Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemanfaatan Media Pembelajaran IPAS di SDIT Tiara Az-Zahra Istiyati Mahmudah; Selvina Catur Mayfiana; Restu Juliyana; Alya Iriyanti
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran IPAS di SDIT Tiara Az-Zahra serta kendala yang dihadapi guru dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi terhadap guru wali kelas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang paling sering digunakan dalam pembelajaran IPAS adalah benda konkret, lingkungan alam, torso, serta video animasi melalui proyektor dan YouTube. Pemilihan media disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas rendah yang lebih mudah memahami materi melalui pengalaman konkret dan visual. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas, kebutuhan kreativitas guru, serta penyesuaian media dengan materi pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran yang sederhana dan kontekstual penting untuk mendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar
Metode Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II di SDIT Tiara Az-Zahra: Learning Methods in Grade II Indonesian Language Subject at SDIT Tiara Az-Zahra Siti Halimah; Istiyati Mahmudah; Hikmah; Pingki Astuti
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2724

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas rendah sekolah dasar memerlukan metode yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa karena keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak masih berada pada tahap dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode pembelajaran Bahasa Indonesia yang diterapkan di kelas II SDIT Tiara Az-Zahra Palangka Raya serta efektivitasnya dalam mendukung kemampuan berbahasa siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru kelas II, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan ceramah terbimbing, praktik berbahasa, video animasi, literasi membaca bersama, permainan, dan ice breaking. Metode tersebut membantu siswa memahami materi, berlatih membaca nyaring, menulis kalimat sederhana, berdialog, dan bercerita. Implikasinya, pembelajaran Bahasa Indonesia kelas rendah lebih efektif jika dilakukan secara variatif, kontekstual, dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FLIPBOOK MATERI SENI RUPA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI SEKOLAH DASAR Istiyati Mahmudah; Laura Kalaij Javanoca; Fatma Wardah
Al-Mudarris: Journal Of Education Vol. 9 No. 1 (2026): edisi APRIL
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/hf95nz19

Abstract

The purpose of this research was to develop digital flipbook teaching materials for third-grade students at SDN 6 Palangka Raya. The flipbooks were designed using the Canva application and then published through the Heyzine platform for digital access. This research employed a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation.The results showed that the developed flipbook teaching materials achieved a very high level of validity, with an average design validation score of 92.5 and a material validation score of 91. Implementation of the teaching materials, involving 28 students, demonstrated significant improvements in learning outcomes, with an average pretest score of 84.4 and a posttest score of 93. Furthermore, student and teacher responses to the teaching materials were categorized as very excellent. Based on these results, it can be concluded that flipbook-based teaching materials can be an innovative alternative for digital learning. This study is expected to provide references for the development of more engaging and interactive teaching materials in the future.
MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MI TERPADU BERKAH Fitri Juliana; Istiyati Mahmudah; Nabilla Az-Zahra; Siti Norhaliza
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 2 No. 2 (2026): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v2i2.1788

Abstract

The aim of this study is to explore the use of teaching materials in Indonesian language teaching at MI Terpadu Berkah. The method used was descriptive qualitative with a case study approach. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, dokumentasi instrumen, dan wawancara mendalam dengan guru pamong (Ibu Minarni, A. Md.). The results of the study showed that the use of media such as projectors and references from social media can significantly increase student motivation, engagement, and understanding, especially in the run-up to semester exams. However, some limitations were identified, namely the teachers' limited ability to design media and the lack of technological access, which are the main obstacles. Therefore, training for teachers is essential to enhance their ability to utilise media resources innovatively and effectively.   Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media pembelajaran dalam pengajaran Bahasa Indonesia di MI Terpadu Berkah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, dokumentasi instrumen, dan wawancara mendalam bersama guru pamong (Ibu Minarni, A.Md.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media, seperti proyektor dan referensi dari media sosial, dapat secara signifikan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa, terutama menjelang ujian semester. Meskipun demikian, ditemukan beberapa kendala, yaitu keterbatasan keterampilan guru dalam merancang media serta akses teknologi yang menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, pelatihan bagi guru menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan media pembelajaran secara inovatif dan efektif.
Penerapan Metode Reward dan Punisment dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III Sabariah Sabariah; Atin Supriatin; Istiyati Mahmudah
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2026): JIPPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jippsd.v10i1.138369

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar matematika siswa kelas III yang ditandai dengan kurangnya keaktifan, minat, dan ketekunan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan metode reward dan punishment melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) serta mengetahui peningkatan motivasi belajar matematika siswa setelah penerapan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment menggunakan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III SDIT Darul Istiqomah Palangka Raya yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket motivasi belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa meningkat dari 66,98 pada pretest menjadi 81,19 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penerapan metode reward dan punishment melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,5857 berada pada kategori sedang. Keterlaksanaan pembelajaran melalui metode reward dan punishment dalam model TGT terlaksana dengan baik, ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan siswa dalam diskusi kelompok, antusiasme saat mengikuti permainan dan turnamen, serta ketekunan siswa dalam menyelesaikan tugas pembelajaran. Pemberian reward berupa pujian, poin, dan penghargaan kelompok mampu meningkatkan semangat belajar siswa, sedangkan punishment yang bersifat edukatif membantu meningkatkan kedisiplinan siswa. Dengan demikian, penerapan metode reward dan punishment melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan meningkatkan motivasi belajar matematika siswa.
Penggunaan Metode Jigsaw Pada Pembelajaran Matematika Pada Materi Lambang Bilangan Ribuan di Kelas 4 Istiyati Mahmudah; Muhammad Fikri Al-Ghani; Yuliani; Adinda Zaryanisa
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.751

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi adanya kesulitan siswa kelas IV dalam memahami dan menuliskan lambang bilangan ribuan. Masalah ini jika dibiarkan akan menghambat ketercapaian alur tujuan pembelajaran matematika dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dikombinasikan dengan media karton tempel dalam meningkatkan pemahaman lambang bilangan ribuan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan kajian literatur. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Palangkaraya. Berdasarkan asesmen diagnostik awal, diidentifikasi terdapat 7 siswa (25%) yang mengalami kesulitan signifikan dalam membaca dan menulis bilangan ribuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan metode Jigsaw, keterlibatan aktif siswa meningkat melalui pembagian peran dalam kelompok kecil. Siswa yang mengalami kesulitan berhasil mencapai ketuntasan pemahaman berkat bimbingan intensif guru dan tutor sebaya. Kontribusi ilmiah penelitian ini membuktikan bahwa diferensiasi kelompok berbasis asesmen diagnostik yang dipadukan dengan metode Jigsaw efektif mengikis kecemasan belajar matematika serta mengoptimalkan kemampuan numerasi dasar di sekolah dasar.
IMPLEMENTATION OF INTEGRATED LEARNING MODEL IN CLASS IV B MIS ISLAMYAH Istiyati Mahmudah; Lidia Sinta; Dian Riani; Gita Putri Ardini
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 4 No. 03 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the implementation of an integrated learning model that combines inquiry-based learning, cooperative learning, and project-based learning (PjBL) in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject in Class IV B at MIS Islamiyah. The data collection method used in this study was qualitative, employing observation and interviews as data collection techniques. The subjects of this study were the homeroom teachers of Class VI B at MIS Islamiyah who teach the Natural and Social Sciences (IPAS) subject. Based on the results of the study, the implementation of the integrated learning model in the IPAS subject was effective and suitable for use. The integrated model encourages students to actively collaborate and trains their critical thinking skills. Therefore, this study is expected to serve as a reference for teachers in the future when implementing the integrated learning model.