Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Upaya Peningkatan Efektivitas Dan Efisiensi Rantai Pasok Proyek Konstruksi Dengan Pengukuran Kinerja Cut Zukhrina Oktaviani
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 8 No 2 (2019): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.347 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v8i2.78

Abstract

Industri konstruksi memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan industri lainnya. Kompleksitas pekerjaan menyebabkan banyak pihak dengan berbagai keahlian yang terlibat pada pelaksanaan proses produksinya dan akan membentuk rantai pasok yang kompleks. Kompleksitas rantai pasok ini memerlukan suatu manajemen pengelolaan hubungan antar mata rantai yang terlibat. Hal ini dirasa perlu karena pengelolaan rantai pasok dipercaya sebagai salah satu usaha yang strategis untuk meningkatkan daya saing suatu perusahaan konstruksi di tengah semakin ketatnya persaingan lokal, regional maupun global, sebagaimana layaknya industri lainnya. Suatu rantai pasok yang efisien dianggap dapat memberikan daya saing yang tinggi kepada perusahaan yang menjadi bagiannya. Rantai pasok konstruksi akan memberikan konstribusi terhadap efisiensi suatu pelaksanaan proyek, sehingga suatu rantai pasok konstruksi memiliki potensi untuk menjadi salah satu ruang yang memungkinkan untuk dilakukannya peningkatan dalam industri konstruksi.
Identifikasi Faktor Pendukung Dan Penghambat Adopsi Bim Oleh Kontraktor Di Provinsi Aceh Haura Zhafirah; Cut Zukhrina Oktaviani; Febriyanti Maulina
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.54-63.2023

Abstract

Perkembangan teknologi menghasilkan suatu sistem untuk mengelola informasi menjadi permodelan bangunan yaitu Building Information Modeling (BIM). Berbagai negara di dunia telah mengadopsi BIM dengan standar yang berbeda. Oleh karena itu tahun 2017, pemerintah mengeluarkan roadmap mengenai BIM berisi rencana penerapan untuk 5 tahun kedepan. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum dijalankan sepenuhnya.  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22 Tahun 2018 telah mengamanatkan kebijakan implementasi BIM pada pembangunan gedung negara tidak sederhana, dengan ini secara tidak langsung telah mewajibkan kontraktor untuk segera mengadopsi BIM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat adopsi BIM oleh kontraktor di Provinsi Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner terbuka dan skala likert kepada 67 perusahaan kontraktor. Selanjutnya data dianalisis dengan metode Relative Importance Index (RII) untuk mendapatkan faktor yang paling berpengaruh. Faktor pendukung terbesar dalam adopsi BIM adalah BIM dapat mempermudah proses perencanaan dan faktor yang menjadi penghambat adalah kurangnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bagaimana proses adopsi dan penerapan BIM oleh kontraktor dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Aceh. Dengan demikian dapat diperoleh gambaran sejauh mana kontraktor telah mengetahui, memahami dan menerapkan BIM dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Persepsi Kontraktor Terhadap Faktor Penyebab Keterlambatan Pembayaran Termin Di Kota Banda Aceh Jihan Dara Muthia; Cut Zukhrina Oktaviani; Alfa Taras Bulba
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2023): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v8i1.971

Abstract

Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Umumnya hanya ada tiga pihak yang terlibat di dalam suatu proses proyek konstuksi yaitu pengguna jasa (owner), konsultan, dan kontraktor. Dalam tahap pelaksanaan pekerjaan pada saat di lapangan, masih saja sering terjadi beberapa kendala seperti kesalahan dalam penerapan kontrak kerja yang mengakibatkan proyek tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi awal. Salah satu kendala dalam penerapan kontrak yaitu mengenai keterlambatan pembayaran termin dari pengguna jasa kepada kontraktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kontraktor terhadap faktor-faktor penyebab keterlambatan pembayaran termin di Kota Banda Aceh. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan Pearson Product Moment dan uji reliabilitas dengan koefisien Cronbach Alpha. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis Relative Importance Index (RII). Hasil yang didapat dari analisis RII diperoleh tiga faktor utama penyebab keterlambatan pembayaran termin yaitu pemilik mempunyai dana cukup tetapi jadwal pembayaran termin tidak sesuai dengan yang tercantum dalam kontrak (0,750), dokumen klaim yang diajukan kontraktor tidak lengkap (0,746), dan proses pembayaran lambat karena banyak tahapan (0,733).
Model Time-Cost Trade-Off pada Pekerjaan Tangga Beton Di Banda Aceh T. Muhammad Fachrul Rozie; Fachrurrazi Fachrurrazi; Cut Zukhrina Oktaviani
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, April 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i1.12496

