Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Particle Swarm Optimization Algorithm Based Optimization of Steam Turbine Generator and Gas Turbine Generator at Pt. Sriwidjaja Fertilizer Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian; Azizul Muttaqin; Israa Al_barazanchi; Irfan Ahmad
Journal of Telecommunication Control and Intelligent System Vol. 1 No. 3 (2021): Monograph Book of Intellegent System
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59247/jtcis.v1i3.34

Abstract

Electricity needs at PT. PUSRI is currently generated by four main generating units in the form of a Gas Turbine Generator (GTG). The three power plants are PUSRI-II (2006-J), PUSRI-III (3006-J), PUSRI-IV (4006-J) each with a capacity of 21.588kVA. PUSRI-IB (5006-J) with a capacity of 26.65kVA. Each unit is operated in parallel via a 13.8 kV syncronizing bus. However, for reasons of generator efficiency at PT. PUSRI with gas costs that are quite expensive will gradually be replaced by a Steam Turbine Generator – Coal (STG-BB) generator. The contribution of this paper uses the Particle Swarm Optimization (PSO) algorithm to find the optimum output (MW) from each generating unit. The results of the PSO calculation provide a better solution performance compared to the real system with the same generated power variation, namely 34.25 (MW) to 37.63 (MW). The cost savings obtained from the comparison between the PSO method and the real output of the system is Rp. 5,180.509 at load 34.25 (MW) and Rp. 6,416.864 at 37.63(MW) load.
KOMPARASI PENGGUNAAN INSTALASI KABEL NETRAL DARI PLN DAN DARI BUMI LANGSUNG PADA BEBAN LISTRIK 300 WATT taufik taufik
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3070

Abstract

Pemakaian energi listrik terutama dalam pengukuran yang teliti dan akurat terhadap besaran-besaran listrik merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mendukung operasi-operasi pekerjaan yang dilakukan oleh petugas suatu sistem tenaga listrik. Diantara sekian banyak alat ukur listrik salah satunya adalah kWh meter yang merupakan salah satu alat ukur listrik yang terpenting pada suatu sistem  tenaga listrik, karena kWh meter digunakan sebagai alat ukur untuk  transaksi daya listrik. Agar produsen maupun konsumen tidak dirugikan dalam pemakaian energi listrik, maka kWh meter pada masyarakat maupun industri memegang peranan sangat penting untuk mencatat berapa banyak jumlah energi listrik terpakai dalam per bulan. Prinsip kerja kWh meter berdasarkan induksi yang ditimbulkan oleh suatu medan listrik. Penelitian ini membahas penggunaan kabel netral dari PLN dan dari bumi langsung pada beban listrik 300 Watt. Data penggunaan kabel netral dari PLN dan dari bumi langsung masing-masing diambil per hari pada jam yang sama atau mendekati jam yang sama selama satu bulan. Data diambil melalui eksperimental di Laboratorium Teknik Instalasi Tenaga Listrik Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Data diambil masing-masing di kWh Meter yang telah dibandingkan dan dianalisa. 
Analisis Kedip Tegangan Akibat Gangguan Hubung Singkat pada Sistem Jaringan Distribusi 20 KV di Penyulang Kenari Gardu Induk Seduduk Putih Asri Indah Lestari; Taufik Barlian; Wiwin A Oktaviani
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v13n1.2092

Abstract

Intisari — Kestabilan ditunjukkan oleh lama terjadinya kedip tegangan, lamanya kedip tegangan menunjukkan tingkat kestabilan tegangan pada sistem tenaga listrik. Salah satu parameter yang menunjukkan kualitas sistem tenaga listrik adalah tegangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi besaran dan lokasi dimana arus gangguan hubung singkat terbesar dan menghitung besaran kedip tegangan di Penyulang Kenari. Kedip tegangan dihitung berdasarkan panjang penyulang yang mengalami gangguan, titik gangguan, impedansi sumber, reaktansi urutan transformator, impedansi urutan penyulang dan ekivalen jaringan, arus gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah, 2 fasa, 3 fasa, tegangan urutan setiap jenis gangguan. Hasil dari perhitungan menunjukkan arus gangguan hubung singkat terbesar untuk setiap jenis gangguan pada panjang total saluran 8,7 km dan 2,89 km berada di titik gangguan 20 persen dari panjang total saluran, sedangkan kedip tegangan terbesar pada panjang total saluran 8,7 km untuk 1 fasa ke tanah dan 3 fasa berada di titik gangguan 100 persen, 2 fasa berada di titik gangguan 80 persen, dan pada panjang total saluran 2,89 untuk 1 fasa ke tanah berada di titik gangguan 80 persen, 2 fasa dan 3 fasa di titik gangguan 100 persen.Kata kunci — Kedip Tegangan, Gangguan Hubung Singkat, Penyulang Kenari.
Analisis Drop Tegangan Untuk Menilai Tingkat Kehandalan Saat Manuver Jaringan Pada Penyulang Kikim dan Parkit P.T. PLN Area Palembang Wiwin A. Oktaviani; Dwisantiya Ganta Saputri; Taufik Barlian
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v13n3.2128

