Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Tablet Tambah Darah (FE)Di Puskesmas Bulili Kota Palu: Counseling On The Level Of Knowledge Of Pregnant Women About The Importance Of Blood Enrichment (Fe) Tablets At The Bulili Public Health Center In Palu City Hayati Palesa; Fauzan; Badariati; Ratna Devi; Andi Mariani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8630

Abstract

Anemia defisiensi zat besi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di kalangan ibu hamil, terutama di negara-negara berkembang. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kehilangan darah atau perdarahan kronik, gizi yang buruk misalnya pada gangguan penyerapan protein dan zat besi oleh usus, risiko persalinan prematur,berat badan lahir rendah, keguguran, kelahiran premature dan kematian pada ibu dan bayi baru lahir (Astutik dkk, 2018 dalam Yanti dkk., 2023). Penelitian menunjukkan bahwa meskipun suplementasi Fe dapat mencegah anemia, banyak ibu hamil masih mengalami defisiensi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya suplementasi ini (Patel dkk., 2021). Intervensi seperti penyuluhan dan suplementasi yang lebih efektif dapat membantu mengurangi angka kejadian anemia secara signifikan. Zat besi adalah makro elemen esensial bagi tubuh yang sangat di perlukan dalam proses sintesa hemoglobin dimana untuk mengkonsumsi tablet Fe sangat berkaitan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Berdasarkan hasil observasi data di puskesmas bulili birobuli selatan dibulan November-Desember 2024 terdapat 42 ibu hamil yang datang berkunjung dari usia 17-41tahun dan terdapat 10 ibu hamil yang mengalami anemia.
Coloring Play Therapy on Hospitalization Anxiety Levels in Preschool-Aged Children Palesa, Hayati; Fauzan, Fauzan; Mariani, Andi; Fahrurezi, Fahrurezi
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 April 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i1.1253

Abstract

Hospitalization can trigger a range of reactions, from mild to severe, that interfere with a child's care and potentially impede the recovery process. The prevalence of anxiety in children reaches 60-80% of the general population during hospitalization, thus requiring special attention from caregivers. This study aimed to identify the effect of coloring picture play therapy on the anxiety levels of preschool children during their stay at Madani Regional General Hospital, Palu. This quantitative study employed a pre-experimental method with a single-group pre-test-post-test design. The population consisted of 337 children hospitalized over the last three months. A sample of 53 participants who met the inclusion criteria was selected using cluster random sampling. Data on anxiety levels were collected before and after the coloring picture play therapy and were analyzed using Wilcoxon Signed-Rank Test at a significance level of p<0,05. The results showed that before the therapy, one child (1,9%) had mild anxiety, 10(18,9%) had moderate anxiety, 39(73,6%) had severe anxiety, and 3(5,7%) experienced panic. After the therapy, no subjects were found to have severe anxiety or panic; anxiety levels shifted to moderate for 32,1% and mild for 67,9% of the children. Based on the findings, which indicate a significant decrease in anxiety (p<0,05), it is concluded that coloring picture play therapy is effective in reducing hospitalization-induced anxiety in preschool children.
Health literacy pencegahan hipertensi terhadap perilaku pengontrolan tekanan darah pada dewasa muda di Desa Nambaru Kec. Parigi Selatan Sridani, Ni Wayan; Fauzan; Palesa, Hayati; Devi, Ratna; Wirda
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v9i1.1267

Abstract

Dikatakan hipertensi jika pada saat duduk tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic mencapai 90 mmHg atau lebih (Kemenkes RI,2018). Data hipertensi di puskesmas Sumbersari pada tahun 2021 sebanyak 1533 penderita dan tahun 2022 sebanyak 2548, dimana pada tahun ini juga kasus hipertensi menempati urutan ke 2 (dua) dari 10 penyakit terbanyak di puskesmas Sumbersari. Tujuan penelitian: Untuk melihat gambaran Health Literacy Pencegahan Hipertensi terhadap Perilaku Pengontrolan Tekanan Darah Pada Dewasa Muda. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan studi cross-sectional, dan desain penelitian adalah observasional-analitik dimana hal-hal yang akan diobservasi yaitu health literasi mengakses informasi penyakit hipertensi, kemampuan memahami informasi penyakit hipertensi dan kemampuan menilai pencegahan penyakit hipertensi terhadap perilaku mengontrol tekanan darah pada masyarakat dewasa muda. Dengan analisis data secara bivariat menggunakan uji Chi Square pada tingkat signifikansi p=0,05. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Nambaru Dusun 1, usia 17 – 55 tahun sebanyak 150 orang, dengan sampel total populasi yaitu 150 resonden. Waktu penelitian adalah Maret – Juni 2023. Hasil uji statistic yang tidak signifikan dengan nilai p>0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa hubungan health literacy pencegahan hipertensi dengan perilaku mengontrol tekanan darah pada dewasa muda tidak bermakna secara statistik. Hal ini dikarenakan distribusi data yang memperlihatkan bahwa dari 82 responden dengan tingkat literacy kurang, hanya 48 orang (58.5%) yang tidak melakukan pengontrolan TD sedang sisanya yakni 34 orang (41.5%) tetap melakukan pengontrolan tekanan darah. Selain itu, dari 6 responden dengan tingkat literacy yang baik, hampir semua (83,3%) yang tidak melakukan pengontrolan tekanan darah. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat literacy yang kurang maupun baik tidak berkaitan dengan perilaku mengontrol Tekanan Darah.