p-Index From 2021 - 2026
1.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL SIPIL SAINS
Hakim Duppa
Program Studi Teknik Sipil FT Universitas Pepabri Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IDENTIFIKASI GEOMETRI LENGKUNG REL PADA JALUR EKSISTING MENGGUNAKAN DATA GEOSPASIAL DAN SURVEI LAPANGAN (STUDI KASUS KERETA API MAKASSAR – PARE-PARE) Nur Muhammad Iskandar; Hakim Duppa; Nurul Azmi Ridha
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi geometri lengkung rel pada jalur eksisting Makassar–Pare-pare, khususnya pada Petak Maros–Rammang-Rammang (KM 18+984 – KM 23+672). Segmen ini memiliki karakteristik topografi yang bervariasi, meliputi perbukitan dan kawasan karst, sehingga berpotensi menimbulkan penyimpangan terhadap standar geometri jalur kereta api. Data yang digunakan terdiri atas data geospasial berupa Digital Elevation Model (DEM) dan shapefile jalur rel, serta data hasil survei lapangan menggunakan Total Station dan GPS Geodetik. Analisis dilakukan terhadap tiga parameter utama geometri lengkung, yaitu radius lengkung (R), peninggian rel (h), dan versine (V). Nilai radius dihitung menggunakan metode Hallade, sedangkan nilai peninggian dihitung berdasarkan hubungan antara kecepatan rencana dan radius sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2012. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian geometri rel eksisting terhadap standar teknis nasional, sekaligus mengidentifikasi titik-titik lengkung yang mengalami deviasi signifikan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam peningkatan keselamatan dan kenyamanan operasi kereta api di wilayah Sulawesi Selatan, serta menjadi acuan teknis dalam evaluasi geometri jalur rel pada daerah bertopografi kompleks.
STUDI PEMBANDING PENGOLAHAN AIR BERSIH BERTEKANAN MENGGUNAKAN FORMASI LETAK PENYARING DAN TAMPUNGAN Fajar Siddik; Hakim Duppa; Nurul Azmi Ridha
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas formasi letak penyaring dan tampungan dalam meningkatkan kualitas air Sungai Je’neberang melalui sistem pengolahan bertekanan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan model filtrasi blok beton menggunakan media kerikil, pasir silika, pasir halus, arang tempurung, dan kulit kemiri. Dua variasi formasi diuji, yaitu tampungan sebelum penyaring (Tipe 1) dan penyaring sebelum tampungan (Tipe 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formasi mampu menurunkan parameter fisik dan kimia air hingga memenuhi standar kualitas air berdasarkan Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010. Tipe 1 menghasilkan kekeruhan sebesar 4,63 NTU, kesadahan 77,8 mg/L, pH 7,4, kadar besi 0,078 mg/L, mangan 0,014 mg/L, serta debit 0,00016 m³/detik dengan kapasitas 259 liter/KK/hari. Tipe 2 menghasilkan kekeruhan 4,69 NTU, kesadahan 79,8 mg/L, pH 7,2, kadar besi 0,081 mg/L, mangan 0,015 mg/L, serta debit 0,00022 m³/detik dengan kapasitas 310 liter/KK/hari. Disimpulkan bahwa kedua formasi efektif dalam meningkatkan kualitas air, namun Tipe 2 lebih unggul dalam debit aliran dan kapasitas produksi, sedangkan Tipe 1 menunjukkan kualitas hasil olahan yang sedikit lebih baik pada beberapa parameter. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif teknologi pengolahan air bersih yang sederhana, ekonomis, dan aplikatif bagi masyarakat.
TINJAUAN KERUGIAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI SEMINARI MENENGAH DAN TINGGI KAB. MANGGARAI BARAT, MANGGARAI TIMUR, NGADA, SIKKA, FLORES TIMUR Bustang .; Hakim Duppa; Nurul Azmi Ridha
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11569

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi sering menyebabkan pembengkakan biaya dan kerugian finansial. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek yang mengalami deviasi waktu 90 hari dari rencana awal (360 menjadi 450 hari kalender) dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama penyebab keterlambatan, yaitu faktor kontraktor (KON), pemilik proyek (EMP), dan eksternal (force majeure, FM). Faktor dominan berasal dari keterlambatan berbarengan (concurrent delay) yang disebabkan oleh masalah mobilisasi dan pengelolaan sumber daya kontraktor, keterlambatan peninjauan desain serta perubahan pekerjaan oleh pemilik proyek, serta cuaca ekstrem. Secara kontraktual, keterlambatan kontraktor tidak dapat diklaim, force majeure hanya dapat diklaim sebagai perpanjangan waktu, sedangkan keterlambatan pemilik proyek dapat diklaim untuk kompensasi biaya. Penambahan waktu menyebabkan kenaikan biaya tenaga kerja, material, dan overhead hingga miliaran rupiah. Temuan ini penting untuk mitigasi risiko proyek konstruksi.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN DASAR SALURAN AKIBAT VARIASI DEBIT DAN SEDIMENTASI PADA PENAMPANG SALURANTERBUKA EXPERIMENTAL LABORATORIUM Sinar Alam; Hakim Duppa; Nurul Azmi Ridha
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan dasar saluran akibat variasi debit aliran dan ukuran butiran sedimen pada saluran terbuka model laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan model saluran berbentuk trapesium, menggunakan tiga variasi debit (0,0026 m³/det; 0,0034 m³/det; 0,0045 m³/det), tiga variasi ukuran butiran sedimen (2,36 mm; 1,18 mm; 0,85 mm), serta tiga variasi waktu pengaliran (8, 16, dan 24 menit). Data diperoleh melalui pengukuran kecepatan aliran dengan current meter dan tinggi muka air dengan mistar ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar debit dan kecepatan aliran, semakin tinggi angka Froude yang dihasilkan, sehingga peluang terjadinya perubahan dasar saluran meningkat. Bentuk dasar saluran (bedforms) mengalami perubahan dari ripples pada aliran subkritis, menjadi dunes pada aliran kritis, hingga transisi pada kondisi superkritis. Temuan ini memberikan pemahaman penting mengenai pengaruh debit dan variasi sedimen terhadap konfigurasi dasar saluran terbuka, yang dapat dijadikan dasar perencanaan bangunan pengendali sungai maupun saluran irigasi.
RENCANA PENGENDALIAN GENANGAN AIR HUJAN DENGAN PEMBANGUNAN KOLAM RETENSI PADA KAWASAN KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) KOTA MAKASSAR Irsani Pratiwi; Hakim Duppa; Nurul Azmi Ridha
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11571

