Muhammad Aries Zukhri Angkasa
Universitas Samawa

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN UPLAND BAWANG MERAH DI KABUPATEN SUMBAWA Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Lukman Hakim; Karmi Safitri Demula
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i1.1472

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu Menyusun alternatif strategi pengembangan Upland bawang merah di Kabupaten Sumbawa. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling), Responden dalam penelitian ini adalah ketua kelompok tani yang mendapatkan bantuan program Upland bawang merah, Manager Upland, On Granting Officer program Upland, Kabid Sarana prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa dan Dosen Fakultas Pertanian dengan jumlah sampel sebanyak 7 kelompok tani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif kualitatif dengan menggunakan Analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjjukan strategi agresif S-O yaitu menggunakan strategi memanfaatkan peluang yang ada dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki. Program Upland memiliki kekuatan dan peluang yang dapat di manfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani.
BAURAN PEMASARAN USAHA TERASI UDANG ASLI DI KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA Nila Wijayanti; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Fitri Aningsih
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i1.1475

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganlisis bauran pemasaran usaha terasi udang asli kelompok UMKM di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang membeli terasi udang di kelompok UMKM yang diambil dengan menggunakan tehnik accidental sampling.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara atau kuesioner, dan dokumentasi.Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adaah analisis kuantitatif.Hasil penelitian diketahui bauran pemasaran dilakukan usaha terasi udang asli kelompok UMKM pada produk yaitu memasarkan produk terasi udang dengan jenis kemasan BUKA (daun Lontar).Penetapan harga disesuaikan dengan pasaran dan juga ditawarkan sesuai dengan ukuran kemasan.Tempat atau lokasi sangat mudah terjangkau oleh konsumen. Promosi menggunakan media online dan ofline yang berupa promosi dari mulut kemulut dan pemasangan papan nama yang menarik perhatian konsumen. Tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran berdasarkan masing-masing aspek sebagai beriku: (1) aspek produk kategori baik, (2) aspek harga dengan kategori baik, (3) aspek tempat dengan kategori baik, (4) aspek promosi kategori baik dan dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran yang diterapkan oleh usaha terasi udang asli kelompok UMKM sudah berjalan dengan baik.
ANALISIS RISIKO PADA USAHA TERNAK AYAM BROILER DI KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Nila Wijayanti; Syahdi Mastar; Alia Wartiningsih; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Jihat Akbar
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang terjadi pada usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dan penanggulangannya. Penelitaian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2023 dilakukan dengan menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 8 peternak. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara mendalam dengan salah satu peternak yaitu Bapak Ibrahim, dokumentasi dan koesioner. Hasil dari analisis ini didapatkan 16 risiko yaitu 10 risiko dari peroses budidaya dan 6 risiko dari penjualan, adapun penanggulangannya terdapat 22 penanggulangan dari risiko budidaya dan 13 penanggulangan dari risiko penjualan. Pada peroses budidaya terdapat 4 faktor yang menghasilkan risiko yaitu lahan memilik 2 risiko dengan 4 penanggulangan, kandang memiliki 2 risiko dengan 5 penanggulangan, peralatan memiliki 2 Risiko dengan 6 penanggulangan dan yang terakhir DOC memiliki 4 Risiko dengan 7 penanggulangan. Untuk proses penjualan terdapat 3 faktor yang menghasilkan risiko yaitu fluktuasi harga memiliki 3 risiko dengan 7 penanggulangan, lingkungan sosial memiliki 2 risiko dengan 3 penanggulangan dan yang terakhir nonteknis memiliki 1 risiko dengan 3 penanggulangan. Kesiapan peternak dalam penanggulangan risiko sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari jumlah penanggulangan yang lebih banyak dari pada risiko yang ada.
ANALISIS TATA NIAGA DAN STRUKTUR PASAR USAHA GARAM RAKYAT DI DESA LABUHAN BONTONG KECAMATAN TARANO Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Syahdi Mastar; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Riski Andira
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1853

