Naufal Aulia Fiermeiza
Politeknik Negeri Sambas

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANCANGAN FILM ANIMASI 2D CERITA RAKYAT SAMBAS ”PERISTIWA DI TANJUNG DATOK” DENGAN METODE MDLC Agung Damar Jati; Yuda; Noferianto Sitompul; Narti Prihartini; Naufal Aulia Fiermeiza; Vanie Wijaya; U Heri Mulyanto; Lang Jagat; Sri Wahyuni; Erifa Syahnaz
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 11 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v11i1.7088

Abstract

Temajuk Village, located in Paloh District, Sambas Regency, West Kalimantan, boasts a unique natural landscape, culture, and rich history. One important part of this village's cultural heritage is the folktale "The Events at Tanjung Datok," which contains moral values, local wisdom, and the philosophy of life of the local community. Unfortunately, this story is still limited to oral tradition and has not been visually documented. The lack of interest in literacy among some Sambas residents means that knowledge of this story remains limited to the community around Tanjung Datok. Until now, the story has not been transformed into a more effective medium to keep up with current developments so that it can reach a wider audience, one of which is through 2D Animation visualization. The development method used in making 2D animated films is the Multimedia Development Life Cycle (MDLC), which consists of six stages: concept, design, material collection, production, testing, and distribution. This method was chosen because it is able to provide a systematic and structured approach to the animation production process. The creation of a 2D animated film of Sambas folklore entitled "Events in Tanjung Datok" aims to document and visualize the Sambas folklore located in Tanjung Datok in the form of a 2D animated film. This animated media is expected to be an educational resource that can increase public understanding of local history and culture. This research is expected to produce an interesting and informative 2D animation, so that the moral message and cultural values ​​of the story "Events in Tanjung Datok" can be conveyed effectively to the audience, while strengthening the local cultural identity of Temajuk Village. Based on the questionnaire test results using the Likert scale technique, conducted on two material experts and two media experts, with a total score of 81% and 97% respectively. In addition, the questionnaire was also tested on 30 members of the general public with a score of 93%. Based on the test results, it can be concluded that, in general, respondents gave a very good assessment, and this film is worthy of publication. It is hoped that it can later become an educational medium that can be used by the public, especially in the world of education.
PERANCANGAN ANIMASI 3D JALAN BYPASS SEDAU KE SEI RASAU MENGGUNAKAN METODE MDLC (MULTIMEDIA DEVELOPMENT LIFE CYCLE) Agus Tulus; Noferianto Sitompul; U Heri Mulyanto; Vanie Wijaya; Naufal Aulia Fiermeiza; Lang Jagat; Sri Wahyuni; Erifa Syahnaz
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 11 No 2 (2026): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v11i2.8198

Abstract

The construction of the Singkawang Sedau to Sei Rasau Bypass Road is an important infrastructure project to reduce congestion and facilitate transportation flow. However, the delivery of information on this project is still limited to technical documents and two-dimensional images that are less capable of des the real conditions, making it difficult for the general public to understand. To answer this problem, a 3D animation design was carried out using the MDLC (Multimedia Development Life Cycle) method, which consists of six stages: concept, design, material collection, creation, testing, and distribution. This study aims to design a 3D animation of the Singkawang bypass road (Sedau - Sei Rasau) using the MDLC method. It is expected to contribute to infrastructure development in the Singkawang area, as well as provide a positive impact on the community and regional development. The final result of this design is a 5:20-minute 3D animation of the Singkawang Bypass Road, which shows the condition of the road construction plan from Sedau to Sei Rasau and is considered effective in conveying information and facilitating public understanding of the development project. Questionnaire measured using a Likert scale by two subject matter experts and two media experts, yielded scores of 88% and 96%, respectively. A questionnaire was also administered to 30 members of the public, resulting in a score of 86%. The test results showed that all respondents gave it a very good rating, and this 3D animation is worthy of publication and presentation as an information and reference medium that can be used by the Singkawang Public Works and Public Housing Agency to continue the construction of the bypass road.
Membangun Identitas Lokal Melalui Desain Multimedia: Analisis Logo Umkm Sambas Mario Mario; Ibnu Ajan Hasibuan; Naufal Aulia Fiermeiza
CITRAKARA Vol. 8 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logos play a crucial role in building the visual identity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the digital era. Besides serving as a business identity, logos also serve as visual media that communicate cultural values ​​and local characteristics. This study aims to analyze how MSME logos in Sambas Regency represent and build local identity through multimedia design. Using a qualitative approach, this study employs Charles Sanders Peirce's semiotic framework to examine the visual elements contained in selected MSME logos. Data were collected through documentation and analyzed by identifying icons, indices, and symbols represented in the logos. The findings indicate that visual elements such as local fauna, geographical features, colors, and cultural symbols are consistently used to represent the social and cultural characteristics of Sambas. These elements not only strengthen brand identity but also serve as representations of local values ​​and community identity.
Merancang dan Memproduksi Media Promosi Berbasis Motion graphics untuk Kampanye “Jadi Relawan Informasi Bersama KIM Pojok Kata” Muhammad Rafiqurrahim Surista; Naufal Aulia Fiermeiza; Noferianto Sitompul
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1480

