Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI SISTEM DRAINASE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR (STUDI KASUS KELURAHAN HONIPOPU KOTA AMBON) Ibrahim, Nilam Ismi; Berhitu, Petrick Th.; Puturuhu, Ferad
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 20 No 2 (2022): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v20n2.p131-143

Abstract

Urban drainage systems serve to remove excess water in cities. The excess water can be in the form of rainwater, domestic wastewater and industrial wastewater. In order to prevent flooding in urban areas, the urban drainage system must be integrated with sanitation, garbage, city flood control and also the condition of the surrounding environment. The aims of this study were 1) to identify the drainage system that causes flood inundation in the research area 2) to determine the appropriate direction for the drainage system in an effort to prevent flooding in the study area. Data collection methods used in this study include: observation, interview techniques, agency surveys, and documentation. Analysis of the data used is an analysis of the basic physical conditions of the study area, including slope, hydrology, rainfall conditions and land use. Poor drainage conditions in Honipopu Village are caused by very high sedimentation and waste water discharge, causing drainage to siltation. The direction of the drainage system in an effort to deal with flooding in the Honipopu village is the strategy of rehabilitation and normalization of drainage. Keywords: Evaluation Drainage system, Flood Management, Kelurahan Honipopu
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN DAN ARAHAN MITIGASI KAWASAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WAILOLA KECIL Istimehwa, Charunia; Nanlohy, Wilem A; Puturuhu, Ferad
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.20439

Abstract

Sungai Wailola Kecil merupakan salah satu sungai yang berada di wilayah administrasi Desa Bula dan Desa Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur. Sungai ini memiliki panjang 51.866,39 meter dan luas daerah aliran sungainya sebesar 11,59 km2. Setiap tahunnya sungai Wailola Kecil meluap dan menyebabkan banjir di wilayah sekitar aliran sungai. Banjir disebabkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi tingkat kerawanan banjir dan arahan mitigasi banjir di daerah aliran sungai wailola kecil. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, metode pembobotan dan overlay peta. Berdasarkan hasil penelitian tingkat rawan terbagi menjadi tidak rawan, cukup rawan, dan sangat rawan. Kelas tidak rawan memiliki luas wilayah 2,05 Km² atau sebesar 17,72 % dari luas DAS. Tingkatan cukup rawan memiliki persentase luas terbesar yaitu 68,39% dengan luas wilayah 7,92 Km². Sedangkan tingkat sangat rawan memiliki luas wilayah terkecil yaitu 1,61 Km² dengan persentase sebesar 13,89%. Sedangkan untuk arahan mitigasi banjir dibedakan berdasarkan tingkat rawan banjir. Arahan mitigasi banjir pada daerah dengan tingkat rawan yang tinggi fokus pada pengelolaan risiko banjir yang bertujuan untuk mengurangi kerugian apabila terjadi bencana banjir. Sedangkan pada daerah cukup rawan banjir diarahkan untuk membuat prasarana sumber daya udara seperti jaringan irigasi dan sistem pengendalian banjir. Pada daerah yang tidak rawan banjir akan difungsikan sebagai daerah konservasi tanah dan udara dengan metode vegetatif.
Pemetaan Tingkat Rawan Banjir Dan Keterpaparan Permukiman Das Wae Apu Kabupaten Buru Pasha, Fidyah Ayu; Nanlohy, W D; Puturuhu, Ferad
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.1.1.9979

Abstract

Wae Apu River is one of the rivers in Buru with a length of 47.25 km with a watershed area covering 2 districts namely Buru and South Buru with an area of 188,511 Ha. Every year the Wae Apu River overflows and causes flooding in the surrounding areas along the river channel. The cause of flooding for this river itself is influenced by 2 factors, namely natural and artificial factors (human activities). The intensity of flooding that often occurs certainly has an impact and loss for the community. Based on the existing conditions, it is necessary to conduct research related to the identification of flood-prone areas in the watershed by mapping vulnerable areas and creating settlement exposure zones which are the most at-risk components. The data analysis method used in this research is the spatial analysis and overlay method, used to provide an overview of the physical environment, flood characteristics and land use using maps in the Wae Apu watershed where each parameter will be given a weight / value depending on the level of importance of each parameter and will be overlaid to get the results of vulnerability. Based on the results of the research, the low flood vulnerability level in the Wae Apu watershed has the largest area of 133,994.7 Ha or equivalent to 73% of the total mapped area. The moderate flood prone class with an area coverage of 49,505.19 Ha or 26%. While areas with high flood vulnerability with an area of 5,011.59 Ha or equivalent to 3% of the area make this class the smallest. Residential areas exposed to moderate flood prone areas of the Wae Apu watershed are around 3,261 Ha or 90.7% and 335.84 Ha or 9.3% of residential areas are located in high flood prone areas
Pengurangan Risiko Bencana di Kawasan Rawan Banjir Melalui Pembuatan Biopori Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Wayame Puturuhu, Ferad; Kaya, Elisabeth; Talakua, Silwanus; Putinella, June A.; Soplanit, Rudy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3809

Abstract

Bencana bisa terjadi kapan saja dan dapat menimbulkan risiko dan  dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Di lokasi pengabdian masyarakat setiap hujan disekitar permukiman masyarakat  mengalami banjir/genangan, sehingga dibutuhkan upaya mengatasinya.   Tujuan utama dari Kegiatan ini  adalah sebagai berikut: Mengurangi resiko/dampak yang ditimbulkan oleh  bencana banjir pada permukiman penduduk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon dengan melibatkan peserta adalah masyarakat yang termasuk dalam  kelompok Proklim Dusun keranjang. Metode kegiatan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan adalah: Penyuluhan bagi masyarakat setempat, Pelatihan dengan membuat satu contoh biopori, dan  pembuatan biopori di area permukiman Kawasan banjir/tergenang.  Pembuatan Biopori  sangat bermanfaat bagi lingkungan masyarakat, selain mengatasi genang air atau banjir pada permukiman warga, juga dapat menjadi wadah tempat pembuatan pupuk organik untuk kebutuhan tanaman, serta mengurangi sampah di lingkungan. Dampaknya bahwa setiap hujan tidak lagi terjadi genangan, dan pupuk organik dan lubang biopori tetap tersedia bagi pertumbuhan tanaman pekarangan.