Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau Kampus Melalui Penanaman Pohon Mangga dan Jambu Rahayu Mardikaningsih; Elly Christanty Gautama; Sulani Sulani; Nurul Masithoh; Nelud Darajaatul Aliyah; Yuliastutik Yuliastutik; Mila Hariani
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan di area kampus menjadi semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa dan pembangunan infrastruktur yang intensif sehingga ruang terbuka hijau kian menyusut. Berkurangnya vegetasi menyebabkan penurunan kualitas udara, kenaikan suhu, dan menurunnya kenyamanan warga kampus. Lahan kosong yang tidak termanfaatkan juga menjadi sumber debu dan genangan air, memperburuk kerusakan lingkungan. Padatnya aktivitas manusia di kampus menambah tingkat polusi sehingga ekosistem lokal makin rentan terhadap dampak perubahan iklim, minimnya keanekaragaman hayati, serta menurunnya kualitas psikologis mahasiswa dan staf kampus. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN bersama pihak kampus melakukan penanaman pohon mangga dan jambu secara partisipatif. Metode yang diterapkan melibatkan survei lokasi, pemilihan pohon adaptif, perencanaan tugas, dan pelaksanaan penanaman serta perawatan terstruktur. Hasil program menunjukkan keberhasilan penanaman 50 bibit mangga dan 10 bibit jambu di lahan kampus terpilih. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki aspek ekologi dan estetika, tetapi juga meningkatkan edukasi lingkungan serta potensi ekonomi berbasis hasil buah. Diharapkan kegiatan ini menjadi contoh dan inspirasi bagi institusi lain untuk mewujudkan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.  
Edukasi Green Campus Sebagai Strategi Institusi Dalam Menjaga Lingkungan Kampus Suwito Suwito; Ahmad Fadil Zarkasyi; Mujito Mujito; Elly Christanty; Sulani Sulani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.15191

Abstract

Kampus ini berfungsi sebagai landasan strategis bagi lembaga pendidikan tinggi dalam upaya melestarikan dan menjaga lingkungan kampus secara berkelanjutan. Konsep Kampus Hijau tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik yang ramah lingkungan, tetapi juga melibatkan pendidikan lingkungan. Program ini menerapkan metode Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD), yang menekankan eksplorasi potensi individu, kelompok, dan lingkungan sekitar di Universitas Sunan Giri Surabaya. Program ini juga mendorong kemandirian mahasiswa dalam menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan menjadi teladan bagi masyarakat. Kegiatan Kampus Hijau dilaksanakan pada pagi hari, di mana seluruh mahasiswa penerima beasiswa semester pertama berkumpul di depan gedung baru untuk mendengarkan instruksi dari dosen sebelum memulai program. Kegiatan ini memotivasi dan melatih mahasiswa untuk menjadi lebih mandiri dalam berbagai aspek, dengan tujuan menciptakan kampus yang bersih dan nyaman. Kampus yang bersih dan nyaman mendukung proses pembelajaran yang lebih baik. Sebagai hasil dari kegiatan ini, kampus menjadi lebih bersih, dan mahasiswa mengembangkan kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menerapkan kegiatan pembersihan rutin di sekitar kampus, mahasiswa menjadi lebih sadar akan kebutuhan untuk merawat lingkungan sekitar, terutama lingkungan kampus. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan ini diadakan sekali seminggu untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan kampus.  
GERAKAN MAHASISWA SURABAYA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH SUNGAI BERBASIS IMPLEMENTASI ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) Feby Salma Ayu Safitri; Nazwa Nurul Izzah; Sulani Sulani; Muhammad Catur Rizky; Samsul Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2098

Abstract

Efforts to improve environmental quality through cleanliness and greening activities on campus are an important strategy to foster students’ awareness and active participation. These activities not only enhance poorly maintained environments but also cultivate collective responsibility and create a healthier and more comfortable campus atmosphere. In line with this, the Surabaya Student Movement held on October 3, 2025, aimed to raise public awareness about prohibiting waste disposal into rivers through socialization, environmental education, and collaborative communi ty work. The program applied the Asset-Based Community Develop ment (ABCD) approach, utilizing community potential and partici pation as key assets. Socialization focused on understanding waste types, waste segregation, and implementing the principles of reduce and reuse. The results showed positive community responses, redu ced potential for pollution and flooding, and increased awareness in waste management. This program is considered effective and can be replicated in other areas facing similar environmental challenges.
PROGRAM PENGHIJAUN KAMPUS SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEBERSIHAN DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN Sulani Sulani; Safitri Nur Afiyah; Suwito Suwito; Sarwo Sarwo; Sudja’i Sudja’i
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2123

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of greening activities at Universitas Sunan Giri Surabaya as a strategic effort to improve campus cleanliness and environmental sustainability. The study employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach, positioning students as the main actors who utilized available assets and potentials to support program implementation. Data were collected through field observations and activity documentation. The results indicate that the greening activities successfully enhanced campus environmental quality, increased students’ awareness and concern for cleanliness, and strengthened collaboration among the academic community. In addition to ecological benefits such as healthy plant growth and improved microclimate conditions, the program also served as an effective medium for environmental education and character building. Therefore, campus greening is proven to be an effective strategy for fostering a culture of cleanliness and sustainability and can be replicated continuously to ensure long-term positive impacts.
The Mechanism of Land Title Certificate Revocation: Between Administrative Authority and Judicial Decisions Raden Roro Indria Hetti Damayanti; Sulani Sulani; Rahayu Mardikaningsih
Bulletin of Science, Technology and Society Vol 5 No 2 (2026): Bulletin of Science, Technology and Society (August)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the cancellation of land rights certificates as a product of state administrative decisions based on laws and regulations in the land sector. The main focus of the research is to analyze the juridical basis for the cancellation of certificates, the administrative mechanism of cancellation, the authority of the State Administrative Court in cancellation disputes, as well as the legal consequences and administrative responsibility for the cancellation of certificates. This normative legal research uses statutory, conceptual, and case approaches with primary and secondary legal materials analyzed qualitatively through grammatical and systematic interpretation. The results of the research indicate that the parameters of administrative and juridical defects in implementing regulations still give rise to differing interpretations and legal uncertainty. The administrative mechanism of cancellation involves a complex procedure with an imperative five-year time limit. The State Administrative Court has the authority to adjudicate cancellation disputes, but its decisions require further administrative actions. The National Land Agency bears administrative responsibility and potential civil liability for errors in certificate issuance. This research recommends the refinement of cancellation parameters and the strengthening of control mechanisms.