Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemetaan Tiga Dimensi Bukaan Lahan Penambangan Nikel Kabupaten Konawe Selatan Sufrianto, Sufrianto; Isazarni Jassin, Andi Makawaru; Yudha, Wira; Sudardjat, Catrin; Samtun, Muh.; Aris Munandar, Fikri; Muhsar, Muhammad
Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Vol 4 No 2 (2023): Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sciej.v4i2.522

Abstract

Pemetaan bukaan lahan tambang akibat dari penambangan merupakan proses mengidentifikasi dan memetakan area yang telah digali oleh perusahaan pertambangan. Pemetaan ini penting dilakukan untuk berbagai alasan, termasuk melacak perubahan penggunaan lahan, merencanakan reklamasi lahan tambang. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui luasan bukaan lahan pasca tambang, sehingga nanti perlu adanya Tindakan untuk meminimalisir dampak yang akan terjadi salah satunya adalah merencanakan reklamasi. Dari hasil analisis overlay menggunakan data citra satelit resolusi tinggi Sebaran Bukaan Lahan Pertambangan nikel Kabupaten Konawe Selatan seluas 1.360,06 Ha, terdiri dari 4 Segment dan 38 titik sebaran, perubahan tutupan lahan didominasi oleh tutupan lahan tanah terbuka dan pertanian lahan kering, bukaan tutupan lahan secara kesuluran perlu adanya reklamasi.
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Angkutan Umum Di Kota Kendari Maisara, Maisara; Hakiman, Hakiman; hujiyanto, hujiyanto; Munandar, Fikri Aris
Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Vol 4 No 2 (2023): Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sciej.v4i2.529

Abstract

This study aims to determine the characteristics of travelers who use modes of transportation and find out how big the probability by choosing one of transportation mode is in Kendari City. The result show that the characteristics of mode selection based on the reasons that influenced the choice of mode from a total of 73 respondents were as follows, the travelers chose faster time considerations by 48% or as many as 35 people, the travelers who chose security considerations by 11% or as many as 8 people, the travelers who chose convenience considerations by 19% or as many as 14 people, and travelers who chose price considerations by 22% or as many as 22 people. The probability of users of transportation modes in Kendari City shows that people are more likely to use online modes of transportation 51% compared to using public transportation modes of 49%
Pemilihan Moda Transportasi Udara Terhadap Frekuensi Penggunaan Transportasi Udara Bandara Matahora Sufrianto, Sufrianto; Sudardjat, Catrin; Aris Munandar, Fikri; Akbar, Ade
Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ) Vol 5 No 1 (2024): Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)
Publisher : Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sciej.v5i1.599

Abstract

This research aimed to determine the characteristics of users of transportation modes and to find out the frequency of using air transportation at Matahora Airport. The research method used was quantitative with a descriptive approach, which involved depicting and explaining in detail the issues studied based on the data collected in the field. The data collection technique in this research used a questionnaire, where respondents were asked to answer a number of questions about the characteristics and factors influencing the choice of air transportation. Data analysis was conducted using descriptive data analysis to explain the data obtained through a questionnaire. The research results indicated that the characteristics of mode selection for transportation were based on reasons influencing the selection of modes from a total of 60 respondents. The analysis of the characteristics of air passenger travelers showed the largest percentage in the male gender at 68%, age between 36-45 years at 41%, the highest education level being a bachelor's degree at 62%, self-employed occupation at 36%, the reason for using air transportation being faster travel time at 93%, and the influence of mode selection on the frequency of air transportation use simultaneously at 33.4%. Partially, the factors influencing the choice of air transportation mode on frequency were cost at 26.1%, security at 12.1%, and comfort at 9.1%.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Sandey Konawe Selatan Melalui Pengembangan Batako Interlock Abu Sekam Padi: Penelitian Edward Ngii; La Welendo; Ridwan Syah Nuhun; Muammar Makmur; Rini Sriyani; Fikri Aris Munandar; Slamet
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4007