Abstract

Kemajuan teknologi digital yang berkembang pesat telah membawa perubahan signifikan terhadap cara manusia mengakses, membuat, dan menyebarkan informasi. Di era modern, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai wadah kreatif yang menggabungkan unsur teknologi, desain, dan komunikasi. KIM Pojok Kata, sebagai media penghubung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, berupaya meningkatkan partisipasi publik melalui ajakan menjadi relawan berbagi informasi. Untuk mendukung upaya tersebut, diperlukan media visual yang kreatif dan interaktif agar masyarakat terdorong berperan aktif dalam penyebaran informasi yang benar dan bermanfaat di Kabupaten Sambas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kampanye “Jadi Relawan Informasi Bersama KIM Pojok Kata” dalam bentuk motion graphic. Media ini bertujuan mengajak masyarakat berkontribusi dalam penyebaran berita yang akurat, bermanfaat, dan membangun. Berdasarkan hasil uji kelayakan menggunakan skala Likert, media ini memperoleh nilai 84% dari ahli materi dan 88,4% dari masyarakat, yang menunjukkan bahwa produk motion graphic ini sangat layak untuk dipublikasikan. Dengan demikian, motion graphic ini berperan sebagai sarana komunikasi visual yang mampu menarik perhatian, mempermudah pemahaman pesan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung ekosistem informasi yang positif di Kabupaten Sambas.
DESAIN KAOS MUSIK INDIE SEBAGAI PERGERAKAN BUDAYA POPULER Naufal Aulia Fiermeiza; Liandra Khansa Utami Putri
CITRAKARA Vol. 7 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena loyalitas fans dalam dunia musik tidak hanya terbatas pada apresiasi terhadap karya, tetapi juga merambah ke aspek gaya hidup, termasuk penggunaan atribut seperti kaos band. Musik indie, sebagai bagian dari subkultur yang lahir dari gerakan independen, memiliki dinamika tersendiri dalam membentuk identitas serta loyalitas fansnya. Kaos band indie bukan sekadar merchandise, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan bagi penggunanya. Dalam ranah budaya populer, kaos band indie mencerminkan lebih dari sekadar mode; ia menjadi media ekspresi yang memperkuat hubungan antara musisi dan pendengarnya. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menganalisis berbagai kajian terdahulu terkait subkultur musik indie, budaya populer, serta loyalitas fans melalui atribut fesyen seperti kaos band. Dengan menelaah literatur yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kaos band indie dalam membangun identitas fans serta bagaimana elemen ini berkontribusi terhadap eksistensi dan perkembangan subkultur musik indie.
Pembuatan Video Animasi 3D Alur Pencatatan Akta Perkawinan Penduduk Non-Muslim Di Disdukcapil Kabupaten Sambas Waritz Alfarisy; Naufal Aulia Fiermeiza; Noferianto Sitompul
KETIK : Jurnal Informatika Vol. 3 No. 02 (2025): November
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/ketik.v3i02.442

Abstract

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas disingkat Disdukcapil merupakan instansi pemerintahan yang berada di wilayah Kabupaten Sambas. Layanan Disdukcapil seperti Penerbitan Kartu Identitas Anak, Penerbitan Akta Perkawinan dan lainnya. Alur pencatatan akta perkawinan hanya di informasikan lewat lisan dan brosur saja melalui petugas pelayanan, selain itu alur yang panjang membuat pemohon kesulitan untuk memahami proses dari pembuatan akta perkawinan penduduk non-muslim dan pada website Disdukcapil hanya ditampilkan informasi berkas yang menjadi syarat penerbitannya saja. Perancangan alur akta perkawinan tersebut dapat di lakukan dengan pemanfaatan media informasi. Media informasi salah satunya animasi 3D di nilai mampu memberikan kontribusi dalam menginformasikan alur pencatatan akta perkawinan secara efektif. Dalam pembuatan video animasi 3D, digunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution. Berdasarkan hasil uji kelayakan, media ini mendapatkan nilai 97% dari ahli materi dan 92,50 % dari masyarakat umum, hal tersebut menunjukan bahwa animasi 3D ini sudah sangat layak digunakan sebagai media informasi masyarakat. Oleh Karena itu ini membuktikan bahwa penerapan elemen desain visual, animasi 3D, dan audio seperti sound effect dan dubbing dalam animasi 3D dapat meningkatkan daya tarik serta mampu memberikan kontribusi dalam menginformasikan tata cara administrasi kependudukan pencatatan akta perkawinan.