Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

TATALAKSANA GANGGUAN MAKAN PADA BORDERLINE PERSONALITY DISORDER (LAPORAN KASUS) Liko Maryudhiyanto; Innawati Jusup
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 1 (2021): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.1.2021.15-23

Abstract

Latar belakang :  Borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian emosional tak stabil tipe ambang adalah gangguan kejiwaan yang kompleks dan serius. Gejalanya antara lain: takut ditinggalkan, impulsif, amarah, melukai diri sendiri, bunuh diri, dan hubungan interpersonal yang buruk. Pada pasien BPD sering berkembang menjadi Gangguan Makan terutama Bulimia dan Binge eating. Untuk itu diperlukan tatalaksana yang baik dalam menangani kondisi gangguan makan yang berkomorbid dengan BPD.Tujuan : Untuk mengetahui tatalaksana terpilih pada pasien Gangguan Makan dengan Borderline Personality Disorder.Metode : Penelusuran dilakukan dengan database Pubmed, Tripdatabase, dan Springer. Penelusuran dibatasi menggunakan penyaringan publikasi jurnal pembatasan terbitan 5 tahun terakhir, subjek penelitian manusia.Hasil: Hasil penelusuran dari jurnal tersebut didapatkan bahwa tatalaksana berupa farmakoterapi dan psikoterapi. Pada tatalaksana farmakoterapi, tiap jenis gangguan makan memiliki tatalaksana terpilih yang berbeda. Pada Bulimia nervosa, golongan obat terpilih yaitu SSRI seperti Fluoksetin yang merupakan satu-satunya SSRI yang sudah mendapat persetujuan dari FDA sebagai terapi Bulimia Nervosa. Pada tatalaksana psikoterapi, terdapat beberapa jenis psikoterapi yang sering digunakan pada gangguan makan dengan BPD seperti Cognitive Behavior Therapy (CBT), Mentalisation Based Treatment (MBT) dan Dialectical Behaviour Therapy (DBT) Simpulan: Gangguan Makan dengan komorbid BPD sering dijumpai pada praktek klinis. Tatalaksana yang memadai dapat dilakukan dengan pemberian farmakoterapi dan psikoterapi. Farmakoterapi seperti SSRI (Fluoksetin) sampai saat ini masih merupakan lini pertama pada gangguan makan Bulimia Nervosa dan Binge Eating sedangkan pada Anoreksia Nervosa, belum ada yang menunjukkan hasil baik. Farmakoterapi pada kondisi komorbid Gangguan Makan dan BPD sampai saat ini juga belum ada bukti yang kuat. Pada tatalaksana psikoterapi, terdapat beberapa jenis psikoterapi yang sering digunakan pada gangguan makan dengan BPD seperti CBT, MBT dan DBTKata kunci : Gangguan makan, borderline personality disorder, treatment
HUBUNGAN GANGGUAN KOGNITIF DENGAN DEPRESI DAN AKTIVITAS PENYAKIT PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK Liko Maryudhiyanto; Bantar Suntoko; Soesmeyka Savitri; Innawati Jusup; Rihadini; Titis Hadiati
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.03.1

