Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS GOOGLE CLASSROOM DALAM MENGOPTIMALKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PADA SDN 41 PALEMBANG Asti Gumartifa; Bengawan Alfaresi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.1001-1005

Abstract

Pada umumnya banyak sekali kendala bagi pendidik dalam melaksanakan pengajaran dimasa pandemi saat ini. Tidak banyak para pendidik yaitu guru untuk bisa membiasakan diri untuk memanfaatkan teknologi dalam pengembangan proses pembelajaran. Bagi beberapa guru yang bukanlah lahir di zaman Milenial yaitu zaman yang menggunakan Internet, Komputer dan Teknologi sangatlah memiliki kekurangnya kompetensi di bidang tersebut. Selain itu kurangnya fasilitas yang tersedia di sekolah tempat mereka mengajar merupakan alasan yang mendukung bahwa sebagian besar dari pendidik kurang optimal dalam melaksanakan pengajaran. Sehingga, tim pengabdian masyarakat mengadakan suatu kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan wawasan serta pelatihan secara langsung bagi guru yang sangat kurang pemahaman dibidang tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan para guru untuk membuat dan menjelaskan bahan ajar yang berbasis teknologi. Setiap guru diajarkan dari proses penginstalan aplikasi, penjelasan mengenai Google Classroom, dan  penggunaan secara langsung. Pada akhirnya semua guru sebagai peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakt ini diminta untuk membuat Goggle Classroom masing-masing dengan mempraktikkan pembuatan absensi, meng-upload mater, membuat pertanyaan yang sebrsifat essay dan pilihan ganda, serta mengoreksi tugas.
RANCANG BANGUN SISTEM SMARTHOME BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN NODE MCU DAN GOOGLE ASSISTANT DI SMARTPHONE ANDROID muhamad suryanto; Feby Ardianto; Bengawan Alfaresi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 23, No 1 (2021): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v23i1.9139

Abstract

The amusement rides, has a height limit for riding a rides. The regulation was made for security and safety when riding a rides. In dangerous amusement rides, height regulation is made with a minimum height with a high enough number, the height limit can be above 130 cm. The limit makes many visitors can’t ride rides because they have less height. But even though the regulation has been made, there are still many visitors who still want to ride the amusement rides even though its height is insufficient. Therefore, it would be more effective if an automatic door was made that could detect the height of the visitor's and the door would open if the visitor's had a sufficient height. This door is placed in the position before the queue, so in addition to the automatic door, there is also a system of counting the number of visitors who are in the queue. The number of queues will be displayed on the seven segment screen and if the queue is full it will be informed on the LCD. The height limit on this door is made with a minimum height of 130 cm so that the door is open. This door height and automatic queuing system uses the Arduino Mega microcontroller and the FC-51 infrared obstacle sensor to detect visitors. Besides this door is equipped with LEDs and loudspeakers as a provider of information about the visitors of the amusement rides is allowed to enter or not due to the height of the visitor's ABSTRAK:Sebuah wahana bermain, memiliki peraturan batas tinggi badan untuk menaiki wahana. Peraturan tersebut dibuat demi keamanan dan keselamatan saat menaiki suatu wahana. Dalam wahana yang berbahaya, peraturan batas tinggi badan dibuat dengan tinggi minimal dengan angka yang cukup tinggi, batas tinggi bisa berupa diatas 130 cm. Batas tersebut membuat banyak pengunjung wahana tidak bisa menaiki wahana karena memiliki tinggi yang kurang. Walaupun peraturan tersebut sudah dibuat, masih banyak pengunjung wahana yang tetap ingin menaiki wahana walaupun tinggi nya kurang mencukupi. Oleh karena itu, akan lebih efektif jika dibuat sebuat pintu otomatis yang dapat mendeteksi tinggi badan pengunjung wahana dan pintu akan terbuka jika pengunjung wahana memiliki tinggi yang cukup. Pintu ini diletakan pada posisi sebelum antrian, maka selain pintu otomatis, juga ada sistem penghitung jumlah pengunjung yang berada didalam antrian. Jumlah antrian akan ditampilkan di layar seven segment dan jika antrian penuh akan diinformasikan pada LCD. Batas tinggi badan pada pintu ini dibuat dengan tinggi minimal 130 cm agar pintu terbuka. Sistem pintu pengukur tinggi dan antrian otomatis ini menggunakan mikrokontoler Arduino Mega serta sensor infrared obstacle FC-51 untuk mendeteksi adanya pengunjung. Selain itu pintu ini dilengkapi dengan LED dan loudspeaker sebagai pemberi informasi tentang pengunjung wahana diperbolehkan untuk masuk atau tidak dikarenakan tinggi badan pengunjung wahana
EDUKASI MENGENAI KESADARAN MENJAGA KEBERSIHAN DIRI PADA ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Asti Gumartifa; Indawan Syahri; Bengawan Alfaresi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2408-2412

