Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemasangan CCTV berbasis IoT pada minimarket Aisyiyah cabang Kaliwates Kabupaten Jember Fitriana Fitriana; Yusril Izzi Arlisa Amiri; Sutikno Sutikno; Iswahyudi Iswahyudi; Faisal Akbar; Dyfan Nandatama Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32234

Abstract

AbstrakMinimarket Aisyiyah Cabang Kaliwates, Kabupaten Jember, merupakan unit usaha baru yang dibangun untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi Aisyiyah Cabang Kaliwates Kabupaten Jember. Sebagai minimarket yang baru dibangun, minimarket PCA Kaliwates belum memiliki sistem keamanan yang memadai, terutama untuk mengantisipasi potensi pencurian. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan minimarket melalui implementasi teknologi Closed Circuit Television (CCTV). Metode kegiatan meliputi survei lokasi, identifikasi kebutuhan perangkat CCTV, pemasangan perangkat CCTV, integrasi sistem dan pengujian, pelatihan pengoperasian CCTV, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kamera CCTV yang terpasang di sekitar minimarket berhasil menampilkan dan merekam aktivitas di sekitar minimarket dengan jelas dan koneksi yang stabil ke cloud storage, sehingga data dapat disimpan dan diakses kapan saja. Kata kunci: CCTV berbasis IoT; minimarket; pencegahan pencurian; sistem keamanan AbstractAisyiyah Minimarket, Kaliwates Branch, Jember Regency, is a new business unit built to support the economic independence of the Aisyiyah organization, Kaliwates Branch, Jember Regency. As a newly built minimarket, the PCA Kaliwates minimarket does not yet have an adequate security system, especially to anticipate potential theft. Based on this, this community service activity aims to improve the minimarket security system through the application of Closed Circuit Television (CCTV) technology. Activity methods include site surveys, identifying CCTV device needs, CCTV device installation, system integration and testing, CCTV operation training, as well as monitoring and evaluation. The results of the activity show that all CCTV cameras installed around the minimarket have succeeded in displaying and recording activities around the minimarket clearly and with a stable connection to cloud storage, so that data can be stored and accessed at any time. Keywords: IoT based CCTV; minimarket; theft prevention; security systems
Penerapan teknologi tepat guna alat pengatur suhu otomatis pada proses fermentasi kedelai bagi usaha pembuatan tempe di kampung Pagah kabupaten Jember Fitriana Fitriana; Habibatul Azizah Al Faruq; Iswahyudi Iswahyudi; Mokh. Hairul Bahri; Ahmad Rodi; Septian Vhani Eka Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23386

