Agil Kusuma Wardhana
Universitas Negeri Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Lower Limb Power, Strength, and BMI for Student Athletes' Physical Development Agil Kusuma Wardhana; Fajar Awang Irawan
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v15i2.49481

Abstract

This study aimed to analyze the profile of lower limb explosive power, lower limb muscle strength, and body mass index (BMI) of Sports Science student athletes. The study employed a quantitative method with a descriptive approach. The re-search sample consisted of 48 male student athletes selected using purposive sampling techniques. Data collection was conducted through direct testing and measurements, including the Jump DF test to measure lower limb explosive pow-er, a leg dynamometer to assess lower limb muscle strength, and body height and weight measurements to calculate body mass index. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean, standard deviation, minimum value, maximum value, frequency, and percentage. The results showed that the average Jump DF score was 56.7 cm, with the majority of students categorized as Good (54.17%) and Excellent (20.83%). The average leg dynamometer result was 155.5 kg, with most students categorized as Excellent (75.00%) and Good (25.00%). The average BMI was 22.3 kg/m², with the majority of students classified as Normal (56.25%). The findings of this study indicate that male student athletes possess good lower limb explosive power, very good lower limb muscle strength, and predominantly normal BMI values. The results also revealed that lower limb mus-cle strength tended to be more dominant than lower limb explosive power. Therefore, physical development programs should focus on converting strength into explosive ability through power and plyometric training. These findings may serve as a basis for designing physical development programs for student ath-letes.
Pelestarian Tradisional Rangku Alu Melalui Sosialisasi Permainan Rakyat Di Sekolah Agil Kusuma Wardhana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.27753

Abstract

Olahraga dan Permainan tradisional merupakan bentuk kegiatan yang telah berkembang dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat sejak zaman dahulu kala, pada zaman kerajaan dan mengalami alkulturasi pada jaman  penjajahan. Permainan  tradisional  yang  diwariskan  secara  turun  temurun  memiliki  banyak  sekali manfaatnya disamping melestarikan  budaya  dan  sebagai  karakter bangsa, juga untuk kesenangan  bermain bagi  pemainnya,  kemudian  juga  bermanfaat  bagi  perkembangan  psikologis, meningkatkan  kreativitas, kelincahan,  motivasi,  dan  juga  sebagai  sarana  olahraga  untuk  meningkasaranatkan  kebugaran  jasmani. Rangku Alu merupakan salah satu permainan tradisional yang menggunakan bambu sebagai peralatan dalam permainannya. Permainan ini berasal Manggarai, Nusa Tenggara Timur. SMA Islam Hidayatullah merupakan  salah  satu SMA yang minat  siswanya banyak tertarik  dalam  memainkan  olahraga  tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Participatory Research. Participatory Research yaitu peneliti berkolaborasi langsung dengan subjek penelitian untuk memahami, mengevaluasi, atau mengembangkan suatu kegiatan, solusi, atau pengetahuan.  Tujuan  dari  kegiatan  ini  adalah  menjadikan  stimulus  agar olahraga  tradisioinal  bisa  terus  dimainkan  oleh  anak-anak  disekolah  sehingga  olahraga  tradisional  tidak dilupakan dan bisa terus dilestarikan. Dengan demikian, permainan rangku alu mulai disentuh kembali untuk bermain dan dilestarikan kembali.
Antusiasme Warga Desa Tanjungsari dalam Mengikuti Kegiatan Senam Aerobik yang Dipandu Mahasiswa UNNES Giat 12 Agil Kusuma Wardhana; Ninuk Sulistiyowati
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.32318

Abstract

Kegiatan senam aerobik merupakan salah satu bentuk olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta mempererat interaksi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat antusiasme masyarakat Desa Tanjungsari dalam mengikuti kegiatan senam aerobik yang dilaksanakan selama program Giat 12 Universitas Negeri Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah demonstrasi, dokumentasi, dan pencatatan presensi sebagai alat pengumpulan data. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan senam aerobik rutin yang dipimpin oleh mahasiswa Giat 12 Universitas Negeri Semarang. Hal ini mencerminkan respons positif dan ketertarikan warga terhadap kegiatan tersebut. Faktor-faktor yang mendorong antusiasme warga antara lain adalah kesadaran akan pentingnya kesehatan, metode senam yang menyenangkan, serta suasana kekeluargaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.
Budaya Aktif Bergerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Ai Sumirah Setiawati; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Romayuli Pardede; Agil Kusuma Wardhana; Wanda Kusuma Putri; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33771

