Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : At-Turats

Higher Education as an Agent of Religious Moderation: An Analysis of Lecturers' and Students' Perceptions of Nationalistic Insight Lubis, Putri Handayani; Sari, Nopita; Syah, Firman; Abdullah, Faisal; Sabani, Tria Asri Nur
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.2940

Abstract

Islamic education plays an important role in shaping moderate understanding and attitudes in diversity. Various parties must participate in efforts to create social harmony and peace, so it is important to optimize religious moderation among Muslims. Islamic education plays an important role in shaping understanding and moderate attitudes towards religion. Through quantitative methods, this paper describes the perceptions of students and lecturers towards religious moderation in national insight. Researchers have set four indicators of understanding religious moderation as a reference in obtaining and analyzing data accurately, as follows: 1) having a national commitment, 2) not disturbing others and always respecting other religious opinions, 3) not causing violence both verbal and non-verbal. 4) always appreciating the diversity of local culture. These four indicators have been used to measure or analyze the level of understanding of students and lecturers in the Islamic Education Study Program, IAIN Pontianak about the concept of religious moderation. It can be assumed that the level of understanding of students and lecturers can affect their attitudes and behavior in practicing religious teachings. Therefore, Islamic Religious Education and Character Education can maintain the pillars of moderate character building, emphasizing aspects of tolerance, local wisdom, non-violence, and commitment to the nation, not the other way around, exclusive Islam that even tends to be extreme. This paper contributes to the model of academic-religious development based on religious moderation in higher education. This is important to prevent extremism by strengthening religious practices based on the essence of religious teachings.Pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk membentuk pemahaman dan sikap moderat dalam beragam. Berbagai pihak harus berpartisipasi dalam upaya menciptakan harmoni dan perdamaian sosial, sehingga penting untuk mengoptimalkan moderasi beragama di kalangan umat Islam. Pendidikan Islam memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman dan sikap moderat terhadap agama. Melalui metode kuantitaif, tulisan ini memaparkan terkait persepsi mahaiswa dan dosen terhadap moderasi beragama dalam wawasan kebangsaan. Peneliti telah menetapkan empat indikator tentang pemahaman moderasi beragama sebagai acuan dalam memperoleh dan menganalisis data secara akurat, sebagai berikut: 1) memiliki komitmen kebangsaan, 2) tidak mengusik orang lain dan senantiasa menghargai pendapat agama lainnya, 3) tidak menimbulkan kekerasan baik yang bersifat verbal maupun non verbal. 4) senantiasa menghargai kebinekaragaman budaya lokal. Keempat indikator tersebut telah digunakan untuk menakar atau menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa dan dosen di Program Studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Pontianak tentang konsep moderasi beragama. Hal ini dapat diasumsikan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa dan dosen dapat memengaruhi sikap dan prilakunya dalam mempraktikkan ajaran agama. Oleh karena itu Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter dapat mempertahankan pilar pembentukan karakter moderat, menekankan aspek toleransi, kearifan lokal, anti kekerasan, dan komitmen terhadap bangsa, bukan sebaliknya, Islam yang eksklusif bahkan cenderung ekstrim. Tulisan ini berkontribusi pada model pengembangan akademik- keagamaan berbasis moderasi beragama di perguruan tinggi. Hal ini penting untuk mencegah ekstremisme dengan memperkuat praktik keagamaan berdasarkan esensi ajaran agama.
Religious Narratives on Social Media in Shaping the Diversity Attitude of Millennial Generation Lubis, Putri Handayani; Puspita, Maria; Ahrom Al Ayubbi, Syaefuddin
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3542

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of using social media, especially Twitter, which radical groups use to spread their teachings that clash between religion and diversity. The author tries to analyze the activities of the Twitter account @AlissaWahid, which counters narratives against radical teachings on Twitter with the message of peaceful Islam, Islam rahmatan lil alamin, and Islam that respects differences. As a result, each message posted on Twitter receives a response from followers of the @AlissaWahid account. This research uses a descriptive qualitative approach with a content analysis approach. Data will be collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The purpose of this research is to see and explain Alissa Wahid’s behavior or activities in spreading the message of peaceful Islam and respect for diversity. In addition, the author also wants to know whether the content and messages uploaded to his Twitter account are able to shape the attitudes towards diversity of the millennial generation.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan media sosial, khususnya Twitter, yang digunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan ajarannya yang membenturkan agama dan keberagaman. Penulis mencoba menganalisis aktivitas account Twitter @AlissaWahid yang meng-counter narasi-narasi yang melawan ajaran radikal di Twitter dengan pesan Islam yang damai, Islam yang rahmatan lil alamin, dan Islam yang menghargai perbedaan. Hasilnya, setiap pesan yang diposting di Twitter mendapatkan respon dari para pengikut account @AlissaWahid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Data akan dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan menjelaskan perilaku atau aktivitas Alissa Wahid dalam menyebarkan pesan Islam yang damai dan menghargai keberagaman. Selain itu, penulis juga ingin mengetahui apakah konten dan pesan yang diunggah ke dalam account Twitternya mampu membentuk sikap keberagaman generasi milenial.