Abstract

Setelah lebih dari dua tahun Indonesia dan dunia masih dalam keadaan pandemi  covid-19. Terdapat banyak dampak dan ancaman kesehatan yang dirasakan oleh kalangan masyarakat khususnya pada anak-anak sekolah dasar. Seiring berjalannya waktu varian virus covid-19 semakin bertambah dan juga semakin berbahaya. Meskipun pemerintah sudah membuat program vaksinasi, pemerintah masih tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Agar himbuan dari pemerintah terlaksana secara merata khususnya dalam menjaga kebersihan diri yang dimulai sejak dini yaitu anak-anak sekolah dasar,  kami memberikan edukasi dan sosialisasi  dalam mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak di SD Negeri 24 Palembang sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut memberikan dan membuka wawasan kepada adik-adik tentang proses penularan virus Covid -19 yang dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan dan badan. Sehingga adik-adik di SD Negeri 24 antusias selama proses kegiatan berlangsung.
Monitoring Pengisian Tangki Fluida Cair Menggunakan Mikrokontroller Node MCU berbasis Aplikasi Blink Nila Pratiwi; Bengawan Alfaresi; Khoirul Kohariza
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i2.9546

Abstract

Filling liquid fluid tanks by humans has limitations to monitor it. it is necessary to design and realize a liquid fluid surface level detection system. The design of this detection device uses an ultrasonic sensor which can make it easier for humans to monitor the surface level of the liquid in the tank without having to be on the object being measured. The process of monitoring the liquid fluid tank level in a modern way is easier and faster to detect the liquid fluid level value compared to the manual method. The main tools and materials used to make this tool are MCU Nodes, Ultrasonic Sensors, and the Blynk Application. The process of making this tool aims to make work easier without having to check the tank because it can already be checked via the Blynk Application. The results obtained in using this tool are when the liquid fluid tank has reached 80%, the buzzer will sound to warn that the tank is full ABSTRAKPengisian tangki fluida cair yang dilakukan manusia memiliki keterbatasan untuk memantaunya, maka perlu dilakukan perancangan dan realisasi sistem pendeteksi level permukaan fluida cair. Perancangan alat pendeteksi ini menggunakan sensor ultrasonik yang dapat memudahkan manusia untuk memantau level permukaan fluida cair didalam tangki tanpa harus ada pada obyek yang diukur. Proses pemantauan level tangki fluida cair dengan cara modern lebih mudah dan cepat untuk mendeteksi nilai ketinggian fluida cair dibandingkan dengan cara manual. Alat dan bahan utama yang digunakan untuk membuat alat ini berupa Node MCU, Sensor Ultrasonik, dan Aplikasi Blynk. Proses pembuatan alat ini bertujuan untuk dapat mempermudah pekerjaan tanpa harus mengecek tangki karena sudah bisa di cek melalui Aplikasi Blynk. Hasil yang didapat pada penggunaan alat ini adalah ketika tangki fluida cair tersebut sudah mencapai 80%, maka buzzer akan berbunyi untuk memberi peringatan bahwa tangka sudah penuh.
DESAIN DAN PERANCANGAN MINIATUR ALAT PENYARING SAMPAH OTOMATIS BERBASIS PLC Bengawan Alfaresi; Afandi A; Feby ardianto
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v16n2.2227

