Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strengthening Housewives' Environmental Awareness to Reduce Plastic Use in Pulokerto Village Diana Dewi Sartika; Dadang Hikmah Purnama; Gita Isyanawulan; Deska Fitriyani; Muhammad Rifai
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1865

Abstract

The use of single-use plastics has become a major environmental problem in many places, including the Pulokerto Village in Gandus District. Non-biodegradable plastic waste pollutes the environment, clogs waterways, and affects public health. Homemakers are a group in society who play an important role in managing household waste because of their strategic role in regulating consumption patterns and daily habits within the family. The service activity took the theme of strengthening environmental awareness among housewives to minimize plastic use. Identifying community needs shows that there is a lack of knowledge and awareness about environmental cleanliness due to plastic use. The potential in Pulokerto Village includes the central role of housewives, who hold a strategic position in leading groups; active social organizations, including active PKK groups, savings clubs, and health posts at Pulokerto Village; the spirit of mutual cooperation and environmental awareness among the community; and access to digital information and social media. Therefore, the solution offered is an educational lecture for the service participants, who are housewives. The implementation method uses a participatory approach. The innovation in this service activity is the Eco Challenge Family (Plastic-Free Home Competition), Reusable Bag (Simple Cloth Shopping Bag), and Plastic Exchange for Household Items. The program is community-based, involving RT/RW, and is designed to be simple and applicable in daily life, adapting to the needs and potential of the local community. Therefore, the expected outcomes of this service activity are short-term results, in the form of changes in the initial attitudes and behaviors of housewives, and long-term results, in the form of changes in the environment and a healthier and cleaner lifestyle.The results of the activity show an increase in housewives' knowledge from 50.8% (pre test) to 56.8% (post test), as well as the formation of three program innovations: Eco Challenge Family, Reusable Bag, and Plastic Exchange for Household Items.
Kekerasan Anak di Tempat Penitipan Anak sebagai Patologi Sosial: Analisis Sosiologi Anak terhadap Disfungsi Lembaga Pengasuhan Deska Fitriyani; Suci Wahyu Fajriani; Mallia Hartani; Kurnia Asni Sari; Lisya Septiani Putri
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.968

Abstract

Artikel ini membahas kekerasan anak di Taman Penitipan Anak (TPA) atau daycare sebagai bentuk patologi sosial institusional. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis dokumen kualitatif. Data bersumber dari artikel ilmiah, regulasi, dokumen kebijakan, laporan lembaga perlindungan anak, serta pemberitaan media kredibel yang dianalisis melalui analisis isi dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan di daycare tidak dapat dipahami semata-mata sebagai penyimpangan individual pengasuh, tetapi sebagai gejala disfungsi institusi pengasuhan dalam menjalankan fungsi protektif, afektif, edukatif, dan kontrol sosial. Kekerasan tersebut berkaitan dengan relasi kuasa dewasa-anak, rendahnya kapasitas caregiver, lemahnya supervisi, tidak jelasnya mekanisme pelaporan, serta normalisasi kekerasan dalam budaya pengasuhan. Perspektif sosiologi anak menegaskan bahwa anak merupakan subjek sosial yang memiliki pengalaman, ekspresi, suara, dan hak untuk diakui. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan di daycare memerlukan pembenahan kelembagaan melalui penguatan kapasitas pengasuh, SOP perlindungan anak, mekanisme pengaduan, pengawasan kolaboratif, keterlibatan orang tua, dan akuntabilitas lembaga. Kata kunci: Kekerasan anak, lembaga pengasuhan, patologi sosial, sosiologi anak, tempat penitipan anak (TPA)
Gadget Sebagai Agen Sosialisasi Baru dalam Keluarga Postmodern: Balita di Era Digital Deska Fitriyani; Ainul Zulqoifah Asmawati; Yuanita Dwi Hapsari; Nabila Tahira
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.6172

Abstract

This article examines the role of gadgets as new agents of socialization in postmodern families, with a particular focus on toddlers in the digital era. Using a literature study approach, the research systematically reviews findings from academic articles, research reports, and relevant studies published within the last five years. The unit of analysis is toddlers’ interaction with gadgets in the context of postmodern families, which are viewed as new social spaces where values, norms, and behaviors are formed. The research population consists of scholarly literature on gadget use in early childhood during the digital era, while the sample was selected based on inclusion criteria, namely relevance to family socialization, the role of technology in parenting, and its impact on toddlers’ development. The findings indicate that gadgets function not only as entertainment devices but also as agents of socialization that shape communication patterns, interaction, as well as cognitive and social development. However, gadgets bring dual implications: they provide opportunities for developmental stimulation yet also pose risks of reduced face-to-face interactions with parents. Therefore, postmodern families must adopt adaptive parenting strategies that balance gadget use with conventional social interactions.
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI UMKM POKLATSAR KEMILAU BERKARYA DESA SUNGSANG IV Abdul Kholek; Suci Wahyu Fajriani; Ainul Zulqoifah Asmawati; Mallia Hartani; Nabila Tahira; Deska Fitriyani; Kurnia Asni Sari
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v9i1.233

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kemampuan literasi digital dan promosi daring bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) POKLATSAR “Kemilau Berkarya” di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Program ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan rendahnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran produk lokal di wilayah pesisir. Melalui pendekatan partisipatif dan metode learning by doing, peserta pelatihan dilatih untuk mengelola akun bisnis digital, membuat konten promosi menarik, serta memahami strategi pemasaran melalui platform Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Proses kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, dan pendampingan intensif penerapan hasil pelatihan. Hasil kegiatan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan media sosial sebagai alat promosi dan komunikasi bisnis. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 83% peserta menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan pengelolaan akun digital dan produksi konten. Menghasilkan sistem kerja sama berbasis komunitas melalui pembentukan identitas “Produk Unggulan Desa Sungsang IV” yang memperkuat jejaring promosi antarpelaku usaha. Melalui sinergi ini, muncul kesadaran baru bahwa digitalisasi bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga strategi keberlanjutan usaha di era modern. Program membantu peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, mendukung pencapaian SDGs ke-8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan transformasi digital melalui tridarma pengabdian masyarakat.