Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Air pada Sistem Pendinginan PT. XYZ Surabaya: Studi Kasus Cooling Water Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Fanani, Nurull; Maritha, Vevi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.975

Abstract

Sistem pendinginan merupakan komponen penting dalam berbagai proses industri yang mempunyai peranan untuk menjaga suhu peralatan dan kinerja proses agar tetap optimal. Kualitas air yang digunakan dalam sistem ini harus mampu memastikan efisiensi operasional dan meminimalkan risiko kerusakan pada peralatan. Analisis kualitas air pada cooling water menjadi sangat penting untuk memantau dan mengendalikan beberapa parameter kunci dalam kualitas air agar tetap dalam batas yang aman dan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kualitas cooling water pada PT. XYZ Surabaya berdasarkan beberapa parameter diantaranya pH, TDS, turbidity, M-alkalinitas, Ca-hardness, total-hardness, LSI (Langelier Saturation Index), dan RSI (Ryznar Stability Index). Metode penelitian yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pengambilan sampel, tahap persiapan, dan tahap analisis. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel cooling water pada pabrik tersebut. Sedangkan tahap persiapan dilakukan dengan melakukan kalibrasi terhadap alat-alat instrumentasi yang digunakan. Selanjutnya dilakukan tahap analisa terhadap beberapa parameter kualitas air tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa cooling water PT. XYZ Surabaya memiliki nilai pH, TDS, turbidity, M-alkalinitas, Ca-hardness, total-hardness, LSI, dan RSI berturut-turut sebesar 6,54; 544 ppm; 1,34 NTU; 236,88 ppm; 62 ppm; 16 ppm; -0,77; dan 8,1. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa air memiliki tingkat korosifitas yang tinggi namun tidak terbentuk kerak.
INITIATION OF DESIGN AND MANUFACTURE OF BATIK WASTE RECEPTACLES FOR THE SARIWARNI BATIK GROUP IN MADIUN REGENCY Isnaini, Wildanul; Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Setiawan, Dimas
Journal of Islam and Science Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jis.v6i2.12091

Abstract

Sariawarni Batik Group is one of the batik groups in Madiun Regency that is classified as successful in marketing their products. Sariwarni Batik Group is chaired by Mrs. Siti Suwarni and consists of 14 people who are housewives. Sariwarni Batik Group produces several types of batik,i.e. written batik, stamp, and ecoprint. Until now, Sariwarni batik group still uses synthetic dyes in its production. This study aims to create a waste disposal design that will be tailored to the needs of the Sariwarni batik group and adjusted for the cost and time available. As a result, the design of the wastewater collection tank in the Sariwarni Batik Group has been completed and can be used. With this tub, the Batik Sariwarni Group does not need to dispose of batik liquid waste into the yard of the house. In addition, the reservoir can separate and precipitate wax, oil and other particles.
Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Yield pada Proses Ekstraksi Minyak Kayu Putih dengan Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Setiawan, Mohammad Arfi; Ardista, Syahlum Alvina; Maritha, Vevi
Journal of Research and Technology Vol. 10 No. 2 (2024): JRT Volume 10 No 2 Des 2024
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v10i2.1468

Abstract

Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra Linn.) termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Minyak kayu putih biasanya dihasilkan dari penyulingan tradisional (konvensional) yang proses ekstraksinya memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak. Bukan hanya itu penyulingan secara konvensional memerlukan pelarut kimia yang cukup banyak dengan harga yang mahal. Sehingga pada penelitian ini dilakukan pengembangan dari metode konvensional yaitu metode microwave hydrodiffusion gravity (MHG) yang tidak membutuhkan pelarut. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan ukuran bahan yang paling optimal pada ekstraksi menggunakan metode MHG. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah daun kayu putih pada kondisi bahan tanpa pengeringan dan dengan pengeringan. Variabel ukuran daun yang digunakan adalah 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi operasi yang optimal untuk ekstraksi minyak kayu putih menggunakan metode MHG pada bahan kering dengan ukuran 1 cm menghasilkan yield sebesar 2,96%. Pada bahan tanpa pengeringan dengan bentuk daun cacah menghasilkan yield sebesar 1,79%.
Simulasi Unit Stripping CO2 Dalam Packed Column Skala Industri Dengan Kondisi Non-Isothermal Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Altway, Ali; S, Susianto
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v14i1.13547

