Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Literasi Data Digital Siswa SMA Negeri 1 Praya melalui Pelatihan Statistika dan Microsoft Excel Adawiyah Asti Khalil; Selly Kudrati Ningsih; Salsabila; Airul Syahrif; Faiqotul Mala
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5k7h9232

Abstract

Perkembangan era Industri 4.0 menuntut siswa memiliki kemampuan literasi data yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Namun, pembelajaran statistika di tingkat SMA masih cenderung berfokus pada perhitungan manual sehingga siswa kurang terlatih dalam mengolah dan menginterpretasikan data secara praktis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi data siswa melalui pelatihan statistika deskriptif dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel di SMA Negeri 1 Praya, kabupaten Lombok Tengah. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis praktik yang mengintegrasikan pemahaman konsep seperti mean, median, modus, standar deviasi, serta visualisasi data dengan penggunaan langsung Microsoft Excel. Sebanyak 36 siswa kelas X mengikuti kegiatan ini, dan evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 58,6 menjadi 85,4 setelah pelatihan, serta peningkatan kemampuan siswa dalam mengolah dan menyajikan data dalam bentuk grafik. Selain itu, 94% peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pembelajaran mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran statistika dengan perangkat lunak sederhana seperti Microsoft Excel efektif dalam meningkatkan literasi data siswa secara lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan era digital. 
FAKTOR PENENTU ADOPSI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PENJUALAN USAHA SEKTOR INFORMAL DI INDONESIA Syahril Syahril; Fadil Muhammad; Muh. Qardawi Hamzah; Selly Kudrati Ningsih; Farida Islamiah
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 5 No 1 (2026): March-June
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v5i1.340

Abstract

The informal sector plays a crucial role in the Indonesian economy, accounting for a significant share of labor absorption. However, it is also closely linked to poverty, low productivity, wage inequality, and limited tax revenue and financial deepening. Social media adoption is seen as a business development strategy, yet the majority of informal businesses have not yet adopted it. This study analyzed the influence of social media on sales and the determinants of adoption using linear regression and probit logistic regression. The results indicate that education, owner age, smartphone ownership, and electricity access influence social media adoption, whereas experience does not. Social media also had no significant impact on the sales of informal sector businesses. Keywords: Informal Sector, Social Media, Sales, Business Actors
PENGOPTIMALAN MEDIA SOSIAL DAN GOOGLE MAPS UNTUK MENINGKATKAN VISIBILITAS BISNIS Kurnia Dwi Sari Utami; Nurul Lailatul Vitriyah; Werdining Wulan; Selly Kudrati Ningsih; Syifa Pujiyanti Hilmanudin
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 5 No. 1 (2026): Artikel Pengabdian bulan April-Juni 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v5i1.4798

Abstract

Pada era digital saat ini, keberadaan media sosial dan platform penunjuk lokasi seperti Google Maps menjadi alat penting dalam meningkatkan visibilitas dan daya saing bisnis, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pengabdi melakukan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha di wilayah tertentu untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial dan Google Maps sebagai strategi pemasaran digital. Kegiatan ini meliputi pengembangan konten menarik, pengelolaan akun media sosial yang efektif, serta pendaftaran dan pengelolaan profil bisnis di Google Maps agar mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan dan interaksi terhadap bisnis peserta, serta peningkatan jumlah pelanggan baru yang datang ke lokasi usaha mereka. Melalui pengabdian ini, diharapkan pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pendapatan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
A Conceptual Model of Digital Ecosystem-Based Circular Economy for Craft Industries Utilizing Renewable Natural Resources Selly Kudrati Ningsih
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): OKTOBER-NOVEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nfhssr73

Abstract

The handicraft sector utilizing renewable natural resources plays a pivotal role in rural economic development and cultural preservation. However, conventional linear production models face severe market frictions, including upstream resource depletion, information asymmetry, and unaccounted ecological externalities. Grounded in environmental resource economics, microeconomic value theory, and digital platform architecture, this study proposes a conceptual framework that integrates circular economy principles into a digital ecosystem. Using an integrative conceptual synthesis methodology, this study models the structural interactions among four core dimensions: closed-loop input stewardship, smart platform verification, consumer willingness-to-pay internalisation, and community-level economic governance. The model introduces four key theoretical propositions explaining how distributed digital ledgers and eco-labeling mitigate moral hazard, transform positive environmental externalities into producer surplus, and optimize resource renewal rates. Ultimately, the conceptual architecture demonstrates that digital enablement does not merely digitize commercial transactions, but recalibrates resource governance, fostering regenerative rural craft clusters and long-term socio-ecological sustainability.