Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHAP PEMBIASAAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA MURID Hasni Rachman; Yulius Mataputun; Robert Masreng; Ewendi W. Mangolo; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11666

Abstract

The low reading activity index and the high challenge of equalizing organic literacy culture in urban Papua are the background to this research. This problem triggers the importance of optimizing character development to protect students from exposure to urban digital media distractions. The focus of this research is to analyze the implementation of the School Literacy Movement (GLS) in the habituation stage in fostering students' reading interest at SD Negeri Inpres Dok IX, Jayapura City. A qualitative, descriptive method approach was applied, where data were collected through participatory observation techniques, in-depth interviews with eleven key informants, and reinforced by documentation studies. Data analysis was conducted interactively using a cycle of reduction, data presentation, and triangulation-based verification. The research findings indicate that the 15-minute reading activity every morning has been effectively institutionalized as a routine to foster students' mental readiness to learn. The transformation of physical space through optimizing classroom reading corners and corridors as text-rich environments has been proven to provide intensive visual stimulation for the school ecosystem. The main conclusion confirms that strengthening sustainable literacy management based on local Papuan sociocultural wisdom has significantly succeeded in increasing students' self-confidence and expanding their vocabulary mastery. School management is recommended to implement a dynamic book rotation system across classes to prevent lifelong reader boredom. ABSTRAK Rendahnya indeks aktivitas membaca serta tingginya tantangan pemerataan budaya literasi organik di wilayah perkotaan Papua melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu pentingnya optimalisasi penumbuhan budi pekerti guna membentengi peserta didik dari paparan distraksi media digital urban. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tahap pembiasaan dalam menumbuhkan minat membaca murid di SD Negeri Inpres Dok IX Kota Jayapura. Pendekatan kualitatif metode deskriptif diterapkan, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap sebelas informan kunci, serta diperkuat studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan siklus reduksi, penyajian data, dan verifikasi berbasis triangulasi. Temuan riset menunjukkan bahwa aktivitas membaca 15 menit setiap pagi telah terlembaga secara efektif sebagai rutinitas penumbuh kesiapan mental belajar siswa. Transformasi ruang fisik melalui optimalisasi pojok baca kelas dan koridor sebagai lingkungan kaya teks terbukti memberikan stimulasi visual yang intensif bagi ekosistem sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan manajemen literasi berkelanjutan berbasis kearifan sosiokultural lokal Papua secara signifikan sukses meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas penguasaan kosakata murid. Manajemen sekolah direkomendasikan menerapkan sistem rotasi buku yang dinamis lintas kelas guna mencegah kejenuhan pembaca sepanjang hayat.    
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN KEMITRAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DU/DI) UNTUK PENINGKATAN MUTU PRAKERIN BERBASIS PEMBELAJARAN BERMAKNA Monika Simon Kendek; Yulius Mataputun; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan; Monika Gultom; Kusdianto Kusdianto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11747

Abstract

The phenomenon of skills mismatch that triggers high rates of educational decline and sociocultural challenges in the Central Papua region is the background of this research. This problem requires innovative managerial intervention from school leaders to optimize the implementation of work practices. The focus of this research is to analyze the leadership strategy of the principal in the partnership between the Business World and the World of Industry (DU/DI) to improve the quality of Industrial Work Practice (Prakerin) based on Meaningful Learning at SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. The steps of this qualitative descriptive research with a case study design were designed through the stages of field exploration, original data collection, and analysis of the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Primary data sources include in-depth interviews with 12 key informants as well as participatory observation and formal documentation studies. The findings indicate that the principal integrates the Adaptive Contextual Leadership model with the Link and Match policy through the alignment of the tourism curriculum, the use of a physical objective assessment format by industry mentors, and the consistent implementation of organizer advancement. The main conclusion emphasizes that this adaptive-contextual leadership strategy that focuses on strengthening intellectual, emotional, and spiritual character has proven to be very effective in transforming the quality of Prakerin, boosting knowledge retention, and building a sustainable reputation and trust in the industry. ABSTRAK Fenomena skills mismatch yang memicu tingginya angka pengangguran lulusan vokasi serta tantangan sosiokultural di wilayah Papua Tengah melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya intervensi manajerial yang inovatif dari figur pimpinan sekolah guna mengoptimalkan pelaksanaan praktik kerja. Fokus penelitian ini adalah menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam penguatan kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) untuk meningkatkan mutu Praktik Kerja Industri (Prakerin) berbasis Pembelajaran Bermakna di SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. Langkah-langkah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus ini dirancang melalui tahapan eksplorasi lapangan, pengumpulan data orisinal, serta analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer melibatkan wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci beserta observasi partisipatif dan studi dokumentasi formal. Hasil temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah mengintegrasikan model Adaptive Contextual Leadership dengan kebijakan Link and Match melalui penyelarasan kurikulum pariwisata, pemanfaatan format penilaian fisik objektif oleh mentor industri, serta penerapan advance organizer secara konsisten. Simpulan utama menegaskan bahwa strategi kepemimpinan adaptif-kontekstual yang berfokus pada penguatan karakter intelektual, emosional, dan spiritual ini terbukti sangat efektif mentransformasi mutu Prakerin, mendongkrak retensi pengetahuan, serta membangun reputasi dan kepercayaan industri berkelanjutan.    
PENGUATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS PESERTA DIDIK SMA MELALUI BIMBINGAN PRAKTIKUM PADA MATERI TERMOKIMIA DAN PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN Albaiti Albaiti; Agnes Aryesam; Clara Esterlina Kwamtagai; Celine Dion Ayu Naema Sawaki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v9i1.10288

Abstract

Keterampilan generik sains merupakan kemampuan berpikir kritis dan analitis, berkontribusi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang diperlukan di era abad 21. Salah satu SMA YPK di Kabupaten Jayapura memiliki tantangan tersendiri dalam mewujudkan tujuan ini karena keterbatasan fasilitas laboratorium dan rendahnya pengalaman peserta didik dalam melaksanakan kegiatan praktikum. Materi termokimia dan pemahaman tentang penurunan titik beku larutan merupakan aspek penting dalam pelajaran kimia yang mengintegrasikan pemahaman konseptual dengan keterampilan praktis. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah penguatan keterampilan generik sains peserta didik melalui kegiatan praktikum terstruktur pada materi termokimia dan penurunan titik beku larutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi (1) Praktikum terstruktur tentang Termokimia dan Penurunan Titik Beku Larutan menggunakan pendekatan demonstrasi, eksperimen kelompok, dan diskusi hasil eksperimen. (2) Pendampingan langsung dan evaluasi kegiatan praktikum untuk memastikan penguasaan keterampilan generik sains peserta didik. Bimbingan praktikum berbasis keterampilan generik sains mengembangkan kemampuan pengamatan, penalaran kausal, bahasa simbolik, dan pemodelan matematis peserta didik. Berdasarkan hasil penilaian keterampilan generik sains peserta didik maka kegiatan ini dikatakan berhasil karena telah memenuhi kriteria minimal dari indikator keberhasilan yaitu minimal 50% peserta didik memperoleh kriteria penilaian baik.Kata Kunci: Keterampilan generik sains, praktikum, termokimia, penurunan titik beku larutan.