Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT UNGGUL MENGGUNAKAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA SEBAGAI PAKAN SAPI POTONG DI PARAK KARAKAH KOTA PADANG Ferry Lismanto Syaiful; Suyitman Suyitman; Evitayani Evitayani; Khasrad Khasrad; Endang Purwati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 3.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.a.274

Abstract

One of the most critical factors in increasing beef cattle is feed. Besides, breeders also need practical, quality, and continuous cattle feed. We need the development of superior grass technology/king grass using the arbuscular Mycorrhizal fungi to support feed production for beef cattle. The arbuscular mycorrhizal fungi play a role in increasing plant growth and resistance to attack by root pathogens and resistance to stress conditions. The objectives of this activity are: 1. to improve breeders' knowledge and skills in useful and profitable beef cattle cultivation; 2. to increase farmer's knowledge and skills in cultivating superior grass with arbuscular mycorrhizae. The method used is the counseling method, where previously through an approach, counseling, training and coaching, and finally, evaluation and monitoring. While the activities include good and profitable beef cattle cultivation and superior grass cultivation using the arbuscular mycorrhizal fungi. The partners of this activity are the Kubu Sepakat livestock group and the Parak Karakah community, Padang. Partners' problems are 1. breeders have difficulty providing forage feed, 2—lack of knowledge on good and profitable beef cattle cultivation. The activity results found that breeders increased their knowledge about excellent and profitable beef cattle cultivation techniques. From the results of the activity, it can be seen that the livestock's ability to cultivate superior grass using the arbuscular Mycorrhizal fungi has increased so that the nutritional needs of livestock can be met. Based on the results of the statistical tests that the activities carried out have an index value of 90, this indicates that the activities carried out are beneficial or successful in transferring knowledge and skills to breeders.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DETEKSI KEBUNTING DINI SAPI POTONG PADA KELOMPOK TERNAK DI KOTA PADANG Ferry Lismanto Syaiful; Endang Purwati; Khasrad Khasrad; Suyitman Suyitman; Evitayani Evitayani
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.308

Abstract

Kota Padang sangat berpotensi besar pada usaha peternakan, hal ini disebabkan tingginya kebutuhan daging di kota ini disebabkan peningkatan laju pertambahan penduduk. Selama ini kebutuhan daging masih di suplai dari daerah lain, untuk meminimalisir suplai daging tersebut maka perlu memacu peternak kota Padang dengan sistem peternakan kota. Sistem peternakan ini dapat mengoptimalkan lahan yang sempit. Tujuan kegiatan ini yaitu: 1. meningkatkan keterampilan peternak terhadap budidaya sapi potong yang menguntungkan, 2. peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam penerapan teknologi deteksi kebuntingan dini sapi potong. Metode kegiatan ini terdiri atas penyuluhan, demonstrasi/pelatihan dan evaluasi terhadap budidaya sapi potong yang baik dan menguntungkan, deteksi kebuntingan dini sapi potong. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok ternak Kubu Sepakat, masyarakat dan Dinas Peternakan dan pertanian Provinsi Sumatera Barat. Dari hasil kegiatan terlihat meningkatnya pengetahuan peternak dalam budidaya sapi potong yang baik berbasis menguntungkan bahkan peternak juga mampu dalam penerapan teknologi deteksi kebuntingan dini pada sapi potong yang dimiliki. Teknologi ini dapat mendeteksi kebuntingan dini sapi potong dalam waktu relatif singkat, murah, dan massal serta tidak membutuhkan skill bagi peternak. Hal ini tentu dapat meningkatkan populasi dan produktivitas sapi potong serta menyejahterakan petani/peternak dalam rangka mempercepat proses swasembada pangan tahun 2024 di Sumatera Barat. Dari hasil kegiatan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan target yang diharapkan. Di samping itu, peserta/peternak bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peternak serta berhasil dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan peningkatan keterampilan peternak dalam penerapan teknologi.
PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK PEDAGING MELALUI PENGGUNAAN PROBIOTIK WARETHA DI NAGARI SUNGAI KAMUYANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Sepri Reski; Ridho Kurniawan Rusli; Robi Amizar; Adisti Rastosari; Yolani Utami; Endang Purwati; Yulianti Fitri Kurnia; Yesi Chwenta Sari; Wizna Wizna; Ferawati Ferawati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.b.377

Abstract

Program ini dilakukan pada peternakan itik Nagari Sungai Kamuyang Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengembangan ternak itik seperti mahalnya harga pakan, minimnya informasi tentang penyusunan ransum berbasis bahan lokal dan sistem pemeliharaan yang masih tradisional. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang probiotik dan manfaat serta cara penggunaannya, sehingga dengan penggunaan probiotik WARETHA pada ternak itik dapat mengatasi permasalahan dalam pengembangan usaha ternak itik seperti dapat menekan biaya pakan yang tinggi dan lebih terjangkau bagi usaha peternak rakyat. Metode kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yaitu pembelajaran berupa pelatihan dan pendampingan dengan tim pengabdi sebagai fasilitator berupa pengenalan produk probiotik WARETHA dan mempraktikkan cara penggunaannya serta cara penyusunan ransum itik berbagai tingkat umur, sehingga dengan penggunaan probiotik WARETHA dapat menekan biaya pakan yang tinggi. Hasil dari kegiatan ini adalah mengurangi biaya produksi, meningkatkan pendapatan peternak dan dapat mengurangi bau feses di sekitar kandang yang ramah lingkungan serta meningkatkan pengetahuan peternak tentang manfaat dan cara penggunaan probiotik WARETHA. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang manajemen pemeliharaan ternak itik dengan menggunakan probiotik WARETHA dan penggunaan bahan pakan lokal, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan menekan biaya pakan.