Abstract

AbstrakUsaha “Tempe Pak Yadi” merupakan salah satu bidang usaha pembuatan tempe yang ada di Kabupaten Jember. Usaha “Tempe Pak Yadi” yang saat ini dikelola Bapak Jumriadi mampu menghasilkan sekitar 225 tempe perharinya dengan menggunakan 50 kg kedelai. Selama ini, proses fermentasi kedelai pada usaha “Tempe Pak Yadi” masih dilakukan secara manual atau konvensial yaitu dengan penempatan kedelai yang sudah dikemas di atas papan dalam sebuah ruangan.   Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pengelola usaha “Tempe Pak Yadi”, salah satu masalah dalam pembuatan tempe yang dialami oleh usaha “Tempe Pak Yadi” dalam proses produksi tempe adalah pada cuaca yang suhu dan kelembabannya tidak menentu. Pada kondisi cuaca tidak menentu, perubahan suhu dan kelembaban didalam ruangan proses fermentasi tempe menjadi fluktuatif sehingga mengakibatkan tempe tidak bisa terbentuk tepat pada waktunya dan kualitasnya juga berkurang. Permasalahan lainnya yang dialami oleh usaha “Tempe Pak Yadi” selaku mitra yaitu kurangnya pengetahuan tentang adanya teknologi yang dapat mengatur suhu secara otomatis pada proses fermentasi kedelai.  Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, tim pengabdian ingin membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra tersebut dengan cara: 1) Menerapkan teknologi tepat guna berupa alat pengatur suhu otomatis pada proses fermentasi kedelai dan 2) Memberikan sosialisasi terkait manfaat, cara penggunaan, dan perawatan alat pengatur suhu otomatis untuk proses fermentasi kedelai pada pembuatan tempe. Adapun rangkaian pelaksanaan pengabdian yang dilakukan yaitu survey lapangan, perencanaan, pembuatan alat, ujicoba alat, sosialisasi terkait alat, dan serah terima alat. Hasil uji alat menunjukkan bahwa alat dapat bekerja dengan baik seperti yang diharapkan. Kata kunci: fermentasi kedelai; pengatur suhu; teknologi tepat guna; tempe AbstractThe "Pak Yadi Tempe" business is one of the tempe making businesses in Jember Regency. The "Tempeh Pak Yadi" business which is currently managed by Mr Jumriadi is capable of producing around 225 tempeh per day using 50 kg of soybeans. So far, the soybean fermentation process in the "Tempe Pak Yadi" business is still carried out manually or conventionally, namely by placing the packaged soybeans on a board in a room. Based on the results of interviews conducted with the manager of the "Tempe Pak Yadi" business, one of the problems in making tempeh experienced by the "Tempe Pak Yadi" business in the tempe production process is the weather where the temperature and humidity are unpredictable. In uncertain weather conditions, changes in temperature and humidity in the tempeh fermentation process become fluctuating, resulting in tempeh not being able to form on time and its quality also being reduced. Another problem experienced by the "Tempe Pak Yadi" business as a partner is the lack of knowledge about the existence of technology that can regulate temperature automatically in the soybean fermentation process. Based on the partner's problems, the service team wants to help provide solutions to the problems faced by these partners by: 1) Applying appropriate technology in the form of an automatic temperature control device in the soybean fermentation process and 2) Providing outreach regarding the benefits, how to use and care for the control device automatic temperature for the soybean fermentation process in making tempeh. The series of service implementation carried out were field survey, planning, tool making, tool testing, tool related outreach, and tool handover. The tool test results show that the tool can work well as expected. Keywords: soybean fermentation; temperature control; appropriate technology; tempeh
Sistem Monitoring Volume dan Deteksi Dini Kebocoran Tabung LPG Menggunakan Sensor MQ-Series Berbasis Internet of Things Iswahyudi Iswahyudi; Aji Brahma Nugroho; Sutikno Sutkno; Khalik Khalik
IPTEQ Vol 7, No 2 (2025): JASIE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jasie.v7i2.22636742

Abstract

Kebocoran gas LPG merupakan ancaman serius yang menyumbang 94,7% kasus cedera luka bakar akibat ledakan di Indonesia. Selain faktor keamanan, habisnya gas secara tiba-tiba sering mengganggu aktivitas rumah tangga dan operasional UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi kebocoran gas LPG dan monitoring volume tabung berbasis Internet of Things (IoT), serta membandingkan performa sensor MQ-2 dan MQ-6 dalam mendeteksi kebocoran. Metode penelitian dilakukan dengan merancang alat menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor gas MQ-2, MQ-6, dan sensor load cell 10 kg melalui modul HX711. Data diproses untuk menampilkan konsentrasi gas dalam PPM dan berat tabung dalam kilogram melalui LCD 16x2 serta aplikasi Blynk secara real-time.  Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu bekerja optimal dengan akurasi pembacaan load cell mencapai 99,57% pada beban bervariasi dan 99,79% pada kondisi tabung penuh. Uji komparatif membuktikan bahwa sensor MQ-6 lebih sensitif dan responsif dibandingkan MQ-2 dalam mendeteksi kebocoran gas LPG. Sistem peringatan berupa buzzer dan notifikasi IoT berfungsi dengan baik saat konsentrasi gas mencapai kondisi bahaya atau gas akan habis, sehingga memberikan solusi preventif bagi keselamatan rumah tangga
Literature Review of Microcontroller-Based Automatic Power Factor Correction Systems and The Internet of Things Gugut Hedi Afandi; Aji Brahma Nugroho; Iswahyudi
CYCLOTRON Vol 9 No 02 (2026): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ct.v9i02.31783

