Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PROGRAM PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DALAM RANGKA MENDUKUNG DESA WISATA “MENDATTE PARK” YANG AMAN DAN SEHAT DI DESA MENDATTE KABUPATEN ENREKANG Marwa Sariaty; Hairuddin Safaat; Hardin; Ulul Asmy; Hardianto Dg. S
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.395

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes Desa Wisata “Mendatte Park” di Desa Mendatte Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Pemilihan lokasi kegiatan adalah karena objek pariwisata menjadi target unggulan Desa Mendatte pasca pandemi Covid-19, sebagaimana karakteristik Kabupaten Enrekang berupa gugusan pegunungan, Mandatte Parka adalah wisata di alam bebas (outdoor) yang dapat memacu adrenalin. Akan tetapi setiap tempat termasuk objek – objek wisata pada dasarnya memiliki potensi bahaya (hazard) dan resiko (risk), sehingga setiap pengelola objek wisata pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan keamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, termasuk juga kesiapan dan kesigapan dalam menangani musibah jika terjadi kecelakaan di objek wisata yang menjadi tanggung jawabnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola Desa Wisata Mandatte Park dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan, sehingga dapat menurunkan resiko mortalitas akibat kecelakaan pada aktivitas wisatawan. Kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dilaksanakan selama dua hari pada Selasa- Rabu (21 sampai dengan 22 Pebruari 2023) dengan jumlah peserta 22 orang dari pengelola BUMDes “Mendatte Park” Desa Mendatte dan semuanya belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi, demonstrasi dan simulai. Nilai rata-rata pretest pengetahuan tentang pelatihan bantuan hidup dasar sebesar 45.45 dan Nilai rata-rata posttest-nya adalah 69.54, sehingga pelatihan BHD data meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 24.09 % dan sebanyak 18 (81.81 %) peserta kompeten dan 4 ( 18.18 %) cukup kompeten. Mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes Desa Wisata “Mendatte Park” di Desa Mendatte Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Pemilihan lokasi kegiatan adalah karena objek pariwisata menjadi target unggulan Desa Mendatte pasca pandemi Covid-19, sebagaimana karakteristik Kabupaten Enrekang berupa gugusan pegunungan, Mandatte Parka adalah wisata di alam bebas (outdoor) yang dapat memacu adrenalin. Akan tetapi setiap tempat termasuk objek – objek wisata pada dasarnya memiliki potensi bahaya (hazard) dan resiko (risk), sehingga setiap pengelola objek wisata pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan keamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, termasuk juga kesiapan dan kesigapan dalam menangani musibah jika terjadi kecelakaan di objek wisata yang menjadi tanggung jawabnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola Desa Wisata Mandatte Park dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan, sehingga dapat menurunkan resiko mortalitas akibat kecelakaan pada aktivitas wisatawan. Kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dilaksanakan selama dua hari pada Selasa- Rabu (21 sampai dengan 22 Pebruari 2023) dengan jumlah peserta 22 orang dari pengelola BUMDes “Mendatte Park” Desa Mendatte dan semuanya belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi, demonstrasi dan simulai. Nilai rata-rata pretest pengetahuan tentang pelatihan bantuan hidup dasar sebesar 45.45 dan Nilai rata-rata posttest-nya adalah 69.54, sehingga pelatihan BHD data meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 24.09 % dan sebanyak 18 (81.81 %) peserta kompeten dan 4 ( 18.18 %) cukup kompeten.
Efektifitas Tindakan Keperawatan Dalam Pemberian Nutrisi Enteral Antara Metode Intermittent Feeding Terhadap Pasien Di Ruangan Icu Rumah Sakit Makassar Sulawesi Selatan Ulul Asmy; Asrianto Asrianto; Hardianti Hardianti; Dwi Astuti; Arnianti Arnianti; Mahyudin Mahyudin
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8119

Abstract

Enteral nutrition is a therapy of providing nutrition through the digestive tract using a special tube (feeding tube). The method of administration can be through the nose-stomach (nasogastric tube) or nose-intestine (nasoduodenal tube or nasojejunal route). Enteral nutrition can also be done by bolus or infusion through an enteral infusion pump. The purpose of this study was to determine the effectiveness of enteral nutrition. The methods used were intermittent feeding and gravity drip on the volume of gastric residue in critical patients. The results showed that the provision of enteral nutrition using the intermittent feeding method was proven to be more effective so that the provision of enteral nutrition using the intermittent feeding method can be an option in providing enteral nutrition to critical patients. The conclusion is that the intermittent feeding method helps meet the nutritional needs of critical patients in the ICU.
STUDI LITERATURE: EFEKTIVITAS PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI Marwasariaty; Hasna; Ulul Asmy
JURNAL ILMIAH KEPERAWATAN ALTRUISTIK Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Kesehatan Hermina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48079/jika.v7i1.110

