Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Rendah Natrium Dalam Pengendalian Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Tambelang Muhamad Ryan Sahwal; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Riska Subhianti Putri; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v9i1.471

Abstract

Hypertension is a major health problem that carries a risk of serious complications such as stroke, heart disease, and kidney disorders, one of which is triggered by excessive sodium intake in the diet. Therefore, adopting a low-sodium diet as a nonpharmacological intervention is important to help control blood pressure in patients with hypertension. This study aims to determine the relationship between a low-sodium diet and blood pressure in hypertensive patients at the Tambelang Community Health Center. This study employed a quantitative analytical method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 95 respondents selected using purposive sampling. Data on low-sodium dietary patterns were obtained via the Food Frequency Questionnaire-Sodium (FFQ-Na), while blood pressure was measured using a sphygmomanometer. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test. The study findings indicate that respondents with a good-category low-sodium diet were predominantly in stage 1 hypertension, totaling 35 respondents (63.6%). Respondents in the “poor” category were predominantly in stage 2 hypertension, totaling 25 respondents (62.5%). The results of the Chi-Square test showed a p-value of 0.012 (p < 0.05), indicating a significant association between low-sodium dietary patterns and blood pressure.
Efektivitas Terapi Butterly Hug Berbasis Audiovisual Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Meiliana; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Previarsi Rahayu; Retno Anggraeni Puspita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.1033

Abstract

Mahasiswa semester akhir menghadapi beban akademik yang berat, terutama dalam menyelesaikan tugas akhir yang menjadi syarat kelulusan. Kondisi ini sering memicu kecemasan yang dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas, dan berdampak negatif pada kesehatan mental mahasiswa. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi kecemasan adalah terapi butterfly hug. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi butterfly hug berbasis audiovisual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir di Universitas Medika Suherman. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design, dengan sampel sebanyak 65 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05). Terapi butterfly hug berbasis audiovisual terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir.
Knowledge and Smoking Behavior Among High School Students : A Cross-Sectional Study Dendi Dendi; Handika Pramudya; Mila Sartika; Hana Priscilla Frudence Sohilait
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.964

Abstract

Background: Smoking involves the combustion of tobacco products, producing smoke that is inhaled by the smoker and can also be passively inhaled by individuals in the surrounding environment. Adolescence is a vulnerable period during which smoking behaviors may develop, influenced by knowledge, attitudes, and social factors. Limited awareness of the health risks associated with smoking may contribute to the persistence of smoking behavior among adolescents. Objective: This study aimed to examine the relationship between knowledge and smoking-related behavior among adolescent students at State Senior High School 3 Tambun Selatan in 2025. Methods: A quantitative study with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach was conducted. The study population consisted of all male students enrolled at State Senior High School 3 Tambun Selatan (n = 452). A total of 440 respondents participated in the study. Data collection was carried out on January 31, 2025, using structured questionnaires. Statistical analysis was performed using the Chi-square test to assess associations between variables. Results: The analysis revealed a statistically significant relationship between adolescents’ knowledge and smoking behavior (p = 0.005). In addition, a significant association was found between behavioral factors and smoking incidence (p < 0.001), indicating that lower knowledge levels and unfavorable behaviors were associated with higher smoking prevalence. Conclusion: This study demonstrates that adolescents’ knowledge and behavior are significantly associated with smoking habits. Strengthening school-based health education programs focusing on the dangers of smoking is essential to reduce smoking prevalence and promote healthier behaviors among adolescents
Hubungan Kelengkapan Surgical Safety Checklist Dengan Nearmiss Intraoperatif Dan Lama Rawat Di Ruang Bedah Sentral Kristiharsi; Tri Wahyuni Ismoyowati; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Retno Anggraeni Puspita Sari
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.740

