Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Penanganan Low Back Pain bagi Kader Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari Sulawesi Tenggara Tahun 2025 [Enhancing Knowledge and Skills in Managing Low Back Pain for Health Fasililator at the Kendari Barat District Community Health Center, Kendari City, Southeast Sulawesi in 2025] Satrio Wicaksono; Sufiah Asri Mulyawati; Ashaeryanto Ashaeryanto; Muhammad Rustam H Noertika; Mariana Asmaningdiah; Dewinta Nur Alvionita; Lindia Aksa; Izur Fisabilillah Aminuddin
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261415

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal disorders worldwide, with a global prevalence of 60–80% among adults. This condition results in limitations of daily activities, decreased productivity, and reduced quality of life. In Indonesia, LBP is frequently reported among both productive and elderly age groups, with major risk factors including non-ergonomic working postures, insufficient physical activity, and degenerative processes. In Kendari Barat District, LBP cases are often encountered at community health centers , particularly among individuals with diverse occupations such as office workers, traders, and laborers. These jobs often involve repetitive physical activity or prolonged static postures, highlighting the need for stronger promotive and preventive interventions at the community level.The purpose of this community service program is to strengthen the capacity of health fasilitators in understanding, preventing, and managing LBP through education, ergonomic training, and stretching exercises. The methods applied include interactive counseling, practical simulations, and cadre mentoring at the Kendari Barat Community Health Center. A total of 60 health cadres participating in this activity are expected to contribute by providing education to the community in their respective environments.                                                              Abstrak. Low back pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal dengan prevalensi global tinggi, yaitu 60–80% pada orang dewasa, dan berdampak pada keterbatasan aktivitas, penurunan produktivitas, serta kualitas hidup. Di Indonesia, keluhan LBP banyak dijumpai pada kelompok usia produktif maupun lanjut usia, dengan faktor risiko utama berupa postur kerja tidak ergonomis, kurangnya aktivitas fisik, serta proses degeneratif. Di Kecamatan Kendari Barat, kasus LBP sering ditemukan di Puskesmas, terutama pada masyarakat dengan variasi pekerjaan seperti pegawai kantoran, pedagang, dan buruh. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi promotif dan preventif yang lebih kuat di tingkat komunitas. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memahami, mencegah, dan menangani LBP secara sederhana melalui edukasi, pelatihan ergonomi, serta latihan peregangan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi praktik, dan pendampingan kader di Puskesmas Kecamatan Kendari Barat. Sebanyak 60 kader kesehatan yang mengikuti kegiatan ini diharapkan mampu memberikan berkontribureka dalam memberikan edukasi kepada Masyarakat dilingkungan mereka masing-masing.
Edukasi Optimalisasi Anggur Laut (Caulerpa lentillifera) sebagai Pangan Prebiotik Lokal untuk Kesehatan Usus Ibu dan Anak di Kecamatan Soropia Nina Nasruddin; Sufiah Asri Mulyawati; Sri Susanty; Saida; Jafriati; Rhenislawaty; Arimaswati; Mariana Asmaningdiah; Anawai Alifah Huwaida Harmin
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.241

Abstract

Disbiosis usus masih menjadi masalah kesehatan, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Gangguan keseimbangan mikrobiota usus pada ibu hamil dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, merupakan wilayah pesisir dengan potensi budidaya anggur laut yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta kader kesehatan dalam mengoptimalkan anggur laut sebagai pangan prebiotik untuk kesehatan usus ibu dan anak. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Toronipa, Kecamatan Soropia, pada tanggal 19 November 2025 dengan 70 peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan tentang mikrobiota usus dan peran prebiotik, serta pelatihan pengolahan anggur laut yang mempertahankan kandungan bioaktifnya. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 50.36% dari skor rata-rata 55.0 (pre-test) menjadi 82.7 (post-test). Perubahan sikap sangat signifikan, dengan peserta bersikap sangat positif meningkat dari 14.3% menjadi 54.3%, sedangkan sikap negatif menurun dari 24.3% menjadi 2.8%. Dengan demikian, program edukasi ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggur laut sebagai pangan prebiotik lokal yang mendukung kesehatan usus
HARMONI SULTRA 2026 BERSAMA SPRIN UNTUK KARTINI:GERAKAN VAKSINASI HPV SERENTAK UNTUK PEREMPUAN INDONESIADI RSJPD OPUTA YI KOO PROVINSI SULAWESI TENGGARA Juminten Saimin; Nur Indah Purnamasari; Sufiah Asri Mulyawati; Yenti Purnamasari; Nina Indriyani Nasruddin; Satrio Wicaksono; Mariana Asmaningdiah; Lilyana Aritonia Ahmad
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.10070

