Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Multikultural dalam Pembelajaran IPS untuk Mendukung Pencapaian SDGs 4 dan SDGs 16 dalam Pembentukan Karakter Toleransi Peserta Didik Sofia Latifah; Silvi Nur Afifah; Niswatin Niswatin; Dhimas Bagus Virgiawan
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3476

Abstract

Keragaman budaya, agama, suku, dan latar belakang sosial di Indonesia menuntut dunia pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran yang mampu menanamkan sikap toleransi serta penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran IPS untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs 16 tentang perdamaian, keadilan, serta kelembagaan yang kuat dalam pembentukan karakter toleransi peserta didik di SMP Negeri 43 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru IPS, wakil kepala sekolah, dan peserta didik kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran IPS. Guru mengintegrasikan nilai toleransi, keadilan, kesetaraan, gotong royong, dan penghargaan terhadap perbedaan ke dalam perangkat pembelajaran, metode diskusi, kerja kelompok, studi kasus, serta refleksi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran mampu menciptakan interaksi sosial yang inklusif dan harmonis antarpeserta didik dari latar belakang berbeda. Evaluasi dilakukan melalui penilaian sikap, observasi perilaku, dan partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran IPS terbukti mendukung pembentukan karakter toleransi serta memperkuat kesadaran sosial peserta didik dalam kehidupan sekolah maupun masyarakat.
RELEVANSI GEOGRAFIS DAN AKTIVITAS EKONOMI WISATA SUMBER GEMPONG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS KELAS VIII Anindita Nasywa Pramesti; Putri Yasmin Efendi; Annisa Dewi Meida Ashok Putri; Radiffa Zabrina Cinta; Silvi Nur Afifah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10750

Abstract

Social Studies (IPS) instruction is currently still dominated by a theoretical approach that fails to integrate the realities of the surrounding environment into classroom materials. This study aims to analyze the interactions between geographical conditions, environmental utilization, and community economic activities in Sumber Gempong, Trawas, Mojokerto, as well as to examine their relevance as a source of contextual IPS learning for eighth-grade students. A descriptive qualitative approach was applied to process the data obtained through field observations and in-depth interviews with managers, merchants, farmers, and tourists using purposive sampling. The data analysis process utilized an interactive model encompassing data reduction, presentation, and drawing conclusions. Findings indicate that the mountainous geographical conditions with abundant water sources support the optimization of the tourism sector, horticultural agriculture, and the empowerment of MSMEs. However, a challenge was identified in the form of a decline in visitor numbers over the past five years due to suboptimal promotional strategies. Regardless of these aspects, the phenomenon at Sumber Gempong represents a tangible interconnection between geographical space and human activities that holds significant potential as a learning resource. It can be concluded that integrating the local environment into the curriculum enhances students’ conceptual understanding and active engagement in social studies learning. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) saat ini masih didominasi oleh pendekatan teoritis yang kurang mengintegrasikan realitas lingkungan sekitar ke dalam materi kelas. Kajian ini diarahkan untuk menganalisis interaksi antara kondisi geografis, pemanfaatan lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Sumber Gempong, Trawas, Mojokerto, serta mengkaji relevansinya sebagai sumber belajar IPS kontekstual bagi siswa kelas VIII. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dalam mengolah data yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pengelola, pedagang, petani, serta wisatawan melalui teknik purposive sampling. Proses analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kondisi geografis pegunungan dengan sumber air melimpah mendukung optimalisasi sektor pariwisata, pertanian hortikultura, dan pemberdayaan UMKM. Namun, ditemukan kendala berupa penurunan jumlah kunjungan dalam lima tahun terakhir akibat strategi promosi yang belum optimal. Terlepas dari aspek tersebut, fenomena di Sumber Gempong merepresentasikan keterkaitan nyata antara ruang geografis dan aktivitas manusia yang sangat potensial dijadikan sumber belajar. Dapat disimpulkan bahwa integrasi lingkungan lokal ke dalam kurikulum mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran IPS.  
Penguatan Nilai Karakter Nasionalisme Dan Ketahanan Mental Dalam Perspektif Ips Melalui Film “Jenderal Soedirman” Terhadap Siswa Dari Keluarga Broken Home Zianika Zalfa Mufidha; Durrrotun Nafisah; Kusnul Khotimah; Silvi Nur Afifah
Jurnal Sains, Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): SATEDIK - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/satedik.v2i2.1776