Abstract

Surgical Safety Checklist (SSC) merupakan instrumen keselamatan pasien yang wajib diisi lengkap pada setiap tahap pembedahan untuk mencegah kesalahan prosedural. Studi pendahuluan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RS Sentra Medika Hospital Cisalak menemukan sejumlah dokumen SSC tidak lengkap yang diduga berkaitan dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan pemanjangan lama rawat pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kelengkapan SSC dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien di IBS RS Sentra Medika Hospital Cisalak tahun 2026. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 183 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling dari data rekam medis dan register Insiden Keselamatan Pasien, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan dari 183 dokumen SSC, 154 (84,1 persen) lengkap dan 29 (15,9 persen) tidak lengkap; kejadian nearmiss intraoperatif terjadi pada 15 pasien (8,2 persen); lama rawat memanjang lebih dari lima hari terjadi pada 29 pasien (15,9 persen); kelengkapan SSC berhubungan bermakna dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan dengan lama rawat pasien. Dapat disimpulkan bahwa kelengkapan SSC berhubungan bermakna dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien, sehingga rumah sakit disarankan melakukan audit berkala terhadap kelengkapan pengisian SSC guna meningkatkan mutu keselamatan pasien di ruang bedah.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Chemotherapy Induced Nausea And Vomiting (Cinv) Pada Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi Di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026 Nita Rahmawati; Tri Wahyuni Ismoyowati; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Yulidian Nurpratiwi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.803

Abstract

Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sering dialami pasien kanker dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Pengelolaan CINV dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Aromaterapi Peppermint merupakan salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Peppermint terhadap Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV) pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Tingkat CINV diukur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR). Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor CINV sebelum intervensi sebesar 12,47 dan setelah intervensi sebesar 11,89, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,58 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -3,449 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor CINV sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi Peppermint. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian aromaterapi Peppermint berpengaruh terhadap penurunan tingkat CINV pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan aromaterapi Peppermint sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis untuk membantu mengurangi CINV dan meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani kemoterapi.
Pengaruh Media Audiovisual Dalam Edukasi Pertolongan Pertama Syncope Terhadap Pengetahuan Siswa SMK Kesehatan Tambun Islamic School Alivia Nur Rachmanadia; Hana Priscilla Frudence Sohilait
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.2209

Abstract

Latar Belakang: Syncope merupakan kondisi hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan sementara akibat penurunan aliran darah ke otak, yang sering terjadi pada remaja di lingkungan sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan awal syncope berpotensi meningkatkan risiko cedera sekunder. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMK Kesehatan Tambun Islamic School. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 86 siswa yang dipilih menggunakan tenik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir yang telah diuji validitas (r hitung 0,517-0,786; p <0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,812). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkal signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan baik (57,0%), cukup (34,9%), dan kurang (8,1%). Setelah diberikan edukasi audiovisual, seluruh siswa (100%) berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,109 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p <0,05), sehingga pengaruh yang signifikan dari edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa. Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa secara bermakna. Rekomendasi: Pihak sekolah diharapkan agar metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah serta dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan desain kontrol dan evaluasi retensi jangka panjang.
Edukasi Media Leaflet dan Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Demam Berdarah Dengeu: Quasi Eksperimen Ridwan Hamid; Mila Sartika; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.59768

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis. Di Indonesia pada tahun 2022 dilaporkan sebanyak 131.265 kasus DBD dengan 1.183 kematian. Dan kembali meningkat di tahun 2024 mencapai 210.644 kasus dengan 1.239 kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas media leaflet dan video edukasi pencegahan DBD terhadap kejadian DBD di Desa Sukarahayu. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pretest–posttest two group design. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 74 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok media leaflet dan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok media leaflet dan video (p=0,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua media (p=0,000), dengan mean rank media video (48,93) lebih tinggi dibandingkan leaflet (26,77). Kesimpulan edukasi kesehatan dalam penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan media video lebih efektif dibandingkan media leaflet.
Pengaruh Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri di SMAN 1 Cibitung Tahun 2026 Kholisah Ariska Bela; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Yulidian Nurpratiwi; Risti Tamara Tahanora
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.59777

Abstract

Kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan menopause, tetapi juga remaja putri usia 13–25 tahun, dengan 13 kasus (4,2%) terdiagnosis. Pada tahun 2021, terdapat 383 ribu kasus dan 81 ribu kematian akibat kanker payudara pada remaja dan dewasa muda di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran deteksi dini, sehingga SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) direkomendasikan sebagai metode deteksi dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi SADARI dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cibitung. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel ini diambil berdasarkan teknik Probabillity Sampling melalui simple random sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05, sehingga edukasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja. Kesimpulan edukasi kesehatan menggunakan PowerPoint dan video animasi mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswi di SMAN 1 Cibitung. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya perlu mengembangkan metode edukasi inovatif dengan sampel lebih luas untuk mengetahui efektivitas edukasi SADARI secara lebih komprehensif