Abstract

Abstrak Sistem distribusi merupakan salah satu komponen dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan energi listrik ke beban. Salah satu penyebab yang mengakibatkan terputusnya pasokan listrik ke beban adalah drop tegangan yang melebihi toleransi. Besarnya nilai drop tegangan dapat menunjukkan tingkat kehandalan sistem distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis drop tegangan pada tiga kondisi, normal-terganggu dan saatmanuver jaringan pada penyulang Kikim dan Penyulang Parkit. Kedua penyulang ini bertemu di satu Load Break Switch (LBS). Sistem disimulasikan dengan ETAP Power Station 12.6 untuk memudahkan analisanya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat kehandalan Penyulang Kikim lebih rendah dibandingkan Penyulang Parkit, dimana nilai drop tegangan Penyulang Kikim di saat normal 0,36 persen, saat terganggu sebesar 6,16 persendan saat menrima manuver beban dari Penyulang Parkit sebesar 0,38 persen. Sedangkan pada Penyulang Parkit dimana drop tegangan saat normal sebesar 0,09 persen, saat terganggu sebesar 0,38 persen dan saat menrima manuver beban dari Penyulang Kikim sebesar 0,26 persen. Drop tegangan kedua penyulang saat menerimamanuver beban masih berada dalam batas toleransi 5 persen. Kata kunci Drop Tegangan, Penyulang Kikim, Penyulang Parkit, Manuver.
Studi Awal Karakteristik Tegangan Ouput Generator Magnet Permanen dan Generator DC pada Turbin Kubah Masjid Putar Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian; Yosi Apriani
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v14n2.2149

Abstract

Intisari Setiap yang berputar memiliki potensi energi kinetik, tidak terkecuali putaran kubah masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan kubah putar masjid sebagai penghasil energi listrik skala kecil. Generator yang diuji cobakan adalah generator magnet permanen dan generator DC yang dirangkaikan dengan turbin kubah putar. Pengujian dilakukan di dua lokasi, di Jembatan Musi 2 Palembang dan di perairan Sungsang Kabupaten Banyuasin untuk mengukur besaran tegangan dan arus output yang dihasilkan pada berbagai kecepatan angin menggunakan multimeter dan anemometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan yang dihasilkan oleh putaran kubah masjid menggunakan generator magnet permanen mampu mencapai 14,21 V pada kecepatan angin 3,8 m/det dibandingkan dengan generator DC yang hanya mencapai 3 V pada kecepatan angin 8 m/det. Jika ditinjau dari besaran arus, generator magnet permanen menghasilkan arus konstan sebesar 0,3 A sedangkan pada generator DC arus yang dihasilkan tidak terukur karena nilainya yang amat kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa kubah putar masjid dapat dijadikan sebagai turbin angin pada daerah yang memiliki kecepatan angin rendah. Kata kunci kubah masjid putar,generator magnet permanen,generatorDC, turbin angin kecepatan rendah Abstract - Every spinning has kinetic energy potential; the mosque dome is no exception. This study aims to determine the potential use of the mosque's turning dome as a producer of small-scale electrical energy. Two types of the generator were tested, which were permanent magnet generator and DC generator, which were coupled with a rotary dome turbine. The test was carried out at two locations, at Palembang Musi 2 Bridge and in the waters of Sungsang, Banyuasin Regency, to measure the amount of voltage and output current generated at various wind speeds using a multimeter and anemometer. The results showed that the voltage generated by the mosque's dome rotation using a permanent magnet generator was able to reach 14.21 V at wind speeds of 3.8 m / sec compared to DC generators, which only reached 3 V at 8 m / s wind speed. When viewed from the amount of current, permanent magnet generators produce a constant current of 0.3 A while in DC generators, the current generated is not measurable because the value is minimal. This research shows that the mosque's rotary dome can be used as a wind turbine in areas that have low wind speeds. Keywords rotary mosque domes, permanent magnet generators, generator DC, low speed wind turbines
Variasi Nilai Tegangan Percik Arrester Akibat Pengaruh Kapasitas Trafo Daya dan Jarak Arrester Wiwin A Oktaviani; Rahmat Septiaji; Barlian Taufik
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v16n2.2235