Abstract

Emisi karbondioksida ke atmosfer dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim, termasuk pemanasan global dan permasalahan pertanian. Berbagai teknologi pemisahan CO2 banyak dikembangkan. Absorpsi kimia adalah teknologi pemisahan yang paling efektif dan banyak digunakan dalam industri kimia maupun petrokimia. Dimana pelarut yang telah digunakan dapat di regenerasi kembali di kolom stripper. Stripping adalah proses regenerasi termal pelarut dimana larutan tersebut dikontakkan dengan pelarut gas yang tidak larut terhadap cairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan simulasi unit stripping CO2 dalam packed column skala industri dengan mengestimasi kinerja unit stripping CO2 yang dinyatakan dengan % efisiensi kolom stripping dan komposisi gas yang keluar dari stripper. Simulasi dilakukan secara teoritis dengan mengembangkan model matematis untuk proses stripping CO2 dalam packed column skala industri. Selanjutnya hasil simulasi divalidasi dengan data riil pada salah satu industri pupuk di Indonesia. Variabel-variabel yang digunakan adalah tekanan operasi kolom, temperatur rich solution dan laju steam. Hasil simulasi untuk tekanan stripper 2,56 atm dengan laju rich solution 2943316 kg/jam dan temperatur rich solution 390 K menunjukkan CO2 (% mol) 99,038%, sedangkan data pabrik menunjukkan 97,5862%.
Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Yield pada Proses Ekstraksi Minyak Kayu Putih dengan Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Setiawan, Mohammad Arfi; Ardista, Syahlum Alvina; Maritha, Vevi
Journal of Research and Technology Vol. 10 No. 2 (2024): JRT Volume 10 No 2 Des 2024
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v10i2.1468

Abstract

Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra Linn.) termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Minyak kayu putih biasanya dihasilkan dari penyulingan tradisional (konvensional) yang proses ekstraksinya memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak. Bukan hanya itu penyulingan secara konvensional memerlukan pelarut kimia yang cukup banyak dengan harga yang mahal. Sehingga pada penelitian ini dilakukan pengembangan dari metode konvensional yaitu metode microwave hydrodiffusion gravity (MHG) yang tidak membutuhkan pelarut. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan ukuran bahan yang paling optimal pada ekstraksi menggunakan metode MHG. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah daun kayu putih pada kondisi bahan tanpa pengeringan dan dengan pengeringan. Variabel ukuran daun yang digunakan adalah 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi operasi yang optimal untuk ekstraksi minyak kayu putih menggunakan metode MHG pada bahan kering dengan ukuran 1 cm menghasilkan yield sebesar 2,96%. Pada bahan tanpa pengeringan dengan bentuk daun cacah menghasilkan yield sebesar 1,79%.
Utilization of pineapple stems as biocatalysts in the production of coconut oil using the enzymatic method Fanani, Nurull; Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Siswoyo, Deddy Kurniawan Putra; Tuhuloula, Abubakar; Putri, Novy Pralisa
Konversi Vol 14, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v14i1.22233

Abstract

The utilization of pineapple fruit stems as a by-product of the agricultural process has not been optimally utilized. Meanwhile, pineapple fruit stems have promising economic potential in the field of biotechnology and food processing. This is because pineapple fruit stems contain bromelain enzyme which is quite high compared to ripe fruit flesh, which is around 0.1-0.6%. This bromelain enzyme functions as a biocatalyst in breaking down protein and fat through the hydrolysis reaction of coconut oil. So to find out the catalytic activity of bromelain enzyme in pineapple fruit stems, the process of making coconut oil is carried out enzymatic method through variable addition of doses of 20, 30, 40, and 50% of the weight of coconut milk and enzymatic time duration of 6, 12, 18, and 24 hours. Based on the research results, the best variable is the addition of 30% biocatalyst dose and 24 hours of enzymatic process with the highest yield percentage of 67.9% and product characteristics that have met SNI 7381: 2008. This shows that pineapple fruit stems have the potential as a good biocatalyst in making coconut oil as well as providing added value to pineapple fruit stems in an effort to verify agricultural waste.
Inovasi Mesin Pencampur Berbasis Otomasi untuk Mengoptimalkan Produksi Jamur Tiram di Desa Kare Kabupaten Madiun Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Maritha, Vevi; Juwari, Juwari; Prasongko, Agung; Nesaputro, Muhammad Wahyue; Aminudin, Achmad; Kulsum, Umi; Kurniawan, Avip; Kurniawan, Ahmad Misfa
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7600