Abstract

The construction project is very dependent on the project management process, both costs and time. In the implementation process, the service provider must complete one job before doing the next work. Addressing this problem requires a method that is accelerated. The purpose of this study is to do time-cost trade-off modeling. The model wa devoloped from respondent’s perceptions through filling out questionnaires and RAB data. Respondents in study ware directors, estimators and project manager at construction companies domiciled in Banda Aceh. The results showed that ladder work can be broken down into formwork, cleaning and casting. Based oo sub-activities, ladder work can be accelerated from the normal duration of the projectwith the maximum additional cost arisisng from the acceleration of the duration of the ladder work is Rp. 14.109.984,07 (22,13% of normal costs), the maximum additional cost incurred due to the acceleration of the duration of the casting work is Rp. 12.144.740,00 ((18,78% of normal costs) and the maximum additional cost incurred due to the acceleration of the duration of the formwork work is Rp. 12.331.359,00 (19,64% of normal costs). Additional costs per day vary for work items on the stairs because the time-cost trade-off model is non-linear.
Komposisi Biaya Sumber Daya Material dan Tenaga Kerja Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana Rifat Aditya Hawari; Cut Zukhrina Oktaviani; Nurisra Nurisra
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i2.14448

Abstract

Proyek konstruksi bangunan gedung memiliki sumberdaya proyek yang terdiri dari berbagai jenis seperti sumberdaya tenaga kerja, material dan biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek konstruksi. Permasalahan pada penelitian ini adalah berapa persentase proporsi sumberdaya proyek yang terdiri dari sumberdaya tenaga kerja dan material pada proyek konstruksi bangunan gedung sederhana di Provinsi Aceh. Ruang lingkup penelitian dimana pelaksanaan proyek dimulai pada tahun 2015 sampai dengan 2019, menggunakan data sekunder berupa dokumen RAB dan dokumen AHSP. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi proporsi biaya dari sumber daya proyek berupa tenaga kerja dan material. Penelitian ini dilakukan pada proyek bangunan gedung sederhana di Provinsi Aceh. Hasil penelitian telah didapatkan 10 data proyek konstruksi gedung sederhana di Provinsi Aceh, pada gedung sederhana diperoleh hasil persentase proporsi sumber daya material 61,83% dan sumber daya tenaga kerja 20,09%.
PROPORSI BIAYA SUMBER DAYA MANUSIA, MATERIAL DAN ALAT PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN Mufardis, Berril; Oktaviani, Cut Zukhrina; Buraida, Buraida
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i2.13973

Abstract

Proporsi biaya sumber daya adalah keseimbangan antara sumber daya yang digunakan pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa persentase proporsi biaya sumber daya manusia, material dan alat pada proyek jalan. Gambaran  persentase proporsi biaya sumber daya manusia, material dan alat diperoleh dengan metode analisis deskriptif. Data yang digunakan yaitu Dokumen Rencana Anggaran Biaya dan Dokumen Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Data penelitian dikelompokkan kepada 3 kelompok berdasarkan lingkup pekerjaan proyek jalan yaitu lingkup rekonstruksi jalan, rehabilitasi jalan dan peningkatan jalan. Proporsi biaya lingkup rekonstruksi, sumber daya manusia 10,68%, material 60,41% dan alat 9,26%. Proyek jalan lingkup rehabilitasi proporsi biaya sumber daya manusia 0,97%, material 58,48% dan alat 21,35% sedangkan proyek jalan lingkup peningkatan proporsi biaya sumber daya manusia 0,85%, material 57,50% dan alat 20,49%.
Risiko Pada Tahap Persiapan Proyek Pembangunan Irigasi Berbasis Masyarakat Di Aceh Besar Fahrina, Cut; Nurisra, Nurisra; Oktaviani, Cut Zukhrina; Malahayati, Nurul
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 April 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i1.19367

Abstract

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan salah satu program pembangunan irigasi berbasis masyarakat. Program ini termasuk proyek konstruksi berbasis masyarakat yang memiliki risiko pada tiap pelaksanaannya. Mulai dari tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, hingga tahap penyelesaian. Permasalahan proyek konstruksi berbasis masyarakat yang pernah diangkat pada penelitian sebelumnya yaitu seperti sekolah (Manelele, 2008) dan rumah pasca bencana (Malahayati, 2019), yang ditemukan risiko dalam pelaksanaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan faktor risiko dominan tahap persiapan dalam proyek pembangunan irigasi berbasis masyarakat. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 25 responden yang memiliki berprofesi sebagai Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tim Pedamping Masyarakat (TPM) wilayah Aceh Besar. Sedangkan data sekunder didapatkan dari teori pendukung, jurnal, dan studi literatur yang berkaitan dengan penelitian. Pengujian instrumen dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisisf frequency index untuk mengetahui tingkatan risiko dan variabel risiko yang dominan. Hasil penelitian teridentifikasi 33 faktor risiko sesuai tingkatan risiko dari tingkat tertinggi sampai dengan tingkat terendah. Risiko dominan terdapat pada peristiwa jadwal pelatihan TPM yang padat/singkat dengan nilai risiko yaitu 0,488 dengan tingkat risiko pada tingkatan sedang.
Identifikasi Faktor Pendukung Dan Penghambat Adopsi Bim Oleh Kontraktor Di Provinsi Aceh Zhafirah, Haura; Oktaviani, Cut Zukhrina; Maulina, Febriyanti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.19.1.54-63.2023