Abstract

The ability of each substation to withstand lightning and overvoltage affects the power distribution of the power system. In order to make the best operation of the substations, it is necessary to install Arresters which are used to protect the transformers in each substation from overvoltage caused by lightning surges. In this study, the effect of capacity on the placement distance of the arrester is discussed with 30 MVA and 60 MVA transformers. The purpose of this study was to determine the effect of the power transformer capacity of the four substations on the value of the arrester spark voltage and to obtain the optimal arrester installation technique at each substation using the Lagrange optimization method. Lagrange optimization method is used to determine the optimal distance between the arrester and the power transformer. The calculation results show that in a transformer with a capacity of 60 MVA, the Arrester spark voltage occurs at t = 20 microseconds with a voltage drop of 390.49 kV. Meanwhile, in a transformer with a capacity of 30 MVA, the Arrester spark time is at t = 13.9 microseconds with a voltage drop of 266.3 kV. This shows the capacity of the transformer that affects the magnitude of the Arrester's spark voltage and the spark time. Thus, the smaller the transformer capacity, the smaller the arrester spark time with the large voltage drop
Rancang Bangun Program Untuk Menggambarkan Kurva Lup Terbuka Pada Suatu Proses Industri Cekdin, Cekmas; Ardianto, Feby; Barlian, Taufik; Sofijan, Armin
JURNAL SURYA ENERGY Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v7i1.4563

Abstract

Identifikasi kurva lup terbuka pada suatu proses industri sangatlah diperlukan. Identifikasi melalui suatu analisa grafik pemetaan untuk mendapatkan parameter-parameter pengendali PID. Parameter-parameter pengendali PID diperlukan untuk mengadaptasi perubahan parameter proses yang terjadi, dan sekaligus melakukan penalaan kembali perameter pengendali secara otomatis. Dalam tulisan ini akan dirancang bangun program untuk menggambarkan kurva lup terbuka pada suatu proses industri. Dari kurva lup terbuka pada suatu proses industri dapat diidentifikasi dan dapat digunakan untuk penelitian selantutnya. Identifikasi dapat dilakukan dengan model :  tangent, tangent plus titik, C.L Smith, Broida, dan Strejc
Pengaruh Kontingensi Saluran (N-1) pada Tegangan Bus Sistem 70 kV Palembang Barlian, Taufik; Oktaviani, Wiwin Arnoldo; Apriani, Yosi
JURNAL SURYA ENERGY Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v7i1.5535