Abstract

Lupus eritematosus sistemik (LES) adalah suatu penyakit inflamasi kronis yang mempengaruhi banyak organ termasuk sistem saraf pusat. Prevalensi gejala neuropsikiatri berupa gangguan kognitif pada pasien masih cukup tinggi. Gangguan kognitif pada domain memori, eksekutif, dan atensi akan menyebabkan pasien LES mengalami depresi. Pasien LES yang mengalami depresi akan menyebabkan hasil pengobatan yang buruk. Gangguan kognitif juga berhubungan dengan aktivitas penyakit LES. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan gangguan kognitif dengan depresi dan peningkatan aktivitas penyakit pasien LES. Metode penelitian ini observasi cross sectional. Subjek penelitian ialah 82 pasien LES di RSUP Dr. Kariadi, Semarang. Instrumen penelitian menggunakan Beck Depression Inventory II (BDI-II) untuk depresi, Montreal Cognitive Assessment (MocA-Ina) untuk gangguan kognitif, dan Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index (SLEDAI) untuk aktivitas penyakit. Hasil menunjukkan prevalensi gangguan kognitif pada subjek penelitian adalah 64,6% dengan domain memori paling sering terganggu. Prevalensi depresi sebesar 57,3%. Proporsi pasien gangguan kognitif dengan depresi lebih banyak (62,3%) dibandingkan tanpa depresi. Aktivitas penyakit berat memiliki prevalensi paling tinggi yakni 54,4%. Gejala aktivitas penyakit paling sering didapatkan ialah alopesia dan artirtis (65,9%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kognitif dengan depresi (p = 0,151). Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kognitif dengan aktivitas penyakit LES (p = 0,009). Domain kognitif berhubungan dengan aktivitas penyakit LES (p = 0,02). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kogntif terhadap depresi pada pasien LES dan terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan kognitif dengan aktivitas penyakit pasien LES.
PERSEPSI PERILAKU KONSUMSI AIR MINERAL TERHADAP KESEHATAN TUBUH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS YARSI FAKULTAS KEDOKTERAN TAHUN ANGKATAN 2022-2023 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM Az-Zahra, Amanda Sabrina; Utami , Sri; Arifandi , Firman; Maryudhiyanto , Liko
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air mineral adalah suatu zat yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh, salah satunya yaitu untuk menjaga kesehatan tubuh. Air mineral dibagi menjadi 2 bagian yaitu “air” yang mengandung senyawa kimia H2O yang setiap molekulnya mengandung satu oksigen dan dua atom hidrogen yang dihubungkan oleh ikatan kovalen, dan “mineral” yaitu suatu zat anorganik yang diperlukan untuk metabolisme tubuh serta untuk pembentukan tulang dan gigi. Air minum yang dapat membantu menghilangkan rasa dahaga, memberikan manfaat, serta memenuhi standar dan asupan gizi. Adapun penelitian yang dilakukan ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian secara cross sectional. Pengumpulan sampel menggunakan metode random sampling dengan 171 sampel. Selanjutnya analisis daya secara univariat dan bivariat menggunakan metode uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI memiliki persepsi kesehatan tubuh yang positif sebanyak 82,5%, dengan tingkat perilaku mahasiswa dalam konsumsi air mineral baik dengan persentase 82,5%. Uji bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara persepsi kesehatan tubuh dengan perilaku konsumsi air mineral (p= 0,352). Dalam Islam, konsumsi air mineral adalah sebagai bentuk rasa syukur kita atas anugerah yang telah Allah berikan sebagai sumber kehidupan dan etika dalam minum dianjurkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah S.A.W.
Laporan Kasus : Gejala Psikotik pada Pasien dengan Riwayat Epilepsi disertai Komorbid Penyalahgunaan Obat-Obatan dengan Ciri Kepribadian Antisosial PRATAMA, MAULANA YUDHA; Ahdimar, Friendy; Maryudhiyanto, Liko; Agustina, Citra Fitri
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4824

Abstract

Gejala psikotik adalah tanda yang menunjukkan gangguan dalam pemikiran, persepsi, atau perilaku seseorang. Gejala psikotik dapat muncul dalam berbagai kondisi mental, termasuk halusinasi organik. Pada kasus Tn. K, laki-laki 20 tahun, datang dibawa oleh keluarga dengan keluhan utama yaitu pasien merasa terganggu dengan bisikan-bisikan di telinganya serta. Menurut keluarga, pasien menunjukan sikap-sikap yang tidak biasa seperti bicara sendiri, perilaku kadang-kadang aneh seperti sifat kekanak-kanakan, sulit tidur, emosi tanpa sebab, memarahi setiap orang yang berinteraksi dengannya, selalu curiga dengan lingkungan sekitar dan selalu keluar rumah bahkan ketika malam hari. Keluarga pasien mengaku bahwa pasien memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan tramadol dan hexymer sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga memiliki riwayat epilepsi sejak usia 10 bulan sampai sekarang, kejang terakhir 1 hari SMRS. Pasien juga menunjukkan halusinasi auditorik dan waham rujukan. Diagnosis adalah Halusinosis Organik dengan GAF 40-31. Kasus ini menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan psikotik. Temuan dalam laporan kasus ini juga sejalan dengan penelitian-penelitian yang ada mengenai dampak penyalahgunaan zat seperti Trihexyphenidyl dan tramadol terhadap perkembangan gejala psikotik. Pada pasien ini juga menunjukkan ciri kepribadian antisosial yang dimana belum memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Tatalaksana psikotik akibat kondisi medis umum utama adalah mengobati kondisi medis umum yang menyebabkan psikotiknya tersebut melalui pemberian psikofarmaka dan psikoterapi yang tepat. Prognosis bergantung pada reversibilitas dari penyakit yang mendasarinya dan kemampuan otak untuk menahan pengaruh penyakit dasarnya.
Pengaruh Hipnoterapi Spiritual Islam terhadap Kecemasan Mahasiswa Menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Maryudhiyanto, Liko
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i2.216

