Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Etnobotani Dayak dalam Pengembangan Bahan Ajar Keanekaragaman Hayati untuk Sekolah Menengah Atas Fadil Muhammad; Hartono; Hartati; Firdaus Daud; Syamsiah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 5 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i5.14831

Abstract

Biodiversity learning in senior high schools is often abstract and weakly connected to students local socio-ecological realities. Local ethnobotanical knowledge can provide a contextual basis for more meaningful biodiversity learning. This study aimed to develop and evaluate Dayak ethnobotany-based biodiversity teaching materials for Grade X students. The study used a Research and Development design with the ADDIE model. The participants were 23 tenth-grade students from one intact class and two biology teachers at SMA Negeri 1 Uut Murung, Central Kalimantan, Indonesia. The student sample represented a limited field trial to examine the feasibility and initial effectiveness of the product in a real classroom context. Data were collected using expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and learning outcome tests with a one-group pretest-posttest design. Product validity using Gregory’s formula obtained a score of 1.00, indicating very high validity. Practicality scores reached 95,5% from teachers and 91,5% from students. Learning outcomes increased from 47.25 to 89.86, with an N-Gain score of 0.83, categorized as high. The greatest improvement occurred in students cognitive understanding of biodiversity, especially its relationship with the local environment and local wisdom-based in conservation. Thus, the teaching materials are valid, practical, and effective for contextual biodiversity learning.
FAKTOR PENENTU ADOPSI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PENJUALAN USAHA SEKTOR INFORMAL DI INDONESIA Syahril Syahril; Fadil Muhammad; Muh. Qardawi Hamzah; Selly Kudrati Ningsih; Farida Islamiah
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 5 No 1 (2026): March-June
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v5i1.340

Abstract

The informal sector plays a crucial role in the Indonesian economy, accounting for a significant share of labor absorption. However, it is also closely linked to poverty, low productivity, wage inequality, and limited tax revenue and financial deepening. Social media adoption is seen as a business development strategy, yet the majority of informal businesses have not yet adopted it. This study analyzed the influence of social media on sales and the determinants of adoption using linear regression and probit logistic regression. The results indicate that education, owner age, smartphone ownership, and electricity access influence social media adoption, whereas experience does not. Social media also had no significant impact on the sales of informal sector businesses. Keywords: Informal Sector, Social Media, Sales, Business Actors
Penguatan Literasi Keuangan Digital UMKM di Desa Keʼteʼ Kesuʼ Kabupaten Toraja Utara Syahril; Airul Syahrif; Fadil Muhammad; Adawiyah Asti Khalil; Husni Mubarak
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 3 (2026): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i3.2229

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Keʼteʼ Kesuʼ Kabupaten Toraja Utara yang menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta pemanfaatan layanan keuangan digital secara optimal. Pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan berupa pelatihan, diskusi interaktif, simulasi penggunaan QRIS, serta pendampingan sederhana terkait penyusunan catatan keuangan harian dan identifikasi risiko penipuan digital. Peserta kegiatan berjumlah 30 pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan produk kreatif yang melayani wisatawan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dasar literasi keuangan dan literasi keuangan digital, yang tercermin dari kemampuan mereka menjelaskan pentingnya pencatatan transaksi, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran yang mendukung transparansi arus kas. Peserta juga menjadi lebih waspada terhadap tawaran pinjaman online dan modus penipuan digital lainnya, serta menyatakan komitmen untuk mulai menerapkan praktik keuangan digital yang lebih tertib dalam usaha mereka. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pendampingan lanjutan dan pengembangan modul praktis agar perubahan pengetahuan dan sikap yang diperoleh dapat berlanjut menjadi kebiasaan pengelolaan keuangan digital yang berkelanjutan di kalangan UMKM Desa Keʼteʼ Kesuʼ.