Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Edukasi Kesehatan Dan Ketahanan Pangan Melalui Apotek Hidup Dan Dapur Hidup Sukardi Sukardi; Azhar Azhar; Abdul Ma’arif; Delvi Yeni; Abimanyu Abimanyu
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1081

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Rawa Bamban, Kota Tangerang, dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Tangerang Raya dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan ketahanan pangan. Program utama berupa apotek hidup (tanaman obat keluarga) dan dapur hidup (pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan, praktik penanaman, serta pendampingan warga. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya apotek hidup dan dapur hidup, meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan keluarga, serta partisipasi aktif dalam perawatan tanaman. Kendala berupa keterbatasan lahan dan waktu diatasi dengan pendekatan adaptif dan kolaboratif. Secara keseluruhan, program KKN ini berhasil mendorong masyarakat untuk hidup sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Perancangan Tata Letak Produk Pada Warehouse Finish Good PT TES Dengan Metode ABC Classification Dan Class Based Storage Payung Ginting; Abimanyu Abimanyu; Abby Yazid Bustommy; Mochamad Eko Nugroho; Rakay Ediargo Toyosito
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.807

Abstract

Efisiensi operasional gudang dipengaruhi oleh kesesuaian tingkat pergerakan produk dengan lokasi penyimpanannya. Pada warehouse finish good PT TES, produk dengan frekuensi pergerakan tinggi masih ditempatkan jauh dari loading area sehingga meningkatkan jarak perpindahan material handling dan waktu persiapan pengiriman. Penelitian ini bertujuan merancang tata letak penyimpanan yang lebih efisien untuk mengurangi jarak tempuh dan waktu proses pengiriman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran langsung. Produk diklasifikasikan menggunakan metode ABC Classification berdasarkan frekuensi pergerakan menjadi kelas A, B, dan C, kemudian dirancang tata letak menggunakan metode Class Based Storage sesuai karakteristik pergerakannya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tata letak eksisting dan usulan berdasarkan jarak tempuh material handling serta waktu ritase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk kelas A (fast moving) dapat ditempatkan lebih dekat dengan area loading. Tata letak usulan menurunkan rata-rata jarak tempuh material handling dari 87,4 meter menjadi 56,2 meter (35,69%) dan waktu ritase dari 1.054 detik menjadi 801 detik (23,98%). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi metode ABC Classification dan Class Based Storage efektif meningkatkan efisiensi operasional warehouse dan mendukung kelancaran distribusi produk.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA BAGI UMKM DESA BINAAN DI KABUPATEN TANGERANG Sita Kurniaty Ratoko; Rakay Edhiargo Toyosito; Abimanyu Abimanyu; Suhaeri Suhaeri
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i1.8911

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM desa binaan di Kabupaten Tangerang mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai dasar penguatan kapasitas dan keberlanjutan bisnis. Program ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang manfaat legalitas, jenis-jenis perizinan, serta mendorong kemampuan pelaku usaha untuk mengurus dokumen legalitas secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi materi legalitas, diskusi interaktif, observasi lapangan, serta pendampingan teknis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis participatory action. Selama kegiatan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur perizinan seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mempersiapkan dokumen dan membuat akun perizinan daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan UMKM untuk memenuhi legalitas usaha, di mana mayoritas peserta mampu mengenali prosedur, manfaat, dan langkah administratif yang diperlukan. Program ini memberikan indikasi kuat bahwa pendampingan langsung dan berbasis partisipasi efektif dalam memperkuat literasi legalitas serta mendorong transformasi perilaku menuju kepatuhan usaha yang berkelanjutan.
Identifikasi Dan Perbaikan Kegagalan Operasional Mesin Chiller Menggunakan Failure Tree Analysis (FTA), Failure Mode And Effects Analysis (FMEA), Dan 5w+1h Di PT MIJ 1 Muhamad Arraffi; Abimanyu Abimanyu; Rakay Ediargo Toyosito; Sita Kurniaty Ratoko; Lifia Citra Ramadhanti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.927

