Claim Missing Document
Check
Articles

Setting Kerja Waktu Relay Arus Lebih pada Penyulang Kikim di Gardu Induk Sungai Juaro Sarinah Agi Dia Savitri; Feby Ardianto; Bengawan Alfaresi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v13n2.2109

Abstract

Intisari Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada operasi sistem tenaga listrik dapat mengakibatkan terganggunya penyaluran tenaga listrik ke konsumen, sehingga menimbulkan arus hubung singkat yang cukup besar, untuk menghindari akibat gangguan tersebut diperlukan perlindungan jaringan dengan memasang suatu relay proteksi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan simulasi menggunakan software ETAP dan perhitungan arus hubung singkat serta setting waktu kerja relay arus lebih. Metode yang digunakan untuk menganalisis gangguan hubung singkat yaitu 1) identifikasi data, 2) simulasi, 3) perhitungan, 4) hasil dan analisis serta 5) kesimpulan. Hasil penelitian, simulasi software ETAP arus gangguan hubung singkat maksimum pada jarak 25 persen dengan arus gangguan tiga fasa sebesar 2877.341 A, dua fasa sebesar 2672.708 A, dan satu fasa sebesar 2491.835 A. Gangguan minimum pada jarak 100 persen dengan arus gangguan tiga fasa sebesar 502.032 A, dua fasa sebesar 434.671 A, dan satu fasa sebesar 347.035 A. Sedangkan untuk hasil simulasi waktu kerja relay arus lebih sisi incoming sebesar 1 detik dan sisi outgoing sebesar 0.55 detik, hasil perhitungan waktu kerja relay arus lebih sisi incoming sebesar 0.99 detik dan sisi outgoing sebesar 0.54 detik. Kata kunci Gangguan Hubung Singkat, relay arus lebih, ETAP Power Station 12.6.0. Abstract — Interferences that often happen in an operation system of electric power can cause in disruption of distribution the electric power to consumers, so it causes quite large shor-circuit current. To avoid the impact of that inrerferences,setting relay portection to protect the network is needed. The purpose of the reserch is doing a simulation using ETAPsoftware, calculating the short-circuit current, and setting the working time of excess-current relay. The method that used to analyze the interferences of short-circuit current are : 1) data identifying, 2) Simulation, 3) calculation, 4) result and analysis and, 5) conclution. The results of the research show that the maximum interferences of short -circuit current at 25% of distance with three phase Interferences is 2877,341 A, two -phase is 2672,708 A, and one-phase is 2491,835 A. The minimum Interferences at 100 percents distance with three phase Interferences is 502,032 A, two -phase is 434,671 A, and one-phase is 347,035 A. And the result of the simulation time of excess-current relay on incoming side is 1 second and on feeder side is 0.55 second, the results of the calculation working time of excess-current relay on the incoming side are 0.99 second and on the feeder, a side is 0.54 second Keywords— short circuit, over current relay, ETAP power station 12.6.0
DESAIN DAN PERANCANGAN MINIATUR ALAT PENYARING SAMPAH OTOMATIS BERBASIS PLC Bengawan Alfaresi; Afandi A; Feby ardianto
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v16n2.2227

Abstract

Penyelesaian masalah sampah yang menumpuk pada aliran selokan diperkotaan merupakan masalah yang sering terjadi dan membuat suatu bencana yang sulit teratasi dengan baik. Peningkatan masyarakat membuang sampah di selokan lngkungan sekitar membuat terjadinya penumpukan sampah pada selokan yang tidak diimbangi dengan pengambilan dan pengolahan sampah. Tujuan pada penelitian adalah membuat dan merancang prototipe alat pemungut sampah selokan menggunakan PLC yang dioperasikan secara otomatis untuk mengurangi tenaga manusia dan lebih mengefisienkan waktu dalam pemungutan sampah diselokan yang terus menumpuk. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu mengunakan metode pencakaran sampah. Alat pemungutan sampah ini mulai bekerja dari pemungutan sampah yang dibawa oleh konveyor 1 yang selanjutnya dijatuhkan ke konveyor 2 dan sampah yang terbawa konveyor 2 akan di jatuhkan ke wadah sampah. Alat pemungutan sampah ini di operasikan oleh push button pada box panel. Hasil dari penelitian kecepatan pemungutan sampah pada konveyor 1 bisa dibagi menjadi 3 kategori yaitu cepat, sedang dan lambat. Untuk kategori cepat dengan dengan 250 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 37,8 detik, persentase kegagalan mencapai 6,7 persen. Untuk kategori sedang dengan 125 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 48,6 detik dengan persetase kegagalan pungut 8 persen dan terakhir untuk kategori kecepatan lambat bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 78,8 detik dengan persentase kegagalan pungut 9,3 persen. Kesimpulan dari penelitian ini semakin cepat putaran maka tingkat kegagalan semakin kecil yaitu 6.7 persen dan waktu yang dibutuhkan akan semakin cepat dengan waktu 37.8 detik per 75 sampah.
Sistem Monitoring Konsumsi Beban Listrik Rumah Tangga Realtime Berbasis Website Ardianto, Feby; Alfaresi, Bengawan; Hendrawan, Muhammad
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 2 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i2.12133