Abstract

Penyelesaian masalah sampah yang menumpuk pada aliran selokan diperkotaan merupakan masalah yang sering terjadi dan membuat suatu bencana yang sulit teratasi dengan baik. Peningkatan masyarakat membuang sampah di selokan lngkungan sekitar membuat terjadinya penumpukan sampah pada selokan yang tidak diimbangi dengan pengambilan dan pengolahan sampah. Tujuan pada penelitian adalah membuat dan merancang prototipe alat pemungut sampah selokan menggunakan PLC yang dioperasikan secara otomatis untuk mengurangi tenaga manusia dan lebih mengefisienkan waktu dalam pemungutan sampah diselokan yang terus menumpuk. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu mengunakan metode pencakaran sampah. Alat pemungutan sampah ini mulai bekerja dari pemungutan sampah yang dibawa oleh konveyor 1 yang selanjutnya dijatuhkan ke konveyor 2 dan sampah yang terbawa konveyor 2 akan di jatuhkan ke wadah sampah. Alat pemungutan sampah ini di operasikan oleh push button pada box panel. Hasil dari penelitian kecepatan pemungutan sampah pada konveyor 1 bisa dibagi menjadi 3 kategori yaitu cepat, sedang dan lambat. Untuk kategori cepat dengan dengan 250 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 37,8 detik, persentase kegagalan mencapai 6,7 persen. Untuk kategori sedang dengan 125 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 48,6 detik dengan persetase kegagalan pungut 8 persen dan terakhir untuk kategori kecepatan lambat bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 78,8 detik dengan persentase kegagalan pungut 9,3 persen. Kesimpulan dari penelitian ini semakin cepat putaran maka tingkat kegagalan semakin kecil yaitu 6.7 persen dan waktu yang dibutuhkan akan semakin cepat dengan waktu 37.8 detik per 75 sampah.
Sistem Monitoring Konsumsi Beban Listrik Rumah Tangga Realtime Berbasis Website Ardianto, Feby; Alfaresi, Bengawan; Hendrawan, Muhammad
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 2 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i2.12133

Abstract

The home automation system, or commonly known as smart home system, is increasingly being utilized due to its ability to provide comfort and convenience to homeowners in monitoring and controlling household appliances remotely and automatically. The implementation of home automation is expected to aid in electricity energy savings. The aim of this research is to monitor household electricity usage in real-time based on a web server. The method used consists of four stages: 1) selection of software and hardware, 2) system design, 3) program development, and 4) testing. The test results of monitoring household electricity usage for three days show that the cost to be paid for electricity consumption after three days of usage with a tariff corresponding to the installed power (1300 VA) is 26,293 Rupiah.
Modifikasi Model Propagasi Ericsson Jaringan Lte-1800 Mhz Pada Daerah Lepas Pantai Dengan Menggunakan Least Square Method Romadona, Ade Yuda Wahyu; Alfaresi, Bengawan; Ardianto, Feby
Jurnal Ampere Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i1.4734

Abstract

The 4G network has the advantage of accessing data at a higher speed compared to its predecessor, namely 3G. The purpose of this is to see the fluctuation of LTE-1800 MHz signal in the offshore area then modify the Ericsson propagation modeling to get the results with real conditions (real) and accurate. As well as making comparisons of calculation results from existing Ericsson Propagation modeling and comparisons of the results of modifying modeling that can. The method used in this research is four stages: 1). determination of initial data, 2). tools and materials, 3). data grouping and 4). pathloss calculation. The research was conducted in a coastal area off the shore in Panjang district, Bandar Lampung district. Testing the quality of the 4G-LTE network in offshore coastal areas is carried out by measuring several important influencing parameters such as RSRP (Reference Signal Recived Power). All activities are carried out using software devices. Probe by wawe. Analysis of the results before the value 173.5986043 dB obtained from the modeling results from the accurate results of 16.48853263 dB in this calculation using the Ericsson propagation model.
Monitoring Pengisian Tangki Fluida Cair Menggunakan Mikrokontroller Node MCU berbasis Aplikasi Blink Pratiwi, Nila; Alfaresi, Bengawan; Kohariza, Khoirul
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i2.9546