Abstract

Perkembangan teknologi menghasilkan suatu sistem untuk mengelola informasi menjadi permodelan bangunan yaitu Building Information Modeling (BIM). Berbagai negara di dunia telah mengadopsi BIM dengan standar yang berbeda. Oleh karena itu tahun 2017, pemerintah mengeluarkan roadmap mengenai BIM berisi rencana penerapan untuk 5 tahun kedepan. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum dijalankan sepenuhnya.  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22 Tahun 2018 telah mengamanatkan kebijakan implementasi BIM pada pembangunan gedung negara tidak sederhana, dengan ini secara tidak langsung telah mewajibkan kontraktor untuk segera mengadopsi BIM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat adopsi BIM oleh kontraktor di Provinsi Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner terbuka dan skala likert kepada 67 perusahaan kontraktor. Selanjutnya data dianalisis dengan metode Relative Importance Index (RII) untuk mendapatkan faktor yang paling berpengaruh. Faktor pendukung terbesar dalam adopsi BIM adalah BIM dapat mempermudah proses perencanaan dan faktor yang menjadi penghambat adalah kurangnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bagaimana proses adopsi dan penerapan BIM oleh kontraktor dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Aceh. Dengan demikian dapat diperoleh gambaran sejauh mana kontraktor telah mengetahui, memahami dan menerapkan BIM dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Analisis Pengaruh Implementasi K3 Terhadap Kinerja Pekerja Proyek Gedung Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dhiaulhaq, Muhammad; Oktaviani, Cut Zukhrina; Maulina, Febriyanti; Ibdayanti, Dinda Rizka; Kesuma, Putra Aulia
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.31742

Abstract

Proyek konstruksi mencakup berbagai kegiatan pembangunan dengan keterbatasan dalam hal anggaran dan waktu. Dalam pelaksanaannya, sering terjadi kecelakaan kerja yang bisa menyebabkan cedera parah atau kematian bagi pekerja. Kecelakaan tersebut juga dapat mengakibatkan kerugian proyek, termasuk penundaan penyelesaian, penurunan kinerja, dan biaya pengobatan. Data dari BPJS menunjukkan bahwa kasus kecelakaan kerja tahunan masih tinggi, sehingga pemerintah mewajibkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan K3 terhadap kinerja pekerja pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, dengan studi kasus pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan kuesioner skala likert sebagai alat pengumpul data. Seluruh pekerja proyek yang berjumlah 72 orang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa keselamatan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pekerja, baik secara parsial maupun simultan, sedangkan kesehatan kerja memiliki pengaruh positif, namun tidak signifikan terhadap kinerja pekerja.
Implementation of Quality Management System Performance by Batching Plant Service Provider in Kabupaten Aceh Besar Chandra Nst, Hartawan; Oktaviani, Cut Zukhrina; Bulba, Alfa Taras
Journal of World Science Vol. 1 No. 9 (2022): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v1i9.94

Abstract

Introduction: Ready-mix concrete service providers from batching plants in Aceh Besar District include PT. A, PT. B, PT. C, and PT. D. The production service provider, even though it has ISO 9001:2015 certification, is not consistent with the quality of the product. This study aims to determine the performance of the quality management system implemented by a batching plant production service provider in Aceh Besar District. The production quality of the batching plant under review is the standard deviation of the compressive strength of the concrete on the Sigli – Banda Aceh Toll Road Project. Methods: This study uses a quantitative method approach through a questionnaire. The population is addressed to the personnel of PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, which deals with batching plant production, namely project production manager, supervisor, and quality control. Respondents addressed the personnel of PT. Adhi Karya (Persero) Tbk is a service user related to batching plant production, namely project production manager, supervisor, and quality control. Results: The results showed that the performance of the quality management system needs to be improved on a high-priority scale for PT. A is the organizational context for PT. B is the organizational and planning context, and for PT. D is planning. Conclusion: Performance of PT. What needs to be maintained is planning, operations, leadership, and support; what needs to be improved on a low priority scale is performance improvement and evaluation, and what needs to be improved on a high priority scale is the organizational context