Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Depression Level on Quality of Life in the Elderly at Nursing Homes Roihaana Alviatus Zahro; Zwasta Pribadi Mahardhika; Afrizal Tw; Liko Maryudhiyanto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.52624

Abstract

As individuals age, they experience a natural decline in physical and cognitive function, increasing their vulnerability to various health problems, including depression. This condition may lead to reduced cognitive ability, diminished physical functioning, social withdrawal, poor sleep quality, and an elevated risk of suicide. Depression is more prevalent among older adults residing in nursing homes compared to those living with their families, and has been shown to negatively affect nearly all dimensions of quality of life. In Islamic teachings, caring for the elderly is a moral and spiritual obligation that emphasizes respect, compassion, and the fulfillment of their rights. This study aims to analyze the effect of depression level on the quality of life of older adults living in nursing homes and to examine these findings from an Islamic perspective. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 77 respondents selected through simple random sampling. Of these, 16 respondents experienced depression and 5 were identified as having poor quality of life. The chi-square test yielded a p-value of 0.000, indicating a statistically significant association between depression level and quality of life. These findings highlight the impact of depression on the well-being of older adults and underscore the importance of providing humane, person-centered care aligned with religious values.
EDUKASI “MANSET IBUKU” DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI REMAJA SEBAGAI PENDUKUNG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI WILAYAH KEPULAUAN Rita Komalasari; Siti Maulidya Sari; Ahmad Mubarik; Yusnita Yusnita; Dini Widianti; Intan Farida Yasmin; Dhinasty Armenia Wirakusumah; Citra Fitri Agustina; Tuty Herawaty; Zwasta Pribadi Mahardhika; Lilian Batubara; Danang Aji Pangestu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.4028-4041

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan dukungan edukasi gizi agar siswa memiliki pengetahuan yang memadai dalam memilih makanan sehat dan bergizi. Kondisi ini menjadi penting pada wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses pangan serta permasalahan gizi ganda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai makanan sehat, bergizi, dan seimbang melalui edukasi Makanan Sehat, Bergizi, dan Kuat (Manset Ibuku) sebagai upaya mendukung pelaksanaan MBG di SMPN 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kegiatan menggunakan pendekatan promotif dan preventif dengan desain one-group pre-test-post-test. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi dan demonstrasi contoh penyusunan menu sehat dengan memanfaatkan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan setempat. Sebanyak 73 siswa kelas VII–IX mengikuti pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner yang sama sebelum dan setelah edukasi. Analisis dilakukan secara deskriptif, sedangkan perubahan skor pengetahuan dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Perbedaan skor berdasarkan kelas dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis, sedangkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin dianalisis menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,78 ± 1,78 pada pre-test menjadi 9,11 ± 1,69 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 0,33 poin dan berbeda secara signifikan (p=0,033). Peningkatan terbesar ditemukan pada siswa kelas IX, yaitu 0,67 poin (p=0,008). Terdapat perbedaan skor post-test antar kelas (p=0,006), tetapi tidak ditemukan perbedaan bermakna berdasarkan jenis kelamin terhadap perubahan skor pengetahuan. Edukasi Manset Ibuku dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai makanan sehat dan bergizi serta berpotensi menjadi komponen pendukung edukatif dalam pelaksanaan MBG di wilayah kepulauan. Namun, peningkatan pengetahuan belum dapat diartikan sebagai perubahan perilaku makan atau perbaikan status gizi sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan dan evaluasi lebih lanjut