Abstract

Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) sangat mungkin menjadi sumber kecemasan pada mahasiswa program profesi dokter. Hipnoterapi dipercaya dapat membantu individu mengakses pikiran bawah sadar dan melakukan perubahan pada pola pikir yang mendasari kecemasan. Bahkan ketika dikombinasikan dengan spiritual Islam diharapkan memberikan efek lebih signifikan dalam mengurangi kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh hipnoterapi spiritual Islam terhadap tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Metode ini dilakukan untuk mendalami pengetahuan dan interpretasi terhadap teks Al-Qur’an, serta menganalisis aspek psikologisnya. Hasil didapatkan penurunan kecemasan yang signifikan pada mahasiswa dan mampu lebih fokus ketika belajar. Artinya hipnoterapi Spiritual Islam adalah pendekatan yang menjanjikan dalam mengurangi kecemasan mahasiswa menghadapi UKMPPD.
The Effect of Depression Level on Quality of Life in the Elderly at Nursing Homes Roihaana Alviatus Zahro; Zwasta Pribadi Mahardhika; Afrizal Tw; Liko Maryudhiyanto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.52624

Abstract

As individuals age, they experience a natural decline in physical and cognitive function, increasing their vulnerability to various health problems, including depression. This condition may lead to reduced cognitive ability, diminished physical functioning, social withdrawal, poor sleep quality, and an elevated risk of suicide. Depression is more prevalent among older adults residing in nursing homes compared to those living with their families, and has been shown to negatively affect nearly all dimensions of quality of life. In Islamic teachings, caring for the elderly is a moral and spiritual obligation that emphasizes respect, compassion, and the fulfillment of their rights. This study aims to analyze the effect of depression level on the quality of life of older adults living in nursing homes and to examine these findings from an Islamic perspective. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 77 respondents selected through simple random sampling. Of these, 16 respondents experienced depression and 5 were identified as having poor quality of life. The chi-square test yielded a p-value of 0.000, indicating a statistically significant association between depression level and quality of life. These findings highlight the impact of depression on the well-being of older adults and underscore the importance of providing humane, person-centered care aligned with religious values.
Descriptive Analysis of the Incidence of Suicide by Hanging at Bhayangkara Tk. 1 Pusdokkes Polri Hospital: A Review of Data from the Last Five Years and an Islamic Perspective Afra Shamila Ambadar; Farah Primadani Kaurow; Siti Marhamah; Liko Maryudhiyanto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 3 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i3.52989

Abstract

Background: Suicide is a major global public health concern, with its incidence continuing to rise each year. Hanging remains one of the most frequently used methods, including in Indonesia. Forensic examination is crucial for identifying victim characteristics, determining causes and mechanisms of death, supporting legal processes, and contributing to prevention strategies. Objective: The objective of this study is to obtain a comprehensive picture of the characteristics of victims, the instruments used, the cause and mechanism of death, case management efforts, and an Islamic perspective on suicide cases by hanging. Methods: This study used a descriptive method with a cross-sectional design and a qualitative approach. Data were collected retrospectively from medical records of suicide victims by hanging examined at the Forensic Medicine Department of Bhayangkara Hospital Tk. 1 Pusdokkes Polri from 2020 to 2024. The analyzed variables included age, sex, wound characteristics, instruments used, and causes and mechanisms of death. The majority of victims were male and belonged to the productive age group, with rope being the most commonly used ligature. Results: Although several cases lacked detailed information on the mechanism of death, available data indicated that asphyxia due to neck compression was the primary cause. These findings align with forensic theory, which states that death in hanging cases typically results from obstruction of air and blood flow caused by pressure on neck structures. Conclusion: Overall, suicide by hanging predominantly involves males of productive age, with asphyxia being the leading mechanism of death.
A Literature Review of Domestic Cats (Felis Catus) Interactions on Emotional Regulation and Mental Health: Bio-psychological and Islamic Perspective Liko Maryudhiyanto; Indradi Octodhiyanto
Jurnal Ruhul Islam Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v4i1.427