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) pada perempuan dewasa sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan kanker serviks di Sulawesi Tenggara. Masalah utama yang disasar meliputi rendahnya cakupan vaksinasi HPV, minimnya literasi kesehatan reproduksi, serta adanya miskonsepsi dan stigma terhadap vaksin HPV di masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan komprehensif dan terpadu melalui talkshow edukasi kesehatan reproduksi oleh pakar onkologi ginekologi, diikuti vaksinasi HPV serentak menggunakan protokol standar empat zona (registrasi, skrining awal, vaksinasi, dan observasi KIPI) sesuai panduan nasional SPRIN POGI. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional "Harmoni Sutra 2026 bersama SPRIN untuk Kartini: Gerakan Vaksinasi HPV Serentak di 10 Kota" yang dikoordinasikan POGI Pusat dan dilaksanakan pada 21 April 2026 di RSJPD Oputa Yi Koo Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan melibatkan kolaborasi lintas sektor antara POGI Cabang Sulawesi Tenggara, RSJPD Oputa Yi Koo, dan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO), dengan dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh 50 peserta perempuan dewasa berhasil menerima vaksin HPV dosis pertama (capaian 100%), seluruh peserta mengikuti talkshow edukasi, dan tidak ditemukan kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat. Kegiatan ini membuktikan bahwa model pelaksanaan terpadu yang mengintegrasikan edukasi dan vaksinasi, didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang kuat, sangat efektif dalam meningkatkan penerimaan vaksin HPV dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan kanker serviks.
Effect of Moringa Oleifera Leaf Nanoparticles on IL-10 in Vivo Model of Oral Cavity Malignancy Mariana Asmaningdiah; Alfia Andriyani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11489

Abstract

Interleukin-10 (IL-10) which is secreted by Th 2 cells. Interleukin- 10 is an anti-inflammatory cytokine that plays an important role in the regulation of the host immune response by inhibiting the release of pro-inflammatory mediators. Moringa leaf nanoparticles (Moringa oleifera) are products that contain various bioactive mediators that can play a role in inflammation. The aim of this study was to determine the effect of administering Moringa leaf extract nanoparticles on IL-10 levels in oral cavity cells undergoing malignant transformation. Eighteen male Wistar rats (R. novergicus) were used as animal models that underwent benzo(a)pyrene induced malignant transformation in the oral cavity. Moringa leaf extract nanoparticles with concentrations of 0.250 mg/mL, and 0.500 mg/ were given to the treatment group for 14 days. The results of IL-10 levels were evaluated using the ELISA method. Data analysis using the Kruskall-Wallis test was carried out to analyze differences between groups. Aplication Moringa oleifera leaf nanoparticles with concentrations of 0.250 mg/mL, and 0.500 mg/mL were able to reduce levels of IL-10 in oral cells undergoing malignant transformation. The results of this study showed that the p-value = 0.726 (> 0.05) which means that there was no effect of the application of moringa leaf extract nanoparticles in a mouse model with malignant transformation of oral cells on reducing IL-10 levels.
Effect of Snakehead Fish Albumin Extract Supplementation on SGOT and SGPT Levels in Tuberculosis Patients Alfia Andriyani; Jusak Nugraha; Retno Indrawati; Theresia Budhy S; Nurul Hidayah; Mariana Asmaningdiah; Inas Hasna Azizah; Ahmad Hidayat
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11851

Abstract

Long-term use of OAT in tuberculosis patients carries a high risk of triggering drug-induced liver damage characterized by a spike in serum transaminase enzyme levels SGOT and SGPT. This study aims to determine the effect of snakehead fish extract therapy on SGOT and SGPT levels in TB patients undergoing intensive phase treatment. This study is quasi-experimental study with a randomized controlled trial design post-test only control group design.  The research population was TB patients at the Sidotopo Community Health Center, Surabaya, who were selected using a random sampling technique purposive sampling until 20 respondents were obtained. Respondents were systematically divided into two groups, control group (OAT therapy) and treatment group (OAT therapy accompanied by supplementation of 500 mg albumin extract capsules). Comparative data analysis between groups was conducted using Independent Sample T-test. The results of the statistical analysis showed that the average SGOT level in intensive phase patients was 21.95 U/L and the average SGPT level was 19.65 U/L, where both valuesremained within normal clinical limits. The inter-group comparison hypothesis test produced a value p-value for SGOT levels of 0.907 and the value p-value for SGPT levels of 0.346. These data indicate no significant difference in the fluctuation of SGOT or SGPT levels between control and treatment groups. Supplementation with snakehead fish albumin extract did not show a significant difference in effect on SGOT and SGPT levels, but was proven to be able to maintain a stable and normal liver transaminase enzyme profile during intensive phase of OAT treatment.