Abstract

Oyster mushrooms are one of the leading export commodities in Madiun Regency, particularly in Kare Village. The region's cool and fertile environment offers significant potential for mushroom cultivation, providing a source of income and business opportunities for the community. However, the baglog mixing process is still carried out manually. This community partnership empowerment program was designed to enhance the production capacity of farmer groups by applying an automation-based mixer machine to accelerate the baglog preparation process. The program consisted of several stages, including socialization, training in technology utilization, machine implementation, mentoring, evaluation, and planning for program sustainability. The implementation results showed that the mixing time was reduced from 2.5 hours to approximately 1 hour for 300 kg of materials. Production capacity increased significantly from an average of 95 to 190 baglogs per day. The improvements in time efficiency, reduction of manual labor, and enhanced homogeneity of materials demonstrate that this program has provided a tangible impact in increasing the productivity and sustainability of oyster mushroom farmer groups in Kare VillageABSTRAKJamur tiram merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Kabupaten Madiun, khususnya di Desa Kare. Kondisi wilayah yang sejuk dan subur menjadikan desa ini memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya jamur tiram sebagai sumber pendapatan dan peluang usaha masyarakat. Namun, proses pencampuran bahan baglog masih dilakukan secara konvensional. Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam aspek produksi melalui penerapan mixer machine berbasis otomasi guna mempercepat proses pembuatan baglog. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan teknologi, implementasi mesin, evaluasi dan pendampingan, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil implementasi menunjukkan bahwa waktu pencampuran dapat dipangkas dari 2,5 jam menjadi sekitar 1 jam untuk kapasitas 300 kg bahan. Sedangkan kapasitas produksi meningkat signifikan dari rata-rata 95 baglog per hari menjadi 190 baglog per hari. Efisiensi waktu, pengurangan beban tenaga kerja, serta peningkatan homogenitas bahan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha kelompok tani jamur tiram di Desa Kare
Optimizing injection pressure for diesel engines fueled with waste cooking oil biodiesel blends Aminudin, Achmad; Pamungkas, Doni Setyo; Basuki, Imam; Romandoni, Nanang; Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Wardana, Kelvin Dwi
Jurnal Polimesin Vol 24, No 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i2.7819

Abstract

This study examines the effects of used cooking oil biodiesel and injection pressure on diesel engine performance and emissions. Highlights the combined effects of injection pressure and biodiesel blends. The fuel mixtures used were Pertamina Dex (B0), B50 (50% biodiesel), and B65 (65% biodiesel), with injection pressures of 160, 170, and 180 bar. Tests were conducted on a Dongfeng S195 diesel engine with a load of 1000–5000 watts. The parameters tested included fuel characteristics (density, viscosity, flash point, and calorific value), Brake Specific Fuel Consumption (BSFC), Brake Thermal Efficiency (BTE), and exhaust gas opacity. The results show that injection pressure plays a critical role in optimizing biodiesel combustion. The B65 blend at an injection pressure of 170 bar produced the lowest BSFC of 279.30 g/kWh and a high BTE of 25.54%, approaching that of pure diesel. In terms of emissions, the lowest opacity value of 5.88% was achieved with the B65 blend at 180 bar. These findings demonstrate that an optimal injection pressure, particularly 170 bar, can significantly improve fuel efficiency and combustion performance of high-percentage biodiesel blends while reducing exhaust smoke. Thus, used cooking oil biodiesel can improve fuel safety and efficiency as well as reduce emissions, provided it is combined with optimal injection pressure.
Optimization of KOH Catalyst Concentration and Reaction Temperature for Biodiesel Production from Waste Cooking Oil Achmad Aminudin; Bintang Arisendy; Agus Choirul Arifin; Nur Ihda Farikhatin Nisa
EduChemia: Jurnal Kimia dan Pendidikan Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Department of Chemistr Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/educhemia.v11i1.32452

Abstract

This study aims to analyze the effects of variations in the KOH catalyst concentration and reaction temperature on the yield and characteristics of biodiesel produced from waste cooking oil through a transesterification process. The KOH catalyst concentration was varied at 0.5%, 1%, and 1.5%, while the reaction temperatures were set at 60°C, 65°C, and 70°C, respectively. The oil-to-ethanol molar ratio was maintained at 1:6, with a reaction time of 90 minutes and a stirring speed of 500 rpm. The results show that both the catalyst concentration and the reaction temperature influence the biodiesel yield and physical properties, including the density, viscosity, flash point, and calorific value. The highest biodiesel yield of 93.36% was achieved at a KOH concentration of 1% and a reaction temperature of 65°C. The biodiesel density ranged from 844.7 to 870.2 kg/m³, meeting the SNI 7182:2024 standard. The lowest viscosity, 4.78 cSt, was obtained at KOH concentrations of 1.5% and 70°C and remained within the acceptable standard range. All the samples exhibited flash points above 153.5°C. The highest calorific value, 49,682 J/g, was recorded at a KOH concentration of 1.5% and a reaction temperature of 70°C. Overall, the optimal conditions for maximum yield were 1% KOH and 65°C, whereas a higher reaction temperature of 70°C enhanced the energy quality of the biodiesel.