Abstract

Mesin chiller merupakan peralatan penting dalam menjaga suhu ruangan produksi agar tetap sesuai standar proses. Tingginya frekuensi kerusakan mesin chiller dapat mengganggu operasional produksi, menurunkan kualitas produk, serta meningkatkan biaya perawatan. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan menentukan tindakan perbaikan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penyebab tingginya tingkat kerusakan mesin chiller di area Utility PT MIJ 1 serta menyusun usulan perbaikan yang efektif untuk meminimalkan potensi kegagalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), diagram Ishikawa untuk mengelompokkan faktor penyebab, serta pendekatan 5W+1H untuk menyusun rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan berasal dari aspek metode, mesin, dan manusia. Berdasarkan analisis FMEA, tiga penyebab dengan nilai RPN tertinggi adalah belum adanya standar parameter atau SOP operasional mesin chiller (RPN = 180), mesin chiller mengalami shutdown dan tidak termonitoring (RPN = 180), serta kurangnya pelatihan teknisi (RPN = 120). Analisis Ishikawa dan FTA menguatkan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan akar penyebab dominan. Implementasi perbaikan melalui penyusunan SOP, pelatihan teknisi, dan pemasangan sistem monitoring menghasilkan penurunan suhu ruangan produksi dari 23,9°C menjadi 21,3°C atau sebesar 10,88% dalam periode enam bulan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode FTA, FMEA, dan ishikawa efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab kerusakan serta mendukung penyusunan tindakan perbaikan yang mampu meningkatkan kinerja mesin chiller. Perusahaan disarankan untuk melakukan evaluasi berkala terhadap SOP, program pelatihan teknisi, dan sistem monitoring guna menjaga keandalan mesin secara berkelanjutan.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) AKIBAT PAPARAN DEBU TEPUNG PADA LINI PROSES MIXING INDUSTRI BISKUIT MENGGUNAKAN PENDEKATAN HIRARC DAN FMEA (STUDI KASUS PT XYZ) Ade Purnama; Abimanyu Abimanyu; Rakay Edhiargo Toyosito
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6936

Abstract

Abstract: Flour dust exposure in the mixing process of the biscuit manufacturing industry is a significant occupational hazard that may lead to occupational diseases and workplace accidents if not effectively controlled. This study aims to identify occupational safety and health (OSH) hazards, analyze the level of risk associated with flour dust exposure, prioritize risks using the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method, and develop risk control recommendations for the mixing area at PT X. The study employed a mixed-methods approach with a case study design. Data were collected through field observations, semi-structured interviews, flour dust concentration measurements, documentation, and company document reviews. Risk analysis was conducted using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method, while improvement priorities were determined using the Risk Priority Number (RPN) derived from FMEA. The results revealed that flour bag opening, raw material loading into the mixer, and the mixing process were the primary sources of flour dust exposure with the highest risk levels. HIRARC identified four high-risk activities and three medium-risk activities. FMEA analysis indicated that inadequate ventilation, workers' exposure to flour dust, and non-compliance with personal protective equipment (PPE) use had the highest RPN values, making them the top priorities for risk control. Recommended control measures include optimizing local exhaust ventilation (LEV), improving the effectiveness of the dust collector system, strengthening administrative controls, providing regular OSH training, and increasing compliance with the use of N95 respirators. These findings are expected to serve as a reference for implementing OSH risk management in the food manufacturing industry. Keyword: occupational safety and health, flour dust exposure, HIRARC, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), mixed methods, biscuit manufacturing industry.   Abstrak: Paparan debu tepung pada lini proses mixing industri biskuit merupakan salah satu sumber bahaya yang berpotensi menyebabkan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja apabila tidak dikendalikan secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), menganalisis tingkat risiko paparan debu tepung, menentukan prioritas risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta menyusun rekomendasi pengendalian risiko pada area mixing PT X. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, pengukuran konsentrasi debu, dokumentasi, dan telaah dokumen perusahaan. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), sedangkan prioritas perbaikan ditentukan melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN) pada metode FMEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pembukaan karung tepung, penuangan bahan baku ke dalam mixer, dan proses mixing merupakan sumber paparan debu dengan tingkat risiko tertinggi. HIRARC mengidentifikasi empat aktivitas berisiko tinggi dan tiga aktivitas berisiko sedang. Analisis FMEA menunjukkan bahwa ventilasi yang belum optimal, paparan debu terhadap pekerja, dan ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri memiliki nilai RPN tertinggi. Rekomendasi pengendalian meliputi optimalisasi local exhaust ventilation (LEV), peningkatan efektivitas dust collector, penguatan pengendalian administratif, pelatihan K3 secara berkala, serta peningkatan kepatuhan penggunaan respirator N95. Temuan ini diharapkan menjadi acuan dalam penerapan manajemen risiko K3 pada industri makanan. Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, debu tepung, HIRARC, FMEA, mixed methods, industri biskuit.
Implementasi Siklus (DMAIC) Dengan Integrasi Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Untuk Mengurangi Reject Kerupuk Di PT DSC Aris Munawar; Sita Kurniaty Ratoko; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1069