Abstract

The home automation system, or commonly known as smart home system, is increasingly being utilized due to its ability to provide comfort and convenience to homeowners in monitoring and controlling household appliances remotely and automatically. The implementation of home automation is expected to aid in electricity energy savings. The aim of this research is to monitor household electricity usage in real-time based on a web server. The method used consists of four stages: 1) selection of software and hardware, 2) system design, 3) program development, and 4) testing. The test results of monitoring household electricity usage for three days show that the cost to be paid for electricity consumption after three days of usage with a tariff corresponding to the installed power (1300 VA) is 26,293 Rupiah.
Perencanaan Jaringan Heterogen 4G LTE Berdasarkan Coverage Area pada Frekuensi Inter-Band di Kota Palembang Bengawan Alfaresi; Ardianto, Feby; Kurniawan, M Arif
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The city of Palembang has a territorial character consisting of urban, suburban and rural areas. The population in Palembang City continues to grow and spread to all corners of Palembang City. Therefore, the planning of a 4G LTE network requires a complex plan based on the area characteristics and also paying attention to frequency efficiency. This research aims to design a heterogeneous 4G LTE network in the city of Palembang, focusing on the use of inter-band frequency spectrum to increase the network coverage area. The research methodology includes area mapping and analysis of eNodeB requirements in each sub-district. The propagation model used in 4G LTE network planning is the Cost-Hatta model. In this research, we implemented the use of a frequency of 900 MHz for the macro site, a frequency of 1800 MHz for the micro site, a frequency of 2100 MHz for the nano site and a frequency of 2300 MHz for the pico site. The research results show that at the lowest frequency, i.e. using a frequency of 900 MHz, the number of eNodeBs required is 18 eNodeBs on the uplink side and 60 eNodeBs on the downlink side. At the highest frequency of 2300 MHz, the number of eNodeBs required on the uplink side is 24 eNodeBs and on the downlink side is 329 eNodeBs.
Modifikasi Model Propagasi Ericsson Jaringan Lte-1800 Mhz Pada Daerah Lepas Pantai Dengan Menggunakan Least Square Method Romadona, Ade Yuda Wahyu; Alfaresi, Bengawan; Ardianto, Feby
Jurnal Ampere Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i1.4734

Abstract

The 4G network has the advantage of accessing data at a higher speed compared to its predecessor, namely 3G. The purpose of this is to see the fluctuation of LTE-1800 MHz signal in the offshore area then modify the Ericsson propagation modeling to get the results with real conditions (real) and accurate. As well as making comparisons of calculation results from existing Ericsson Propagation modeling and comparisons of the results of modifying modeling that can. The method used in this research is four stages: 1). determination of initial data, 2). tools and materials, 3). data grouping and 4). pathloss calculation. The research was conducted in a coastal area off the shore in Panjang district, Bandar Lampung district. Testing the quality of the 4G-LTE network in offshore coastal areas is carried out by measuring several important influencing parameters such as RSRP (Reference Signal Recived Power). All activities are carried out using software devices. Probe by wawe. Analysis of the results before the value 173.5986043 dB obtained from the modeling results from the accurate results of 16.48853263 dB in this calculation using the Ericsson propagation model.
Monitoring Pengisian Tangki Fluida Cair Menggunakan Mikrokontroller Node MCU berbasis Aplikasi Blink Pratiwi, Nila; Alfaresi, Bengawan; Kohariza, Khoirul
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i2.9546

