Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Kenaikan Temperatur terhadap Kegagalan Produk pada Mesin Filling Saputra, Rio Adi; Sugeng, Margono
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan temperatur terhadap tingkat kegagalan produk pada mesin filling kemasan sachet bubuk, dengan fokus khusus pada kerusakan sealing seperti seal break dan seal crack. Mesin filling memiliki peran penting dalam proses produksi, terutama pada tahap sealing yang sangat sensitif terhadap fluktuasi suhu. Ketidakkonsistenan suhu pada sealing jaws menyebabkan penyegelan yang tidak sempurna, yang berdampak langsung pada mutu produk dan efisiensi produksi. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental melalui dua tahapan: sebelum dan sesudah perbaikan sistem termal, yakni dengan pemasangan kain teflon tahan panas pada sealing jaws. Data dikumpulkan melalui pengukuran suhu kerja sealing jaws, jumlah produk gagal, dan efisiensi waktu produksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebelum perbaikan, laju perpindahan panas mencapai 323,4 Watt dengan jumlah produk gagal yang tinggi. Setelah pelapisan teflon, energi panas turun menjadi 270 Watt karena adanya tambahan isolasi, yang menghasilkan distribusi suhu lebih stabil dan penurunan signifikan pada kegagalan produk. Selain itu, waktu pemanasan mesin meningkat efisien dari 10 menit menjadi 9,5 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengendalian suhu pada mesin filling sangat penting untuk menurunkan kerusakan kemasan. Pemasangan kain teflon terbukti efektif dalam menstabilkan distribusi panas, meningkatkan kekuatan sealing, dan menekan tingkat kegagalan produk hingga di bawah batas ambang industri (<5%). Penelitian ini mendukung penerapan prinsip perpindahan panas konduksi dan teori material termal sebagai pendekatan sistematis dalam peningkatan kinerja sistem mekanik mesin filling.
ANALISIS KEGAGALAN DREDGING SYSTEM PADA OUTLET COAL BUNKER DI PLTU INDRAMAYU Komarudin; Kabdiyono, Era Agita; Sugeng, Margono
Jurnal Tera Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Tera (Maret 2021)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.482 KB)

Abstract

Batubara berkalori rendah yang di ijinkan di PLTU Wilayah Indramayu. Untuk menjaga kontinuitas penyediaan batubara sebelum dibakar di atas boiler, batubara disimpan di gudang batubara. Dalam kenyataanya, seringkali terjadi gangguan pada gudang batubara yang biasa disebut dengan penyumbatan batubara. Penyumbatan batubara sering terjadi pada musim penghujan yang mana batubara dalam kondisi basah. Gudang batu bara yang telah dilengkapi dengan sistem pengerukan digunakan untuk mengatasi penyumbatan batubara, namun karena karakteristik batubara basah tersebut membuat pengerukan tidak dapat memecahkan batubara, walaupun pengoperasian pengerukan berjalan normal. Pompa hidrolik memberikan sebuah tekanan pada pengerukan, sehingga pengerukan memiliki gaya yang bekerja di sepanjang area kerjanya. Dengan menggunakan metode diagram “5-Why”, perhitungan pada luas area kerja dan gaya pengerukan, kita akan mengetahui permasalahan sistem pengerukan yang belum dapat dioperasikan secara maksimal. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan, didapatkan luas are pekerjaan dan gaya pengerukan yang kurang maksimal, sehingga menyebabkan pengerukan tidak mampu memutus penyumbatan batubara. Selanjutnya, modifikasi pengerukan dilakukan dengan mengubah sudut sudu 90o (sama dengan ketinggian dinding gudang batubara) menjadi 30o dan menambahkan 10 bilah yang dipasang pada sumbu tengah dengan model zig-zag. Modifikasi pengerukan ini membuat luas pekerjaan pengerukan bertambah dari 3 m2 menjadi 4,2 m2 dan gaya pengerukan dari 24,106 N menjadi 33,6.106 N. Dengan penambahan luas pengerukan dan gaya pengerukan, masalah penyumbatan batubara pada gudang batubara tidak terjadi lagi.
PENGARUH TWICE TEMPER DAN VARIASI TEMPERATUR NITRIDASI TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA PERKAKAS Sugeng, Margono; Fato, Adri; Ardi Alfatah, Kholif
Jurnal Tera Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Tera (September 2021)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.615 KB)

Abstract

Baja SKD 11 dengan proses pengerasan permukaan adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekerasan pada permukaan benda kerja dan dapat meningkatkan umur pakai sehingga menekan biaya produksi. Efek terjadinya perubahan dimensi akibat pengerasan permukaan pada benda kerja menjadi fokus penelitian ini untuk mendapatkan siklus baru yang optimum. Benda uji yaitu baja perkakas SKD11 mendapatkan proses perlakuan panas pada temperatur austenisasi 10300C, dengan pendinginan, udara, lalu dilakukan 2 kali proses temper pada temperatur 5000C, dilanjutkan dengan melakukan nitridasi pada temperatur 5300C dan 5600C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siklus perlakuan panas pada baja perkakas SKD11 dengan temperatur nitridasi 5300 ccenderung tidak terjadi perubahan dimensi
ANALISIS PERBEDAAN LAJU KOROSI HASIL PENGUJIAN WEIGHT LOSS DAN POLARISASI PADA PIPA DENGAN PENGUJIAN KOROSI STANDAR ASTM G59 DAN ASTM G31 Sugeng, Margono; Maulana Ismail, Fajar; Purbo Utomo, Januar
Jurnal Tera Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Tera (Maret 2022)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.245 KB)