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the film General Soedirman in improving the character values of nationalism and mental resilience of students, especially those from Broken Home families (parents divorced or families in disharmony). This study uses a qualitative approach with a case study methodology. Data were obtained through observation, in-depth interviews and documentation of students, social studies teachers, and guidance and counseling (BK) teachers of SMP Negeri 57 Surabaya. The research findings show that the film General Soedirman has a double effectiveness. First, this film successfully internalizes the character values of nationalism, such as patriotism, willingness to sacrifice, immortality, loyalty, solidarity, and unity. Second, this film is able to improve the mental resilience of Broken Home students based on Grotberg's three sources of resilience, namely "I HAVE", "I AM", and "I CAN". Theoretically this study also highlights the relationship between Thomas Lickona's character education theory (moral knowledge, moral emotions, and moral action) and Grotberg's theory of mental resilience. The film "General Soedirman" (General Soedirman) is worthy of consideration as a social studies educational medium and a guidance and counseling tool to help students from broken homes develop character and mental resilience.
Pengaruh Penggunaan Game Edukasi Wordwall terhadap Karakter Kejujuran Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas VII-D di SMPN 21 Surabaya Fajar Wulan Lestari; Agus Suprijono; Sukma Perdana Prasetya; Silvi Nur Afifah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter siswa, khususnya karakter kejujuran yang masih menjadi tantangan dalam praktik pembelajaran di sekolah. Salah satu upaya yang berkembang adalah pemanfaatan media pembelajaran digital berbasis game edukasi, seperti Wordwall, yang telah digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan game edukasi Wordwall dan karakter kejujuran siswa dalam pembelajaran IPS kelas VII-D di SMP Negeri 21 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi dengan jumlah responden sebanyak 28 siswa. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan game edukasi Wordwall dan karakter kejujuran siswa, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,669 dan signifikansi 0,000 (< 0,05), yang termasuk dalam kategori hubungan kuat dan bersifat positif. Analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter kejujuran siswa dengan koefisien determinasi sebesar 44,8%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman belajar berbasis game edukasi dapat menjadi bagian dari lingkungan pembelajaran yang mendukung penguatan karakter kejujuran. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas subjek, menambahkan variabel lain, atau menggunakan desain penelitian yang berbeda agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE INSIDE-OUTSIDE CIRCLE TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KELAS IX D DI SMPN 1 SIDOARJO sylvia agustin; agus suprijono; sukma Perdana Prasetya; silvi Nur Afifah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Inside-Outside Circle (IOC) terhadap keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IX di SMP Negeri 1 Sidoarjo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Ex Post Facto , karena variabel bebas berupa pengalaman pembelajaran IOC telah terjadi sebelum pengukuran dilakukan. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa kelas IX D. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket persepsi siswa terhadap penerapan model IOC dan angket keterampilan sosial siswa, yang disusun dalam skala Likert. Data yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji korelasi Pearson, dan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji menghasilkan korelasi korelasi sebesar 0,702 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif antara penerapan model IOC dan keterampilan sosial siswa. Hasil uji regresi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,493, yang berarti bahwa 49,3% variasi keterampilan sosial siswa dapat dijelaskan oleh penerapan model pembelajaran IOC. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe IOC memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pembelajaran kooperatif dalam mendukung pengembangan aspek sosial siswa pada pembelajaran IPS.
Efektivitas Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Pemahaman Konsep Globalisasi Siswa Kelas VIII di SMPN 20 Surabaya Aninda Najma Agustina; Silvi Nur Afifah
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2919

Abstract

Pemahaman konsep globalisasi merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep tersebut dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran guided inquiry terhadap pemahaman konsep globalisasi siswa kelas VIII SMPN 20 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa yang terdiri atas 31 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol, dipilih menggunakan teknik cluster purposive sampling. Instrumen penelitian berupa 20 soal pilihan ganda yang mengukur indikator pemahaman konsep globalisasi, meliputi kemampuan menjelaskan konsep, mengidentifikasi bentuk dan karakteristik globalisasi, menganalisis dampak globalisasi, serta menerapkan konsep dalam konteks kehidupan sehari-hari. Instrumen telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang sangat baik dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,880. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran guided inquiry secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep globalisasi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa guided inquiry merupakan model pembelajaran yang efektif dalam membantu siswa membangun pemahaman konseptual secara lebih aktif, kritis, dan kontekstual sehingga layak dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran IPS pada materi globalisasi.
Optimizing Student Interest in Social Studies Through the Integration of Project-Based Learning and Wordwall Media in the Topic of Social Integration Adelia Zhakila Ramadhani; Silvi Nur Afifah; Dian Ayu Larasati; Sugiantoro Sugiantoro
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 2 July 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i2.3594

Abstract

Low student interest in Social Studies (IPS) remains a common issue in the school learning process. Instruction dominated by lecture-based methods often results in students being passive and lacking interest in learning activities. This study aims to analyze the impact of implementing Project-Based Learning (PjBL) supported by Wordwall media on the learning interest of eighth-grade students at SMP Negeri 9 Surabaya regarding the topic of Social Integration. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 35 students in the experimental class and 36 students in the control class. Data collection techniques included learning interest questionnaires, observation, and documentation. Data analysis involved descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and an Independent Sample t-Test. The results showed that the average learning interest in the experimental class (3.02) was higher than that in the control class (2.71). Hypothesis testing yielded a significance value of 0.037 (p < 0.05), indicating a significant effect of PjBL supported by Wordwall on student learning interest. Furthermore, students responded positively to the instruction, finding it engaging, interactive, and capable of enhancing their involvement in the learning process. Thus, integrating PjBL with Wordwall serves as an effective alternative for Social Studies instruction to boost student learning interest.
Penguatan Literasi Budaya Lokal bagi Diaspora Indonesia di Taiwan: Pengabdian Niswatin; Asnimawati; Ali Imron; Silvi Nur Afifah; Sugiantoro; Kusnul Khotimah; Katon Galih Setyawan; Moch. Zakki Mubarok
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5221