Abstract

Low power factors in industrial and household electrical systems cause energy waste, increased load flow, and financial losses due to fines for electricity providers. This systematic literature review aims to analyze the development, components, control methods, and performance achievements of microcontroller-based Automatic Power Factor Correction (APFC) systems and the Internet of Things (IoT) published in the period 2021–2026. The search was conducted through four scientific databases, namely Sage Journal, Scopus, Taylor & Francis, and IEEE Xplore, resulting in 108 initial articles that were then filtered using the PRISMA protocol until the final 10 articles were obtained. The results of the analysis show that the ESP32 and NodeMCU are the most commonly used microcontrollers, the PZEM-004T sensor as a power measuring tool, and the MQTT protocol as an efficient communication medium for real-time monitoring. The power factor improvement achieved ranges from 0.60–0.99 after the correction is applied. IoT integration has been shown to significantly improve remote monitoring and control capabilities.
Implementasi Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) Di Area Pemakaman Perum Pesona Wirolegi Jember Sutikno Sutikno; Iswahyudi Iswahyudi; M Aan Auliq; Dudi Irawan
ABDIMASTEK Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pemakaman Perum Pesona Wirolegi Jember dengan luas ±500 m2 menghadapi kendala serius terkait ketiadaan infrastruktur penerangan pada malam hari. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak aman bagi warga sekitar, tetapi juga menghambat prosesi pemakaman yang bersifat mendesak pada waktu malam. Selama ini, solusi sementara menggunakan generator set (genset) dinilai tidak efektif dan membebani finansial karena Rukun Kematian (RKM) harus menyewa perangkat tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai solusi energi mandiri dan berkelanjutan. Namun, rendahnya pemahaman teknis pengurus RKM mengenai teknologi fotovoltaik menjadi tantangan dalam keberlanjutan sistem. Metode pelaksanaan program meliputi tahap observasi lapangan, perancangan sistem, instalasi, pengujian, serta sosialisasi teknis mengenai pengoperasian dan pemeliharaan perangkat. Hasil dari kegiatan ini adalah ketersediaan pencahayaan yang memadai di area pemakaman tanpa biaya operasional listrik bulanan, serta peningkatan kapasitas mitra (RKM) dalam mengelola teknologi energi terbarukan secara mandiri. Implementasi PJUTS ini diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial-keagamaan warga Perum Pesona Wirolegi secara optimal dan berkelanjutan.
Penerapan Teknologi Pirolisis Limbah Plastik Menjadi Minyak: - Mokh. Hairul Bahri; Iswahyudi Iswahyudi; Dudi Irawan
ABDIMASTEK Vol. 5 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v5i1.5515

Abstract

Usaha untuk mengubah limbah plastic menjadi minyak telah dilaksanakan di desa Puger Kulon, Kecamatan Puger , Kabupaten Jember. Kegiatan ini sebagai upaya mengurangi sampah di wilayah pesisir pantai menjadi produk yang berguna. Sampah plastic yang sulit terurai di rubah menjadi minyak melalui proses pirolisis. Proses pirolisis dengan memanaskan plastic pada tabug tertutup lalu uapnya di embunkan sehingga menghasilkan cairan. Produk cairan dapat dicampurkan dengan bahan bakar minyak sehingga mengurangi biaya pembelian. Hasil kegiatan ini telah membuat limbah plastic 3 kg menjadi cairan 300 ml. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi pirolis pada sampah plastic mampu mengurangi penumpukan sampah plastic sebesar 10 %. Sehingga kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan untuk pengurangan sampah plastic.
Pengembangan Teaching Factory Mulia Bread dan Cakes sebagai Model Kewirausahaan di SMK Muhammadiyah 5 Kencong Jember Sutikno Sutikno; Feti Fatimah; Nely Ana Mufarida; Amri Gunasti; Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol 05 No 02: Oktober 2026 (in progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i2.8395

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mengembangkan Teaching Factory Mulia Bread Cakes sebagai model kewirausahaan berbasis produksi di SMK Muhammadiyah 5 Kencong Jember untuk meningkatkan kompetensi siswa, manajemen unit usaha, dan pengalaman bisnis nyata. Sebelum pengembangan, nilai keterampilan praktik siswa rata-rata 65%, konsistensi kualitas produk 60%, waktu produksi 120 menit per batch, kapasitas produksi 20–30 unit per hari, tingkat penjualan sekitar 50%, pencatatan keuangan belum tertib, dan pendapatan unit usaha sekitar Rp1.500.000 per bulan. Program dilaksanakan melalui analisis kebutuhan, pelatihan teknis pembuatan roti dan kue sesuai standar industri, pendampingan manajemen usaha, pemasaran digital, serta uji coba produksi dan distribusi. Setelah pengembangan, nilai keterampilan siswa meningkat menjadi 85–90%, konsistensi kualitas 85%, waktu produksi lebih efisien (75–80 menit per batch), kapasitas produksi meningkat menjadi 60–80 unit per hari, tingkat penjualan 85–90%, dan seluruh transaksi keuangan tercatat. Pendapatan unit usaha naik menjadi Rp4.500.000–Rp6.000.000 per bulan. Kesimpulannya, Teaching Factory Mulia Bread Cakes efektif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan industri.