Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SUMBER-SUMBER FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Fathul Janna; Sulfiadi Sulfiadi; Muh.Amin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat pendidikan Islam merupakan fondasi konseptual yang berperan penting dalam merumuskan arah, tujuan, dan praktik pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis metodologi, kandungan, dan sumber filsafat pendidikan Islam sebagai kerangka dasar dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan dinamika sosial dan intelektual kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur primer dan sekunder, seperti Al-Qur’an, Hadis, karya-karya pemikir Muslim, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dan interpretatif dengan pendekatan filosofis yang menyoroti dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa metodologi filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai instrumen kritis untuk memahami dan mengembangkan konsep pendidikan Islam secara rasional dan kontekstual. Kandungan filsafat pendidikan Islam menekankan integrasi nilai tauhid, akhlak, dan kemanusiaan dalam rangka mewujudkan insan kamil, sedangkan sumber normatif dan historis terutama Al-Qur’an dan Sunnah menjadi pijakan utama dalam membangun pemikiran dan praktik pendidikan Islam. Artikel ini menegaskan bahwa pemahaman komprehensif terhadap metodologi, kandungan, dan sumber filsafat pendidikan Islam sangat penting untuk mengembangkan sistem pendidikan Islam yang adaptif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam.
Kurikulum Nasional Dan Kurikulum PAI Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Muh.Akbar; Rukaeni Rukaeni; Sumiati Sumiati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pembelajaran. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji konsep Kurikulum Nasional dan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), model-model pengembangan kurikulum, serta kontekstualisasi penerapannya dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pembahasan dilakukan menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur, peraturan, dan referensi ilmiah yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Nasional berperan sebagai acuan dalam mewujudkan standar pendidikan yang bermutu, sedangkan Kurikulum PAI berfungsi mengembangkan kompetensi spiritual, moral, dan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Islam. Pengembangan kurikulum memerlukan model yang sistematis dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Dalam implementasinya, Kurikulum PAI perlu dikontekstualisasikan melalui integrasi nilai-nilai keislaman dengan Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran yang kontekstual, penguatan moderasi beragama, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, sinergi antara Kurikulum Nasional dan Kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, kompeten, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan.
Pengaruh Kolonialisme terhadap Pembaharuan dalam Islam Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Aisyah Aisyah; M. Ridhwan Hamzah; Nurul Ilmi; Bahaking Rama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas pengaruh kolonialisme terhadap pembaharuan dalam Islam dengan menitikberatkan pada aspek pendidikan, sosial politik, ekonomi, serta perkembangan pemikiran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat kolonialisme dalam dunia Islam, menganalisis dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan umat Islam, serta mengkaji bagaimana kolonialisme menjadi faktor pendorong lahirnya gerakan pembaharuan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kolonialisme membawa dampak yang kompleks terhadap dunia Islam. Di bidang pendidikan, kolonialisme melahirkan dualisme sistem pendidikan yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum. Pada aspek sosial politik, kolonialisme melemahkan kekuasaan politik umat Islam, mengurangi peran ulama, dan mendorong munculnya kesadaran akan pentingnya persatuan umat. Dalam bidang ekonomi, eksploitasi sumber daya alam, monopoli perdagangan, dan sistem kapitalisme kolonial menyebabkan ketergantungan ekonomi di negeri-negeri Muslim. Di sisi lain, kolonialisme juga menjadi pemicu lahirnya gerakan pembaharuan Islam yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Sayyid Ahmad Khan, dan Muhammad Iqbal melalui reformasi pendidikan, pembukaan kembali pintu ijtihad, integrasi ilmu agama dan ilmu modern, serta penguatan persatuan umat. Dengan demikian, kolonialisme tidak hanya dipandang sebagai penyebab kemunduran dunia Islam, tetapi juga sebagai momentum yang mendorong lahirnya pembaharuan pemikiran dan modernisasi Islam yang relevan hingga masa kini.
Implementasi Kaidah Al-’Adah Muhakkamah Dalam Etika Interaksi Pendidik Dan Peserta Didik Di Era Digital: Studi Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Muh. Akbar; Andika Fahmil Hamdani Alim; Abdul Fattah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kaidah Al-’Adah Muhakkamah dalam etika interaksi pendidik dan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital. Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan terhadap pola komunikasi dan interaksi dalam dunia pendidikan. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, namun di sisi lain memunculkan berbagai tantangan etika yang dapat memengaruhi hubungan antara pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang relevan dengan kaidah fikih Al-’Adah Muhakkamah, etika pendidikan Islam, dan interaksi edukatif dalam pembelajaran digital. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Al-’Adah Muhakkamah dapat menjadi landasan normatif dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya positif dalam interaksi pendidikan. Implementasi kaidah ini tercermin dalam penggunaan bahasa yang santun, penghormatan terhadap pendidik, etika komunikasi digital, serta pembentukan budaya akademik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penerapan kaidah tersebut memungkinkan pendidikan Islam beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip akhlak dan adab.
Konsep Metode Jarh wa Ta'dil Nur Amri Ramadhan Abd.Gani; Aisyah Aisyah; Sultan Haerun; Abbas Baco Miro
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarh wa Ta'dil merupakan salah satu cabang ilmu dalam Ulumul Hadis yang memiliki peran penting dalam menjaga autentisitas hadis Nabi Muhammad SAW melalui penilaian terhadap kredibilitas para perawi hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep Jarh wa Ta'dil, sejarah perkembangannya, prinsip dan kaidah yang digunakan dalam menilai perawi, tingkatan Jarh dan Ta'dil, serta implementasinya dalam penelitian hadis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu hadis dan Jarh wa Ta'dil. Hasil kajian menunjukkan bahwa Jarh wa Ta'dil berkembang sebagai respons terhadap munculnya berbagai persoalan dalam periwayatan hadis, khususnya setelah wafatnya Rasulullah SAW. Penilaian terhadap perawi dilakukan berdasarkan aspek keadilan ('adalah) dan ketelitian (dhabt) untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu riwayat. Penerapan metode ini dilakukan melalui penelitian terhadap sanad, biografi perawi, serta kesinambungan periwayatan sehingga dapat ditentukan kualitas hadis, baik sahih, hasan, maupun dhaif. Di era digital, prinsip verifikasi (tabayyun) yang menjadi dasar Jarh wa Ta'dil tetap relevan dalam menyikapi penyebaran hadis dan informasi keagamaan. Dengan demikian, Jarh wa Ta'dil tidak hanya menjadi metode ilmiah dalam penelitian hadis, tetapi juga mencerminkan tradisi keilmuan Islam yang sistematis dalam menjaga keaslian sumber ajaran Islam.