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi budaya lokal pada mahasiswa Indonesia diaspora melalui kolaborasi antara dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (FISH UNESA) dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari tantangan globalisasi dan kehidupan multikultural yang berpotensi melemahkan kesadaran identitas budaya mahasiswa Indonesia di luar negeri. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan materi, pelaksanaan seminar interaktif dan diskusi reflektif, serta evaluasi dan tindak lanjut. Subjek kegiatan adalah mahasiswa Indonesia anggota PPI Taiwan dengan latar belakang budaya dan disiplin ilmu yang beragam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi partisipasi, diskusi reflektif, dan refleksi tertulis, yang dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai literasi budaya lokal, penguatan kesadaran identitas budaya, serta tumbuhnya sikap reflektif dan komitmen peserta untuk berperan sebagai agen pelestari budaya Indonesia di lingkungan global. Kegiatan ini juga menghasilkan model pengabdian internasional berbasis literasi budaya lokal dan diaspora yang relevan untuk mendukung internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berdampak praktis bagi komunitas sasaran, tetapi juga berkontribusi secara konseptual dalam pengembangan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan dan budaya.
The Implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) to Foster Students’ Social Attitudes in Social Studies Learning at SMPN 1 Gedangan Annisa Fithri Dwi Jayanti; Silvi Nur Afifah; Dian Ayu Larasati; Dhimas Bagus Virgiawan
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Vol. 6 No. 1 (2026): The International Journal of Education, Social Studies, and Management (IJESSM)
Publisher : LPPPIPublishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/ijessm.v6i1.990

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) in forming students’ social attitudes in Social Studies learning at SMPN 1 Gedangan. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through classroom observations, interviews with Social Studies teachers and students, and documentation of learning activities. The research focused on Social Studies learning with the theme of Indonesian Societal Diversity, which was implemented based on the Merdeka Curriculum using teaching modules as the main instructional reference. The findings indicate that the implementation of CTL played an important role in developing students’ social attitudes, including cooperation, responsibility, tolerance, empathy, and self-confidence. These attitudes emerged through learning activities that emphasized real-life contexts, group discussions, collaborative problem-solving, and reflective learning. Students actively participated in learning processes that encouraged interaction and the exchange of ideas, enabling them to internalize social values through meaningful experiences. The formation of students’ social attitudes was influenced by the quality of social interaction, teacher facilitation, and a supportive classroom environment. Learning activities connected to students’ daily lives allowed them to better understand social values and apply them in everyday interactions. The study concludes that Contextual Teaching and Learning is an effective pedagogical approach for integrating academic learning with the development of social attitudes through authentic and interaction-based learning experiences in Social Studies education.
ECOTOURISM, SOCIAL INEQUALITY, AND PERCEPTUAL GAPS:: A STUDY OF CONSERVATION AND LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT AT DLUNDUNG WATERFALL Alfa Maziyyata Diyni; Fadiah Hanim Maulidah; Budairil Munir Al Bustomi; Handika Pratama; Yasmin Fara Dila; Silvi Nur Afifah
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 9 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This study aims to analyze the influence of ecotourism potential at Dlundung Waterfall on nature conservation and local economic development in Ketapanrame Village, Trawas, Mojokerto. A quantitative associative approach was employed using quota sampling, involving 60 local residents and 40 tourists. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results indicate that ecotourism potential has a significant positive effect on nature conservation according to both residents (R² = 0.333; F = 18.971) and tourists (R² = 0.358; F = 32.336). However, ecotourism potential does not significantly affect local economic development based on residents’ perception (R² = 0.040; F = 1.571), while tourists perceive a significant but weak relationship (R² = 0.067; F = 4.198). These findings reveal a statistically confirmed perceptual gap (Fisher’s z = −2.21, p = .027) indicating unequal distribution of economic benefits. This study concludes that ecotourism success should be measured not only by environmental outcomes but also by equitable economic benefits for local communities. Practically, these findings suggest that the management of Dlundung Waterfall ecotourism needs to shift toward a more participatory model: Perum Perhutani and the Ketapanrame Village Government should establish a formal community co-management mechanism that expands residents’ roles beyond labor into profit-sharing, business licensing, and joint decision-making, so that the economic gains already visible to tourists are also meaningfully experienced by the local community.