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis tata niaga, struktur pasar serta perilaku pasar dan efisiensi Usaha Garam Rakyat di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja yaitu dengan pertimbangan bahwa Desa Labuhan Bontong merupakan daerah penghasil garam rakyat terbesar di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dimana jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 18 petani garam 8 pengecer garam. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan melalui wawncara. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data deskriptif kuantitatif Berdasarkan penelusuran dilapangan memperlihatkan bahwa pada proses penyaluran garam terdapat 2 saluran yaitu sebagai berikut: 1) Petani - Pedagang Pengecer - Konsumen 2) Petani- Konsumen. Struktur pasar dan perilaku usaha garam rakyat di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano yaitu 1.) Struktur pasar pada komoditas garam cukup terkonsentrasi pada satu pengecer sehingga struktur pasar berbentuk monopolistik (CR4) karena >80%, 2) Perilaku pasar pada sistem penentuan harga ditetapkan oleh pengecer ataupun konsumen dan bersifat stabil di segala musim Selanjutnya efisiensi tataniaga garam terjadi pada saluran 2 dimana konsumen membeli secara langsung ke petani garam
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN VARIETAS JAGUNG HIBRIDA DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR Siti Nurwahidah; Syahdi Mastar; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Alia Wartiningsih; Fifi Tri Tarini
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1854

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi penggunaan varietas benih jagung hibrida di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir. Pemelihan Lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu dengan pertimbangan bahwa Desa Poto merupakan salah satu Desa yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan memiliki luas lahan pertanian yang cukup besar yaitu seluas 770 Ha. Responden dalam penelitian ini adalah Masyarakat Desa Poto yang merupakan petani jagung hibrida, jumlah responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 40 orang responden. Metode analisis Regresi linier berganda. Hasil perhitungan regresi yaitu Y = -1,586 + 0,018X1 + -0,762X2 + 0,000X3 + 0,031X4. Berdasarkan uji simultan diperoleh nilai F hitung sebesar 39,286. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa nilai F hitung > F tabel sebesar 39,286 > 2,641, sehingga dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti variabel harga benih, luas lahan, pengalaman dan pendapatan” secara bersama-sama berpengaruh terhadap  penggunaan varietas benih. Hasil analisis koefisien determinasi (R2) menggunakan SPSS 16, diperoleh nilai R (koefisien determinasi) sebesar 0,797  yang artinya 79,7% penggunaan varietas benih (Y) dipengaruhi oleh harga benih, luas lahan, pengalaman dan pendapatan, sedangkan sisanya 20,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Hasil perhitungan secara parsial variabel harga benih  (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan varietas benih hibrida (Y), sedangkan variabel luas lahan, pengalaman usahatani dan pendapatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap varietas benih (Y)
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI MINUMAN KEKINIAN (STUDI KASUS DI KEDAI “NGINUM” KECAMATAN UTAN KABUPATEN SUMBAWA) Lukman Hakim; Yadi Hartono; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Syahdi Mastar; M Irfan Adekantari
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1856

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap pengambilan keputusan terhadap pembelian Minuman Kekinian di Kedai “Nginum” Kecamatan Utan. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan adalah salah satu kedai minuman yang berlokasi sangat strategis sehingga banyak konsumen yang berminat dan cabang yang pertama kali berdiri di Kecamatan Utan. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan, sebanyak 40 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa masing-masing tahap terdiri dari 3 indikator dimulai dari 1). Pengenalan Masalah dengan persentase tertinggi pada indikator pertama harga yang terjangkau, indikator kedua tergantung keinginan dan indikator ketiga tergantung kemauan. 2).Pencarian Informasi dengan persentase tertinggi pada indikator pertama teman, indikator kedua lewat media sosial dan indikator ketiga Facebook. 3). Evaluasi Alternatif dengan persentase tertinggi pada indikator pertama kualitas minuman, indikator kedua mini market dan indikator ketiga membeli minuman lain. 4). Keputusan Pembelian dengan persentase tertinggi pada indikator pertama diri sendiri, indikator kedua harga terjangkau dan indikator ketiga karena lebih enak dari yang lain. 5). Perilku Pasca Pembelian dengan persentase indikator pertama tidak menentu, indikator kedua banyak varian rasa dan indikator ketiga suka banget. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membelian Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan.
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI DESA GAPIT KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Yadi Hartono; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Lukman Hakim; Nila Wijayanti; Ilsa Oktafia
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i2.1992

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peranan kelompok tani dan untuk mengetahui pengaruh fungsi kelas belajar, wahana kerja sama dan unit produksi dalam usahatani padi sawah di Desa Gapit Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, menggunakan analisis deskriptif Skala Likert dan Regresi Linier Berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi berperan sangat baik dengan masing-masing skor secara berturut-turut sebagai berikut: 1.267 (84.4%), 1.270 (84.67%) dan 1.262 (84.13%). (2) Berdasarkan hasil Uji T (parsial) variabel kelas belajar dan unit produksi berpengaruh signifikan terhadap peran kelompok tani, sedangkan variabel wahana kerjasama berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap peran kelompok tani. Uji F (simultan) variabel kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi berpengaruh signifikan terhadap peran kelompok tani. Nilai Koefisien Determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0.890 (89%) menunjukkan bahwa 89%, dipengaruhi oleh variabel kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Sementara 11% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
ANALISIS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DI TOKO CV. MULTI TANI AGRO Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Alia Wartiningsih; Lukman Hakim; Syahdi Mastar; Wahyu Fajri Ramdani
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i2.1994

