Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kodifikasi Al-Qur’an Dan Konsolidasi Otoritas Teks: Telaah Historis Kritis Atas Mushaf Utsmani Nur Amri Ramadhan Abd. Gani; Muh. Akbar; Mujairil Mujairil; Rahmi Dewanti Palangkey
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kodifikasi Al-Qur’an merupakan proses historis penting dalam menjaga keotentikan dan otoritas teks wahyu di tengah perkembangan masyarakat Islam awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kodifikasi Al-Qur’an hingga terbentuknya Mushaf Utsmani serta perannya dalam konsolidasi otoritas teks Al-Qur’an melalui pendekatan historis-kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, baik dari literatur klasik Islam maupun kajian akademik kontemporer. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-analitis dan kritis untuk menelusuri dinamika sosial, politik, dan keilmuan yang melatarbelakangi standarisasi mushaf pada masa Khalifah Utsman bin ‘Affan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kodifikasi Mushaf Utsmani merupakan bentuk konsensus kolektif para sahabat dalam menjaga kesatuan teks Al-Qur’an sekaligus mengelola pluralitas bacaan secara metodologis. Selain itu, Mushaf Utsmani berfungsi sebagai instrumen utama dalam mengokohkan otoritas teks Al-Qur’an dan mencegah fragmentasi keagamaan di wilayah Islam yang semakin meluas. Telaah historis-kritis juga memperlihatkan bahwa standarisasi mushaf tidak mengindikasikan manipulasi teks, melainkan upaya preventif untuk menjaga stabilitas teologis dan sosial umat Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Mushaf Utsmani memiliki legitimasi teologis, historis, dan akademik yang kuat sebagai fondasi utama transmisi Al-Qur’an hingga masa kini
ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Aisyah Aisyah; Nurul Ilmi; Muh. Akbar; M. Amin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Pendidikan Islam merupakan kajian yang membahas landasan filosofis pendidikan yang bersumber dari ajaran Islam serta pemikiran para tokoh Muslim. Dalam perkembangannya, Filsafat Pendidikan Islam melahirkanberbagaialiranpemikiranyangmemilikicorak,pendekatan,danpenekananyangberbedadalam memahami tujuan, proses, dan hakikat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis aliran-aliran dalam Filsafat Pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap sumber-sumber literatur berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap aliran dalam Filsafat Pendidikan Islam memiliki kontribusi penting dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang holistik, integratif, dan kontekstual. Pemahaman terhadap aliran-aliran tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam pengembangan pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ajaran Islam.
Tantangan Modernitas Terhadap Nilai-Nilai Islam Nurhidayah Nurhidayah; Muh. Akbar; Andika Fahmil Hamdani Alim; Rusli Malli; Bahaking Rama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis tantangan utama modernitas terhadap nilai-nilai Islam, dampaknya terhadap pergeseran moral dan sosial masyarakat Muslim, serta merumuskan strategi adaptif-integratif dalam menghadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang disajikan secara deskriptif-analitis. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur relevan, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan hermeneutik-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama modernitas meliputi hegemoni sekularisme dan liberalisme, disrupsi etis di ruang digital, serta jeratan materialisme dan budaya konsumerisme. Dampak dari tantangan ini termanifestasi dalam pergeseran moral (komodifikasi agama, kesalehan digital, serta krisis otoritas keagamaan) dan pergeseran sosial (menguatnya individualisme yang mengikis ukhuwah islamiyah, dekonstruksi fungsi keluarga, serta polarisasi sosial). Untuk menghadapi tantangan tersebut, penelitian ini merumuskan empat strategi komprehensif: 1) Strategi intelektual melalui reaktualisasi ijtihad berbasis Maqashid Syariah dan integrasi ilmu; 2) Strategi sosial-keagamaan melalui penguatan moderasi beragama (Wasathiyah); 3) Strategi ekonomi melalui pengembangan ekosistem halal dan digitalisasi keuangan syariah; serta 4) Strategi dakwah dan teknologi melalui pemanfaatan media digital secara kreatif, rasional, dan berintegritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernitas tidak seharusnya ditolak secara ekstrem maupun diterima secara pasrah, melainkan ditransformasikan menjadi peluang bagi kejayaan Islam dan kemaslahatan umat manusia
Implementasi Kaidah Al-’Adah Muhakkamah Dalam Etika Interaksi Pendidik Dan Peserta Didik Di Era Digital: Studi Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Muh. Akbar; Andika Fahmil Hamdani Alim; Abdul Fattah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kaidah Al-’Adah Muhakkamah dalam etika interaksi pendidik dan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital. Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pola komunikasi dan interaksi dalam dunia pendidikan. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, namun di sisi lain memunculkan berbagai tantangan etika yang dapat memengaruhi hubungan antara pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang relevan dengan kaidah fikih Al-’Adah Muhakkamah, etika pendidikan Islam, dan interaksi edukatif dalam pembelajaran digital. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Al-’Adah Muhakkamah dapat menjadi landasan normatif dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya positif dalam interaksi pendidikan. Implementasi kaidah ini tercermin dalam penggunaan bahasa yang santun, penghormatan terhadap pendidik, etika komunikasi digital, serta pembentukan budaya akademik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penerapan kaidah tersebut memungkinkan pendidikan Islam beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip akhlak dan adab.
Takhrij Al-Hadis Ummi Khairi Putri; Rukaeni Rukaeni; Muh. Akbar; Abbas Baco Miro
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Takhrij hadis merupakan salah satu cabang ilmu hadis yang berperan penting dalam menelusuri sumber asli hadis, mengetahui sanad, serta menentukan kualitas hadis sehingga dapat dipastikan keabsahannya sebagai dasar ajaran Islam. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan konsep teoritis takhrij hadis, memperkenalkan kitab-kitab yang digunakan dalam proses takhrij beserta pemanfaatannya, serta menguraikan praktik takhrij hadis melalui penelusuran pada kitab-kitab sumber asli. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur ilmu hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa takhrij hadis memiliki fungsi penting dalam memverifikasi sumber, sanad, dan kualitas hadis, sehingga mampu mencegah penggunaan hadis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Proses takhrij didukung oleh berbagai kitab rujukan, seperti Al-Mu'jam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis an-Nabawi, Miftah Kunuz al-Sunnah, Tuhfat al-Asyraf, serta kitab-kitab hadis primer, dan semakin dipermudah dengan pemanfaatan teknologi digital. Praktik takhrij dilakukan melalui tahapan identifikasi lafaz hadis, penelusuran sumber, analisis sanad, penelitian terhadap perawi, hingga penentuan derajat hadis. Dengan demikian, penguasaan metode takhrij menjadi kompetensi yang sangat penting bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti dalam menjaga validitas hadis sebagai sumber hukum dan pedoman kehidupan umat Islam.