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan ilmiah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sekaligus berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya aktif bergerak sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui pendekatan berbasis ethno-science. Metode yang digunakan adalah praktik langsung yang dipadukan dengan literasi budaya, meliputi tahapan persiapan materi, penyediaan sarana permainan, sosialisasi, serta evaluasi. Permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bakiak, dan ketapel, dengan pendampingan dari tim pengabdi, pihak madrasah, dan organisasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, antusias, serta mampu memahami nilai budaya dan konsep ilmiah yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti keseimbangan, gaya, gravitasi, strategi, dan keterampilan berhitung. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas fisik, keterampilan motorik, serta penalaran logis siswa. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana dan mitra turut mendukung kelancaran program, sementara kendala teknis dapat diatasi melalui strategi adaptif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa permainan tradisional berbasis ethno-science dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya, sains, dan aktivitas fisik.
Pengenalan dan Pelatihan Permainan Tradisional Lari Balok pada Siswa Sekolah Dasar Agil Kusuma Wardhana; Fajar Awang Irawan; Aji Tri Pamungkas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.38776

Abstract

The decline in children’s interest in traditional games due to technological development has led to reduced physical activity and social interaction among students. One traditional game that is becoming increasingly unfamiliar is lari balok, even though it has benefits in improving motor coordination, balance, and character development. This activity aimed to introduce and train the traditional lari balok game to elementary school students through the Bermain Bersama KPOTI program at SDN Sidomulyo 1, Semarang Regency. The method employed was participatory observation, in which researchers were directly involved in the processes of socialization, demonstration, and hands-on practice of the game with the students. The participants of this activity were students from grades 1 to 6. The results showed that most students initially did not fully understand the techniques and rules of the lari balok game. However, after repeated demonstrations and guidance, there was an improvement in students’ understanding of gameplay, movement coordination, and balance control. In addition, the activity fostered positive values such as cooperation, sportsmanship, solidarity, and appreciation of local culture. It can be concluded that the traditional lari balok game is effective as a medium for strengthening physical activity, developing motor skills, and instilling character values in students within the framework of the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile.
Penguatan Deep Learning Melalui Permainan Tradisional Ketapel Berbasis Kids Fun Bagi Siswa Madrasah Fajar Awang Irawan; Sugiarto; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Safina azzahra; Agil Kusuma Wardhana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.63183

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan deep learning melalui permainan tradisional berbasis kids fun bagi siswa. Metode yang digunakan melalui materi literasi budaya dan praktik langsung permainan tradisional, siswa diharapkan mampu memahami materi yang diberikan melalui praktik praktik pembelajaran permainan tradisional dan permainan yang menyenangkan. Pendekatan ini juga bertujuan untuk membantu lembaga pendidikan dalam membantu siswa untuk lebih berinisiasi dan berfikir kritis untuk menganalisa lebih dalam pada materi yang diberikan. Kegiatan ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ketiga yaitu Good Health and Well-being yang menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan setiap individu dan pelestarian budaya. Selain itu kegitan ini juga mendukung visi pembangunan Indonesia melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia memposisikan penguatan sumber daya manusia unggul sebagai prioritas strategis. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pemberian penguatan deep learning melalui permainan ketapel mengembangkan keterampilan motorik, koordinasi mata-tangan, dan fokus siswa. Pendekatan kids fun dan deep learning terbukti efektif mendorong partisipasi aktif serta menginternalisasi nilai karakter seperti kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam suasana yang menyenangkan. Pengabdian ini memiliki keterbatasan pada durasi praktik mandiri per siswa. Selain itu, pengukuran peningkatan keterampilan masih bersifat observasi kualitatif dan belum menggunakan instrumen baku. Pengabdian selanjutnya disarankan untuk menggunakan instrumen penilaian kuantitatif (pre-test dan post-test) guna mengukur hasil secara objektif. Disarankan juga untuk menyediakan modifikasi alat ketapel dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan postur tubuh anak.