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani  Agro. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu dengan pertimbangan bahwa CV. Multi Tani Agro adalah toko sarana pertanian yang baru berkembang dibandingkan dengan toko sarana pertanian yang ada di dalam Kota Sumbawa. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Sarana Pertanian di CV. Multi  Tani Agro dengan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelititan ini menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani agro terdiri dari tahap 1). pengenalan kebutuhan terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih sangat penting dalam memilih toko sarana pertanian, indikator kedua memilih untuk digunakan sendiri dalam tujuan membeli sarana pertanian dan indikator ketiga memilih harga produk terjangkau dalam alasan membeli produk. 2). Pencarian informasi terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen l memilih teman sebagai sumber informasi, indikator kedua teman sebagai sumber mempengaruhi dan indikator ke tiga tidak ada  sumber informasi melalui media sosial dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi  Tani Agro. 3). Evaluasi alternatif terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada idikator pertama konsumen lebih memilih harga produk dalam pertimbangan utama, indikator kedua membeli produk serupa yang tersedia  apabila produk yang dibutuhkan habis, dan indikator ketiga cari di tempat lain  jika CV. Multi Tani Agro tutup. 4). Keputusan pembelian terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih diri sendiri dalam pengambilan keputusan, indikator kedua terencana dalam memutuskan membeli dan indikator ketiga langganan. 5). Perilaku pasca pembelian terdapat 2 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen sering dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro dan pada indikator kedua sangat suka membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA BAWANG MERAH PADA PETANI DI DESA BRANG KOLONG KECAMATAN PLAMPANG Lukman Hakim; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Alia Wartiningsih; Yadi Hartono; Lita Elsa Elya Risma
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i2.1995

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rumusan strategi dalam pengembangan usaha budidaya bawang merah pada  Petani di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Juni 2024 di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskripstif kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 25 orang, yang mana petani bawang sebanyak 20 orang dan untuk para ahli dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Kantor Desa Brang Kolong, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Manager Upland Kabupaten Sumbawa dan Dosen Universitas Samawa masing-masing 1 orang, yang diambil secara accidental dan menggunakan purposive sampling untuk strategi pengembangan. Adapun data analisis data yang digunakan dalam penelitian ini  adalah analisis lingkungan dan matriks SWOT. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti tentang pengembangan usaha budidaya bawang merah pada petani di desa brang kolong kecamatan plampang maka di peroleh faktor internal terdiri dari: kekuatan yaitu: ketersediaan lahan, pengetahuan dan keahlian, pengembangan lahan dan insfrastruktur irigasi. Kelemahan yaitu: dukungan pemerintah desa, pestisida yang berlebihan dan akses kepada layanan keuangan. Sedangkan, faktor eksternal terdiri dari : peluang yaitu: meningkatnya permintaan pasar, kebijakan pemerintah, peningkatan taraf hidup petani, pangsa pasar luas dan terbuka. Ancaman yaitu: persaingan, perubahan iklim, hama dan penyakit, fluktuasi harga.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN TANAMAN HIAS PADA UD MUTIARA FLORA DI KABUPATEN SUMBAWA Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Lukman Hakim; Alia Wartiningsih; Syaifuddin Iskandar; Wahyu Wandani
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2300

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian tanaman hias pada UD Mutiara Flora di Kabupaten Sumbawa. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive). Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian tanaman hias di UD Mutiara Flora dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden ditentukan dengan metode Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel kemampuan ekonomi (X1), kepribadian (X2), dan harga (X3) berpengaruh signifikan terhadap pembelian tanaman hias. Secara parsial, kemampuan ekonomi (X1) berpengaruh signifikan, karena memiliki nilai signifikansi 0.007 < 0.05 dan t hitung 2.875 > 2.021 sedangkan kepribadian (X2) dan harga (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian tanaman hias (Y). Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan variasi pembelian tanaman hias, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya daya beli konsumen dalam memengaruhi keputusan pembelian tanaman hias.