Abstract

Sandey Village, Angata District, South Konawe has rice husk waste potential reaching 390 tons per year that has not been optimally utilized. On the other hand, SME "Zidan Roster" as a brick craftsman faces problems of high production costs (IDR 900,000/truck of conventional materials) and product quality that does not meet SNI standards. The purpose of this activity is to transfer rice husk ash-based interlocking block technology to improve economic efficiency and address environmental problems. The implementation method uses a "Technology Transfer and Community Empowerment" approach through five stages: preparation and baseline assessment, laboratory trials, technology transfer and implementation, evaluation and product testing, and consolidation and sustainability. Based on previous research results, the optimal formula used is: cement 30%, sand 35%, rice husk ash 35%, with water-cement ratio of 0.5. Results show that interlocking block products meet SNI standards with compressive strength of 26.5 kg/cm² and water absorption of 25%. Monitoring and evaluation showed that 90% of partners mastered BATASIK (Rice Husk Ash Interlocking Block) production skills. Economic impacts include 30-40% production cost efficiency and 25-30% income increase. Environmental impacts include rice husk waste utilization and CO₂ emission reduction. This program successfully created a sustainable community empowerment model through environmentally friendly technology innovation.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Sandey Konawe Selatan Melalui Pengembangan Batako Interlock Abu Sekam Padi Edward Ngiil; La Welendo; Ridwan Syah Nuhun; Muammar Makmur; Rini Sriyani; Fikri Aris Munandar; Slamet Slamet
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6115

Abstract

Desa Sandey, Kecamatan Angata, Konawe Selatan memiliki potensi limbah sekam padi mencapai 390 ton per tahun yang belum dimanfaatkan optimal. Di sisi lain, UMKM "Zidan Roster" sebagai pengrajin batako menghadapi permasalahan biaya produksi tinggi (Rp 900.000/truk material konvensional) dan kualitas produk yang belum memenuhi standar SNI. Tujuan kegiatan ini adalah mentransfer teknologi batako interlock berbasis abu sekam padi untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dan mengatasi permasalahan lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan "Technology Transfer and Community Empowerment" melalui lima tahap: persiapan dan asesmen baseline, uji coba laboratorium, transfer teknologi dan implementasi, evaluasi dan pengujian produk, serta konsolidasi dan keberlanjutan. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, formula optimal yang digunakan adalah: semen 30%, pasir 35%, abu sekam padi 35%, dengan faktor air semen (fas) 0,5. Hasil menunjukkan produk batako interlock memenuhi standar SNI dengan kuat tekan 26,5 kg/cm² dan penyerapan air 25%. Monitoring dan evaluasi menunjukkan 90% mitra menguasai keterampilan produksi BATASIK (Batako Abu Sekam Interlock). Dampak ekonomi berupa efisiensi biaya produksi 30-40% dan peningkatan pendapatan 25-30%. Dampak lingkungan mencakup utilisasi limbah sekam padi dan pengurangan emisi CO₂. Program ini berhasil menciptakan model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan melalui inovasi teknologi ramah lingkungan.
PENGARUH PEMECAH GELOMBANG AMBANG RENDAH (PEGAR) TERHADAP PERLINDUNGAN PANTAI DI INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Munandar Fikri Aris; Anita Yuliana
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 12 No 1 (2026): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fropil.v12i1.7783

Abstract

Pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR) menjadi salah satu pendekatan perlindungan pesisir yang banyak dikaji karena kemampuannya dalam mereduksi energi gelombang, mendukung akresi sedimen, dan memperkuat efektivitas sand nourishment pada wilayah pesisir tropis. Artikel berbasis systematic literature review ini menganalisis dampak lingkungan PEGAR terhadap sand nourishment, khususnya pada pesisir tropis Indonesia dan wilayah sejenis, dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan iklim terhadap dinamika garis pantai. Literatur yang dianalisis mencakup studi terbaru yang menggunakan observasi lapangan, pemodelan numerik, pengujian eksperimental, dan sintesis literatur. Temuan menunjukkan bahwa PEGAR dapat meningkatkan retensi sedimen dan mengurangi erosi apabila dirancang sesuai karakteristik hidrodinamika, morfologi pantai, dan suplai sedimen setempat. Efektivitas struktur ini masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama ketidakseimbangan distribusi sedimen, keterbatasan data beresolusi tinggi, serta minimnya evaluasi ekologis jangka panjang. Integrasi PEGAR dengan restorasi mangroves dan pendekatan Hybrid Nature Based Solution (HNBS) memperlihatkan potensi yang lebih adaptif karena mampu meningkatkan pelemahan gelombang, stabilisasi sedimen, dan manfaat ekologis secara bersamaan. Variasi metodologi, keterbatasan integrasi aspek sosial-ekonomi, dan lemahnya keterkaitan dengan kebijakan pesisir menunjukkan adanya celah pengetahuan yang perlu ditangani. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner yang menghubungkan rekayasa pantai, ekologi, ilmu sosial, dan kebijakan publik untuk mendukung strategi perlindungan pesisir Indonesia yang berkelanjutan di tengah tekanan perubahan iklim.