Abstract

Filling liquid fluid tanks by humans has limitations to monitor it. it is necessary to design and realize a liquid fluid surface level detection system. The design of this detection device uses an ultrasonic sensor which can make it easier for humans to monitor the surface level of the liquid in the tank without having to be on the object being measured. The process of monitoring the liquid fluid tank level in a modern way is easier and faster to detect the liquid fluid level value compared to the manual method. The main tools and materials used to make this tool are MCU Nodes, Ultrasonic Sensors, and the Blynk Application. The process of making this tool aims to make work easier without having to check the tank because it can already be checked via the Blynk Application. The results obtained in using this tool are when the liquid fluid tank has reached 80%, the buzzer will sound to warn that the tank is full ABSTRAKPengisian tangki fluida cair yang dilakukan manusia memiliki keterbatasan untuk memantaunya, maka perlu dilakukan perancangan dan realisasi sistem pendeteksi level permukaan fluida cair. Perancangan alat pendeteksi ini menggunakan sensor ultrasonik yang dapat memudahkan manusia untuk memantau level permukaan fluida cair didalam tangki tanpa harus ada pada obyek yang diukur. Proses pemantauan level tangki fluida cair dengan cara modern lebih mudah dan cepat untuk mendeteksi nilai ketinggian fluida cair dibandingkan dengan cara manual. Alat dan bahan utama yang digunakan untuk membuat alat ini berupa Node MCU, Sensor Ultrasonik, dan Aplikasi Blynk. Proses pembuatan alat ini bertujuan untuk dapat mempermudah pekerjaan tanpa harus mengecek tangki karena sudah bisa di cek melalui Aplikasi Blynk. Hasil yang didapat pada penggunaan alat ini adalah ketika tangki fluida cair tersebut sudah mencapai 80%, maka buzzer akan berbunyi untuk memberi peringatan bahwa tangka sudah penuh.
Digital Tools in ESP Learning: Culturally and Linguistically Diverse Students' Practices and Challenges Gumartifa, Asti; Syahri, Indawan; Alfaresi, Bengawan
VELES Voices of English Language Education Society Vol 9 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/veles.v9i1.29348

Abstract

Integrating digital technology in English for Specific Purposes (ESP) instruction has expanded opportunities for language learning, particularly for culturally and linguistically diverse (CALD) students in non-English major programs. However, limited research has explored how these learners use internet-based tools in localised university contexts. This study investigates the use of digital technology in ESP learning among CALD students at Universitas Muhammadiyah Palembang. Employing a descriptive mixed-methods design, data were gathered through questionnaires (n=505) and focus group discussions with ESP lecturers. Findings reveal that smartphones (53%) and laptops (28%) are the most commonly used devices, with tools such as Google Translate, Chatgpt, Zoom, and Grammarly supporting English learning inside and outside the classroom. Over 63% of students rated internet tools as “very useful” for accessing field-specific materials, and 44.65% identified technology as a primary companion to classroom instruction. Students also reported gains in language proficiency, self-regulated learning, and intercultural communication. Despite these benefits, students face persistent barriers, including limited digital skills (80.6%), insufficient device access (76.8%), slow internet (66.7%), and lack of technical support (63%). Nonetheless, 68.87% of students viewed technology as helpful for future learning, and half strongly believed it promotes learning flexibility. Students also called for improved digital training (44.65%) and infrastructure (33.02%). The findings highlight the need for targeted digital support and culturally responsive content to ensure inclusive and effective ESP instruction.
DESAIN DAN PERANCANGAN MINIATUR ALAT PENYARING SAMPAH OTOMATIS BERBASIS PLC Alfaresi, Bengawan; A, Afandi; ardianto, Feby
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 16 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v16n2.2227

