaran PAI berbasis multikultural berkontribusi dalam membentuk siswa yang toleran dan moderat di masyarakat multikultural.
Internalisasi Nilai Multikultural Dalam Membentuk Identitas Sosial Siswa Di Lingkungan Sekolah Heterogen Resti Yulastri; Khairil Hidayat; Tyeva Agil Nadiansyah; Yogi Arrohman; Alif Akmal Al Irsyad
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam membentuk identitas sosial siswa di lingkungan sekolah heterogen. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penanaman nilai toleransi, saling menghargai, dan sikap inklusif di tengah keberagaman latar belakang budaya, agama, dan sosial siswa. Namun, masih ditemukan adanya stereotip, prasangka, serta rendahnya kesadaran multikultural di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa di sekolah dengan latar belakang heterogen. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai multikultural dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas, budaya sekolah, serta interaksi sosial antar siswa. Nilai-nilai yang dikembangkan meliputi toleransi, saling menghormati, dan kerja sama. Peran guru sangat penting sebagai fasilitator dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Internalisasi nilai multikultural terbukti berkontribusi dalam membentuk identitas sosial siswa yang lebih inklusif, terbuka, dan mampu berinteraksi secara harmonis dalam lingkungan yang beragam. Dengan demikian, pendidikan multikultural memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan identitas sosial siswa di sekolah heterogen.
Peran Pendidikan Islam Dalam Menanamkan Sikap Multikultural Pada Generasi Muda Resti Yulastri; Mutia Mutia; Putri Azani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran pendidikan Islam dalam menanamkan sikap multikultural pada generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan meningkatnya keberagaman sosial-budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi pendidikan Islam dalam membentuk sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap berbagai literatur, ayat Al-Qur’an, hadis, serta kajian ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam dan multikulturalisme. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda yang inklusif melalui internalisasi nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin, pendidikan akhlak, serta pembiasaan sikap saling menghormati dalam keberagaman. Selain itu, integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat memperkuat sikap moderat dan mencegah munculnya sikap intoleran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter multikultural yang harmonis dan damai di kalangan generasi muda.
Akhlak Remaja Masa Kini: Antara Media Sosial, Self-Branding, dan Keteladanan Nabi Arina Manasikana; Mutiara Nabila; Zulista Sukma; Resti Yulastri
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i2.38

Abstract

This article aims to analyze the dynamics of today's youth morality, which is influenced by the intensity of social media, self-branding practices, and the weakening of internalized prophetic values in everyday life. This study also examines the role of family, school, and society in building an adaptive digital morality development ecosystem that can respond to the challenges of the modern era. The research method employed is library research, utilizing a descriptive-analytical approach. Data were obtained from books, national and international journals, and scientific articles relevant to the themes of adolescent morality, digital literacy, and values education in Islam. The analysis was conducted by examining the patterns, trends, and theoretical concepts that emerged from various sources. The results of the study show that social media has a significant influence on adolescent behavior and identity construction, especially through the culture of self-branding that encourages self-image orientation. The lack of prophetic role models strengthens adolescents' vulnerability to moral disorientation. The integration of digital literacy, understanding of adolescent psychology, and Islamic values is are important strategy in digital ethics development. Additionally, the synergy between family, school, and community has proven to be a key factor in creating an environment that supports the development of an adolescent character that is responsible and aligned with Islamic values. These findings emphasize that character building based on the era in   Keywords: youth ethics, social media, self-branding, prophetic values, digital literacy
EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TENGAH DINAMIKA PLURALISME MODERN Resti Yulastri; Sitti Hawa; Dian Rofi Anisa; Nadia Ismawati; Naila Azkiyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15113

Abstract

Islamic Religious Education has an important role in shaping students’ character and moral values amid modern pluralistic society. Modern pluralism influences social life and requires attitudes of tolerance and mutual respect among individuals. This article discusses the concept of Islamic Religious Education in modern life, the influence of pluralism, the role of Islamic Religious Education in instilling tolerance values, and the challenges of maintaining its existence in the modern era. The method used is a literature study. The results show that Islamic Religious Education plays a role in developing moderate, tolerant, and noble character. Therefore, learning innovation and strengthening religious values are needed to keep Islamic Religious Education relevant to the development of the times.