Abstract

Permasalahan genangan air hujan di kawasan perkotaan, khususnya pada kawasan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Makassar, sering terjadi akibat keterbatasan kapasitas drainase dan meningkatnya lahan kedap air. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit dan volume genangan air hujan serta merencanakan kapasitas kolam retensi sebagai upaya pengendalian banjir lokal. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis hidrologi dan hidrolika. Data curah hujan dianalisis menggunakan distribusi probabilitas (Gumbel, Log Normal, dan Log Pearson Tipe III) untuk memperoleh hujan rencana. Selanjutnya, debit banjir dihitung dengan metode rasional berdasarkan koefisien limpasan kawasan. Perencanaan kolam retensi dilakukan dengan memperhitungkan volume tampungan, waktu konsentrasi, kapasitas maksimum kolam, serta efektivitas reduksi genangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan KPKNL berpotensi mengalami genangan akibat curah hujan rencana yang melebihi kapasitas saluran drainase eksisting. Perhitungan kapasitas kolam retensi yang direncanakan mampu menampung volume limpasan hujan sehingga dapat mengurangi risiko genangan. Dengan demikian, pembangunan kolam retensi di kawasan KPKNL Makassar dinilai efektif sebagai solusi teknis pengendalian banjir lokal, sekaligus mendukung pengelolaan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE CRASHING DENGAN PENAMBAHAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PROYEK PEMBANGUNAN PELABUHAN SALOMEKKO Rikhardus Naimnule; Hakim Duppa; Nurul Azmi Ridha
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11581

Abstract

Keterlambatan dalam proyek konstruksi sering kali menjadi penyebab utama pembengkakan biaya dan penurunan efisiensi proyek. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keterlambatan tersebut adalah metode crashing, yaitu percepatan waktu dengan menambah sumber daya manusia guna mengoptimalkan durasi penyelesaian proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode crashing dalam mempercepat waktu pelaksanaan proyek pembangunan pelabuhan serta dampaknya terhadap biaya dan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data proyek yang mencakup jadwal awal, estimasi biaya tambahan akibat percepatan, serta dampak penambahan tenaga kerja terhadap penyelesaian proyek. Data diperoleh dari dokumentasi proyek, wawancara dengan pihak terkait, serta simulasi jadwal menggunakan metode crashing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode crashing dengan penambahan sumber daya manusia mampu mengurangi durasi proyek secara signifikan tanpa meningkatkan biaya secara berlebihan. Dengan strategi penambahan tenaga kerja yang tepat, proyek dapat diselesaikan lebih cepat dengan tetap menjaga kualitas konstruksi dan efisiensi anggaran. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengelola proyek dalam mengoptimalkan perencanaan waktu dan alokasi sumber daya guna meminimalisir keterlambatan serta meningkatkan efektivitas manajemen proyek konstruksi.
ANALISIS KEMAMPUAN PEKERJA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN PADA LORONG WISATA STUDI KASUS DI KOTA MAKASSAR Andi Muflih; Hakim Duppa; Nurul Azmi Ridha
JURNAL SIPIL SAINS Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v16i1.11582

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif yaitu pengamatan langsung (observasi) dan wawancara langsung di lapangan. Metode tersebut diambil karena sumber data yang digunakan penulis adalah mandor dengan kelompok tenaga kerjanya yang sedang bekerja, agar diperoleh data yang valid dan aktual dari lapangan. Tingkat produktivitas mandor dengan kelompok tenaga kerjanya pada Jl.S.Poso LR.77 A  adalah 0.12 m2/hari,. Tingkat produktivitas mandor dengan kelompok tenaga kerjanya pada Lorong 4 Jl. Bayam, adalah 0.17 m2/hari,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, tingkat produktivitas mandor dengan kelompok tenaga kerjanya pada Jl.S.Poso LR.77 A  lebih rendah. Biaya upah realisasi tenaga kerja di lapangan lebih murah dari pada analisa biaya upah tenaga kerja yang didapatkan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), yaitu pada pekerjaan Pemasangan Paving Block 20x20  Jl.S.Poso LR.77 A  selisihnya sebesar Rp 2.821.126,00, pada pekerjaan Pemasangan Paving Block 20x20 ,Lorong 4 Jl. Bayam, selisihnya sebesar Rp 4.866.092,00 dengan persentase rata – rata perbandingan sebesar 15 %. Pada pelaksanaan pekerjaan proyek di lapangan perlu diperhatikan kualitas seorang mandor, dengan mempertimbangkan aspek umur, pengalaman kerja, dan pendidikan formal, sehingga akan mampu menciptakan biaya upah yang rendah dengan tingkat produktivitas tenaga kerja yang tinggi sehingga dapat mengurangi terjadinya kerugian tanpa mengurangi dari kualitas pekerjaan