Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Politik Non-Elektoral dalam Relasi Digital Pengguna Bumble: Micro Politics in Platform Society Jamalullail
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 14 No 2 (2026): Jurnal Spektrum Komunikasi : June 2026
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v14i2.1220

Abstract

In the context of digital intimate relationships, this research looks at user interactions on the dating app Bumble as a platform for non-electoral politics. This research argues that power functions via everyday communicative practices made possible by digital platforms in addition to electoral-focused strategies in political communication studies. Instead of being purely private spaces cut off from power dynamics in the context of platform culture, personal relationships are increasingly social arenas where visibility, recognition, and vulnerability are continuously contested. In addition to interface walkthroughs and an analysis of platform policy documents, the study uses an interpretive qualitative technique that includes in-depth interviews with active Bumble users in urban settings. Intimate digital connections may be analysed as social practices impacted by platform design and governance as well as subjective experiences thanks to this analytical method. The results show that in addition to controlling technical interaction, mechanisms like swiping, algorithmic matching, time-limited conversations, and the "women make the first move" feature represent a type of relational governance that leads to unequal vulnerability, visibility, and acknowledgement. Self-presentation, self-disclosure, and ghosting are examples of how users manage identity, risk, and emotion within complex power structures embedded in platform designs and interactional norms. The results imply that rather than via overt dominance, power is used in digital intimate relationships as micro-political arenas where speed, attentiveness, and behavioural norms are regulated. By including platform governance and politics-as-practice viewpoints into the study of modern digital connections, this paper theoretically expands political communication studies by validating individual communicative activities as a crucial site of political analysis.
Pengabdian kepada Masyarakat dari Dosen: Peningkatan Literasi Digital bagi Guru Sekolah Dasar: Pengabdian Salfhaoctha Friemay Aliefia Poetry; Jamalullail; Iche Hilvania; Salsanabila Mariestiara Putri; Sri Hesti; Mohammad Ismed
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7258

Abstract

Perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan internet pada anak usia sekolah dasar memunculkan risiko ancaman siber dan perundungan, yang secara langsung menuntut peran aktif guru sebagai pendamping literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi pelaksanaan serta efektivitas program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terkait peningkatan literasi digital bagi guru di SDN Jatimurni V Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang diintegrasikan dengan pelaksanaan PKM, meliputi tahap persiapan, intervensi edukasi (ceramah dan diskusi interaktif), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan program telah berjalan secara komprehensif dengan fokus pada pengenalan ancaman dunia maya dan pelindungan data pribadi. Edukasi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kewaspadaan esensial para guru terhadap modus penipuan daring maupun tautan berbahaya. Terkait penanganan siswa, strategi pendampingan difokuskan pada optimalisasi peran guru sebagai fasilitator proaktif melalui pendekatan dialogis dan intervensi dini guna mencegah perundungan siber. Kesimpulannya, program ini berhasil membekali para pendidik untuk bertindak sebagai agen literasi digital yang kompeten dalam menciptakan ekosistem belajar yang aman. Oleh karena itu, disarankan agar program pembinaan ini dirutinkan, diformulasikan ke dalam kebijakan tata tertib keamanan digital sekolah, serta diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran di kelas dengan merangkul partisipasi aktif orang tua siswa.
Peningkatan Literasi Digital UMKM Melalui Pelatihan Konten Kreatif Berbasis Smartphone di Villa Mutiara, Bogor Jawa Barat : Pengabdian Izzati Rizal; Bintang Nurijadi; Jamalullail; Salfhaoctha Friemay Aliefia Poetry; Murtiadi; Khairatun Niswa Aceh 26
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7340

Abstract

Transformasi digital membuka peluang besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar, namun keterbatasan literasi digital masih menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Villa Mutiara, Bogor, melalui pelatihan pembuatan konten kreatif berbasis telepon pintar (smartphone). Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan peserta secara aktif dalam proses identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari berbagai sektor, dengan fokus pada peningkatan keterampilan fotografi produk, videografi berbasis storytelling, serta penyuntingan konten menggunakan aplikasi sederhana seperti Canva dan CapCut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor literasi digital peserta dari 42% pada pre-test menjadi 81% pada post-test, dengan peningkatan paling signifikan pada aspek pengetahuan media sosial. Selain peningkatan keterampilan teknis, pelatihan ini juga menumbuhkan kepercayaan diri peserta dalam memanfaatkan teknologi digital serta melahirkan komunitas digital "UMKM Villa Mutiara" yang berfungsi sebagai wadah berbagi pengetahuan dan kolaborasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis PAR efektif dalam mengintegrasikan pembelajaran praktis dengan pemberdayaan masyarakat, serta berpotensi menjadi model replikasi untuk memperkuat ekosistem digital UMKM di tingkat lokal.