Abstract

Krisis kesehatan mental global dalam beberapa tahun terakhir menuntut adanya modalitas terapi alternatif yang terjangkau, salah satunya melalui terapi interaksi dengan hewan, termasuk kucing domestik (Felis catus). Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan dampak interaksi kucing terhadap regulasi emosi dan kesehatan mental melalui tinjauan bio-psikologis dan literatur Islam. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur terhadap artikel ilmiah bereputasi (2015-2025) dan teks keagamaan klasik. Hasil studi ini menunjukkan secara biologis, interaksi positif dengan kucing terbukti meningkatkan kadar oksitosin dan menurunkan kortisol pada manusia. Perilaku afeksi kucing, seperti snuggling, memberikan efek menenangkan dan rasa aman. Dalam perspektif Islam, kucing memiliki kedudukan mulia berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW, yang memberikan legitimasi religius dan memperkuat ikatan emosional pemilik Muslim. Meskipun terdapat risiko zoonosis, edukasi preventif dapat memitigasi kecemasan pemilik. Integrasi antara dukungan biologis dan nilai spiritual menjadikan interaksi dengan kucing sebagai strategi non-farmakologis yang efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis.
Integration of Neurobiology and Spiritual Psychiatry: Mechanisms of Fear Extinction in Ophidiophobia through Analysis of the Story of Prophet Moses Liko Maryudhiyanto; Indradi Octodhiyanto
Hikmah Vol. 23 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v23i1.656

Abstract

Ophidiophobia is a specific phobia with strong evolutionary roots that significantly impacts individuals’ quality of life and clinical functioning. Although exposure therapy remains the gold standard treatment, its effectiveness is often limited by patient resistance and high anticipatory anxiety. This study aims to synthesize existing literature on the neurobiological mechanisms underlying snake phobia, identify key morphological triggers, and explore the potential integration of psychospiritual interventions based on the narrative of Prophet Moses. A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines, using databases such as PubMed, Scopus, and Google Scholar for publications between 2015 and 2025. Study quality was assessed using the JBI Critical Appraisal Tools. The findings indicate that the human brain possesses a visual detection system highly sensitive to specific scale patterns and curvilinear shapes, triggering rapid responses via the amygdala pathway. Exposure therapy facilitates fear extinction through neuroplastic processes involving prefrontal regulation. The integration of religious narratives may support cognitive reappraisal as a complementary approach. This study proposes an integrative framework to enhance culturally adaptive therapeutic strategies.
Edukasi Manajemen Stres bagi Lansia untuk Mendukung Kesehatan Mental di Pasar Minggu Rita Komalasari; Siti Maulidya Sari; Intan Farida Yasmin; Liko Maryudhiyanto; Sri Rahayu Ningsih
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/r4mkex39

Abstract

Mental health is an important component in realizing healthy ageing, so promotional efforts are needed through health education at the community level. This community service aims to increase the knowledge of the elderly about stress management and evaluate changes in knowledge after education in East Pejaten Village, Pasar Minggu District, South Jakarta. The activity was carried out on May 11, 2026 by involving 37 elderly people consisting of 9 men (24.3%) and 28 women (75.7%). Methods include coordination with partners, pre-test, delivery of material by psychiatrists through interactive lectures, discussions, demonstrations, as well as deep breathing relaxation practices, mindfulness, and adaptive coping strategies  supported by educational posters. The evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments containing 10 questions, then analyzed descriptively and using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average knowledge score increased from 91.89 to 92.97 with a difference of 1.08 points. A total of 86.5% of participants maintained the same score, 5.4% experienced an increase, and 8.1% experienced a decrease in score. Wilcoxon's test showed that the difference was not statistically significant (p=0.680). Nevertheless, this activity strengthened participants' knowledge about mental health and stress management and showed that community-based education with the involvement of psychiatrists and poster media has the potential to be a promotive strategy that supports improving the quality of life and health services for the elderly in the community.