Abstract

Penyelesaian masalah sampah yang menumpuk pada aliran selokan diperkotaan merupakan masalah yang sering terjadi dan membuat suatu bencana yang sulit teratasi dengan baik. Peningkatan masyarakat membuang sampah di selokan lngkungan sekitar membuat terjadinya penumpukan sampah pada selokan yang tidak diimbangi dengan pengambilan dan pengolahan sampah. Tujuan pada penelitian adalah membuat dan merancang prototipe alat pemungut sampah selokan menggunakan PLC yang dioperasikan secara otomatis untuk mengurangi tenaga manusia dan lebih mengefisienkan waktu dalam pemungutan sampah diselokan yang terus menumpuk. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu mengunakan metode pencakaran sampah. Alat pemungutan sampah ini mulai bekerja dari pemungutan sampah yang dibawa oleh konveyor 1 yang selanjutnya dijatuhkan ke konveyor 2 dan sampah yang terbawa konveyor 2 akan di jatuhkan ke wadah sampah. Alat pemungutan sampah ini di operasikan oleh push button pada box panel. Hasil dari penelitian kecepatan pemungutan sampah pada konveyor 1 bisa dibagi menjadi 3 kategori yaitu cepat, sedang dan lambat. Untuk kategori cepat dengan dengan 250 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 37,8 detik, persentase kegagalan mencapai 6,7 persen. Untuk kategori sedang dengan 125 Rpm bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 48,6 detik dengan persetase kegagalan pungut 8 persen dan terakhir untuk kategori kecepatan lambat bisa memungut 75 sampah apung dengan waktu 78,8 detik dengan persentase kegagalan pungut 9,3 persen. Kesimpulan dari penelitian ini semakin cepat putaran maka tingkat kegagalan semakin kecil yaitu 6.7 persen dan waktu yang dibutuhkan akan semakin cepat dengan waktu 37.8 detik per 75 sampah.
EDUKASI MENGENAI KESADARAN MENJAGA KEBERSIHAN DIRI PADA ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Gumartifa, Asti; Syahri, Indawan; Alfaresi, Bengawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2408-2412

Abstract

Setelah lebih dari dua tahun Indonesia dan dunia masih dalam keadaan pandemi  covid-19. Terdapat banyak dampak dan ancaman kesehatan yang dirasakan oleh kalangan masyarakat khususnya pada anak-anak sekolah dasar. Seiring berjalannya waktu varian virus covid-19 semakin bertambah dan juga semakin berbahaya. Meskipun pemerintah sudah membuat program vaksinasi, pemerintah masih tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Agar himbuan dari pemerintah terlaksana secara merata khususnya dalam menjaga kebersihan diri yang dimulai sejak dini yaitu anak-anak sekolah dasar,  kami memberikan edukasi dan sosialisasi  dalam mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak di SD Negeri 24 Palembang sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut memberikan dan membuka wawasan kepada adik-adik tentang proses penularan virus Covid -19 yang dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan dan badan. Sehingga adik-adik di SD Negeri 24 antusias selama proses kegiatan berlangsung.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS GOOGLE CLASSROOM DALAM MENGOPTIMALKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PADA SDN 41 PALEMBANG Gumartifa, Asti; Alfaresi, Bengawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.1001-1005

Abstract

Pada umumnya banyak sekali kendala bagi pendidik dalam melaksanakan pengajaran dimasa pandemi saat ini. Tidak banyak para pendidik yaitu guru untuk bisa membiasakan diri untuk memanfaatkan teknologi dalam pengembangan proses pembelajaran. Bagi beberapa guru yang bukanlah lahir di zaman Milenial yaitu zaman yang menggunakan Internet, Komputer dan Teknologi sangatlah memiliki kekurangnya kompetensi di bidang tersebut. Selain itu kurangnya fasilitas yang tersedia di sekolah tempat mereka mengajar merupakan alasan yang mendukung bahwa sebagian besar dari pendidik kurang optimal dalam melaksanakan pengajaran. Sehingga, tim pengabdian masyarakat mengadakan suatu kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan wawasan serta pelatihan secara langsung bagi guru yang sangat kurang pemahaman dibidang tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan para guru untuk membuat dan menjelaskan bahan ajar yang berbasis teknologi. Setiap guru diajarkan dari proses penginstalan aplikasi, penjelasan mengenai Google Classroom, dan  penggunaan secara langsung. Pada akhirnya semua guru sebagai peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakt ini diminta untuk membuat Goggle Classroom masing-masing dengan mempraktikkan pembuatan absensi, meng-upload mater, membuat pertanyaan yang sebrsifat essay dan pilihan ganda, serta mengoreksi tugas.