Permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang memerlukan penanganan berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan pemanfaatan limbah yang bernilai guna. Berdasarkan hasil observasi di Desa Bicorong, Kabupaten Pamekasan, praktik pemilahan sampah masih belum optimal dan pemanfaatan limbah plastik rumah tangga masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan melalui edukasi pemilahan sampah, pelatihan pembuatan paving block berbahan limbah plastik, serta penyediaan fasilitas tempat sampah terpilah. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, dan evaluasi menggunakan kuesioner pasca pelatihan. Kegiatan melibatkan 40 peserta yang terdiri dari 4 dosen, 10 mahasiswa 5 aparat Desa, dan 21 masyarakat Desa Bicorong. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% peserta telah memahami konsep pemilahan sampah, manfaat pemanfaatan limbah plastik, serta tahapan pembuatan paving block, sedangkan 15% peserta telah memahami pentingnya pemilahan sampah dan manfaat paving block namun masih memerlukan pendampingan pada aspek teknis pembuatannya. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang dipadukan dengan praktik langsung dan penyediaan sarana pendukung mampu meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna dan berpotensi mendukung keberlanjutan lingkungan.