Abstract

Dalam pengaplikasian pipa distribusi uap tidak selalu baik, sering terjadi kerusakan pada pipa yang dapat diindikasikan kerusakan disebabkan oleh korosi. Terkait dengan itu, tema korosi untuk dianalisis menggunakan material pipa API 5L Grade B. Hasil dari pengujian weight loss dengan luas permukaan terendam adalah 196 cm2 laju korosi yang terjadi adalah 1,30783 dan sisa umur pipa ± 2 tahun, hasil pengujian polarisasi Cyclic potentiodynamics dengan luas permukaan 1 cm2 menghasilkan laju korosi 0,031982 mmpy dan sisa umur ± 158 tahun. Jenis korosi yang terjadi akibat pengujian berdasarkan pengamatan visual adalah korosi pitting
Optimasi Proses Pengecoran Aluminium pada Produksi Komponen Produk Cor untuk Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Rokhim, Nur; Sugeng, Margono
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 7 No 1 (2025): Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v7i1.1954

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi suhu penuangan terhadap kualitas pengecoran paduan aluminium ingot AC4A dengan metode cetakan pasir CO₂. Suhu penuangan yang diuji adalah 650°C dan 664°C, dengan parameter yield dan mikrostruktur produk cor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu penuangan berdampak positif terhadap kualitas hasil cor. Kekerasan Vickers meningkat sebesar 9,26%, dari 54,73 HV pada suhu 650°C menjadi 59,8 HV pada 664°C. Yield juga meningkat dari 10,62% menjadi 10,92%, yang menunjukkan efisiensi material yang lebih baik. Analisis mikrostruktur pada pembesaran 100x menunjukkan bahwa pengecoran pada suhu 664°C menghasilkan struktur dendritik α-Al yang lebih halus, distribusi fasa eutektik Si yang lebih merata, serta porositas yang lebih rendah. Suhu penuangan 664°C direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk mencapai kualitas mekanis dan efisiensi produksi yang lebih baik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut proses pengecoran aluminium dalam skala laboratorium maupun pendidikan teknik.
Mechanical Vibration Test Equipment Design Laboratory Capacity for Automotive Industry Firmansyah, Ricky; Sugeng, Margono
Journal of Batteries for Renewable Energy and Electric Vehicles Vol. 1 No. 02 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : NBRI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59046/jbrev.v1i02.16

Abstract

Vibration monitoring can also be used to find vibration levels caused by misaligned shafts and unbalanced masses, shaft misalignment of which is the root of vibration. In the UNDIRA Mechanical Engineering laboratory there is no mechanical vibration test equipment. In making the table frame and shaft, of course, it must be calculated accurately. Here the Solidworks 2017 application is used to make it easier to analyze the strength of the table frame and shaft. In simulating the strength of the Solidworks 2017 table frame and shaft, the types of materials used are Galvanized Steel and AISI 1018 and loading is carried out on the frame with a load of 7.85 N on the table frame and 2.61 N on the shaft. The simulated results obtained a stress of 7,539 x 104 (N/m²) with a displacement of 9.597 mm. The simulation results obtained safety factor values of 4.4 and 2.7. Based on Davis in the book “The Testing of Engineering Materials”, the strength of the table frame of mechanical vibration test equipment is able to support the performance of the machine during use.
Analisis Pengaruh Variasi Media Pendingin Terhadap Sifat Mekanis Dan Struktur Mikro Sambungan Las Mig Gmaw Plat Baja SPHC-PO Ramadhan, Umar; Sugeng, Margono
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 6 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10656939

Abstract

Welding doesn't just heat up two specific metal parts to melt the base metal and filler metal until they allow it to re-solidify. In producing a complete weld by adding additional material or electrodes when heated so that they have the desired strength. This study uses the Quenching heat treatment process which is used as the main factor and aims to improve the mechanical properties of SPHC-PO low carbon steel in MIG welding results with SAE 10W-40 oil cooling medium, fan blower, and open air. The results showed that the highest tensile test was found in an open air cooling medium valued at 48.15 kgf/mm² compared to a fan blower cooling medium and SAE 10W-40 oil. The highest hardness value was found in the SAE 10W-40 oil cooling medium with a hardness value of 334.4 HV compared to the fan blower cooling medium and open air. The results of observing the micro structure of the pearlite phase were mostly found in the fan blower cooling medium 37% compared to the SAE 10W-40 oil cooling medium and open air.