Abstract

Industri makanan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produk makanan ringan, perusahaan dituntut untuk menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. PT DSC sebagai perusahaan yang bergerak dalam produksi bubur instan menghadapi permasalahan tingginya tingkat reject pada proses penggorengan (frying) kerupuk yang berdampak pada efisiensi produksi, peningkatan biaya operasional, serta kepuasan konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penyebab terjadinya reject dan mengevaluasi efektivitas implementasi perbaikan yang dilakukan pada proses frying. Metode penelitian yang digunakan adalah DMAIC dan FMEA, dengan pendekatan analisis data produksi sebelum dan sesudah implementasi perbaikan. Data awal yang digunakan berasal dari hasil produksi selama periode Mei–Oktober 2025 dan periode Desember 2025–Mei 2026 sebagai kondisi setelah perbaikan. Tahapan penelitian meliputi identifikasi permasalahan, analisis penyebab reject, penentuan tindakan perbaikan, implementasi perbaikan, serta evaluasi hasil yang diperoleh. Perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan kondisi dan performa mesin frying dengan pendampingan tim teknik yang berpengalaman, pemberian pelatihan kepada operator mesin penggorengan, penetapan standar kualitas bahan baku kepada pemasok, serta penyusunan dan monitoring panduan standar produk untuk membantu operator membedakan produk yang sesuai dengan standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi perbaikan memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan tingkat reject pada proses frying. Sebelum perbaikan, total reject yang terjadi selama periode Mei–Oktober 2025 mencapai 21.753 kg dengan persentase reject sebesar 3,60%. Setelah implementasi perbaikan pada periode Desember 2025–Mei 2026, total reject berhasil diturunkan menjadi 9.538 kg dengan persentase reject sebesar 1,53%. Berdasarkan hasil menunjukkan penurunan jumlah reject sebesar 12.215 kg atau sekitar 2,07% dibandingkan kondisi sebelumnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi perbaikan pada aspek mesin, sumber daya manusia, bahan baku, dan standarisasi proses mampu meningkatkan kualitas produk serta menurunkan tingkat reject produksi.
Analisis Risiko Keselamatan Kerja Pada Proses Finishing Part Mole Side Cover Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Dan Hazard Identification And Risk Assessment (HIRA) Abby Yazid Bustommy; Alif Adjis Sudjono; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1173

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam industri manufaktur sangat penting untuk mencegah kecelakaan. Proses finishing manual part Mole Side Cover menggunakan pisau cutter memiliki potensi bahaya tinggi. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menyusun usulan pengendalian menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) serta Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan telaah prosedur. Hasil JSA mengidentifikasi tujuh potensi bahaya. Penilaian HIRA mengelompokkan aktivitas ke dalam dua kategori risiko tinggi, dua risiko sedang, dan tiga risiko rendah. Risiko tertinggi ada pada pemotongan burr dan pemeriksaan kondisi cutter yang berpotensi mencederai tangan operator. Berdasarkan Hierarchy of Controls, usulan pengendalian meliputi inspeksi dan penggantian cutter berkala, penyediaan cutter holder, penggunaan sarung tangan tahan sayat (cut-resistant gloves), peningkatan kepatuhan alat pelindung diri (APD), serta penerapan housekeeping. Penelitian memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dalam menentukan prioritas pengendalian risiko
An Integrated Warehouse Redesign Framework For Improving Operational Efficiency Through Systematic Layout Planning, Material Handling Analysis, Risk Assessment, And Error-Proofing Abby Yazid Buystommy; Aditya Budiansyah; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1057