Abstract

Filling liquid fluid tanks by humans has limitations to monitor it. it is necessary to design and realize a liquid fluid surface level detection system. The design of this detection device uses an ultrasonic sensor which can make it easier for humans to monitor the surface level of the liquid in the tank without having to be on the object being measured. The process of monitoring the liquid fluid tank level in a modern way is easier and faster to detect the liquid fluid level value compared to the manual method. The main tools and materials used to make this tool are MCU Nodes, Ultrasonic Sensors, and the Blynk Application. The process of making this tool aims to make work easier without having to check the tank because it can already be checked via the Blynk Application. The results obtained in using this tool are when the liquid fluid tank has reached 80%, the buzzer will sound to warn that the tank is full ABSTRAKPengisian tangki fluida cair yang dilakukan manusia memiliki keterbatasan untuk memantaunya, maka perlu dilakukan perancangan dan realisasi sistem pendeteksi level permukaan fluida cair. Perancangan alat pendeteksi ini menggunakan sensor ultrasonik yang dapat memudahkan manusia untuk memantau level permukaan fluida cair didalam tangki tanpa harus ada pada obyek yang diukur. Proses pemantauan level tangki fluida cair dengan cara modern lebih mudah dan cepat untuk mendeteksi nilai ketinggian fluida cair dibandingkan dengan cara manual. Alat dan bahan utama yang digunakan untuk membuat alat ini berupa Node MCU, Sensor Ultrasonik, dan Aplikasi Blynk. Proses pembuatan alat ini bertujuan untuk dapat mempermudah pekerjaan tanpa harus mengecek tangki karena sudah bisa di cek melalui Aplikasi Blynk. Hasil yang didapat pada penggunaan alat ini adalah ketika tangki fluida cair tersebut sudah mencapai 80%, maka buzzer akan berbunyi untuk memberi peringatan bahwa tangka sudah penuh.
Training Vocational High School Students in Audio-Based Multimedia to Support English Language Learning Gumartifa, Asti; Alfaresi, Bengawan; Sari, Astri Puspita
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 4 NO 2 AUGUST 2025
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v4i2.459

Abstract

Background: In the 21st-century educational context, integrating digital literacy and multimedia is essential for both students and teachers. However, vocational school students, particularly those at SMK Muhammadiyah 2 Palembang, face significant challenges in effectively utilizing audio-based multimedia tools to support their learning process.Aims: This community service activity aims to enhance students’ ability to apply audio media effectively, thereby improving the quality and engagement of the learning process. The focus is on equipping students with practical skills that foster deeper and more interactive learning experiences through audio-based media.Methods: The approach used in this activity was hands-on practice supported by qualitative data collection. The training took the form of a workshop, involving 21 second-grade students of SMK Muhammadiyah 2 Palembang. In addition to demonstrations, direct practice sessions were conducted, emphasizing the use, implementation, and integration of audio media in learning. A Likert-scale questionnaire consisting of 18 indicators across four assessment areas was used to evaluate the activity’s effectiveness.Results: Quantitative data analysis shows high levels of participant satisfaction, with most responses categorized as "Agree" or "Strongly Agree." Key aspects such as the relevance of content, clarity of delivery, and motivation to adopt new media received average scores above 4.45 on a 5-point scale.Conclusion: The training significantly improved students’ understanding, confidence, and motivation in using audio-based multimedia tools. The activity effectively strengthened students’ digital literacy and promoted sustainable pedagogical innovation within the school community. Audio-based multimedia training proved to be a valuable tool in enhancing the learning experience and supporting 21st-century education goals.
Digital Tools in ESP Learning: Culturally and Linguistically Diverse Students' Practices and Challenges Gumartifa, Asti; Syahri, Indawan; Alfaresi, Bengawan
VELES Voices of English Language Education Society Vol 9 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/veles.v9i1.29348

Abstract

Integrating digital technology in English for Specific Purposes (ESP) instruction has expanded opportunities for language learning, particularly for culturally and linguistically diverse (CALD) students in non-English major programs. However, limited research has explored how these learners use internet-based tools in localised university contexts. This study investigates the use of digital technology in ESP learning among CALD students at Universitas Muhammadiyah Palembang. Employing a descriptive mixed-methods design, data were gathered through questionnaires (n=505) and focus group discussions with ESP lecturers. Findings reveal that smartphones (53%) and laptops (28%) are the most commonly used devices, with tools such as Google Translate, Chatgpt, Zoom, and Grammarly supporting English learning inside and outside the classroom. Over 63% of students rated internet tools as “very useful” for accessing field-specific materials, and 44.65% identified technology as a primary companion to classroom instruction. Students also reported gains in language proficiency, self-regulated learning, and intercultural communication. Despite these benefits, students face persistent barriers, including limited digital skills (80.6%), insufficient device access (76.8%), slow internet (66.7%), and lack of technical support (63%). Nonetheless, 68.87% of students viewed technology as helpful for future learning, and half strongly believed it promotes learning flexibility. Students also called for improved digital training (44.65%) and infrastructure (33.02%). The findings highlight the need for targeted digital support and culturally responsive content to ensure inclusive and effective ESP instruction.