Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kebijakan Fiskal Era Umar bin Khattab: Transformasi Konsep Welfare State dalam Ekonomi Modern Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi); Aghniya Firja 'Ainunnisa (Universitas Siliwangi); Novia Rizki Fitriah (Universitas Siliwangi); Resti Aulia Aminarti (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauzia (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan fiskal pada masa pemerintahan Umar bin Khattab serta relevansinya terhadap konsep welfare state dalam ekonomi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang bersumber dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah terkait ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal pada masa Umar bin Khattab telah mencerminkan prinsip negara kesejahteraan melalui diversifikasi sumber pendapatan negara seperti zakat, kharaj, jizyah, dan usyur, serta pengelolaan Baitul Mal sebagai lembaga pengelola keuangan negara. Pendapatan tersebut kemudian dialokasikan untuk jaminan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan fasilitas publik. Dengan demikian, kebijakan fiskal pada masa Umar bin Khattab dapat dipahami sebagai bentuk awal (proto welfare state) yang memiliki relevansi dengan konsep negara kesejahteraan dalam sistem ekonomi modern.
Efektivitas Good Corporate Governance Sebagai Pilar Utama Pencegahan Fraud Pada Lembaga Keuangan Syariah Muhammad Faiq Ahsan (Universitas Siliwangi); Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi); Rindhi Anggraeni (Universitas Siliwangi); Tiara Azzahra (Universitas Siliwangi); Joni (Universitas Siliwangi); Raihani Fauziah (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam mencegah praktik fraud pada lembaga keuangan syariah di Indonesia periode 20192022, dengan pengaruh variabel Islamic Income Ratio (IsIR), Profit Sharing Ratio (PSR), dan Zakat Performance Ratio (ZPR) sebagai bagian dari kerangka Sharia Compliance. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian mencakup manajemen, pegawai, serta pengawas internal dan eksternal lembaga keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IsIR dan GCG memiliki pengaruh signifikan dalam menekan angka fraud, sedangkan PSR dan ZPR tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap praktik kecurangan tersebut. Implementasi GCG yang efektif meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan sehingga mengurangi risiko fraud, sementara kepatuhan pada prinsip syariah melalui IsIR berfungsi sebagai mekanisme pengendalian internal yang mendorong perilaku etis dan transparan. Studi ini menegaskan pentingnya sinergi antara penerapan GCG dan kepatuhan syariah sebagai fondasi utama dalam membangun lembaga keuangan syariah yang sehat, terpercaya, dan berkelanjutan. Rekomendasi diberikan terkait penguatan tata kelola, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi untuk pengawasan real-time yang dapat meningkatkan efektivitas pencegahan fraud di sektor keuangan syariah.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Trading Forex Metode Scalping Amalia Jayadi (Universitas Siliwangi); Naufal Ammar Rivardi (Universitas Siliwangi); Ajang Gina April Mauludin (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 01 (2025): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i01.3936

Abstract

Perkembangan perdagangan valuta asing (forex) sebagai instrumen investasi global menarik minat banyak investor muslim, termasuk metode scalping yang menekankan transaksi singkat dengan frekuensi tinggi untuk meraih keuntungan dari pergerakan harga kecil. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip hukum ekonomi syariah, yang menekankan keadilan, transparansi, serta larangan terhadap unsur maysir, gharar, dan riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hukum aktivitas forex trading khususnya metode scalping melalui kajian literatur dan analisis deskriptif terhadap ayat dan hadist kontemporer yang berkaitan dengan keterkaitan trading forex dengan metode scalping. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada prinsipnya transaksi forex diperbolehkan apabila dilakukan secara spot trading dengan pemenuhan akad yang sah, bebas dari spekulasi berlebihan, serta tidak mengandung riba melalui fasilitas swap atau bunga menginap. Namun, metode scalping berpotensi menimbulkan unsur spekulasi tinggi dan mengurangi aspek maslahat karena lebih mendekati praktik maysir apabila tidak didukung oleh strategi manajemen risiko yang jelas. Oleh karena itu, dari perspektif hukum ekonomi syariah, praktik scalping dalam forex bersifat ghair mashr? (tidak sesuai) apabila menekankan aspek spekulatif semata, namun dapat ditoleransi jika dibatasi pada transaksi riil dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan syariah.