Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REGULASI EMOSI ANAK DIDK DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN KHUSUS ANAK KELAS II PALANGKA RAYA Selvirianie Selvirianie; Suci Indah Sari; Habsari Ramalia Putri; Nur Anisa Aprilia; Noppy Fitriany; Siti Citra Taruna; Nordatul Ulfah; Gita Kirana Anggraini; Ary Ramadhon Sembiring; Windi Anisa Riyanti; Lia Puspita; Romiaty Romiaty; Susi Sukarningsi
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 10 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i10.1118-1127

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi agar dapat beradaptasi secara positif terhadap lingkungan. Kemampuan ini sangat penting bagi remaja yang menjadi anak didik di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA), karena mereka berada pada kondisi yang penuh teka nan psikologis serta keterbatasan sosial yang berpotensi memengaruhi kestabilan emosionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regulasi emosi anak didik di LPKA Kelas II Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui angket berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak didik mengalami kesulitan dalam regulasi emosi, dengan dominasi persentase tertinggi pada aspek menerima dan merasakan respon emosional negatif sebesar 70%. Sementara itu, kemampuan regulasi emosi positif masih rendah, meliputi kemampuan mengontrol emosi dan menunjukkan sikap positif (20%), kemampuan berpikir dan melakukan hal-hal positif dalam situasi buruk (13,3%), serta kemampuan merencanakan pengalihan masalah ke aktivitas positif (3,3%). Temuan ini menegaskan perlunya dukungan intervensi yang lebih intensif melalui layanan bimbingan dan konseling serta program pembinaan emosional untuk membantu remaja binaan mengembangkan regulasi emosi yang adaptif. 
Strategi Peningkatan Kemampuan Literasi melalui Pengadaan Pojok Baca: Studi Kasus Masyarakat Desa Olung Siron Kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Sunatalia Sunatalia; Donella Cleodora Tesalonika; Aurora Aurora; Mili Dewanti; Agnesia Theophani Sihotang; Fairuz Tsuraya Ramadhani; Kurniawan Nur Huda; Mochammad Rizki Ramadhani; Helisman Telaumbanua; Siti Citra Taruna; Martin Ariai; Angel Agata BR Milal; Marsya Septriana; Saprol Saprol; Hariyanti BR Simangunsong; Fransisco Fransisco
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v4i5.2226

Abstract

Residents of Olung Siron Village experience difficulties in accessing reading resources and comfortable learning spaces, which may hinder the development of literacy skills, particularly among children and adolescents. This community service activity aimed to improve the literacy skills of the community by providing a reading corner and encouraging the development of daily reading habits. The implementation methods included observing community needs, providing and arranging the reading corner, curating appropriate reading materials, conducting training, and providing assistance in reading activities. The activity was carried out collaboratively with the Olung Siron Village community, involving children, adolescents, and local managers as the main participants. The results showed that the provision of a reading corner improved access to books and created a supportive learning environment. Joint reading activities and assistance also increased participants’ enthusiasm for reading, discussing, and utilizing reading materials as sources of information. The sustainability of the program requires regular management, periodic collection development, and active involvement from the community and village government. Thus, a reading corner can serve as an effective approach to improving literacy skills and building a reading culture in Olung Siron Village.