Abstract

Menstruation can be defined as periodic bleeding from the uterus that occurs monthly and throughout a woman's active reproduction (Michael et al., 2020). The menstrual cycle occurs periodically every month with a normal range of 28 days, while the menstrual cycle itself is 3 to 7 days (Rahayu et al., 2017). Dsimenorrhea is pain felt in the lower abdomen or cramps before menstruation which lasts 2-3 days, starting the day before menstruation begins (Andriana, 2018). Dysmenorrhea is divided into two, namely primary and secondary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea is dysmenorrhea that occurs without any abnormalities in the reproductive organs. Meanwhile, secondary dysmenorrhea is dysmenorrhea associated with abnormalities in the reproductive organs, such as endometriosis, adenoma, and uterine myoma (Osuga et al., 2020). One of the interventions to treat dysmenorrhea is Turmeric Acid Drink. Purpose: the writing of this Literature Review is to analyze the effectiveness of giving sour turmeric drink on reducing dysmenorrhea pain. Design: what was used was Literature Review using articles published in the period 2018-2023, out of 247 found on Google Scholar that met the inclusion and exclusion criteria, 3 articles were obtained. Method: PICO framework format with keywords tailored to topics related to the effectiveness of giving sour turmeric drink on reducing dysmenorrhea pain. Results: from the review of the four journals concluded that there was a significant effect of giving sour turmeric drink on reducing dysmenorrhea. Conclusion: There is an effect of the effectiveness of sour turmeric drink on reducing dysmenorrhea.
Analysis of Factors Associated with Nutritional Status in School-Age Children at SD Negeri 10 Benteng Sidrap Regency Nurhaedah, Nurhaedah; Fitri, Lidia; Asmy, Ulul
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i1.263

Abstract

Nutrition is very important in growth and development. Good nutritional status requires more attention because poor nutritional status in children will affect mental, physical growth or thinking abilities, of course, will reduce the level of productivity and ability in adulthood. The aim of this research is to determine the factors associated with the nutritional status of school- age children at SD Negeri 10 Benteng Sidrap Regency. Quantitative research method with a cross sectional study design. The sample consisted of 158 students at SD Negeri 10 Benteng. Data was collected using questionnaires and measurements of body weight and height. Data analysis used the Chi Square Test with a 95% confidence level. The results of this study show that there is a relationship between income with p value = 0.000, knowledge about nutrition with p value = 0.000, parents' education with p value = 0.000, parents' occupation with p value = 0.025, students' snack habits with p value = 0,000, with the student's nutritional status. The conclusion is that the factors that influence nutritional status are income, knowledge about nutritional status, parental education, parental occupation, parental characteristics and snack habits.
HUBUNGAN BENTUK PAPILLA DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0 - 6 BULAN Marwasariaty, Marwasariaty; Asmy, Ulul; Hardin, Hardin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25541

Abstract

Memperoleh ASI merupakan salah satu hak asasi bayi yang harus dipenuhi. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam Pasal 1 angka 6 Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012, pemberian ASI Eksklusif ini dapat menjamin terpenuhinya hak anak guna menjamin pemenuhan hak anak untuk mendapatkan sumber makanan terbaik sejak dilahirkan sampai berusia 6 bulan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bentuk papilla dengan pemberian ASI pada bayi usia 0 - 6 bulan di wilayah kerja puskesmas Latimojong. Desain penelitian menggunakan cross sectional study. Jumlah sampel 60 orang. Pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengolahan data menggunakan SPSS versi. 2.0. Hasil penelitian menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari nilai ? = 0,05 Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara bentuk papilla dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas Latimojong. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih sering mencari informasi tentang pemberian ASI ekslusif agar dapat mengupayakan pemberian ASI ekslusif mengingat ASI merupakan hak setiap anak.
Pemberdayaan Keluarga: Layanan Homecare Berbasis Pembelajaran Partisipatif Untuk Memandirikan Keluarga Melaksanakan Lima Tugas Keluarga Dalam Perawatan Anak Stunting Hardin, Hardin; safaat, Hairuddun; Asmy, Ulul; Syamsuddin, Nunung
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia yang berdampak serius pada tumbuh kembang anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian keluarga dalam menjalankan lima tugas kesehatan melalui layanan homecare berbasis pembelajaran partisipatif di wilayah kerja Puskesmas Benteng, Kota Palopo. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, homecare dengan lima kali kunjungan keluarga, pendidikan kesehatan menggunakan modul praktis, refleksi diskusi kasus, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga dari 13,33% menjadi 80%, peningkatan partisipasi ke posyandu dari 20% menjadi 53,33%, serta peningkatan kemandirian keluarga dengan 9 keluarga mencapai level KM-3 dan 6 keluarga mencapai level KM-4. Program ini juga menghasilkan luaran berupa modul praktis lima tugas keluarga (soft product), alat antropometri sederhana (hard product), serta artikel ilmiah untuk publikasi. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif berbasis homecare efektif meningkatkan kemandirian keluarga dalam perawatan balita stunting dan mendukung target Zero Stunting Kota Palopo 2025.
Efektivitas Tele-Nursing dalam Manajemen Nyeri Pasien Pasca Operasi Bedah Abdomen Serly Sani Mahoklory; Ulul Asmy; Lili amaliah; Viyan Septiyana Achmad; Noyumala
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7243

