Fuad Gagarin Siregar
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kontribusi Mahasiswa Magang dalam Penguatan Program Pengabdian kepada Masyarakat di LPPM STIE Ganesha Ambar Syafirlah Azzara; Fuad Gagarin Siregar
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/z83nr610

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan dunia kerja melalui pengalaman belajar kontekstual. Salah satu bentuk implementasi MBKM adalah kegiatan magang, yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas kelembagaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi kontribusi mahasiswa magang dalam mendukung penguatan program pengabdian kepada masyarakat di LPPM STIE Ganesha. Mitra sasaran kegiatan adalah LPPM STIE Ganesha, dengan partisipasi langsung mahasiswa magang Program Studi Manajemen Pemasaran sebanyak 5 orang yang terlibat aktif dalam kegiatan lembaga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan perencanaan kegiatan, pelaksanaan magang berbasis tugas kelembagaan, observasi partisipatif, serta evaluasi kinerja mahasiswa secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif selama periode September 2025 hingga Januari 2026. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa magang berkontribusi signifikan dalam mendukung administrasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan dokumen proposal dan laporan, dokumentasi kegiatan, serta publikasi informasi kelembagaan. Secara kuantitatif, lebih dari 80% tugas kelembagaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan dukungan mahasiswa magang. Secara kualitatif, keberadaan mahasiswa meningkatkan efektivitas kerja, ketertiban administrasi, dan visibilitas kegiatan LPPM. Kegiatan ini membuktikan bahwa magang MBKM berperan strategis dalam memperkuat kinerja LPPM sekaligus meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja mahasiswa 
Peningkatan Kapasitas Manajemen Risiko Keuangan UMKM Berbasis Wisata melalui Penyuluhan dan Pendampingan di Pantai Carita Aep Saefullah; Ahmad Fadli; Ramadani Pardian; Devid Putra Arda; Nizar Zulkarnain; Farhat Abas; Fahri Fahri; Fuad Gagarin Siregar; Tuti Herawati; Neila Aisha; Moh. Tahang; Cinta Rahmi; Tetty Nur Intan Rifia; Abdul Muhaimin
Journal of Community Research & Engagement Vol. 3 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/b8nat239

Abstract

Tourism-based micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play a crucial role in supporting local economic activities, particularly in coastal tourism areas such as Pantai Carita. However, their high dependence on tourist arrivals exposes them to significant financial risks, including income instability, rising operational costs, and cash flow constraints. This community service activity aims to strengthen the financial risk management capacity of MSME actors through practical and context-based interventions. The program was conducted on 15–17 December 2025, involving 50 tourism MSME actors from culinary, rental, and service sectors. A participatory approach was applied through counseling and direct mentoring. Counseling sessions covered financial risk concepts and simple bookkeeping, while mentoring focused on the practical implementation of daily cash flow recording and risk identification. The results show significant quantitative improvements: understanding of financial risk increased from 22% to 78%, daily cash flow recording from 18% to 72%, and emergency fund allocation from 10% to 60%. In addition, the ability to identify business risks rose from 25% to 80%, while financial-based decision making improved from 28% to 73%. These results indicate that simple and practical interventions effectively enhance financial awareness, managerial capability, and adaptive behavior of MSMEs in managing business risks
Disrupsi Komunikasi Generasi Z (Mahasiswa) vs Generasi X (Dosen/Pimpinan) di Lingkungan Kampus Farhat Abas; Asep Surya Lesmana; Budi Prajogo; Fuad Gagarin Siregar; I Dewa Ketut Suharjana
Cakrawala : Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol 1 No 2 (2026): Juli: Cakrawala: Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/7kt6tj08

Abstract

Penelitian ini menganalisis disrupsi komunikasi antara mahasiswa Generasi Z dan dosen Generasi X di lingkungan STIE Ganesha, sebuah perguruan tinggi vokasi bisnis di Jakarta. Perbedaan gaya komunikasi yang kontras—Gen Z yang serba digital, informal, dan instan versus Gen X yang formal, hierarkis, dan linear—sering menimbulkan misinterpretasi dalam pembelajaran, komunikasi digital, serta bimbingan akademik dan magang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk disrupsi, faktor penyebab, serta merumuskan strategi adaptif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 12 mahasiswa Gen Z dan 8 dosen Gen X melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi pesan digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, & Saldaña, dengan pisau analisis Model Komunikasi Shannon-Weaver dan Social Penetration Theory Altman & Taylor. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) disrupsi di kelas akibat metode ceramah satu arah memicu noise psikologis berupa Gen Z stare dan penggunaan ponsel; (2) disrupsi komunikasi digital akibat perbedaan interpretasi emoji, formalitas pesan, dan kecepatan respons; (3) disrupsi dalam bimbingan dan magang akibat perbedaan ekspektasi waktu respons dan otonomi. Pembahasan mengonfirmasi bahwa noise kultural dan kegagalan negosiasi kedalaman komunikasi menjadi akar masalah. Penelitian ini menyimpulkan perlunya strategi adaptif dua arah, pelatihan komunikasi lintas generasi, serta panduan etika komunikasi digital yang inklusif. Kontribusi penelitian ini memperluas aplikasi teori komunikasi klasik dalam konteks pendidikan vokasi multigenerasi