Abstract

Warehouse operational efficiency has become increasingly important for manufacturing companies because it directly affects material flow continuity, logistics costs, production responsiveness, and overall supply chain performance. However, inefficient warehouse layouts often result in excessive material handling distances, prolonged transportation time, underutilized storage space, and increased operational risks that reduce warehouse productivity. Although previous studies have demonstrated the effectiveness of facility layout optimization, material handling analysis, risk assessment, and error-proofing techniques, these approaches have largely been applied independently, limiting their ability to simultaneously improve operational efficiency and process reliability. This study proposes, implements, and validates an Integrated Warehouse Redesign Framework for enhancing warehouse operational efficiency through the integration of Systematic Layout Planning (SLP), Material Handling Analysis, Risk Assessment, and Error-Proofing within a unified improvement methodology. In the proposed framework, SLP was employed to redesign the warehouse layout based on activity relationships and space requirements, Material Handling Analysis was used to evaluate transportation performance through distance, time, and handling cost measurements, operational risk assessment was conducted using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) to identify and prioritize critical failure modes, and error-proofing strategies were developed using Poka-Yoke to prevent recurring operational errors. The framework was validated through an industrial case study in a manufacturing warehouse. The implementation results demonstrated significant operational improvements, including a 32.53% reduction in total material travel distance, a 28.86% reduction in material handling time, a 30.30% reduction in material handling costs, a 66.67% decrease in backtracking movements, and a 72.73% reduction in cross movements. Furthermore, warehouse space utilization increased from 71.5% to 86.9%, while overall material handling efficiency improved from 68.2% to 89.1%, indicating substantial enhancements in warehouse operational performance. The proposed framework extends conventional warehouse layout optimization by integrating facility layout planning, material handling optimization, operational risk assessment, and error-proofing into a systematic decision-making process for warehouse redesign. This study contributes to the Industrial Engineering literature by providing a comprehensive and validated methodological framework for warehouse improvement, while offering manufacturing practitioners a practical guideline for reducing operational waste, improving process reliability, and enhancing warehouse performance without requiring major facility expansion.
Penurunan Pembelian Sparepart Control Burner Dengan Cara Merekondisi Ulang Menggunakan Metode OEE Dan Six Big Losses Di PT. Indah Sukses Tbk Muhammad Najib Asrori; Sita Kurniaty Ratoko; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1059

Abstract

Salah satu bagian penting dari sistem pembakaran yang berfungsi untuk mengatur proses pembakaran agar beroperasi secara stabil dan aman adalah kontrol pembakar. Di PT. Indah Sukses Tbk, masalah yang sering muncul meliputi kerusakan kontrol pembakar akibat suhu lingkungan yang tinggi, yang dapat mencapai rata-rata 49°C, dan penurunan kualitas komponen elektronik, khususnya Elco, yang mengakibatkan lebih banyak waktu henti dan penggantian kontrol pembakar yang sering. Dalam upaya meningkatkan keandalan sistem dan menurunkan biaya perawatan dan pembelian yang sangat tinggi yang mencapai Rp 314.612.676 dari Juli hingga November 2025, studi ini akan meneliti penyebab kerusakan control burner control dan menilai efektivitas rekondisi. Efektivitas Peralatan Keseluruhan (Overall Equipment Effectiveness) OEE dihitung menggunakan pendekatan Enam Kerugian. Pengamatan lapangan, pengumpulan data waktu henti, dan analisis sebab akibat (diagram tulang ikan) adalah beberapa di antaranya. Temuan studi menunjukkan bahwa penurunan kinerja komponen elektronik sebagian besar disebabkan oleh suhu tinggi di area burner kontrol. Tindakan rekondisi dilakukan dengan mengganti elco yang mengalami penurunan kapasitas dari 100uf/35 volt 85 ◦C ke 100uf/50 volt 105 ◦C agar umur pakai control burner lebih tahan lama atau awet. Setelah dilakukan rekondisi, downtime mengalami penurunan sebesar 77% dan frekuensi pergantian control burner berkurang secara signifikan. Selain itu, kinerja sistem menjadi lebih stabil sehingga dapat meningkatkan efektivitas operasional dan mengurangi biaya pembelian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rekondisi control burner merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan keandalan sistem, menurunkan downtime, memperpanjang umur pakai komponen, dan meningkatkan efisiensi biaya maintenance dan menurunkan value pembelian sparepart control burner.
Penerapan Statistical Process Control (SPC), Root Cause Analysis (RCA), Dan Poka-Yoke Berbasis Sensor Otomatis Untuk Mengurangi Reject Inner Permen Pada Proses Packaging Di PT Candy JTK Jojor Taruli; Abby Yazid Bustommy; Abimanyu Abimanyu
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1093

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mesin C memiliki tingkat reject tertinggi sebesar 4,05% dengan rata-rata reject 53.500 kg per bulan dan kerugian mencapai Rp3.945.000.000 per bulan. Analisis Diagram Pareto mengidentifikasi permen pecah sebagai jenis reject terbesar (53,72%), diikuti sambungan inner (46,28%). Analisis Root Cause Analysis (RCA) menunjukkan bahwa penyebab utama reject adalah penumpukan permen pada jalur produksi akibat sensor yang tidak mampu mendeteksi aliran permen secara optimal saat kecepatan mesin ditingkatkan untuk memenuhi target produksi. Sebagai solusi, diusulkan penerapan Poka-Yoke berbasis otomatisasi melalui pemasangan sensor otomatis, sistem alarm, dan mekanisme automatic stop untuk mencegah penumpukan permen. Implementasi usulan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat reject, mengurangi kerugian produksi, meningkatkan kualitas produk, serta meningkatkan efisiensi proses produksi secara berkelanjutan di PT Candy JTK.