Abstract

Nyeri merupakan salah satu masalah utama yang dialami pasien pasca operasi bedah abdomen. Manajemen nyeri yang tidak optimal dapat berdampak pada proses penyembuhan dan kualitas hidup pasien. Perkembangan teknologi kesehatan memberikan peluang penerapan tele-nursing sebagai alternatif intervensi keperawatan dalam memantau, mengedukasi, dan mendukung pasien dari jarak jauh. Mengetahui efektivitas tele-nursing dalam manajemen nyeri pada pasien pasca operasi bedah abdomen. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 40 pasien pasca operasi bedah abdomen yang dibagi menjadi kelompok intervensi (tele-nursing) dan kontrol (perawatan konvensional). Instrumen pengukuran menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan dengan uji t-test berpasangan dan independent t-test. Rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi sebelum tele-nursing adalah 6,8 (kategori nyeri sedang–berat), menurun menjadi 3,2 setelah intervensi. Pada kelompok kontrol, penurunan nyeri hanya dari 6,9 menjadi 5,4. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Tele-nursing efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pasien pasca operasi bedah abdomen dibandingkan dengan perawatan konvensional.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PROGRAM YOUTH CARE NURSE UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR: EMPOWERING YOUTHS THROUGH THE YOUTH CARE NURSE PROGRAM FOR THE PREVENTION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES Hardin Hardin; Hairuddin Safaat; Ulul Asmy; Sri Nuriana; Sri Hastari Rahayu
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3093

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia, dengan berbagai faktor risiko yang umumnya mulai muncul sejak masa remaja. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, serta pemberdayaan remaja perlu dilakukan untuk mencegah perkembangan PTM pada usia dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja, mendeteksi faktor risiko PTM, serta meningkatkan kemandirian keluarga melalui implementasi program Youth Care Nurse. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mendatte dengan sasaran remaja dan keluarga menggunakan pendekatan community-based participatory approach. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan dan pelatihan remaja, skrining kesehatan, pembentukan dan pelatihan kader Youth Care Nurse, pembinaan minat dan bakat remaja, serta pembinaan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM, teridentifikasinya faktor risiko PTM berupa prehipertensi, hipertensi, dan overweight melalui skrining kesehatan, serta peningkatan tingkat kemandirian keluarga dari kategori KM-I dan KM-II menuju KM-III dan KM-IV. Luaran utama program adalah terbentuknya 35 kader Youth Care Nurse yang memiliki kemampuan dasar dalam edukasi kesehatan, deteksi dini faktor risiko PTM, dan promosi perilaku hidup sehat di lingkungan sebaya. Program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat deteksi dini faktor risiko PTM, serta memberdayakan remaja dan keluarga dalam upaya pencegahan PTM sejak dini.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PROGRAM YOUTH CARE NURSE UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR: EMPOWERING YOUTHS THROUGH THE YOUTH CARE NURSE PROGRAM FOR THE PREVENTION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES Hardin Hardin; Hairuddin Safaat; Ulul Asmy; Sri Nuriana; Sri Hastari Rahayu
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3093

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia, dengan berbagai faktor risiko yang umumnya mulai muncul sejak masa remaja. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, serta pemberdayaan remaja perlu dilakukan untuk mencegah perkembangan PTM pada usia dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja, mendeteksi faktor risiko PTM, serta meningkatkan kemandirian keluarga melalui implementasi program Youth Care Nurse. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mendatte dengan sasaran remaja dan keluarga menggunakan pendekatan community-based participatory approach. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan dan pelatihan remaja, skrining kesehatan, pembentukan dan pelatihan kader Youth Care Nurse, pembinaan minat dan bakat remaja, serta pembinaan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM, teridentifikasinya faktor risiko PTM berupa prehipertensi, hipertensi, dan overweight melalui skrining kesehatan, serta peningkatan tingkat kemandirian keluarga dari kategori KM-I dan KM-II menuju KM-III dan KM-IV. Luaran utama program adalah terbentuknya 35 kader Youth Care Nurse yang memiliki kemampuan dasar dalam edukasi kesehatan, deteksi dini faktor risiko PTM, dan promosi perilaku hidup sehat di lingkungan sebaya. Program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat deteksi dini faktor risiko PTM, serta memberdayakan remaja dan keluarga dalam upaya pencegahan PTM sejak dini.