Abstract

Kemungkinan kejadian yang diakibatkan kegagalan satu atau lebih komponen jaringan seperti keluarnya satu saluran dari sistem disebut dengan kontingensi saluran (N-1). Keluarnya salah satu saluran transmisi dari sistem tenaga listrik baik yang disebabkan oleh gangguan atau pemeliharaan dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam sistem seperti naik atau turunnya tegangan yang diluar batas standar dan pembebanan lebih pada saluran. Keaman suatu sistem tenaga apabila salah satu saluranya keluar dari sistem dapat ditinjau dengan analisa kontingensi saluran.Dalam simulasi ini konfigurasi jaringan transmisi disesuaikan dengan sejumlah skema kontingensi saluran N-1 yang telah ditetapkan.  Ada 3 skema kontingensi yang disajikan dari 10 skema yang telah ditetapkan, yaitu satu skema operasi normal dan dua skema kontingensi yang menyebabkan sistem dalam kondisi tidak aman untuk beroperasi. Simulasi ini bertujuan untuk meninjau perubahan profil tegangan setiap bus baik dalam keadaan normal maupun dalam  kondisi kontingensi.Hasil simulasi aliran daya untuk skema operasi 0 (kondisi Normal) memperlihatkan bahwa profil tegangan setiap bus masih dalam kondisi aman. Dimana peningkatan tegangan yang tertinggi pada bus 8 dengan besar tegangan 70,90 kV atau 1.3% lebih tinggi dari tegangan nominal 70 kV. Sedangkan penurunan tegangan yang terendah pada bus 7 dengan nilai tegangan 67,32 kV atau 3,83% lebih rendah dari tegangan nominal.Dari 10 skema simulasi kontingensi saluran yang dilakukan ada dua skema yang tidak aman untuk opersi sistem yaitu skema 6 dan skema 2 berdasarkan urutan. Sedangkan 8 skema lainya relatif aman untuk opersi sistem karena peningkatan dan penurunan tegangan tidak melampaui nilai deviasi dari tengangan nominal (berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor : 03 Tahun 2007 : CC 2.1).
Uji Kerja Alat Pengering Makanan Berbasis Sumber Energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hurairah, Muhammad; Yujian, Saldes; Eliza, Eliza; Barlian, Taufik
JURNAL SURYA ENERGY Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v7i2.5842

Abstract

Indonesia merupakan negara yang banyak menanam tanaman dan memiliki banyak lahan yang dapat digunakan untuk bekerja oleh daerah sekitarnya. Tujuan dari sistem pengeringan adalah untuk menghilangkan air dari produk hortikultura sehingga kadar airnya dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Ada dua pendekatan yang berbeda untuk pengeringan, yaitu pengeringan biasa dan pengeringan palsu. Salah satu sumber energi yang paling menjanjikan dari sumber daya berkelanjutan lainnya adalah energi berbasis sinar matahari, yang telah digunakan di masa lalu. Pembuatan serta pengujian alat pengering makanan ini bertujuan petani agar mudah untuk melakukan proses pengeringan sehingga hasil dari pertanian tersebut dapat disimpan lebih lama. Secara keseluruhan alat pengering makanan terdiri dari panel surya, inverter, baterai, solar charger controller, dan thermostat. Serta proses pengujian berfokus pada daya keluaran panel dan proses pengosongan baterai dengan menggunakan beban konstan. Perangkat ini diuji selama tujuh jam untuk mengetahui tegangan dan arus beban. Baterai dilepaskan (dikosongkan) selama dua jam dengan beban normal sebesar 120,92 watt, dengan tegangan awal baterai 12,17 Volt pada pukul 08.00 turun menjadi 11,68 Volt pada pukul 10.00, yang menunjukkan bahwa baterai masih berfungsi normal.
KOMPARASI PENGGUNAAN INSTALASI KABEL NETRAL DARI PLN DAN DARI BUMI LANGSUNG PADA BEBAN LISTRIK 300 WATT taufik taufik
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3070

Abstract

Pemakaian energi listrik terutama dalam pengukuran yang teliti dan akurat terhadap besaran-besaran listrik merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mendukung operasi-operasi pekerjaan yang dilakukan oleh petugas suatu sistem tenaga listrik. Diantara sekian banyak alat ukur listrik salah satunya adalah kWh meter yang merupakan salah satu alat ukur listrik yang terpenting pada suatu sistem  tenaga listrik, karena kWh meter digunakan sebagai alat ukur untuk  transaksi daya listrik. Agar produsen maupun konsumen tidak dirugikan dalam pemakaian energi listrik, maka kWh meter pada masyarakat maupun industri memegang peranan sangat penting untuk mencatat berapa banyak jumlah energi listrik terpakai dalam per bulan. Prinsip kerja kWh meter berdasarkan induksi yang ditimbulkan oleh suatu medan listrik. Penelitian ini membahas penggunaan kabel netral dari PLN dan dari bumi langsung pada beban listrik 300 Watt. Data penggunaan kabel netral dari PLN dan dari bumi langsung masing-masing diambil per hari pada jam yang sama atau mendekati jam yang sama selama satu bulan. Data diambil melalui eksperimental di Laboratorium Teknik Instalasi Tenaga Listrik Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Data diambil masing-masing di kWh Meter yang telah dibandingkan dan dianalisa.